NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: ISTANA DEWA API – PUSAT KEKUATAN KETURUNAN NAGA

Perjalanan menuju wilayah Selatan memakan waktu sekitar sepuluh hari sepuluh malam. Sepanjang jalan, Chen Si dan Yan Yue bergerak dengan kecepatan penuh, melewati hutan purba, gunung berapi, dan sungai-sungai besar yang menjadi batas wilayah. Sepanjang perjalanan, Yan Yue menceritakan banyak hal kepada Chen Si, tentang sejarah cabang keluarga mereka, bagaimana mereka selamat, dan bagaimana mereka membangun kekuatan Istana Dewa Api dari nol hingga menjadi salah satu dari Tiga Kekuatan Utama di Langit Kedua.

Dari penjelasan itu, Chen Si semakin memahami betapa berat dan sulitnya perjalanan yang ditempuh kerabatnya ini. Mereka hidup dalam bayang-bayang pengejaran Gereja Cahaya selama ribuan tahun, harus menyembunyikan identitas, mengubah nama klan, dan bertahan hidup dengan cara apa pun. Namun, meski berat, mereka tidak pernah melupakan tujuan utama mereka: menjaga warisan dan menunggu pewaris utama datang untuk memimpin balas dendam

Sepanjang perjalanan, Yan Yue menjelaskan bahwa nama Istana Dewa Api hanyalah nama samaran yang diambil ribuan tahun lalu untuk menutupi identitas asli mereka sebagai cabang Klan Naga. Elemen api yang menjadi ciri khas kekuatan mereka sebenarnya adalah wujud lain dari Api Naga Murni, salah satu warisan tertinggi klan yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang memiliki darah keturunan murni. Selama ribuan tahun, mereka mengembangkan kekuatan alkimia dan penguasaan elemen api, menjadikan wilayah Selatan sebagai basis yang tak tertembus, sekaligus menjadi ancaman diam-diam bagi Gereja Cahaya yang berkuasa di Barat.

"Karena kami bersembunyi dan tidak berani memamerkan kekuatan asli, Gereja Cahaya menganggap kami hanya sekumpulan pengrajin senjata dan pembuat ramuan yang kaya raya tapi tidak berbahaya," ujar Yan Yue sambil melayang di samping Chen Si, matanya menatap lurus ke depan dengan penuh rasa bangga. "Mereka salah besar. Di balik setiap senjata dan ramuan yang kami jual ke seluruh penjuru Langit Kedua, kami sebenarnya sedang menyebarkan pengaruh, mengumpulkan informasi, dan perlahan membangun kekuatan militer yang siap tempur kapan saja."

Chen Si mengangguk kagum. Ia semakin mengerti betapa hebatnya perencanaan dan ketabahan kerabat-kerabatnya ini. Bertahan hidup di bawah tekanan musuh utama selama ribuan tahun bukanlah hal yang mudah, apalagi sampai berhasil menjadi salah satu dari tiga kekuatan terbesar. Semangat ini persis sama dengan semangat yang ditanamkan ayahnya kepadanya sejak kecil: bertahan hidup, bersembunyi, dan menunggu saat yang tepat untuk bangkit.

Di hari kesepuluh perjalanan, pemandangan di depan mata mereka berubah drastis.

Di ujung cakrawala selatan, langit yang tadinya berwarna biru cerah kini berubah menjadi jingga kemerahan yang indah namun juga mengintimidasi. Asap tipis berwarna keemasan mengepul naik dari daratan luas yang terbentang di bawah sana. Tanah di wilayah ini berwarna merah bata dan cokelat gelap, tanah yang sangat kaya akan elemen api dan energi panas alami. Di tengah wilayah luas itu, menjulanglah rangkaian gunung berapi raksasa yang masih aktif, puncaknya memuntahkan lava cair dan api abadi yang menyala terang siang malam.

Dan di atas lempengan batu terapung raksasa yang berada tepat di tengah-tengah rangkaian gunung berapi itu, terlihatlah bangunan megah yang menjadi tujuan mereka: Istana Dewa Api.

