NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Utara Benua Huanggu

Tubuh Lin Han mulai bersinar lembut, cahaya putih keluar dari setiap pori kulitnya. Proses pengambilalihan total dimulai. Cahaya itu bertahan cukup lama, mungkin beberapa menit.

Di dalam kesadarannya, Lin Han merasakan kantuk yang teramat sangat, matanya terasa berat. Tubuhnya terasa ringan, seperti melayang, ia tahu inilah saatnya. Kesadarannya perlahan memudar, seperti lilin yang padam ditiup angin.

"Ayah... Ibu... Lin Han putra bodoh kalian, akan pergi. Jaga diri kalian baik baik... Selamat tinggal."

Suaranya hanya bisikan. Bisikan terakhir sebelum kegelapan total menyelimutinya.

Di dunia luar, Senior Hao berhasil mendapatkan tubuh Lin Han secara total. Ia menggerakkan jari jemarinya, merasakan setiap otot dan sendi.

Ia menghela napas berat.

"Tubuh ini sangat bagus sekali. Energi liar itu semakin bergerak agresif, dan ini sangat bagus untuk rencanaku."

Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang mengalir, tapi kemudian wajahnya berubah muram.

"Tapi sialnya, pemilik tubuh ini adalah bocah naif, mampu membuatku merasa bersalah. Sialan kau, bocah."

Senior Hao melesat ke langit, meninggalkan Danau Harapan. Ia terbang dengan kecepatan penuh menuju Gunung Jati.

Senja hari hampir tiba ketika ia sampai di atas Gunung Jati. Dari ketinggian, ia bisa melihat lembah tempat retakan dimensi dulu berada. Meskipun retakan sudah ditutup oleh Sima Yanzhen, bekasnya masih terasa, aura iblis masih samar samar tercium.

"Iblis asing ini makhluk lemah yang merepotkan. Mereka sangat invasif dan jumlahnya sangat banyak."

Senior Hao menyipitkan matanya. "Demi bocah itu, aku akan menyegel seluruh gunung dan dimensinya."

Ia membentuk segel tangan dan memulai ritual penyegelan. Kali ini bukan hanya menutup retakan, tapi menyegel seluruh area gunung dengan formasi kuno. Formasi yang akan mencegah segala jenis retakan dimensi muncul di tempat ini untuk waktu yang sangat lama.

 

Sementara itu, di Klan Liu, Liu Mei akhirnya terbangun. Untuk pertama kalinya sejak Lin Han menyuruhnya tidur saat perjalanan kembali ke kota Baishi.

Hong Jie dan Liu Bei yang sejak tadi bergantian menjaganya langsung antusias.

"Mei'er, syukurlah kau sudah bangun. Ibu pikir kau terkena racun berbahaya... karena tidak bangun sejak kemarin." Ucap Hong Jie, suaranya penuh kelegaan.

Liu Bei mengangguk di sampingnya. "Itu benar, ayah juga sangat khawatir."

Liu Mei duduk di ranjang. Tangannya memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Air matanya mengalir tanpa sebab yang ia ketahui. Ia merasakan kesedihan yang mendalam, tapi ia tidak tahu kenapa.

"Aku... aku tidak ingat apa apa." Suaranya pelan. "Aku tidak ingat bagaimana aku bisa kembali, siapa yang membawaku pulang, dan apa yang terjadi selama aku diculik."

Liu Bei dan Hong Jie saling berpandangan, heran. Mereka kemudian menjelaskan semuanya, tentang penyerangan, penculikan, tentang pencarian yang mereka lakukan, tentang Lin Han yang khawatir, lalu tentang orang misterius yang mengantarkannya kembali ke gerbang kota.

Liu Mei mendengarkan semuanya dengan tatapan kosong, tidak ada satu pun yang ia ingat. Lalu sebuah pertanyaan muncul di benaknya.

"Siapa itu Lin Han?"

Liu Bei dan Hong Jie terkejut. Mereka saling berpandangan lagi, kali ini dengan ekspresi bingung dan khawatir. Liu Bei kemudian menjelaskan dengan hati hati, bahwa Lin Han adalah suaminya, bahwa mereka menikah beberapa waktu lalu, dan Lin Han adalah putra dari sahabatnya, Lin Feng.

Tapi Liu Mei yang mendengar itu semakin heran. Nama itu tidak memicu apa pun di dalam ingatannya, seperti seseorang yang tidak pernah ada dalam hidupnya.

 

Di tempat yang jauh.

Sebulan kemudian.

Di pegunungan wilayah kekuasaan Sekte Singa Perak, jauh di utara Benua Huanggu, Senior Hao muncul di udara malam. Ia turun perlahan, mendarat di antara pepohonan yang rimbun. Ia berjalan menyusuri hutan hingga tiba di sebuah pohon besar.

Di bawah pohon itu, tergeletak tubuh seorang pria muda. Usianya seumuran dengan Lin Han, mengenakan jubah Sekte Singa Perak. Wajahnya tampan, dengan rahang tegas dan alis yang tebal, tapi tubuhnya sudah dingin. Di dadanya, ada luka tusukan yang menganga. Darahnya sudah mengering.

Senior Hao berjongkok di samping tubuh itu. Ia mengeluarkan sesuatu dari dahinya. Cahaya lembut berbentuk bola kecil. Di dalam bola itu, terlihat sosok Lin Han yang sedang tertidur(jiwanya). Senior Hao berhasil menyelamatkan jiwa Lin Han sebelum mengambil alih tubuhnya sepenuhnya.

