Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Masih mencari
Sampai pagi tiba dan Imron beserta dengan Alia masih belum juga datang, padahal mereka sengaja menunggu di pos ronda bersama-sama dengan para warga lain namun ternyata sepupu dari Amir itu masih tak kunjung sampai di desa ini sehingga sudah pasti rasa cemas begitu besar di dalam diri Amir saat ini.
Ada rasa bingung juga kenapa Imron tidak bisa di hubungi dan sampai sekarang tidak ada mobil yang memasuki kawasan tersebut, atau mungkin saja mereka tidak jadi datang dan Ridwan sudah berusaha untuk mengatakan bahwa mungkin saja Imron dan Alia memutuskan untuk tetap stay di kota karena malu mau mendatangi mereka di desa ini.
Namun Amir dengan keras membantah karena dia sendiri yang saat itu di telepon oleh Imron dan mengatakan bahwa mereka sudah dalam perjalanan, jadi wajar saja bila Amir merasa cemas dan dia takut nanti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada sepupu mereka yang baru mengalami kebangkrutan itu.
Meski dulu Imron dan Alia begitu angkuh kepada semua orang, namun tetap saja Amir merasa sebagai saudara mereka harus membantu dan dia merasakan kecemasan yang cukup besar ketika mereka tak kunjung sampai di rumah saat ini, malah di hubungi juga tidak bisa sehingga wajar bila hamil merasakan kecemasan yang begitu tinggi.
Ini sampai pagi namun tak kunjung muncul sehingga Amir dan Ridwan juga bingung mau mencari di bagian mana, salah satu petunjuk yang harus mereka gunakan sebenarnya menggunakan ponsel karena di sana mereka bisa menghubungi Alia atau bahkan Imron namun ternyata ponsel mereka berdua sudah mati karena kehabisan baterai.
Andai saja Amir dan Ridwan mengetahui bahwa saat ini Alia dan Imron telah meninggal dunia di dalam kebun jagung milik Buk Sarah, namun tentu saja mereka tidak tahu dan bahkan mereka berdua sama sekali tidak sadar bahwa sepupu nya ini sudah sampai di desa namun justru tersesat di kebun jagung menyeramkan itu.
Kebun jagung ini jauh lebih seram dibanding dengan kebun pisang dulu yang menjadi tempat wanita misterius, kalau kebun pisang memang berhasil menampakan diri di hadapan para warga yang kebetulan lewat di jalan tersebut, namun dia sama sekali tidak membunuh dan hanya menampakkan diri karena ingin diperhatikan oleh para warga.
Sedangkan kebun jagung milik Bu Sarah itu terlalu misterius karena tidak pernah ada yang melihat tentang keberadaan makhluk halus di dalam kebun itu, namun ada gosip yang mengatakan bahwa penunggu kebun jagung akan langsung membunuh bila ada yang tidak sengaja tersesat masuk ke dalam kebun yang sangat luas itu.
Arya dan Purnama bukan hanya diam saja tapi mereka sudah berusaha mencari tahu tentang apa yang ada di kebun jagung tersebut, tapi mereka sama sekali tidak menemukan sesuatu yang aneh dan bahkan energi setan saja tidak ada dari dalam kebun jagung itu sehingga mereka memutuskan untuk berhenti dan tidak mengusik kebun jagung lagi.
Tidak enak juga dengan Bu Sarah yang selama ini dia merasa tertekan dari omongan para warga, sebenarnya Bu Sarah tidak terima ketika banyak warga yang mengatakan bahwa kebun jagung milik dia itu berhantu, namun dia berusaha untuk tetap tenang agar tidak terjadi keributan di desa tempat dia tinggal sekarang.
"Gimana kalau cari dulu di kebun Bu Sarah." ide Digo.
"Kenapa kok malah mendadak saja mau ke kebun milik Bu Sarah?!" Amir heran dengan ide yang di berikan oleh Digo.
"Ya kan mereka orang baru datang di desa ini sehingga tidak tahu kalau kebun jagung itu agak angker, siapa tahu sudah tersesat ke sana." jelas Digo.
