NovelToon NovelToon
Lari Atau Jadi Mereka

Lari Atau Jadi Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Action / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariyanteekk09

Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.

namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.

shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.

kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.

terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.

𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 21

“Prof, kenapa penghuni apartemen ini pada aneh-aneh semua ya? Kalau pagi sampai sore mereka tidak ada yang keluar unitnya, tapi kalau malam mereka ramai loh,” tanya Riska pada Prof Teguh.

“Perasaanmu saja kali, beb. Orang-orang yang tinggal di sini itu pada sibuk semua. Jadi wajar… kamu tidak perlu lihat mereka,” ujar Prof Teguh.

Padahal, dia juga merasakan keheranan yang sama seperti Riska. Namun, dia tidak bisa mengutarakannya supaya kekasihnya itu tidak semakin ketakutan.

Riska sejak awal datang ke sana sudah merasakan ada yang tidak beres. Setiap keluar kamar, selalu ada hawa yang tidak mengenakan. Seolah-olah ada sesuatu yang mengawasi.

“Udah, sayangku… kita aman tinggal di sini kok,” Prof Teguh memeluk Riska dari belakang, mencoba menenangkan.

“Semoga saja, sayang…” bisik Riska pelan.

Bohong kalau dia merasa bahagia sekarang. Anak dan suaminya telah menjadi zombie, dan ia harus menerima kenyataan pahit itu. Penyesalan kini datang, tapi semuanya sudah terlambat.

Ternyata, Prof Teguh memang tinggal di apartemen aneh itu. Bukan hanya mereka, ada beberapa orang lain yang datang hampir bersamaan.

Semua berpikir tempat itu adalah tempat perlindungan… padahal kenyataannya belum tentu seperti itu.

Tempat yang dianggap aman, belum tentu benar-benar aman. Apalagi jika para penghuninya menyimpan banyak rahasia.

Ting…

Ponsel Prof Teguh berbunyi. Ia langsung melihat layar, lalu mengangkat panggilan itu.

“Teguh, bilang sama kekasihmu agar tidak keluar apartemen pada malam hari. Kalian aman tinggal di sana, asal jangan cari hal yang bukan urusan kalian,” terdengar suara dari seberang.

“Mas, benar kami baik-baik saja tinggal di sini,” jawab Teguh.

“Untuk sementara memang aman. Asal kalian tidak ikut campur dengan apa pun yang kalian lihat. Ingat… orang-orang di sana jauh lebih berbahaya daripada zombie ciptaanmu itu.”

Telepon pun terputus.

Prof Teguh terdiam sejenak. Wajahnya berubah serius.

Ia memiliki seorang kakak bernama Rainal, seorang ilmuwan juga. Namun, kakaknya itu jauh lebih licik dan berbahaya dibanding dirinya.

“Pesanku, jangan pernah keluar pada malam hari, sayang. Kalau butuh apa pun, beli saja di pagi atau siang hari. Kita tidak tahu seperti apa bahaya di apartemen ini,” bisik Teguh.

Riska mengangguk pelan.

Mereka pun kembali masuk ke dalam kamar.

Orang-orang yang tinggal di apartemen itu memang bebas keluar masuk… tapi entah kenapa, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar bisa meninggalkan tempat itu.

____

Shila dan Gibran menonton TV, melihat kota kelahiran mereka kini sudah rata dengan tanah. Shila tidak bisa membendung air matanya. Tidak ada yang tersisa. Layar televisi itu seakan memperlihatkan kenangan mereka yang ikut hilang bersama hancurnya kota itu.

Hasan yang melihat kedua anak muda itu terdiam dengan tatapan kosong menghela napas berat. Dia tahu ini tidak mudah untuk mereka berdua.

“Nak, kalian harus ikhlas ya… Jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Hidup kalian akan terus berjalan… Terutama kamu, Shila. Ada adikmu yang membutuhkanmu,” Hasan mengingatkan dengan lembut.

“Aku cuma sedih aja, Kek. Aku sudah ikhlas kok… tapi rasa kehilangan ini tidak bisa sembuh. Apalagi aku melihat orang tuaku dibakar setelah dibunuh…” tangis Shila pecah.

“Dan sampai sekarang… aku belum bisa membalas orang yang telah membuat mereka pergi untuk selama-lamanya,” lanjutnya dengan suara terbata-bata.

Gibran langsung memeluk Shila untuk menenangkan pujaan hatinya itu. Dia juga merasakan hal yang sama, luka yang belum sempat sembuh.

“Jangan nangis… nanti Kenan lihat,” bisik Gibran pelan sambil mengusap air mata Shila.