"Kau ini sangat menyusahkan, bocah." Senior Hao menggelengkan kepalanya. "Kalau saja aku tidak mengamatimu sejak kecil, mungkin rasa bersalah ku tidak sebesar ini."

Ia memasukkan bola cahaya berisi jiwa Lin Han ke dalam tubuh pria muda yang sudah mati itu. Setelah itu, ia membentuk segel tangan rumit, memulai ritual penyatuan jiwa dan tubuh.

Satu jam kemudian, penyatuan berhasil. Dada pria muda itu mulai naik turun, napasnya teratur, jantungnya berdetak, dan luka tusukan di dadanya perlahan menutup, meninggalkan bekas luka tipis.

Senior Hao duduk di samping tubuh itu, menatap wajah Lin Han yang baru.

"Ini hadiah terakhirku untukmu. Bukan hanya karena merasa bersalah, tapi karena aku ingin melihat seberapa jauh kau melangkah di jalan keabadian."

Ia menghela napas panjang. "Sejak kecil kau memiliki tekad yang besar untuk menapaki jalan keabadian. Bahkan saat meridianmu tersumbat, kau masih gigih berlatih pedang. Karena itu, jika aku memberimu kesempatan kedua untuk hidup... ini sangat pantas."

Senior Hao bangkit berdiri.

"Wilayah ini sangat jauh dari tempat asalmu. Kota Bilou dan Baishi berada di ujung selatan Benua Huanggu, sedangkan tempat ini di ujung utara. Jadi... sebaiknya kau lupakan saja keluargamu. Memiliki keluarga saat menempuh jalan keabadiann... itu hanya akan berujung penderitaan, dan dendam tak berujung."

Ia menggigit bibirnya, mengepalkan tangannya. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, perasaan yang tidak biasa ia rasakan selama ribuan tahun, perasaan yang ia benci.

"Selamat tinggal, bocah. Aku berharap kita bisa bertemu di masa depan."

Senior Hao melesat vertikal ke langit. Begitu cepatnya hingga dalam sekejap ia sudah menghilang di telan kegelapan malam.

 

Pagi harinya, Lin Han terbangun. Kepalanya berdenyut hebat. Ia memegang dahinya, mencoba meredakan rasa sakitnya, dan ia sadar ingatan tentang semuanya masih utuh. Serangan ke Sekte Yanguo, penyelamatan dan pengembalian Liu Mei, danau Harapan, dan kematiannya.

Lalu ingatan baru masuk ke dalam pikirannya, ingatan tentang tubuh barunya. Nama pemilik tubuh ini adalah Dhu Feng, murid biasa di Sekte Singa Perak. Kultivasinya Foundation Establishment tahap Akhir, terbunuh karena serangan tiba tiba yang tidak ia ketahui pelakunya. Tidak memiliki keluarga, ayah ibunya sudah mati dua tahun lalu karena sakit. Kini ia hanya tinggal di Sekte Singa Perak sebagai murid luar.

Lin Han langsung berdiri. Ia melihat ke sekelilingnya, hutan yang asing, pepohonan yang tidak ia kenali, dan udara yang lebih dingin.

"Senior Hao! Anda di mana?"

Tidak ada jawaban, hanya suara burung dan gemerisik daun.

Lin Han mencari genangan air di dekatnya. Ia menemukannya di antara akar pohon, lalu berlutut dan menatap pantulan wajahnya. Wajah yang berbeda, tampan, dengan rahang tegas dan mata yang tajam. Bukan wajah Lin Han yang biasa.

Ia mengernyitkan dahinya. "Ternyata aku belum mati."

Lin Han memejamkan mata, menelusuri ingatan baru di kepalanya, dan ia melihat potongan potongan kehidupan Dhu Feng. Latihan di sekte, tugas tugas sebagai murid luar, tidak ada yang istimewa. Dhu Feng hanyalah murid biasa dengan bakat biasa.

Lin Han membuka matanya dan memeriksa cincin penyimpanan di jarinya. Cincin milik Dhu Feng itu isinya ada beberapa batu roh tingkat rendah. Sebilah pedang perak biasa dan beberapa pil pemulihan tingkat rendah. Cukup bagus untuk memulai.

Ia memeriksa tubuhnya. Tidak ada luka, pakaiannya utuh, meskipun ada sedikit noda darah di bagian dada. Jubah Sekte Singa Perak berwarna biru dengan sulaman perak berbentuk singa di bahu kanan.

Lin Han menatap langit pagi yang cerah.

"Senior Hao... terima kasih karena masih memberikanku kesempatan hidup. Sekarang aku akan menempuh jalan keabadian yang sesungguhnya. Dan itu dimulai dari Sekte Singa Perak."

Ia mulai berjalan menyusuri hutan, mencari jalan kembali ke sekte. Sambil berjalan, ia terus menelusuri ingatan Dhu Feng, mencoba menemukan sesuatu yang berguna. Teknik kultivasi, pengetahuan tentang sekte, serta peta wilayah.

Tapi tidak ada. Hanya ingatan tentang kehidupan sehari hari yang monoton. Latihan pagi, tugas membersihkan halaman, makan di aula umum, lalu tidur di asrama murid luar.

Lin Han menghela napas. "Tidak apa apa. Aku akan memulai semuanya dari awal. Kali ini... tidak akan ada yang menghentikanku."

Ia mengepalkan tangannya dan mempercepat langkahnya.

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!