Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.
Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Kecewa Nayra
"Mas Arda, dia itu istrimu?" Tiana bertanya sambil menatap kepergian Nayra dengan wajah sedikit menyimpan rasa penasaran sekaligus puas.
"Iya, dia istriku. Aku harus segera menyusulnya. Dia pasti mengira kalau kita ada hubungan lebih." Ardana melangkah, berlari kecil meninggalkan Tiana. Ia takut kalau pertemuannya dengan Tiana oleh Nayra akan sampai pada telinga kedua orang tuanya. Kalau sampai ketahuan bisa celaka.
"Akhhhh...Mas Arda."
Baru saja beberapa langkah, jeritan Tiana tiba-tiba memaksa Ardana menghentikan langkahnya. Dia membalikkan badan dan seketika panik. Seperti apa yang dikatakan dokter Arka, bahwa dia tidak boleh membuat Tiana stres.
"Tia, Sayang, kamu kenapa?" Ardana menghampiri Tiana yang sudah terduduk di lantai kafe dengan wajar yang tegang dan gigi gemeretak.
Ardana panik, jalan satu-satunya adalah membawa Tiana kembali ke RS atau ke tempat dokter Arka rekannya.
"Tia, ayo ikut Mas. Kenapa kamu jadi seperti ini?" ujarnya lembut penuh rasa khawatir lalu meraih lengan Tiana dan membawanya menuju parkiran. Di sana Ardana membukakan pintu untuk Tiana layaknya seorang kekasih. Kelembutan terlihat jelas di sana.
Tiana senang sekali, rasa tegang tadi perlahan hilang seiring perlakuan lembut Ardana kepadanya.
Hal ini dilihat Nayra diam-diam. Nayra masih di parkiran dan bersembunyi di balik mobil milik orang lain. Setelah melihat perlakuan Ardana yang begitu lembut pada Tiana, Nayra segera melajukan motor listriknya menuju rumah, dengan perasaan sedih.
Nayra pikir suaminya akan menyusulnya dan berkata kalau dirinya dan perempuan itu tidak menjalin hubungan apa-apa selain profesional. Tapi, apa yang dilihatnya barusan, menguatkan bahwa Ardana dan perempuan yang bernama Tiana, tidak sekedar menjalin hubungan profesional, melainkan lebih dari itu. Terlebih ternyata Tiana merupakan mantan kekasih Ardana yang kini sudah kembali.
"Tega banget kamu Mas, ternyata Tiana itu mantan kekasih Mas Arda yang kini kembali. Dan dia meminta Mas Arda untuk mencari cara agar menceraikan Nay," gumamnya sedih.
Melihat perlakuan mesra Ardana kepada Tiana, Nayra yakin kalau Ardana akan berusaha mencari jalan untuk menceraikannya.
Nayra tiba di rumah, ia buru-buru masuk lalu membenamkan diri di Sanggar Mini miliknya. Tempat di mana ia menumpahkan segala sedih dan kecewa sekaligus mencurahkan perasaan hatinya yang galau.
Nayra menjatuhkan diri di atas kursi tua di dalam Sanggar Mini. Dia menangis sepuasnya di sana. Sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir Maghrib. Dan Ardana baru saja kembali.
Ardana memasuki rumah dalam keadaan masih gelap. Cayaha yang didapat hanya temaram dari lampu dapur. Ardana segera menuju kamarnya di lantai atas, ia yakin Nayra berada di sana.
Namun, saat tiba di kamar, kamar itu sama masih gelap. Lalu ia menyalakan lampu, Ardana tidak mendapati Nayra di sana. Ardana menghela napas, jantungnya berdebar, sekilas ia merasa khawatir dengan keadaan Nayra. Perasaan yang jarang ia rasakan selama ini.
"Di mana dia? Pasti di ruangan yang dia beri nama Sanggar Mini," ujarnya yakin. Lalu Ardana keluar kamar menuju ruangan yang selalu Nayra habiskan waktu menyulam, menulis, dan lain-lain.
Tiba di depan pintu Sanggar Mini, rupanya pintu itu terkunci. Ardana khawatir kalau Nayra ternyata kenapa-kenapa di dalam. "Apakah dia sejak siang tadi di dalam?"
"Nay, Nayra...kamu di dalam? Apa kamu dengar aku? Buka pintunya Nay? Aku harus jelaskan sesuatu padamu." Ardana berteriak. Namun tidak ada sahutan.
Karena lama tidak ada sahutan dari dalam, Ardana ambil ancang-ancang, ia bersiap untuk mendobrak pintu ruangan itu. Namun baru saja kakinya siap menendang, perlahan handle pintu itu terangkat. Dan sosok Narya muncul dari dalam.
Wajahnya sembab sisa tangisan tadi. Ia berdiri dan sekilas menatap Ardana dengan kecewa yang masih tersisa di sana. "Mas Arda baru pulang? Bagaimana keadaan kekasih Mas Arda sekarang? Oh, ya, maaf Mas, Nay harus segera ke dapur, Nay belum masak apapun buat Mas Arda." Nayra bermaksud melangkah dari tempat itu dan berusaha mengalihkan obrolan.
