Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buku Manipulasi Aura
Perpustakaan.
Semua jam pelajaran sudah selesai, dan para murid sudah bisa kembali ke asrama atau menikmati waktu mereka di gedung kampus, entah itu untuk mengobrol di kantin, berlatih di lapangan, dan belajar di perpustakaan.
Ren termasuk salah satu dari orang yang belajar di perpustakaan, sementara Geri dan yang lain kembali ke asrama, dia pergi ke perpustakaan untuk belajar.
' Hmm... sekarang aku akan membaca buku tentang dunia Roh '
Setelah menemukan buku yang dia cari, Ren pergi ke meja terdekat untuk mulai membaca.
Di halaman pertama, Ren melihat gambar ilustrasi dunia Roh, dunia yang di penuhi warna, dunia dimana arah mata angin tidak ada.
' Dunia Roh adalah tempat tinggal para Roh, disini para Roh dapat berkembang dengan tenang karena mahkluk humanoid seperti manusia tidak bisa masuk seenaknya '
Ren menghindari bagian yang tidak penting, dia menghindari paragraf yang merupakan pendapat penulis.
' Selain para Roh, dunia Roh juga menjadi tempat tinggal mereka yang sudah mati, jiwa-jiwa yang telah tiada datang ke dunia ini untuk beristirahat '
' Berbeda dengan alam lainnya, Dunia Roh tumpang tindih dengan dunia bintang, setiap tempat di dunia bintang terhubung dengan dunia Roh '
Ada tiga alam di dunia ini, yang bisa juga di sebut Dimensi Alternatif, Celestial Realm, neraka, dan dunia Roh.
Berbeda dengan Dunia Roh, Celestial dan neraka jarang di bahas, hal itu karena dua dimensi Alternatif ini tidak bisa di kunjungi oleh sembarang orang, terutama neraka, hanya orang gila yang masuk kesana.
Kurangnya informasi membuat Celestial dan Neraka jarang di bahas, bahkan ada yang berpikir jika Celestial dan Neraka itu hanyalah sebuah kebohongan, keduanya sebenarnya tidak ada.
' Di dunia Roh, ada 10 Roh yang di sebut Roh Agung, masing-masing dari mereka mewakili satu konsep dari dunia Roh '
' Contohnya adalah Roh Agung Valoria, Roh yang mengatur konsep suhu di dunia Roh, dia dapat mengubah suhu dunia Roh seperti di neraka, yang dapat membakar berlian kurang dari satu detik, atau menghilangkan suhu itu sendiri, membuat dunia Roh tidak panas dan tidak dingin '
Ren menutup bukunya, kurang lebih dia paham dengan dunia Roh, dunia ini sangat berbeda dengan dunia bintang yang dia tinggali.
Karena sudah selesai membaca buku tentang Dunia Roh, atau lebih tepatnya setengah tentang dunia Roh karena penulis belum tahu sepenuhnya tentang Dunia Roh, Ren memilih untuk beralih ke buku lain.
Ren sudah puas hanya dengan mengetahui dasarnya, lebih baik memiliki sedikit pengetahuan daripada tidak ada sama sekali, itulah moto hidup Ren.
Karena tidak memiliki ide apa yang akan dia pelajari, Ren memilih untuk berkeliling perpustakaan dan mencari buku-buku yang menarik baginya.
' Sejarah ras vampir...10 cara membedakan manusia demonic dengan manusia biasa...'
' Bunga-bunga yang di sukai para Roh... teori alam rahasia... dasar alkimia...'
Tanpa Ren sadari, dia tiba di ujung perpustakaan, disana hanya terdapat sedikit buku, dan sebagian dari mereka terlihat sudah tua.
" Ini pasti buku-buku yang tidak populer, mereka semua di selimuti debu "
Perhatian Ren tertarik pada sebuah buku tua berjudul, Manipulasi Aura, karena Ren belum pernah belajar tentang Aura, dia mengambil buku tersebut untuk membaca isinya.
" Manipulasi Aura..."