"Ah sepertinya tidak mungkinlah karena kebun jagung pasti melewati bagian sini, sedangkan kita dari tadi malam duduk di sini menunggu mobil mereka lewat." Ridwan tidak percaya.
"Lalu bagaimana kalau ternyata mobil mereka telah lewat terlebih dahulu sebelum kita duduk di sini." Digo tetap saja kekeh.
"Tapi benar juga apa yang dia katakan, kita keluar dari rumah kan sudah agak malam saat itu." Amir agak setuju.
"Kalau kita langsung datang ke sana itu rasanya tidak pantas, Bu Sarah itu sudah merasa tertekan dengan ucapan para warga." Arya yang terlihat kurang setuju.
"Ya kita tidak usah langsung menuju kebun jagung tapi bertanya saja apa dia melihat ada mobil yang datang." ucap Digo kembali.
"Benar, kita bisa bertanya apa tadi malam dia melihat ada mobil yang kesasar ke arah kebun jagung itu." Amir juga sudah setuju dan dia memang ingin mencari di kebun jagung.
"Dengan kata lain kau itu menuduh bahwa kebun jagung dia bisa membuat orang lain kesasar." jelas Arya.
Amir terdiam karena apa yang dikatakan Arya itu benar adanya, ketika mereka datang ke sana dan mencari keberadaan Imron serta Alia juga maka pasti bu Sarah akan merasa sedih karena kebun jagung milik dia di anggap telah menyesatkan banyak orang.
"Kita lewat saja dulu sambil cek." Digo tetap ingin datang ke kebun jagung itu.
"Ah terserah kau saja." Arya tidak ingin melarang lagi.
"Nanti tidak usah bertanya tapi lewat saja dan bila memang tidak terlihat sesuatu maka kita akan pulang." ujar Ridwan berkata pelan.
"Jangan sampai bertanya kepada dia karena terakhir kali saat kami datang ke sana maka Bu Sarah sudah menangis." tegas Arya karena dia memang kasihan kepada Bu Sarah.
"Kalau dipikir memang kasihan juga jadi Bu Sarah itu, Dia seorang janda dan kebun jagung itu adalah salah satu penghasilan nya tapi malah mendapat tuduhan buruk dari para warga." lirih Ridwan.
Amir juga mengangguk perlahan karena yang di katakan Ridwan barusan memang benar, Bu Sarah hanya hidup dari kebun jagung itu saja dan dia seorang janda sehingga sama sekali tidak ada yang bisa mencarikan dia uang untuk makan sehari-hari, ini memiliki kebun jagung malah mendapatkan fitnah seperti itu dari para warga karena mereka semua menganggap kebun jagung milik Bu Sarah terasa begitu seram.
"Ayo kita pergi dengan mobil ku saja." ajak Ridwan.
"Sana lah ambil dulu dan taruh motor ku ini, kami menunggu di sini saja." Amir memberikan kunci motor kepada Ridwan.
"Oke." angguk Ridwan segera berlalu pergi.
Mereka memutuskan untuk keliling desa agar bisa segera menemukan Imron dan juga Alia yang saat ini entah ada di mana, pikiran Amir begitu cemas karena dia tahu bahwa Imron dan Alia itu adalah orang yang memiliki gengsi begitu tinggi sehingga mereka tidak mungkin mau bertanya kepada para warga.
"Kan kalau mereka tersesat di kebun jagung itu pasti ada mobil yang terparkir di sana." ujar Amir.
"Lagian mobil juga tidak bisa masuk dalam kebun jagung itu." sahut Arya.
"Ya kita hanya cari bagian luar saja dan kalau perlu bilang mau beli jagung lah." usul Digo.
Arya mengangguk setuju karena mereka memang lebih baik untuk berpura-pura beli jagung agar bisa bertanya kepada Sarah, kalau langsung bertanya maka pasti wanita itu akan merasa sedih kembali dan tekanan yang diberikan oleh para warga membuat dia merasa tidak ingin membuka kebun jagung, itu sudah pernah dia katakan ketika Arya dan Purnama datang ke sana.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
apakah itu iblis peliharaan nya Bu Sarah ❓❓
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...