Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Beberapa hari berikutnya tibalah hari dimana nadia dan mikayla berjanji untuk bertemu dengan kenalan mikayla.
Dengan dandanan ala anak kuliah,rambut di kuncir tinggi,memakai baju santai dan juga celana jiens serta sandal flat.
Nadia pun berpamitan kepada orang tuanya.
"Maa,paa aku hari ini jadi main ke rumah mikayla yaa.."
"Kamu mau menginap?" Tanya sang ayahnya.
"Engga pah,aku nanti pulang agak maleman ya,pengen nonton.."
"Yaudah jaga diri baik-baik"
"Pokonya kalau kamu mau kuliah kamu harus buktiin nilai kamu bagus dan bisa masuk ke kampus yang bagus"
"Siappp.." nadia pun bersalaman dengan mama papanya.
Dengan mengendarai sepeda motor nadia melaju menuju rumah mikayla yang hanya berjarak kurang lebih 3km.
Sebelum sampai kerumah mikayla ia teringat bahwa ayah temannya itu akan pulang,jadi ia mampir kesebuah toko buah untuk membawakannya beberapa.
"Totalnya 170rb"
Nadia pun menyerahkan uang pecahan 50rb'an kepada kasir yang melayaninya.
"Uangnya 200rb dan ini kembaliannya ya kak..30rb.."
"Terimakasih.."
Dirasa sudah cukup nadia pun lanjut menuju rumah mikayla.
Hari yang mulai gelap,setiap lampu jalan pun sudah menyala sejak keluarnya ia dari toko buah tersebut.
Sesampainya di halaman rumah mikayla yang pagarnya sudah terbuka,nadia pun memarkirkan motornya tepat di sebelah mobil sedan berwarna merah.
"Sepertinya ayahnya baru sama membeli mobil baru.." gumam nadia.
Tok tok tok..
Berkali-kali nadia mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama mikayla tapi tak kunjung ada yang menjawab.
"Pada kemana si,pintu terbuka begini di panggil juga ga ada yang nyauy.."
Nadia pun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu,
Rumah mikayla sendiri memang besar dengan dua lantai.dan kamar terletak di lantai dua semua,
Dibawah hanya kamar tamu.
Jadi wajar saja jika semua penghuninya dikamar di panggil tidak dengar.
"Suara apa itu.." ucap nadia yang mendengar suara jerit tapi pelan.
Nadia pun berjalan mencari sumber suara tersebut.
Ia takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu.
"Kok sepertinya dari belakang rumah,atau kolam renang ya.." nadia pun semakin memantapkan kakinya mencari sumber suara tersebut.
Nadia terjatuh tepat di depan pintu belakang,kakinya melemas melihat penampakan yang muncul di depan matanya,
Bukan penampakan yang horor,melainkan ia melihat sahabatnya tengah telanjang dan tertidur dibawah saung kecil.
Nadia juga melihat sesosok pria bertubuh kekar tengah berada diantara kedua paha mikayla.
Dengan cepat ia menutup mulutnya sendiri agar tidak berteriak.
"Apa mikayla di per ko sa?"
"Siapa pria itu?" Bathin nadia.
Tembok tinggi yang menjulang tidak akan membuat orang dari luar melihat aktivitas yang ada di rumah mikayla,
Orang tua mikayla sendiri memang bukan orang biasa,mereka mempunyai usaha jual beli emas.
"Aahhkk om..terus.." erang mikayla.
"Om..jadi itu bukan ayahnya"
"Dan maksudnya om,apa mungkin mikayla jadi simpanan om-om.." nadia terus memperhatikan mikayla.
Beberapa kali mikayla mengerang setiap kali pria tersebut merubah posisi mereka,
Nadia sendiri seorang gadis yang mulai menginjak masa remaja merasakan desiran keluar dari tubuhnya. Tak sesekali ia meremas dan meraba miliknya sendiri.
"Lagi om..lebih dalam lagi aahhk.."
Erangan mikayla pun terhenti bersamaan dengan jatuhnya tubuh pria tersebut diatas tubuhnya.
Nadia pun menyadari sesuatu,mereka sudah selesai melakukan hubungan tersebut.
Buru-buru ia berlari kedepan rumah,mendorong kembali motornya keluar,
Dan ia melihat jam di tangannya.
10 menit kemudian ia pura-pura kembali masuk kedalam halaman rumah mikayla.
"Benar dugaanku,mereka sudah selesai.." bathin bianca sembari memarkirkan motornya di sebelah mobil itu lagi.
"Miiikkk..aku lama yaa?" Teriak nadia begitu melihat mikayla keluar dengan pakaian yang sudah rapi.
"Engga kok,aku juga baru saja selesai"
Terlihat mikayla melirik kearah sang pria yang tengah duduk di kursi,ucapan mikayla belum selesai tapi ia tau maksud dari selesai itu apa.
"Kenalin ini bagas.."
"Dia salah satu kenalan aku,dia udah kuliah nad"
"Kuliah?"
"Ah maksudku oh sudah kuliah?"
"Iyaa..baru masuk tahun kemarin.."
keduanya pun berjabat tanga.
"Yuk masuk aja.." ajak mikayla.
"Aku di luar dulu aja,gerah" jawab bagas.
Nadia pun melewati bagas yang tengah duduk nampak sekali raut wajah yang lelah,bukan karna panas,tapi ia gerah karna baru saja beraktivitas dengan temannya itu.
"Ayah ga jadi pulang mik"
"Engga jadi,aku udah kabarin kamu tadi.."
"Gapapa kalau kita ketemu diluar aja,tapi karna udah disini dan untung saja aku dirumah,ga di kosan"
"Ah aku ga tah kalau kamu wa.."
"Temen kamu umurnya berapa deh?"
"Kayanya dia udah kerja ya" nadia mencari alasan karna ia teringat mikayla memanggilnya om.
"Engga kok,dia setahun di atas kita"
"Kenapa emangnya?"
"Pacar kamu?"
"Bukan nad..itu dia temennya temenku yang aku bilang butuh guru les"
"Eh kayanya itu dia,ada suara mobil masuk"
Nadia dan mikayla pun keluar rumah untuk memastikan siapa yang datang,
Dan menurut mikayla benar memang dialah yang ia tunggu.
"Hai om"
"Om?.." ucap nadia kaget mendengar mikayla menyapa dengan sebutan om.
"Iyaa,kalau dia emang udah om-om"
"Udah 38 tahun"
"38 tahun?" Nadia sedikit terkejut dengan ucapan mikayla,pikirannya menjadi kemana-mana setelah ia menyaksikan pergumulan sahabatnya tadi.
"Kenalin om,ini temen aku namanya nadia"
"Pinter dia"
"Sagara"
Nadia dan sagara pun berjabat tangan dengan isi kepalanya masing-masing,dengan saling tatap.
Nadia : 36 tahun,apa dia juga main dengan mikayla,bagaimana dia bisa kenal mikayla,dasar pe do fi l.
Sagara : anak baru kemarin,apa benar dia bisa menjadi guru les.