Aura adalah produk sampingan dari energi sihir, setelah energi alam masuk kedalam tubuh dan berubah menjadi energi sihir yang di simpan di inti sihir, energi sihir itu tidak selamanya berada di dalam inti sihir, dia akan menyebar ke seluruh tubuh dengan inti sihir sebagai pusatnya, energi sihir yang tersebar keluar dari tubuh dalam bentuk Aura.
Ren membuka halaman pertama dan menemukan itu di penuhi debu, kertasnya sudah sangat lusuh.
" Buku ini benar-benar tua, tulisannya menggunakan bahasa Hersia kuno daripada Hersia baru "
Bahasa Hersia baru adalah bahasa universal yang di gunakan oleh setiap negara di dunia, sedangkan Hersia kuno adalah versi lebih sulit dari Hersia baru, di gunakan untuk membuat Rune di lingkaran sihir.
Meskipun Ren tidak bisa menggunakan sihir karena Trait-nya, bukan berarti dia tidak memiliki alasan untuk belajar Hersia kuno, ada banyak mata pelajaran yang membutuhkan Hersia kuno, jika ingin mendapatkan nilai bagus, Ren harus mempelajarinya.
" Aura, seperti yang kebanyakan orang tahu, Aura adalah produk sampingan energi sihir "
" Pertanyaannya, jika energi sihir bisa di manipulasi seharusnya juga bisa bukan? "
" Tapi entah hanya aku yang menyadari hal ini atau memang semua orang di dunia ini terlalu malas untuk meneliti, sama sekali tidak ada catatan tentang Aura yang di gunakan untuk bertarung "
Apa orang ini sedang menulis buku harian, Ren mulai bertanya-tanya tentang hal itu.
Karena minatnya terusik, Ren mencari meja terdekat untuk membaca buku tersebut, mungkin saja hal ini akan menjadi sangat bermanfaat baginya yang tidak bisa sihir.
' Alasan pertama Aura sulit di kendalikan adalah karena itu berada di luar tubuh, jika di lihat dari sudut pandang Mage bintang 4 yang bisa mengendalikan energi sihir di luar tubuh mereka, jadi Aura sangat mungkin untuk di kendalikan '
' Aura lebih halus dan lemah dari energi sihir, indera perasa biasa mustahil untuk merasakannya '
Ren mengangguk, itu masuk akal, tapi bagaimana cara mengendalikan sesuatu yang tidak terasa, Aura memang keluar dari tubuh tapi bukan berarti tubuh bisa merasakannya.
' Alasan kedua adalah Aura sulit di rasakan, Aura bisa di lihat tapi tidak bisa di rasakan, ini juga salah satu penyebab yang membuat Aura di abaikan '
' Oleh karena itu, jika indera perasa tubuh di naikkan ke titik paling tinggi, kemungkinan besar seseorang akan merasakan Aura yang menyelimuti mereka '
Selesai membacanya membuat Ren memikirkan sebuah masalah, bisakah dirinya yang tidak bisa menyimpan energi sihir memiliki Aura, semua energi alam yang
masuk ke tubuhnya hanya tinggal sebentar sebelum keluar.
' Karena pernah berada di tubuhku dan berubah menjadi energi sihir, seharusnya aku juga memiliki Aura '
Ren menatap kalimat yang tertulis di kertas yang lusuh itu, meningkatkan indera perasa ke titik paling tinggi, bisakah aku melakukannya.
Karena ingin mencobanya, Ren memejamkan matanya, dia fokus pada sekitar tubuhnya, mencoba merasakan sesuatu, dia terus dan terus semakin fokus.
Lima menit berlalu, Ren menghela nafas, dia gagal, dia tidak bisa merasakan Auranya sama sekali, untuk sekarang dia memutuskan untuk berhenti dan kembali ke asrama.
Satu kegagalan tidak akan membuat Ren menyerah, dia akan kembali lagi nanti.
••• ••• ••• •••
Malam hari, asrama.
" Ahh... aku sangat lapar "
Kata Boris, sama seperti Ren, dia juga mengalami kesulitan dalam hal keuangan, dia ingin menggunakan tiket makanya untuk memakan sesuatu, tapi teringat jika di masa depan dia akan kelaparan dan memilih untuk menyerah.
