NovelToon NovelToon
Gairah Suami Kakakku

Gairah Suami Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"Celah pintu itu hanya terbuka lima sentimeter. Namun, lima sentimeter itu cukup untuk menghancurkan pernikahan sepuluh tahun. Di dalam, lampu tidur berwarna jingga membingkai siluet dua tubuh yang saling membelit dengan penuh nafsu, acuh terhadap badai yang baru saja dimulai tepat di luar pintu kamar mereka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Celah Pintu yang Menyesatkan

Celah Pintu yang Menyesatkan

​Hujan badai di luar sana seolah sedang mengamuk, namun kebisingan itu masih kalah dengan suara-suara yang mulai merambat masuk ke indra pendengaranku. Aku meringkuk di balik selimut tebal kamar tamu, mencoba memejamkan mata sekuat tenaga. Namun, dinding kamar ini seolah menjadi saksi bisu atas apa yang sedang terjadi di sebelah.

​Rumah mewah milik kakakku, Siska, terasa begitu sunyi—kecuali di kamar utama itu.

​“Ahhh… Mas Gavin… lebih dalam… mmmhh…”

​Suara desahan Mbak Siska terdengar begitu pasrah, bercampur dengan derit ranjang yang ritmis dan cepat. Aku menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokanku terasa kering seketika. Di kepalaku, bayangan sosok Gavin—kakak iparku yang pendiam dan dingin itu—mendadak muncul begitu nyata.

​Gavin adalah pria dengan tubuh atletis yang selalu tampak terkontrol. Ia jarang bicara, namun tatapannya selalu tajam. Dan mendengar suaranya yang mengerang rendah di balik dinding itu… membuat perut bawahku mendadak terasa melilit panas.

​Aku merasa seperti pendosa. Namun, rasa penasaran itu jauh lebih kuat daripada rasa malu.

​Dengan tangan yang sedikit gemetar, aku menyibak selimut. Hawa dingin AC langsung menusuk kulitku yang hanya terbalut daster satin tipis tanpa bra. Aku berjalan berjinjit, merasakan dinginnya lantai marmer di bawah telapak kakiku, menuju pintu penghubung yang memang sedikit renggang.

​Aku menahan napas saat mataku menemukan celah sempit itu.

​Di sana, di bawah remang lampu tidur yang kemerahan, aku melihat pemandangan yang membuat seluruh sendi kakiku terasa lemas. Punggung lebar Gavin yang dipenuhi peluh tampak bergerak naik turun dengan tenaga yang luar biasa. Otot-otot punggungnya mencuat setiap kali ia mendorong tubuhnya maju.

​Mbak Siska tampak terkapar di bawahnya, rambutnya berantakan, matanya terpejam dengan bibir yang terus mengeluarkan rintihan nikmat. Aku bisa melihat tangan Gavin yang besar mencengkeram erat pinggang kakakkku, meninggalkan bekas kemerahan di sana.

​“Mas… ahh, pelan sedikit… sakit…” rintih Mbak Siska.

​Gavin tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengeluarkan geraman rendah, seperti predator yang sedang melahap mangsanya. Suara gesekan kulit mereka, suara napas yang memburu, dan aroma gairah seolah meledak di depan mataku.

​Aku tanpa sadar menyentuh dadaku sendiri. Jantungku berpacu seperti sedang lari maraton. Tanganku yang lain meraba daun pintu, tanpa sengaja mendorongnya sedikit lebih lebar agar bisa melihat lebih jelas.

​Kriet…

​Suara engsel pintu yang sangat kecil itu terdengar seperti ledakan bom di telingaku.

​Gavin tiba-tiba berhenti bergerak. Gerakan tubuhnya yang tadi begitu liar mendadak membeku. Mbak Siska yang tampak sudah berada di ambang batas kesadarannya hanya bergumam tidak jelas, meminta suaminya untuk lanjut.

​Namun, Gavin justru perlahan menolehkan kepalanya.

​Aku mematung. Napasku terhenti. Melalui celah pintu yang kini sedikit lebih terbuka, mata elang Gavin yang gelap dan penuh kilat nafsu menatap lurus ke arahku. Ia melihatku. Ia melihat adik iparnya sedang berdiri mematung di kegelapan dengan napas tersengal-sengal dan wajah memerah.

​Bukannya merasa malu atau marah, Gavin justru menunjukkan sisi iblisnya.

​Ia tidak berhenti. Matanya terus mengunci mataku, menembus celah pintu itu, sementara ia kembali melanjutkan gerakannya—jauh lebih kasar dan lebih menuntut dari sebelumnya. Seolah-olah, ia sedang menunjukkan padaku secara langsung apa yang bisa ia lakukan pada seorang wanita.

​Mbak Siska menjerit pelan dalam puncak kenikmatannya, tidak tahu bahwa suaminya sedang melakukan aksi itu sambil "bermain mata" dengan adiknya sendiri.

​Aku merasa sekujur tubuhku gemetar hebat. Cairan bening mulai membasahi daster tipisku. Gavin memberikan seringai tipis, sangat tipis, seolah dia berkata: “Lihat baik-baik, Arum. Ini yang akan kulakukan padamu nanti.”

​Aku langsung berbalik dan berlari menuju ranjangku, menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Tubuhku menggigil hebat, bukan karena dingin, tapi karena bayangan mata Gavin dan gerakan tubuhnya yang liar terus berputar-putar di kepalaku.

​Malam itu, aku tahu hidupku tidak akan pernah sama lagi. Kakak iparku telah menandaiku sebagai mangsa berikutnya

1
gendiz
aseek, makasih ya, Akhirnya Arumi ada yang mau kawal juga 😊
Moms Shinbi
q kawal sampai semua happy end thor
Moms Shinbi
cerita akhirnya siska end so pasti.psangn selingkuh happy dong..


jngan y thor
gendiz: hmmm belum tentu🤭, lihat bab selanjutnya, sudah up tapi belum lolos review nih kayaknya, jadi belum bisa terbit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!