Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Kebohongan
" Bang abang dari mana aja? " Tanya Bunga yang sudah siuman, ia mendapati sang suami yang barusaja masuk ke dalam Ruangannya.
Muis mendekati ranjang tersebut, ia menatap dalam wanita yang seperti biasanya tidak ada beban sama sekali. Lalu ia memeluk nya erat membuat Bunga terbelalak ia menetralkan rasa terkejutnya ia mengulas senyum tipis,
" Abang jangan kaya gini dong, nanti dede bayinya sesek lo kalau abang — erat banget peluknya! " Kata Bunga membuat Muis mengigit bibir dalamnya, seolah bisa menetralkan Perasaannya.
Semuanya belum memberitahu Bunga, karena memang wanita itu baru saja sadar dari masa kritisnya. Mereka masih ingin merahasiakan tentang hal tabu tersebut,
" Sayang " Muis mengurai pelukan mereka. Bunga tersenyum " Kenapa? "
" Abang, mau bicara sama Bunga " Kata Muis dengan suara serius membuat Bunga berkerut dahi " Tentang? "
Muis menatap wajah wanita tersebut, yang begitu lekat sekali seolah sedang mempertimbangkan banyak hal. Termasuk kabar bahwa janin tersebut sudah tidak ada di dalam dirinya lagi,
Mulutnya ingin sekali berkata dan jujur, namun hatinya. Tidak tega untuk. Membuat wanita itu terluka ia tidak mau Bunga bersedih membuatnya sakit sekali, " Abang mau kamu di operasi biar kamu bisa normal lagi, kamu mau kan? " Tanya Muis membuat Bunga terdiam
" 𝘖𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪?, 𝘉𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘢𝘬𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩. 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘶𝘳𝘢-𝘱𝘶𝘳𝘢 𝘤𝘦𝘯𝘵𝘪𝘭 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪! " Batin Bunga ia tersenyum penuh misteri
" Sayang " Panggil Muis Bunga menganggukkan kepala nya, " Aku mau bang!, aku mau bisa seperti orang normal lagi aku mau tahu segalanya tanpa harus di kasih tahu siapapun! " Kata Bunga penuh semangat
Muis Tersenyum ia mengelus pelan kepala 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 " 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘰𝘵𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘸𝘢𝘴𝘢, 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘥𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 " Batin Muis dengan yakin
" Nanti abang bicara sama papa dulu ya, kalau kamu mau di operasi — Papa katanya punya teman yang sudah pernah operasi otak seorang" Kata Muis Bunga menganggukkan kepalanya, Muis menatap Bunga dalam seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan.
" Bang, Bunga lapar " Tutur Bunga membuat Muis terkekeh " Mau makan apa? " Tanya Muis
" Abang tuh gimana sih, aku kan lagi sakit paling di kasihnya bubur ayam sama rumah sakit! " Kata Bunga dengan bibir yang terlipat
" Oh ya, lupa yaudah ayo makan" Muis tersenyum mengambil mangkuk bubur ayam yang ada di nakas tersebut.
" Bang, abang aku punya pertanyaan! " Kata Bunga membuat Muis yang sedang mengaduk bubur tersebut berkerut dahi
" Apa? "
" Kalau bubur bayi itu kan untuk bayi, terus kenapa bubur ayam kita makan?. Bukannya untuk ayam? " Tanya Bunga sembari menahan tawa membuat Muis terkekeh
" Stop jokes nya sayang ngga lucu! " Muis mengigit bibir dalamnya entah kenapa wanita ini begitu lucu sekali,
" Aku punya jokes. Lagi " Katanya sembari menerima suapan dari Muis
" Ngga ah, ngga lucu "
" Bang, kapan air mengantuk? " Tanya Bunga membuat Muis menggeleng kan kepalanya. Tangannya menyuapi wanita tersebut,
" Mana ada sayang air, Mengantuk ada -ada aja kamu tuh! " Gemas Muis
" Saat air di rebus kan dia nguap bang!, tandanya dia ngantuk! " Sahut Bunga membuat Muis terkekeh perutnya sangat sakit sekali saat Bunga memulai Jokes nya lagi, ia menjawil hidung wanita itu
" Pinter jokes juga kamu ya belajar dari mana?, kok jadi kaya gini? " Tanya Muis
" Dari Manda teman sekolah aku, waktu itu aku ke sekolah bang " Tutur Bunga walaupun dirinya statusnya bodoh, tapi dirinya masih tetap sekolah di sekolah anak-anak yang berkemampuan khusus padahal dia udah ngga bodoh lagi.
" Pantes, aa lagi! " Muis mendekatkan sendok tersebut, ke Wanita itu ia menerimanya dengan senang hati karena perutnya sangatlah lapar. " Bang, aku punya jokes lagi " Kata Bunga dengan suara cerianya
Ia hampir saja kehilangan, suara tawa dan keceriaan wanita itu kemarin begitu membuatnya takut kehilangan warna yang mengisi kehidupan kosongnya.
" Apa coba? " Tanya Muis
" Sayuran apa yang bisa nyanyi? "
" Hmm, Terong? " Tebak Muis Bunga tergelak lalu menggeleng kan kepalanya " Bukan"
" Apa? " Tanya Muis
" Kolplay! "
" Coldplay sayang! "
" Hahahaa! "
" Abang juga punya jokes untuk kamu " Kata Muis sembari menaruh mangkuk yang sudah habis tak bersisa, " Apa? " Tanya Bunga matanya berbinar terang
Ia menanti kata-kata, yang keluar dari mulut lelaki tersebut. " Kenapa biri-biri jalannya lambat? " Tanya Muis
" Aku ngga tau lah bang! " Kesal Bunga karena ia tidak mampu menjawabnya, bukannya tidak mampu tapi ia harus akting seperti itu
" Kalau jalannya cepat buru-buru lah sayang! "
" Ihh abang! " Kesal Bunga
" Eh, kok marah sih? Kamu daritadi jokes aja abang ngga marah! " Muis dengan lembut menyodorkan segelas air minum untuk Bunga. " Lagian susah abang! "
" Yaudah, kamu aja yang nge jokes biar ngga berantem " Pasrah Muis
" Grup band-Grup band apa. Yang tabah? "
" Apa? "
" Pasrah Ungu! "
" Sayang stopp! "
Keduanya tergelak penuh kebahagiaan, seolah yang kemarin itu bukan lah hari terburuk mereka namun yang harus mereka ketahui tawa mereka menimbulkan kebencian bagi banyak orang, yang tidak suka dengan keduanya
Tanpa mereka sadari, seorang yang tertutup mengenakan masker hitam dan Hoodie hitam sedari tadi menatap kamar VVIP tersebut dan mendengar tawa canda mereka.
"Kalian tidak akan pernah bahagia "