Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.
namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.
shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.
kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.
terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.
𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 03
"Hendro bukan kah putri mu adalah sahabat anaknya satria" tanya prof. Teguh.
"Betul sekali prof. Mereka adalah sahabat terbaik" kata hendro.
"Bagus kalau begitu. Ini kabar baik" prof. Teguh tersenyum senang.
"Emang nya ada apa prof??" hendro penasaran.
"3 hari yang lalu saya telah membunuh dokter satria dan istrinya. Mereka tetep tidak mau kembali ke sini lagi. Dari pada mereka jadi ancaman bagi kita mending saya bunuh saja mereka bukan itu aja, saya juga membakar rumah nya.. Tapi sialnya kami tidak menemukan kedua anaknya dokter satria" ungkap prof. Teguh.
"Akhirnya satria meninggal dengan begitu rencana saya aman" batin hendro.
Ternyata dokter hendro dan prof. Teguh lah yang melakukan penelitian mencampurkan adonan mochi dengan sayuran liar itu. Mereka tidak menyangka kalau sayuran itu mengandung zat berbahaya dan membuat orang yang memakan nya akan berubah menjadi zombie.
Kenapa satria dan tari di incar karena mereka berdua lah yang ahli dalam membuat segala obat.. Pasangan suami istri itu lebih memilih mati dari pada kembali ke Laboratorium yang isinya orang-orang serakah..
"Hendro suruh putri mu menghubungi putri nya dokter satria. Suruh dia nanya di mana sekarang gadis itu dan adiknya tinggal" perintah prof. Teguh.
"Baik prof. Nanti pas pulang saya akan suruh dewi menghubungi shila" kata hendro..
Salah satu dokter bernama ningrum menangis saat tahu kedua sahabat nya telah di bunuh. Cepat atau lambat dia juga akan bernasib sama dengan satria dan tari.
"Aku harus menyuruh gibran bertemu dengan shila. Mereka pasti sekarang ada di rumah hutan" ningrum tahu rumah itu.
"Prof.teguh saya izin pulang sebentar, mau lihat keadaan putra saya. Semenjak wabah ini saya belum pulang ke rumah" izin ningrum.
"Saya izinkan kamu pulang tapi jangan coba-coba kabur kalau tidak mau bernasib sama dengan kedua sahabat mu itu" ancam prof. Teguh.
"Itu tidak mungkin prof. Setelah melihat putra saya baik-baik saja maka saya akan balik kesini lagi" ningrum pun meninggalkan Laboratorium.
Supaya selamat dari zombie, ningrum menyemprotkan sesuatu di tubuhnya setelah itu mobilnya melaju ke rumahnya.
Hendro tersenyum licik. Dia punya rencana untuk ningrum.
"Prof.yakin dokter ningrum akan menempati janjinya. Kok saya ragu ya prof" kata hendro.
"Saya pun ragu.. Nanti malam giliran kamu yang habisin ningrum hendro.. Siapapun yang menentang saya maka nasibnya akan sama seperti mereka".
" ayok kita ikuti dokter ningrum. Kita berjaga-jaga di depan rumahnya " ucap hendro sama anak buah prof. Teguh..
Sementara di rumah, gibran pun khawatir dengan Bunda nya yang sampai sekarang belum pulang. Di hubungi pun hpnya tidak aktif.
Gibran mendengar suara mobil masuk pekarangan rumah nya, gibran mengintip dari jendela dan itu adalah mobil sang Bunda.
Ningrum dengan santai keluar dari mobil tanpa takut di gigit para zombie yang ada di sana. Hal itu membuat gibran heran.
"Kenapa Bunda malah santai banget sih padahal dia di kelilingi zombie. Jangan-jangan Bunda sudah jadi zombie tapi masak zombie bisa mengendarai mobil" oceh gibran yang terus menatap Bunda nya dari jendela..
Ningrum pun masuk kedalam rumah dan sangat lega putra nya baik-baik saja di rumah.
"Kenapa adek liatin bunda seperti itu?? Adek gak kangen sama bunda" ningrum merentang kan tangannya.
