Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Tamu yang tidak diharapkan
Lelaki dengan jas berwarna cokelat tua, berdiri di depan pintu utama. Tubuhnya tinggi tegap, auranya tidak kalah dengan aura Arnold, lelaki itu memiliki warna crystal brown. Matanya menatap ke arah depan, tepatnya pada Beverly di atas panggung.
Beverly yang menatap sosok yang baru saja datang itu, dengan tangan dan tubuhnya bergetar kecil.
“Fa.. Father.. ??” Lirih Beverly dengan takut-takut.
Benjamin yang melihat itu sempat tersenyum miring sekilas, seakan puas dengan reaksi putrinya yang sepertinya menyukai kejutan darinya..
Benjamin di ikuti dua bodyguard di samping kanan dan kirinya berjalan santai di atas karpet merah itu, melewati para tamu undangan yang merasa bingung dan heran dengan kedatangannya.
Giovanni langsung memeluk Beverly dari samping, mencoba melindungi calon tunangannya dari Benjamin, sementara Arnold menggeram kesal, apalagi cobaan kali ini. Catalina menoleh ke arah suaminya dengan penuh tanda tanya.
“Siapa dia, sayang ??”
“Ayah dari Beverly, Benjamin Caledon.” Ujar Arnold memperkenalkan dengan nada tidak suka, membuat Catalina membulatkan matanya.
Sementara Gregor sendiri berusaha untuk melindungi kedua bayi itu, dia yang juga sudah menyelidiki keluarga Beverly, tentu saja mengetahui Benjamin.
Di bawah panggung, Benjamin tidak berniat untuk naik ke atas panggung, sebaliknya dia malah membalikkan badannya menatap ke seluruh tamu yang hadir di sana, Benjamin kemudian memberikan kode pada salah satu bodyguard di sampingnya, lelaki muda itu kemudian naik ke atas panggung dan menuju ke belakang.
Tidak lama, lelaki muda itu keluar membawa sebuah microphone, lalu turun ke bawah, dan menyerahkan alat pengeras suara itu pada tuannya. Benjamin kemudian berbicara dengan nada santai dan tenang, wajahnya juga sempat tersenyum pada semua tamu.
“Maaf mengejutkan kalian dengan kehadiranku disini, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan sesi acara ini. Sebelumnya perkenalkan aku Benjamin Jarvis Caledon, ayah kandung dari Beverly.” Ujar Benjamin memperkenalkan dirinya sendiri, membuat beberapa tamu yang hadir terkejut.
“Tunggu.. Jadi Beverly anak dari Keluarga Caledon yang terkenal itu ??”
“Aku dengar Benjamin adalah salah satu pengusaha sukses di Inggris, ternyata Beverly anak orang kaya.”
“Kenapa di berita justru mengatakan jika Beverly wanita dari kalangan bawah ?? Jangan-jangan berita itu hoax ??”
Beberapa tamu berbisik satu sama lain, mereka tidak percaya jika Beverly ternyata anak dari keluarga kalangan atas.
“Dan kehadiranku kemari, adalah memberikan kejutan pada putriku di hari bahagianya.” Ujar Benjamin sempat menoleh ke arah Beverly sambil tersenyum pada putrinya.
Beverly tertegun, itu bukan senyuman bangga seorang ayah pada putrinya, melainkan senyuman miring seakan mengatakan ‘Aku menemukanmu anak nakal !!’ . Beverly memegang tangan Giovanni dengan erat, seakan menyalurkan rasa takutnya kepada lelaki itu.
“Tenang aku disini, dia tidak akan bisa menyakitimu.” Lirih Giovanni berbisik di telinga Beverly dengan lembut, meyakinkan wanita itu agar tidak perlu takut menghadapi ayah kandungnya.
Giovanni kemudian menatap ke arah depan, lalu tersenyum manis menatap ke arah Benjamin, mendekatkan microphone pada mulutnya dan mulai berbicara dengan nada manisnya.
“Terima kasih atas kehadiran anda.. Ayah mertua. Maaf kami sedikit terkejut dengan kehadiranmu, sehingga tidak bisa menyambutmu dengan baik. Silakan, anda bisa naik ke atas panggung sebagai keluarga dari mempelai perempuan.” Ujar Giovanni tersenyum sangat manis dan terdengar ramah, tapi Benjamin bisa merasakan sisi ketus dan sinis dari arah yang berbeda. Giovanni bahkan sengaja mengeratkan pelukannya pada Beverly saat berbicara pada Benjamin.
Benjamin membalasnya dengan senyuman dan nada bicara yang terdengar ramah, “Terima kasih banyak.. Menantuku.” Ujar Benjamin sedikit menekan kata menantu dengan nada berbeda, tatapannya terlihat penuh kemarahan saat menatap tangan Giovanni di pinggang putrinya.
Dia benar-benar gila, bagaimana bisa dia terobsesi pada putrinya sendiri batin Giovanni melihat tatapan mata penuh kebencian dari Benjamin kepada dirinya, hanya karena menyentuh putrinya di depannya.
...
