NovelToon NovelToon
Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / CEO / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Diusir dan dihinakan akibat video fitnah keji, Aaliyah Humaira, putri seorang kyai besar, terpaksa menanggalkan identitasnya dan bersembunyi di balik niqab dan kode peretas legendaris 'H_Zero'. Namun, takdir pelariannya justru membawanya ke dalam pelukan Zayn Al-Fatih, CEO berdarah dingin penerus klan aristokrat mafia Eropa yang hidupnya dipenuhi ancaman pembunuhan. Saat rahasia triliunan dolar dan masa lalu leluhur mereka saling bertabrakan, Aaliyah dan Zayn harus menyatukan kejeniusan siber dan kekuatan militer untuk melawan sindikat pembunuh bayaran, dewan bangsawan yang rasis, dan konspirasi global. Ini bukan sekadar kisah cinta antara gadis pesantren dan sang Raja Es; ini adalah perang epik di mana iman, kecerdasan, dan peluru menjadi penentu kedaulatan sebuah negara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: FITNAH DI ATAS RERUNTUHAN

​Langit di atas tanah Al-Azhar tampak kelabu, seolah-olah awan sedang berkonspirasi untuk menahan sinar matahari agar tidak menerangi kepedihan yang ada di bawahnya. Iring-iringan mobil hitam antipeluru milik Al-Ghifari Group membelah jalanan desa yang berdebu. Namun, pemandangan kali ini jauh berbeda dari kunjungan sebelumnya.

​Di depan gerbang pesantren yang sudah roboh, massa berkumpul. Mereka bukan santri, melainkan sekelompok orang yang tampak beringas dengan spanduk-spanduk yang menyakitkan mata. Tulisan "Hafizah Palsu", "Pezina di Balik Niqab", hingga yang paling kejam: "Aaliyah Mengandung Anak Haram" terpampang nyata di bawah sinar matahari yang redup.

​Aaliyah Humaira meremas pegangan pintu mobil dengan jari yang memutih. Napasnya tersenggal di balik niqab hitamnya. Ia merasa seolah-olah oksigen di dalam mobil mewah itu baru saja disedot habis.

​Ya Allah... cobaan apa lagi ini? Mengapa mereka begitu tega mengarang cerita tentang rahimku? Fitnah zina saja sudah membunuh jiwaku, kini mereka menuduhku mengandung noda? Setiap huruf di spanduk itu rasanya seperti paku panas yang dipantek langsung ke jantungku. Ayah... andai engkau melihat ini, apakah engkau masih akan kuat menahan malu? Maafkan Aaliyah, Yah... maafkan putri kecilmu yang selalu membawa badai ke tanah suci ini.

​Zayn Al-Fatih, yang duduk di sampingnya, memiliki rahang yang mengeras bagaikan baja. Matanya yang tajam menatap kerumunan itu dengan kebencian yang murni. Ia bisa merasakan getaran tubuh Aaliyah di sampingnya, sebuah getaran ketakutan yang membuat darahnya mendidih hingga ke titik puncak.

​Sultan... kau benar-benar ingin aku membantaimu tanpa sisa. Kau menyentuh kehormatan seorang wanita dengan cara yang paling pengecut. Kau memfitnah kehamilannya karena kau tahu itu adalah cara tercepat untuk menghancurkan martabat seorang Hafizah di mata kaumnya. Tapi kau lupa satu hal... kau tidak hanya berhadapan dengan Aaliyah yang lemah. Kau berhadapan dengan Zayn Al-Fatih yang siap membakar seluruh duniamu demi membela wanita ini.

​"Jangan keluar dari mobil sebelum aku memberi instruksi," ucap Zayn, suaranya rendah namun mengandung otoritas yang tak terbantahkan.

​"Zayn... mereka membawa batu. Lihat pria di depan itu... dia membawa jeriken bensin," bisik Aaliyah, suaranya bergetar hebat.

​Zayn menoleh ke arah Aaliyah. Ia meraih tangan wanita itu, menggenggamnya dengan kekuatan yang seolah ingin mengatakan bahwa dunia bisa runtuh, tapi ia tetap akan berdiri sebagai perisainya.

​"Biarkan mereka membawa neraka sekalipun. Aku adalah badai yang akan memadamkannya. Tetaplah di sini, Aaliyah. Percayalah padaku."

​Zayn keluar dari mobil. Begitu kakinya menyentuh tanah, massa seketika merangsek maju. Suara teriakan dan cacian pecah memenuhi udara, mengalahkan suara mesin mobil yang masih menderu.

​"Mana wanita pezina itu?!"

"Jangan biarkan dia menginjak tanah suci ini dengan perut haramnya!"

"CEO sombong! Kau melindungi wanita kotor demi saham?!"

​Zayn berdiri tegak di depan pintu mobil, kedua tangannya disilangkan di depan dada. Sepuluh pengawal pribadinya segera membentuk barikade yang kokoh, menahan dorongan massa yang semakin liar.