Hasan memperhatikan mereka berdua. Ia tersenyum tipis.

“Tari, Ningrum… sepertinya kalian akan jadi besan dalam waktu dekat ini,” batin Hasan.

Suasana rumah itu dipenuhi kesedihan, tapi juga kehangatan yang perlahan tumbuh di antara mereka.

Hati Aira juga hancur melihat kota kelahirannya kini hanya menjadi tanah. Kini ia benar-benar harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah pergi untuk selamanya.

“Aira janji akan jadi anak yang kuat dan pemberani, Mah, Pah… kalian tenang di atas sana,” batin Aira sambil mengusap air matanya.

Sudah tiga hari Aira tinggal di rumah Pak Heru. Ia merasa sangat nyaman dan terlindungi. Pasangan suami istri itu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, seolah-olah Aira adalah anak kandung mereka sendiri.

Untuk pertama kalinya sejak semua kejadian itu terjadi… Aira bisa merasakan sedikit ketenangan, meski luka di hatinya belum benar-benar hilang.

*******

1 tahun berlalu, kehidupan Shila, Gibran, dan Aira baik-baik saja dan belum ada kejadian aneh di kota itu. Meskipun tinggal di lingkungan yang sama, Shila dan Aira belum pernah bertemu.

Shila dan Gibran sudah resmi berpacaran dan kini sedang mengurus pernikahan mereka. Kakek Hasan menyuruh mereka menikah saja meskipun umur mereka masih 18 tahun.

Kakek Hasan tentu punya alasan sendiri menyuruh mereka menikah muda, namun ia belum sepenuhnya menjelaskan semuanya.

Gibran setiap harinya membantu Kakek Hasan merawat tanaman obat dan belajar meracik obat juga. Banyak hal yang Hasan ajarkan kepada Shila dan Gibran. Kenan pun sudah mulai diajarkan pelan-pelan oleh Hasan, meski usianya baru 2 tahun.

“Astaghfirullah… badan aku pegel banget,” kata Shila sambil meregangkan tubuhnya.

Saat ini mereka sedang berada di ruangan khusus milik Kakek Hasan.

Mereka tengah mempelajari tentang cara melumpuhkan makhluk yang lebih berbahaya dari zombie biasa. Buku-buku tebal dan peralatan medis sederhana terlihat memenuhi ruangan itu.

“Kenapa kakek suruh kita belajar tentang itu sih? Bukannya kota ini aman-aman saja?” heran Gibran.

“Sayang, kita tidak boleh lengah. Ingat kata kakek, kita harus tetap waspada,” Shila mengingatkan dengan lembut.

“Baiklah, pacarku yang cantik,” jawab Gibran sambil tersenyum.

Shila pun bersandar di bahu Gibran. Pemuda itu mengelus rambut panjang kekasihnya dengan penuh kasih sayang.

“Gak terasa ya… sebentar lagi kita menikah, sayang. Kenan pasti bahagia punya kakak ipar seperti kamu.”

“Kalian berdua akan selalu aku lindungi dan jaga. Setelah ini kita akan hidup bahagia,” ujar Gibran dengan penuh keyakinan.

Shila tersenyum kecil. Meski dunia mereka pernah hancur, kini ia mulai percaya bahwa kebahagiaan masih bisa mereka raih.

Pasangan itu terus berbincang tentang masa depan mereka setelah menikah nanti. Mereka berjanji akan menjaga satu sama lain dan tidak akan pernah mengecewakan Kakek Hasan.

Di luar sana, kota memang terlihat tenang… tapi entah kenapa, ketenangan itu terasa seperti menunggu sesuatu yang akan datang.

aira juga di ajarin ilmu bela diri dan menggunakan senjata tajam oleh heru. dia mau anak gadis nya itu bisa melindungi diri nya saat jauh dari dirinya.

1
Nurr Tika
shila ketemu ga ya sama aira
Nurr Tika
shila harus kuat demi adiknya
Nurr Tika
dasar hendro
Ani Jkt
ceritanya bagus tapi banyak tiponya tor
Nurr Tika
ikutan tegang
Nurr Tika
moga ja shila,adik dan temenya selamat
Nurr Tika
selamet ih bikin tegang aja
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
untung adiknya ga di lempar keluar rumah, lebih baik tiara yg di usir dari pada kalian keluar dari rumah
Nurr Tika
mona mona coba klau kmu ga jahat pasti ga kan di usir
Nurr Tika
mona di kasih zombie ja buat santapan
Nurr Tika
lanjut thor
Nurr Tika
sebenarnya apa yg terjadi ya
Nurr Tika
nyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!