"Bunda bukan zombie kan, kok cuma sendiri pulang nya!! Abang sama ayah mana" tanya gibran.
"Mereka sudah pergi ke luar negeri sayang dan abang mu lebih memilih tinggal dengan ayah dan istri baru nya" cerita ningrum.
"Kapan ayah menikah dengan perempuan itu??".
" 3 bulan yang lalu dan biarkan lah.. Jangan ingat mereka lagi " Ningrum memeluk dan mencium putra nya itu dengan gemes nya.
Gibran seumuran dengan shila tapi mereka beda sekolah, baik shila maupun gibran jarang ketemu dan tidak terlalu akrab juga. mereka cuma saling kenal aja karena orang tuanya bersahabat.
*******
Gibran heran melihat Bunda nya mengemas beberapa baju dan perlengkapan yang lain untuk nya. Ningrum memasukkan barang-barang yang penting untuk putra bungsu nya itu.
"Bunda ngapain masukin barang-barang itu ke tas ku" tanya gibran.
"Adek harus segera pergi dari sini! Adek lihat orang-orang di luar sana kan" Ningrum mengintip begitu pun dengan gibran.
"Mereka siapa Bunda dan ngapain di depan rumah kita" tanya gibran.
"Mereka orang jahat jadi sebelum mereka masuk ke sini, adek harus pergi sekarang juga".
"Aku tidak mau, biar aku yang hadapi mereka kan aku jago bela diri" gibran menolak.
"Tidak sayang, belum saatnya kamu menghadapi mereka . Pergi lah ke alamat ini. Di tempat ini kamu akan aman" Ningrum menceritakan tentang kematian satria dan tari sama gibran.
"Sebentar lagi Bunda akan menyusul mereka,, suatu hari balas lah kematian kami ya sayang dan selalu lindungi shila dan adiknya" pesan Ningrum.
Ningrum pun memberikan gibran kalung yang dia pake.. Kalung itu sama persis seperti punya satria dan tari.. Dulu waktu kuliah mereka di kasih sama orang yang punya ilmu tinggi.
"Shila dan adiknya juga punya kalung ini.. Kalian harus jaga baik-baik. Cepat pergi sebelum mereka masuk" gibran pun dengan berat hati meninggalkan Bunda nya.
Gibran tidak pergi begitu saja, dia bersembunyi di atas pohon.. Hendro dan yang lainnya pun masuk dan sebelum membunuh Ningrum hendro memperkosa nya dulu.
Gibran melihat semua kelakuan bejat hendro.. Dia begitu dendam dan bersumpah akan membalas dendam. Ningrum bernasib sama dengan kedua sahabat nya. Mayat di bakar di dalam rumah.
Hendro tertawa terbahak-bahak melihat kobaran api yang melalap rumah itu.
"Seperti nya dokter Ningrum sudah menyuruh anak nya pergi sebelum kita datang".
"Biarkan saja, nanti juga kita pasti temukan dia begitu pun dengan anak satria dan tari yang sialan itu" ucap hendro.
Mereka pun pergi dari sana.. Gibran tidak bisa membendung air matanya.
"Aku bersumpah akan membunuh bajingan itu Bunda, dan orang-orang jahat itu.. Bilang sama om satria dan tante tari kalau aku akan melindungi shila dan kenan mulai sekarang" batin gibran. Dia segara turun dari pohon dan melanjutkan perjalanan menuju rumah shila yang ada di hutan.
Sementara shila, gadis lagi menembaki para zombie yang mendekati rumah nya dari atas pohon mangga. meskipun mereka tidak akan pernah bisa masuk tapi dia tidak ada kerjaan juga.
kenan sudah tidur nyenyak di dalam rumah. baru 4 hari shila sudah merasa bosan di rumah itu.
"coba gue ada temen di sini pasti gue tidak akan bosan" ocehnya. setiap menembak pasti kena sasaran yaitu kepala para zombie jadi dia sudah tahu cara membunuh zombie supaya tidak bangun lagi..