​"Diam!" bentak Zayn. Suaranya menggelegar, bergetar di antara puing-puing pesantren yang hangus. Seketika, suasana menjadi hening sejenak. Aura intimidasi "The Cold Lion" bekerja secara instan.

​"Kalian bicara tentang kesucian tanah ini?" Zayn melangkah maju, menatap satu per satu wajah pria-pria yang berteriak paling keras. "Kalian bicara tentang moral saat tangan kalian memegang batu untuk melukai wanita yang sedang berduka atas ayahnya?"

​"Dia hamil, Tuan Zayn! Berita di internet sudah tersebar luas! Ada bukti rekam medis dari rumah sakit Singapura!" teriak seorang pria paruh baya yang tampak seperti pemimpin massa.

​Zayn tertawa. Itu adalah tawa yang paling dingin dan paling menyeramkan yang pernah didengar oleh siapa pun di sana.

​"Rekam medis?" Zayn merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah map perak. "Kalian bicara tentang kertas palsu yang disebarkan oleh pecundang yang sekarang sedang mendekam di sel polisi? Ben, aktifkan proyektor lapangan!"

​Dalam hitungan detik, sebuah layar LED raksasa yang dibawa oleh truk logistik Zayn di barisan belakang iring-iringan menyala. Layar itu menampilkan video siaran langsung dari Dokter Spesialis Kandungan paling terkemuka di Singapura, didampingi oleh pejabat otoritas kesehatan setempat.

​"Saya Dokter Steven Wong," suara di layar itu terdengar jernih. "Saya menyatakan dengan sumpah medis bahwa Nona Aaliyah Humaira tidak sedang mengandung dan tidak pernah mengandung. Kami memiliki data DNA dan hasil scan asli yang telah diverifikasi oleh sistem blockchain yang tidak bisa dimanipulasi oleh siapa pun."

​Suasana di depan gerbang pesantren mendadak kaku. Pria-pria yang tadi berteriak kini saling pandang dengan wajah yang mulai pucat.

​Batin Zayn: Lihatlah wajah-wajah kalian. Kalian adalah pion-pion bodoh yang digerakkan oleh beberapa lembar uang dari Sultan. Kalian menelan mentah-mentah kebohongan hanya karena kalian ingin melihat seseorang jatuh. Tapi hari ini, aku akan menunjukkan bahwa kebenaran di tangan orang yang berkuasa adalah senjata paling mematikan di dunia.

​Aaliyah, yang menyaksikan segalanya dari dalam mobil, merasa air matanya tumpah. Ia sujud di atas jok mobil, mencium harum kain tempat duduk tersebut sambil tak henti mengucap syukur.

​Ya Allah... Engkau kirimkan pria ini untuk membersihkan namaku di saat aku bahkan tidak sanggup untuk bicara. Zayn... mengapa kau melakukan ini semua? Kau membawa layar raksasa, kau mendatangkan saksi internasional ke desa terpencil ini hanya untuk melindungiku? Mengapa rasa haru ini lebih menyesakkan daripada fitnah itu sendiri?

​Zayn kembali menatap massa. "Sekarang, siapa di antara kalian yang masih ingin bicara tentang perut haram? Siapa yang tadi membawa bensin?!"

​Zayn melangkah mendekati pria pemegang jeriken. Pria itu gemetar, jeriken di tangannya jatuh ke tanah. "Kalian dibayar berapa oleh Sultan? Sepuluh juta? Seratus juta?"

​Zayn mengeluarkan selembar cek dari sakunya dan merobeknya di depan wajah mereka. "Aku bisa membeli seluruh desa ini dan meratakannya dengan tanah jika aku mau. Tapi aku lebih memilih membangun kembali Al-Azhar untuk membuktikan bahwa kalian salah besar!"

​"Tuan Muda... kami... kami hanya mendapat informasi..." suara pemimpin massa itu kini menciut.

​"Informasi yang membunuh jiwa seseorang!" potong Zayn tajam. "Mulai hari ini, pesantren ini berada di bawah perlindungan militer swasta Al-Ghifari. Siapa pun yang mendekat tanpa izin dalam radius seratus meter, akan langsung berhadapan dengan hukum siber dan hukum fisik. Pergi kalian dari sini sebelum aku berubah pikiran untuk memenjarakan kalian semua!"

​Massa itu bubar secara memalukan. Mereka berlari tunggang-langgang meninggalkan spanduk-spanduk hinaan yang kini terinjak-injak di tanah.

​Zayn mengatur napasnya. Ia berbalik dan membuka pintu mobil. Ia mengulurkan tangannya pada Aaliyah.

​"Keluarlah, Aaliyah. Tanah ini sudah bersih. Tidak akan ada lagi yang berani menghinamu."