"Nayra, kita perlu bicara." Ardana menahan lengan Nayra.
"Maaf, Mas. Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Bagi Nay, apa yang Nay lihat di kafe maupun di parkiran tadi, sudah jelas," kilah Nayra menolak ajakan Ardana.
"Apa yang kamu maksud jelas?" tanya Ardana cemas.
"Nay tahu, perempuan tadi adalah mantan kekasih Mas Arda yang kembali. Nay tahu dia masih mencintai Mas Arda, dan Mas Arda pun sama," ucap Nayra dengan tubuh membelakangi Ardana.
"Nayra, cukup. Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Hubungan kami profesional. Jangan katakan kalau aku ada hubungan lebih dari sekedar profesional. Harusnya kamu bisa baca gestur tubuh orang. Bukankah kamu lulusan bahasa dan komunikasi?" dalih Ardana menyangkal.
"Atau...kamu sebetulnya cemburu melihat aku dengan Tiana?" lanjut Ardana balik menuding.
Nayra mendongak lalu menatap Ardana dengan sedikit berani, "Siapa yang tidak cemburu, Mas? Melihat Mas Arda di luaran sana bisa berkata lembut dan mesra pada perempuan lain. Sedangkan dengan Nay, Mas Arda tidak pernah sedikitpun menatap Nay dengan kelembutan dan penuh perasaan. Sementara dengan perempuan tadi, Mas bahkan memanggilnya sayang," ungkap Nayra dengan cucuran air mata.
Pertahanan Nayra runtuh begitu saja. Padahal tadi ia akan berusaha tegar dan tidak akan mengajak bicara Ardana.
"Kamu jangan salah paham. Asal kamu tahu, hubungan kami profesional. Dan apa yang aku lakukan terhadapnya, adalah demi kesembuhannya. Itu saja."
"Hubungan profesional tidak bersandar di bahu atau membukakan pintu mobil dengan mesra. Itu profesional Mas?" sindir Nayra pelan tapi kena telak ke dalam hati Ardana.
"Kamu memang tidak akan paham Nayra. Sebaiknya kamu bersihkan diri dan segera menyiapkan aku makan. Aku sudah lapar." Ardana tidak membujuk Nayra atau merengkuhnya dengan lembut, ia merasa tidak perlu memberi penjelasan lagi. Setelah itu dia pergi menuju kamarnya tanpa sedikitpun merasa bersalah.
Nayra menatap kepergian Ardana dengan kecewa. Tidak sedikitpun terbersit Ardana membujuknya atau bersikap lembut untuk sekedar membeli hatinya.
"Mas Ardaaa... Mas memang tidak pernah menganggap Nayra ada. Nay hanya bayangan bagi Mas Arda," gumamnya sangat kecewa.
Meskipun kecewa, Nayra masih saja melakukan tugasnya sebagai istri. Memasak untuknya dan berbasa-basi meskipun semua itu ia lakukan dengan terpaksa dan tuntutan sebagai istri.
***
"Apa kabar Ibu dan Bapakmu?" Tiba-tiba Ardana menanyakan kabar orang tua Nayra.
Nayra tidak segera menjawab, dia tertegun, apa penting Ardana tahu kabar kedua orang tuanya, sementara beberapa bulan ini Ardana sibuk dan sama sekali tidak ingat kedua mertuanya.
"Tidak penting Mas Arda tahu kabar Ibu dan Bapak, Nay. Sama seperti Mas nggak pernah penting tahu tentang perasaan Nay selama ini," balasnya lalu bangkit dari kursi makan, meninggalkan Ardana yang terpaku.
NB; Mohon maaf Kakak Readers semua, saya up nya sudah larut banget. Sore tadi saya tiba-tiba sakit setelah makan sore. Perut saya tiba-tiba kembung dan diare. Perut melilit dan berbunyi seperti ingin segera ke kamar mandi. Saat inipun masih melilit dan berbunyi. Tapi, melilitnya hanya di daerah perut bagian kiri. Sakit melilit, tapi kalau dibaringkan sedikit reda dan enak. Kira-kira menurut Kakak2 Readers, saya mengalami sakit apa ya? Karena perut sakit melilit di bagian kiri pas pinggang, itu sering saya rasakan. Terakhir dua bulan lalu. Tapi terasanya tiap setelah makan. Dan sekarang terasa lagi setelah beberapa bulan kemudian.
Apakah ada yang ngalami kayak saya? Rasanya gak enak banget. 😭😭😭
Dan Ardana kamu tuh bodoh , mau aja dibohongin sama Tiana 😡😡😡
Udah deh ini mah fix kamu harus harus pergi Nayra daripada tersiksa batin kamu , kamu berhak bahagia Nayra 🫢🫢🫢
mantau dikit lagi nih...