NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

"Jika kau masih merasa kuat, ayo bangun kembali dan lawan aku!" tantang Ghaizka dengan suara dingin dan tegas.

Ia berdiri tegak, tangan diletakkan di pinggang, menatap tajam ke arah Rinto yang masih tergeletak kesakitan.

Dengan sisa tenaga yang ada, Rinto berusaha merangkak bangkit. Wajahnya memerah menahan sakit di bagian punggung, namun amarah di matanya masih membara.

"KU BUNUH KAU! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" teriaknya keras, penuh kebencian.

Meskipun tubuhnya gemetar, ia tetap memaksakan diri berdiri dan mencoba melayangkan pukulan sekali lagi ke arah Ghaizka agar hatinya puas.

Namun, ia terlalu lemah. Gerakannya lambat dan mudah ditebak.

Dengan gerakan cepat dan luwes, Ghaizka berputar sebentar di tempat, lalu dengan satu tendangan keras...

Bugh!

Sebuah pukulan telak mendarat tepat di kepala Rinto! Belum sempat pria itu sadar, diikuti dengan satu tendangan kuat yang membuat tubuhnya terhempas keras ke lantai.

Gedebuk!

Mata Rinto berputar, dan dalam sekejap ia pun langsung pingsan tak berdaya di tempat.

Di sudut ruangan, Gelsya menyaksikan seluruh adegan itu dengan mata terbelalak tak percaya.

Alisnya terangkat tinggi, mulutnya terbuka lebar menahan kekaguman. Ia benar-benar terpukau melihat betapa hebat dan tangguhnya ibunya.

"Wow! Mama keren banget!" seru Gelsya bersorak riang. Ia langsung bertepuk tangan dengan antusias, wajahnya berseri-seri penuh bangga.

Ghaizka menoleh ke arah putrinya, melihat senyum ceria yang menghiasi wajah kecil itu.

Tanpa membuang waktu, Ghaizka kembali beralih ke tubuh Rinto yang sudah tak sadarkan diri. Dengan satu tarikan kuat pada kerah baju pria itu, ia menyeret dan melemparnya keluar rumah dengan kasar.

BRUK!

Suara bantingan keras terdengar saat tubuh Rinto tergeletak begitu saja di halaman rumah, seperti sampah yang tidak berguna.

Ghaizka berdiri di ambang pintu, menatap tubuh itu dengan tatapan jijik dan dingin.

"Heh! Dasar pria menjijikkan! Kau sama sekali tidak pantas hidup bersama kami, apalagi tinggal di rumah ini!" umpatnya penuh kebencian.

DUBRAK!

Dengan gerakan kasar, ia langsung menutup pintu rumah itu dengan sangat keras.

"Mama..." panggil Gelsya pelan sambil berjalan mendekat.

Ghaizka menunduk menatap anaknya, lalu berpesan dengan tegas namun lembut.

"Nanti kalau pria itu bangun dan berani mencoba masuk lagi ke dalam rumah, usir dia pergi sejauh mungkin. Jangan biarkan dia menginjakkan kaki di sini lagi," katanya.

Gelsya mengangguk mantap dengan senyum penuh semangat.

"Siap, Mama! Gelsya janji!" jawabnya penuh keyakinan.

Setelah pintu tertutup rapat dan suasana kembali tenang, Ghaizka pun duduk bersandar di sofa. Ia memejamkan mata sejenak, pikirannya bekerja keras.

"Aku harus segera membuat jarum akupuntur. Dengan itu aku bisa mengobati orang dan menghasilkan uang dengan cepat," batinnya merencanakan masa depan.

Namun, tiba-tiba perutnya berbunyi nyaring. Kruuukk...

Perutnya terasa sangat lapar. Ingatan dari pemilik tubuh asli mulai berputar di kepalanya.

Benar juga, sejak kemarin sore mereka tidak menyentuh makanan sama sekali. Hanya air putih yang menjadi pengganjal perut. Semua stok makanan di rumah sudah di makan habis oleh Rinto semalam, tanpa menyisakan sedikit pun untuk istri dan anaknya.

"Gelsya..." panggil Ghaizka pelan. "Apa ada sesuatu yang bisa dimakan di rumah?"

Gelsya yang duduk di lantai mendongak, wajahnya terlihat sedih dan menunduk malu.

"Tidak ada, Ma... Semua makanan kemarin habis dimakan Papa. Biasanya... kalau mau makan, Mama harus bekerja memungut brondolan sawit di kebun. Itu satu-satunya cara kita dapat uang." jawabnya lirih dan sedih.

Mendengar itu, Ghaizka menghela napas panjang. Begitu kondisinya. Sangat memprihatinkan.