​Aaliyah keluar dari mobil dengan tangan yang masih gemetar. Ia menatap ke arah reruntuhan pesantren, lalu menatap Zayn. Tanpa sadar, ia memegang ujung jas Zayn dengan erat.

​"Terima kasih... Zayn. Saya... saya tidak tahu bagaimana cara membalas ini."

​Zayn menatap mata Aaliyah. Untuk pertama kalinya, ada kehangatan yang tulus di balik kedinginan matanya. "Kau tidak perlu membalas apa pun. Cukup tetaplah berdiri tegak di sampingku. Itu sudah lebih dari cukup."

​Zayn membatin: Kau adalah satu-satunya alasan aku masih merasa sebagai manusia, Aaliyah. Melihatmu dihina membuatku merasa gagal melindungi hal paling suci di hidupku. Biarlah dunia membenciku karena aku melindungimu, karena bagiku, seluruh dunia tidak sebanding dengan satu senyum tenang di balik niqabmu itu.

​Mereka mulai berjalan memasuki area pesantren. Zayn memerintahkan tim kontraktornya untuk segera menurunkan alat berat dan memulai pembersihan reruntuhan. Namun, di tengah kesibukan itu, Aaliyah menangkap sesosok bayangan yang berdiri di balik pohon besar di ujung makam keluarga.

​Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam, menatap mereka dengan tatapan yang sangat asing.

​Siapa dia? Sultan sudah di penjara. Rian tertangkap. Lalu siapa pria itu? Dia tidak tampak seperti warga desa. Tatapannya... mengapa begitu penuh dengan dendam yang sangat tua? Ya Allah, apakah badai ini belum benar-benar berakhir?

​Aaliyah ingin memberitahu Zayn, namun Zayn sedang sibuk memberikan instruksi pada tim pengamanan. Tiba-tiba, ponsel Zayn bergetar di saku jasnya. Sebuah pesan singkat masuk.

​[IMAGE: NOTIFIKASI PESAN]

"Pembersihan nama di media adalah hal mudah, Zayn. Tapi membersihkan racun yang sudah menyebar di aliran darah ibumu adalah hal lain. Pilihanmu: Lindungi Hafizah itu, atau selamatkan Nyonya Sarah. Waktumu 24 jam. - S"

​Zayn membeku. Wajahnya yang tadi tampak menang, kini berubah menjadi pucat pasi. Ia segera melihat ke arah monitor medis ibunya yang tersambung ke jam tangannya. Indikator detak jantung ibunya di rumah sakit Singapura menunjukkan tanda peringatan merah.

​Ibu?! Bagaimana mungkin? Singapura sangat jauh dan dijaga ketat! Sutan... dia punya orang di dalam rumah sakit?!

​Zayn menoleh ke arah Aaliyah yang sedang menatap reruntuhan dengan haru. Ia terjepit di antara dua wanita yang paling berharga dalam hidupnya.

​Batin Zayn menjerit: Ya Tuhan! Inilah Rencana D yang sesungguhnya. Dia tidak ingin membunuh Aaliyah secara fisik, dia ingin aku yang membunuhnya dengan cara meninggalkannya demi ibuku! Sultan... kau benar-benar iblis yang nyata! Apa yang harus aku lakukan? Jika aku lari ke Singapura sekarang, Aaliyah akan sendirian di sini tanpa perlindunganku. Jika aku tetap di sini... Ibu...

​Aaliyah menyadari perubahan drastis pada Zayn. "Zayn? Ada apa? Kenapa tanganmu dingin sekali?"

​Zayn menatap Aaliyah dengan pandangan yang penuh dengan kehancuran. Pilihan paling sulit dalam sejarah hidupnya kini ada di depan mata.

1
Erni Yustriyanti
Keren bgt
Sri Jumiati
cobaan berat bertubi tubi .terus menerus.kasihan Aaliyah
Rita Rita
AQ jadi kepikiran presiden RI,,, apakah pak Bowo Thor 🤔 novel mu Thor bikin tegangan tinggi
Misterios_Man: diem diem aja kak, jangan bilang-bilang /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Rita Rita
sultan memang iblis,,, meski udah dihantam kuat dengan tabung oksigen masih lagi sehat walafiat,,
Rita Rita
orang jahat memang selalu menang duluan,,🤭
Rita Rita
dari part ke part menegangkan,, Aaliyah bener bener wanita kuat,,yg cerdas dan genius. dia berjuang sendiri demi cinta pertama nya sang ayah tercinta,,
Sri Jumiati
ceritanya bagus
Rita Rita
meski tegang masih ada sisi romantis nya. Zayn bisa aja bikin Aaliyah baper kalo ga sedang kritis keadaan,,
Rita Rita
cieee Zayn,,, belum apa apa udah mengklaim permaisuri ku🤭🤣😍😍
moga ditengah badai dusta ketulusan hati menghancurkan fitnah keji
Zulfa
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!