Istana itu dibangun menggunakan batu vulkanik hitam yang kokoh, dihiasi dengan ukiran naga dan api yang sangat rumit dan indah. Bangunan-bangunannya menjulang tinggi, dikelilingi oleh sungai-sungai lava buatan yang berfungsi sebagai pertahanan alami. Di puncak bangunan utama, terdapat sebuah menara tertinggi yang di dalamnya menyala api besar berwarna emas—tanda keberadaan Api Naga Murni yang dijaga turun-temurun. Energi spiritual di tempat ini begitu padat dan murni, bahkan jauh lebih baik daripada di Menara Langit yang baru saja Chen Si taklukkan. Udara di sini terasa panas namun nyaman, seolah setiap tarikan napas memurnikan tubuh dan darah di dalam diri.

"Ini rumah kita, Tuan Muda," kata Yan Yue dengan suara bergetar penuh emosi. "Selamat datang di pusat kekuatan sisa-sisa Klan Naga."

Begitu mereka berdua muncul di langit wilayah istana, lonceng besar berbunyi nyaring bergema ke seluruh penjuru. Bunyi itu bukan sekadar tanda kedatangan tamu, melainkan bunyi sakral yang hanya dibunyikan saat pewaris utama klan tiba. Dari setiap pintu, setiap menara, dan setiap sudut istana, ribuan sosok berjalan keluar dengan tertib dan hormat. Mereka mengenakan jubah berwarna merah dan emas, wajah mereka penuh haru dan penghormatan.

Chen Si bisa merasakan darah yang sama mengalir di tubuh mereka semua. Meskipun kekuatan mereka bervariasi, mulai dari tingkat rendah hingga tingkat Dewa, namun aura keluarga yang sama begitu kental dan hangat. Selama ini ia merasa sendirian, tapi saat melihat ribuan wajah ini, ia merasa seolah pulang ke rumah yang sudah lama hilang.

Keduanya mendarat di alun-alun utama istana, sebuah lapangan luas yang lantainya terbuat dari batu giok merah. Di ujung sana, di atas panggung kehormatan, berdiri sekelompok orang tua yang auranya begitu agung dan kuat, membuat udara di sekitar bergetar hormat. Di tengah mereka, berdiri seorang lelaki tua berambut putih perak, wajahnya penuh kerutan namun matanya masih bersinar tajam dan penuh kebijaksanaan. Auranya tenang namun mengandung kekuatan yang tak terukur, kekuatan yang jauh melebihi Tetua Gu atau siapa pun yang pernah Chen Si temui sejauh ini. Kekuatan lelaki tua ini telah mencapai puncak Alam Dewa Tingkat Awal, dan ia hampir menyentuh ambang batas Alam Dewa Tengah.

Itu adalah Tetua Tertua Yan Zhong, pemimpin tertinggi cabang klan, orang yang memimpin dan melindungi keturunan ini selama ratusan tahun terakhir.

Begitu melihat Chen Si, Tetua Yan Zhong berjalan perlahan turun dari panggung. Langkahnya lambat namun penuh wibawa. Di belakangnya, para tetua dan pemimpin divisi lain mengikuti dengan kepala tertunduk hormat.

Chen Si tidak ragu. Ia berjalan maju, lalu membungkuk dalam-dalam sebagai tanda hormat kepada orang tertua dan pemimpin kerabatnya.

"Chen Si... cucu dari Yan Tian, pewaris utama Klan Naga... memberi hormat kepada Tetua Tertua dan seluruh kerabat," ucap Chen Si dengan suara lantang dan jelas.

Mata Tetua Yan Zhong berkaca-kaca. Ia berjalan mendekat, lalu meletakkan tangan keriputnya di bahu Chen Si, menatap wajah pemuda itu lekat-lekat seolah sedang melihat sosok leluhur mereka ribuan tahun lalu.

"Bagus... Bagus sekali..." suara Tetua Yan Zhong parau namun penuh kebahagiaan. "Wajahmu... tatapan matamu... dan aliran darah yang mendidih kencang ini... benar-benar darah murni dari leluhur kita. Akhirnya... setelah ribuan tahun menunggu, kami tidak lagi sendirian."

Tetua Yan Zhong menarik napas panjang, lalu mengangkat tangan tinggi-tinggi, berseru ke seluruh kerumunan yang hadir.

"Dengarkan semuanya! Mulai hari ini, Tuan Muda Chen Si adalah pemimpin tertinggi kita, pewaris sah takhta Klan Naga, dan satu-satunya orang yang berhak memimpin kita menuju pemulihan kejayaan dan balas dendam!"

Suara sorak sorai bergema seketika, mengguncang seluruh wilayah istana. Ribuan orang berlutut serentak.

"HIDUP TUAN MUDA! HIDUP KLAN NAGA!"

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!