"Begitu ya... Baiklah, tidak apa-apa. Ayo kita pergi bekerja. Hari ini kita harus bisa makan yang kenyang, baru kita bisa menyakiti aktivitas dengan tenang," ucap Ghaizka tegas.

Selain untuk makan, ia juga sadar bahwa ia butuh uang tunai untuk membeli bahan baku besi berkualitas guna membuat peralatan medis dan jarum akupuntur miliknya. Rencana besar tidak bisa berjalan tanpa modal awal.

"Siap, Mama! Sebentar ya, Gelsya siapkan alatnya dulu!" seru Gelsya penuh semangat meski perutnya keroncongan.

Anak kecil itu berlari kecil ke dapur dan sudut rumah. Ia mengambil sebuah karung goni, sehelai kain sarung tua untuk penutup kepala agar tidak kepanasan, sepasang sarung tangan yang sudah lusuh dan bolong-bolong, serta dua buah ember plastik berwarna hitam. Itulah barang mereka untuk bekerja.

Dengan membawa semua itu, Gelsya kembali menghampiri ibunya.

"Mama, semua sudah siap! Ayo kita berangkat," kata Gelsya. Wajahnya terlihat cemas menatap tubuh ibunya yang terlihat masih lemas.

"Soalnya Gelsya juga sudah lapar sekali... pengen banget bisa beli nasi bungkus hari ini. Tapi... kalau Mama merasa tidak kuat, istirahat saja di rumah ya. Biar Gelsya yang bekerja sendirian, Gelsya bisa kok!" ucap anak itu dengan tulus dan penuh pengorbanan.

Hati Ghaizka tersentuh mendengar itu.

Di kehidupan sebelumnya, ia adalah wanita karir yang tangguh, ahli medis yang disegani, dan tidak pernah memiliki anak. Namun sekarang, melihat ketulusan mata Gelsya yang begitu murni, rela bekerja keras demi ibunya, sebuah ikatan batin yang kuat seketika terbentuk.

Ghaizka tersenyum hangat. "Karena sekarang aku sudah mengambil alih tubuh ini, aku berjanji akan menjagamu seperti anakku sendiri. Tidak akan ada lagi yang berani menyakiti atau mendzolimi kamu di kehidupan ini. Aku janji!" kata Ghaizka dalam hati

Tanpa membiarkan Gelsya memikul beban berat, Ghaizka mengambil alih semua peralatan itu dan menyanggahnya di punggungnya dengan mudah. Lalu, ia membungkuk dan menggendong tubuh mungil dan kurus Gelsya ke dalam pelukannya.

"Ayo kita pergi, Nak. Mulai hari ini, hidup kita akan berubah. Aku janji akan membuatmu bahagia, cukup, dan sejahtera!"

"Terima kasih, Mama..." bisik Gelsya bahagia. Anak itu lalu mencium pipi ibunya dengan penuh kasih sayang dan rasa aman yang baru ia rasakan.

1
Evi 060989
up lg
Maria Lina
ud thor ku ksh hadiah ya hehe.💪💪🙏🙏 double"ya thor
Yulya Muzwar
☕ kopi buat semangat thor, biar bisa up lagi
less22: tengyuuu
total 1 replies
Maria Lina
ko 1 thor lgi ya
Maria Lina: siap boss
total 2 replies
Diah Susanti
cuma di cerita halu, yang ngomong gitu doang bisa langsung cerai. kalau dunia nyata ribet urusannya. apalagi kalo si 'gono gini' ikutan nongol tambah bikin puyeng
Evi 060989
up
Maria Lina
hajar aj gaiszka wwkkw
Maria Lina
💪🙏😍😍double"up trus ya thor
less22: oke siapppp
total 1 replies
Maria Lina
mksih ya thor ud doble"up nya💪💪🙏🙏
Maria Lina
cuman 1 thor hadeh
Evi 060989
up lg
Wak Ngat
lanjut thor
Evi 060989
up lg
less22: okeeeeee
total 1 replies
imelna
lanjut thor💪💪💪
less22: okeeeee
total 1 replies
Icha Arsy
next up thor💪💪
less22: okeee
total 1 replies
Dania
semangat tor
less22: makasih🥰
total 1 replies
Wak Ngat
bagus ghaiska aku dukung karna tak baik juga menerima bantuan merasa ada utang gitu
less22: betul itu
total 1 replies
Yuliana Tunru
wah bakal rame klinik x smoga byk.yg cepat sembuh 💪💪
less22: do'ain ma
total 1 replies
Dewi Habibah
bagus ceritanya
less22: makasih 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wak Ngat
lanjut thor
less22: okeeeeeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!