" Bagaimana jika kita beli roti, setidaknya itu bisa menahan lapar kita sampai besok "
Geri memberi saran, dia juga sangat lapar sekarang.
Petru sudah tidur, sama seperti Ren, Geri, dan Boris, dia juga merasa lapar, dia memilih untuk tidur agar merasa tidak lapar lagi.
Sementara itu, Ren memilih duduk di meja belajar dan membaca buku sambil menahan rasa laparnya.
" Tidak...aku tidak punya uang sepeserpun sekarang "
" Hahaha...kau terlihat sangat menyedihkan Boris, apa kau ingin aku meminjam beberapa Riel padamu, tentu saja dengan bunga 10 persen "
Kata-kata Eden sangat mempengaruhi Boris yang sedang kelaparan, jika bukan karena Boris tahu kepribadian Eden, dia pasti akan langsung mengangguk.
Disini Eden tidak mengatakan apa-apa tentang batas waktu pinjaman uang, bagaimana jika dia meminjam Boris uang sekarang dan menagih nya besok hari dengan bunganya, dan jika Boris tidak mampu membayarnya, Eden akan menaikkan bunganya, ini akan membuat Boris semakin menderita.
' Dasar bajingan...aku ingin sekali meninju wajahnya...'
Kekerasan di larang di akademi, siapapun yang melakukannya akan mendapatkan hukuman yang berat, inilah kenapa Ren dan yang lain berusaha sabar terhadap Eden.
" Oh iya...tadi aku melihat jika kelas E sudah selesai melakukan pewarisan tongkat sihir, kemungkinan besok akan menjadi giliran kelas F "
Ren yang menyadari Boris tergiur dengan usulan Eden, memutuskan untuk membantunya dengan cara mengalihkan perhatiannya.
" Benarkah? "
" Baguslah kalau begitu "
Pewarisan tongkat sihir, akademi akan memberikan tongkat sihir untuk para murid, ini adalah salah satu keuntungan menjadi murid akademi Stella, para murid bebas memilih tongkat sihir yang mereka suka tanpa mengkhawatirkan biaya.
Sebenarnya acara ini sudah di laksanakan seminggu yang lalu, yang pertama melakukannya adalah kelas S, sebagai kelas terbawah, kelas F mendapatkan giliran paling terakhir.
" Hehehe...Ren, bukankah kau tidak bisa menggunakan sihir, aku penasaran apa yang akan kau lakukan pada tongkat sihirmu itu nantinya? "
Ren pura-pura tidak peduli dengan ejekan tidak langsung Eden" Mungkin menjualnya ke orang lain, lumayan untuk mendapatkan uang tambahan "
" Heh...Ren, para profesor pasti akan marah jika kau melakukan itu "
" Jika mereka mengetahuinya "
" Hahaha! "
Jujur Ren tidak terlalu berharap dengan Pewarisan tongkat sihir, dia sudah banyak di kecewakan di masa lalu, semakin dia berharap untuk menjadi Mage, semakin keras dunia memukulnya.
Jika bukan karena kata-kata terakhir ibunya, Ren sudah menyerah sekarang.
' Tidak... apapun yang terjadi aku akan tetap hidup, aku tidak akan menyia-nyiakan kehidupan yang ibu perjuangkan berakhir '
' Ibu...lihat aku, aku berjanji untuk menjadi orang yang kuat dan sembuh dari Leakage Sindrom ini! '
Semua orang hidup dengan energi sihir, tubuh mereka membutuhkan aliran energi sihir yang cukup untuk bisa berfungsi dengan benar, dan jumlah yang di butuhkan akan terus meningkat seiring pertumbuhan usia.
Ren yang tidak memiliki inti sihir, yang membuat energi sihir mengalir dalam jumlah tetap di tubuhnya, tidak akan bisa hidup lama, dari yang dia dengar, semua orang yang memiliki Trait Leakage Sindrom hanya bisa hidup sampai usia 30 tahun.
Sekarang Ren berusia 17 tahun, itu artinya dia memiliki 13 tahun lagi untuk hidup, dia tidak ingin mati, apalagi membuat semua usaha ibunya sia-sia, jadi apapun yang terjadi, dia harus hidup!