Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Makin Menjadi
Restu terkejut ketika ada orang yang ditabraknya bahkan air teh manis panas yang dipegang orang itu tumpa kebajunya hingga Restu menjerit karena kepanasan
"Adu....., hu panas"
Restu memegang bajunya sedangkan orang yang di tabraknya bersikap sama sebagaimana Restu yang merasakan kepanasan di badannya sambil melihat Restu
"Apanya Pak Restu?, apa mata bapak tidak lihat Mimi?"
"Tidak, jujur aku tidak tahu kalau Mimi lewat dari sini dan saya benar-benar tidak tahu padahal meja kerja Mimi bukan di sini tapi kenapa bisa-bisanya lewat dari ini?"
"Oh kau jadi mau mengatur saya mau lewat dari mana dan duduk di mana?, kalau kau seperti ini berarti kau merasa dirimu orang hebat di sini sedangkan kau hanya karyawan biasa dan aku tidak terima kau bersikap seperti ini"
"Maksudnya apa?"
"Maksudnya.........kau harus ganti rugi atas semua yang terjadi pada diriku"
"Ganti rugi apa?, mau buatkan teh manis panas lagi kalau hanya itu biar saya buatkan"
"Apa?, kau pikir segampang itu"
"Jadi mau apa?"
"Kau harus ganti rugi pakaian mahal ku yang sudah tertimpa air panas karena kau tabrak tadi"
"Ganti rugi pakaian mahal mu?"
"Iya benar, saya beli baju saya ini seharga sepuluh juta jadi sekarang kau bayar sepuluh juta"
"Bayar sepuluh juta?, kau ini mau merampok atau bagaimana?, sedangkan ku lihat tidak baju mu yang tertumpa teh manis panas dan ini ku photo ya"
"Cret"
Restu mengambil photo baju yang dipakai oleh Mimi dan memperlihatkan photo yang baru diambilnya
"Lihatlah photo ini, sedikitpun tidak ada curahan teh manis di baju mu itu jadi bagaimana kau mau minta ganti rugi sama diriku sedangkan seharusnya aku yang minta ganti rugi sama diri mu karena baju putih ku sudah kotor dan bercak kuning kecoklatan dari teh manis yang kau tumpahkan pada ku"
"Kau ini ya!, kau akan ku minta untuk di pecat oleh abang ku yang jadi menejer perusahaan ini"
Mimi langsung menghubungi abangnya dan menceritakan kalau dia sudah di tabrak oleh karyawan di kantor tempat dia kerja hingga teh manis panasnya tumpa dan minta ganti rugi sepuluh juta tapi karyawan itu tidak mau ganti rugi jadi dia minta abangnya untuk memecatnya
"Bentar lagi kau akan di pecat dari kantor ini karena abang ku menejer perusahaan ini"
"Oh begitu, aku tidak bersalah dan aku bisa protes kalau aku di pecat karena saya tidak salah dan photo ini jadi buktinya dan aku bisa lihat akses CCTV kalau hal ini bukan kesalahan ku jadi hal ini sengaja kau lakukan"
Wanita cantik ini usia dua puluh tahunan ini seperti tidak bisa ngomong lagi karena kata-kata Restu ini tapi tiba-tiba ada suara pimpinan kantor ini.bicara
"Ada apa ini Mimi?"
"Oh pak Andri, ini pak Restu sudah tumpakan teh manis panas yang baru ku buat dan aku minta ganti rugi sepuluh juta tapi dia malah menuduh diri ku sengaja dan aku minta bapak memecatnya!"
Laki-laki yang jadi pimpinan kantor ini langsung melihat Restu dan dia berpikir dua kali kalau harus memecatnya karena Restu sering buatkan Slide presentasinya tapi kini yang di hadapinya adalah adik dari menejer perusahaannya hingga dia merasa jadi simalakama hingga dia punya ide
"Begini saja pak Restu, dari ku 5 juta dan dari pak Restu 5 juta untuk ganti rugi pakaian nona Mimi jadi pak Restu masih bisa kerja di sini dan tidak di pecat"
"Tapi pak, mau 10 juta atau 5 juta......saya tidak bisa membayarnya karena saya tidak punya uang tapi kalau karena hal ini saya di pecat maka saya akan protes ke dinas tenaga kerja karena saya di pecat tanpa alasan yang benar"
"Kau pikir baik-baik pak Restu daripada kau harus di pecat dan kalau pun kau mau protes ke dinas tenaga kerja maka tidak ada gunanya karena keluarga mereka orang kuat di kota ini"
"Kalau begini, Mimi akan menjadi-jadi kalau kejadian ini akan diterima kalau dia yang dinyatakan yang benar"
tinggalkan jejak sobat ya
makasi