Acara pertunangan itu kembali berjalan dengan lancar, acara tukar cincin kedua pasangan terlihat sangat romantis, hanya saja.. Beverly sedikit tidak nyaman, karena tatapan dari Benjamin kepadanya. Giovanni bisa melihat itu, Arnold, Catalina, Gregor juga merasakan hal tidak baik dari Benjamin.
Pantas saja, Kak Beverly enggak masalah di bawa kabur Kak Giovanni, ayahnya saja creepy kaya gitu batin Gregor melihat ketakutan Beverly kepada ayah kandungnya sendiri, Benjamin.
Apa yang sudah dilakukan lelaki itu kepada Beverly, wanita malang itu terlihat sangat ketakutan batin Catalina yang seakan merasakan sesuatu yang salah dari Benjamin.
Jika tidak ada tamu disini, mungkin aku bisa mengusir lelaki itu dari sini. Batin Arnold dengan sinis melirik ke arah Benjamin yang sedari tadi hanya fokus kepada Beverly.
Beberapa sesi acara bisa di laksanakan dengan baik, hingga.. Sesi berpelukan dengan orang tua dari dua pihak pasangan. Saat berpelukan dengan Arnold dan Catalina, Beverly bisa merasa nyaman tapi saat tiba sesi dia dan Giovanni juga harus memeluk Benjamin, di situlah rasa takut Beverly mulai muncul.
Benjamin membuka tangannya seakan bersiap menerima pelukan dari putrinya, tapi Beverly.. Justru mundur dengan perlahan, kakinya bergetar ketakutan. Dia masih ingat saat Benjamin memb*nuh Benny dengan sangat brutal di hadapannya dan di depan kedua bayinya, rasanya yang ada di depannya bukanlah ayahnya, melainkan monster yang menyamar menjadi Benjamin.
Giovanni berbisik kepada Beverly, “Jika kau tidak mau, aku bisa menggantikanmu. Kau mundur saja.” Bisik Giovanni dengan lembut, Beverly terdiam sejenak, haruskah dia mundur lagi atau melawan rasa takut kepada ayahnya ?? Tapi bagaimana jika ayahnya memiliki senjata dan menyanderanya ??
“Kemarilah Beverly, putri kecilku.. Tidakkah kau merindukanku ??” Ujar Benjamin tersenyum dengan nada lembut, tetapi justru itu membuat Beverly semakin gugup, dia berusaha melawan rasa takut itu dengan mencoba melangkah maju meskipun perlahan, kakinya bergetar.
Beberapa tamu mulai menatap heran dan bingung kepada Beverly, padahal wanita itu terlihat sangat nyaman dengan Arnold dan Catalina yang notabenenya adalah mertuanya, tapi kenapa dengan ayah kandungnya, Beverly malah merasa takut.
Giovanni langsung memeluk Beverly dari samping, lalu menghentikan langkah Beverly, dan kemudian mencoba berbicara dengan nada sok ramahnya kepada Benjamin.
“Sepertinya Beverly merasa sedikit lelah, biarkan aku mewakilinya saja.” Ujar Giovanni tersenyum dengan ramah, lalu menarik Beverly perlahan ke belakang, seakan melindungi wanitanya.
“Aku hanya ingin memeluk putriku.. Beverly, kemari !” Benjamin mulai mengeluarkan nada dingin tapi dengan rendah, membuat Beverly semakin takut dan justru mundur.
Catalina tidak tinggal diam, dia melepaskan pegangan dari suaminya lalu mendatangi Beverly yang terlihat sangat pucat dan ketakutan.
“Beverly sayang, jika kau lelah, ayo kita ke belakang sebentar.” Ujar Catalina dengan lembut, mengelap keringat Beverly dengan lembut menggunakan tisu.
Beverly menoleh ke arah Catalina, dan menganggukkan kepalanya secara perlahan, Catalina lalu menarik Beverly untuk pergi ke belakang. Dan Giovanni maju mendekati Benjamin, yang matanya masih setia mengikuti gerakan Beverly yang berjalan ke belakang. Lalu mata Benjamin mengarah ke depan, tepatnya ke arah Giovanni.
“Aku ingatkan untuk tidak mencoba menyakiti atau berusaha menyentuh Beverly.” Ujar Giovanni dengan nada lirih dan dingin ke arah Benjamin.
Karena jarak mereka dekat, jadilah tidak ada tamu atau kamera yang akan menangkap momen itu, yang mereka tahu jika Beverly kelelahan dan tidak bisa menyambut pelukan ayahnya itu saja.
“Ingat, tanpa kehadiranku, kau tidak akan bisa menikahi putriku. Bukankah gereja akan mempertanyakan keberadaanku, sebagai ayah Beverly ??” Ujar Benjamin sambil menyeringai licik.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Walah sulit itu.. Benjamin kan ayah kandungnya Beverly, kalau dia enggak ngasih restu kayanya jadi batu sandungan utama buat pasangan Beverly dan Giovanni 🥲🥲
Semoga saja mereka bisa melewati semuanya 😁😁
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