NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

‎Raga menghela napas panjang, lalu akhirnya menunduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tahu tidak akan bisa menghindari pertanyaan ini selamanya.

‎‎"Dia sudah tahu semuanya," jawabnya lirih, tanpa menoleh. "Hubungan kita, semuanya. Dia tidak hanya marah, dia meninggalkan rumah dan mengancam akan mengajukan gugatan cerai,"

‎‎Mendengar kalimat itu, raut wajah Amelia yang tadi kesal seketika berubah. Matanya melebar, lalu perlahan senyum tipis terukir di bibirnya - senyum yang tak bisa disembunyikan.

‎‎"Benarkah? Dia benar-benar pergi dan akan mengajukan cerai?" ulangnya, suaranya terdengar lebih ringan dan lega tanpa sadar. "Kalau begitu, bukankah itu justru yang kita harapkan? Dia pergi dengan sendirinya, kamu tidak perlu repot meminta atau membujuknya untuk berpisah. Semua jadi lebih mudah."

‎‎Amelia melangkah lebih dekat lagi, kini dengan nada yang lebih lembut dan penuh harapan.

"‎‎Sekarang tidak ada penghalang lagi, kan? Kita bisa bersama secara terbuka, kamu tidak perlu lagi berpura-pura menjadi suami yang baik di depannya…"

‎‎Namun kalimatnya terhenti seketika saat Raga mengangkat wajahnya dan menatapnya dengan pandangan gelisah serta penuh kekesalan.

‎‎"Siapa bilang aku ingin bercerai darinya?!" potong Raga tiba-tiba, suaranya keras dan tegas.

‎‎Senyum di wajah Amelia langsung lenyap, digantikan dengan kebingungan yang berubah menjadi kemarahan yang meledak perlahan.

‎‎"Apa maksudmu? Bukankah selama ini kamu selalu mengeluh tidak tahan hidup bersamanya? Kamu bilang dia membosankan, tidak bisa memberimu keturunan, dan tidak ada lagi yang bisa diharapkan darinya!" sergahnya dengan nada meninggi. "Sekarang dia sendiri yang mau pergi dan melepaskanmu, kenapa malah kamu yang menolak?!"

‎‎Raga berdiri dari kursinya, berjalan memutar meja dan berdiri menghadap jendela, punggungnya membelakangi Amelia.

‎‎"Aku memang tidak puas, tapi aku tidak pernah berniat untuk benar-benar berpisah dengannya!" jawabnya, suaranya terdengar bingung dan kacau. "Selama ini Risa adalah istri yang baik, dia mengurus rumah dan tidak pernah menuntut apapun dariku. Aku baru sadar, saat dia benar-benar pergi, aku tidak sanggup kehilangannya sepenuhnya."

‎‎Kalimat terakhir itu terucap tanpa disadari, tapi cukup membuat darah Amelia mendidih. Ia melangkah mendekat, suaranya kini bergetar karena marah.

‎‎"Jadi kamu tetap ingin mempertahankan status sebagai suami Risa, sementara memanfaatkanku untuk memenuhi keinginanmu? Begitu rendahnya posisiku di matamu?!" bentaknya dengan nada penuh kecewa dan amarah.

‎‎Raga berbalik menatapnya, wajahnya juga memerah karena kesal dan bingung.

‎‎"Aku hanya sedang mencoba memperbaiki keadaan sebelum semuanya terlambat! Kalau Risa kembali dan membatalkan gugatan itu, semuanya bisa kembali seperti semula!"

‎‎"Kembali seperti semula?" Amelia tertawa sinis, matanya berkaca-kaca karena marah. "Kamu pikir dia akan kembali padamu setelah mengetahui semuanya? Kamu terlalu naif, Raga! Dia sudah berani melangkah pergi, itu artinya dia sudah tidak butuh kamu lagi!"

‎‎Amelia menatapnya dengan penuh kecewa, dia memutar badannya dan mulai melangkah dengan tergesa-gesa. Melihat itu, Raga segera melangkah mengejar Amelia yang sudah hampir sampai di pintu. Ia menarik lengan wanita itu dengan gerakan tergesa.

‎"Tunggu, Amelia! Jangan pergi dulu. Dengarkan aku sebentar saja," pintanya, suaranya berubah lembut.

‎‎Amelia berusaha melepaskan tangannya, wajahnya masih dipenuhi kemarahan dan kekecewaan. "Untuk apa lagi? Bukankah sudah jelas apa yang kamu inginkan? Kamu tetap ingin memiliki Risa sebagai istri sah, sementara aku hanya menjadi tempat pelarianmu saja!"

‎‎Raga menggeleng cepat, matanya terlihat panik dan terpuruk. Ia menarik Amelia kembali mendekat, lalu memegang kedua bahunya agar wanita itu menatapnya.

‎‎"Bukan begitu. Aku tidak ingin kehilangan kamu juga, percayalah. Ada jalan keluar lain yang tidak perlu membuatku bercerai dari Risa," ucapnya dengan nada meyakinkan. "Kamu bisa menjadi istri keduaku. Aku akan mengurus semuanya. Kamu akan tetap mendapatkan kedudukan, perhatian, dan semua yang kamu inginkan dariku tanpa aku harus kehilangan Risa."

‎‎Mendengar usulan itu, wajah Amelia langsung berubah menjadi penuh kekecewaan dan kemarahan yang lebih dalam. Ia mendorong dada Raga dengan keras hingga pria itu mundur selangkah.

‎‎"Istri kedua? Kamu pikir aku rela hanya menjadi nomor dua selamanya? Aku juga wanita yang punya harga diri, Raga! Aku tidak mau berbagi suami dengan wanita lain, apalagi dengan Risa yang selama ini selalu kamu anggap tidak berharga!" bentaknya tegas. "Kalau kamu tidak bisa menceraikannya, hubungan kita cukup sampai disini!"

‎‎Raga terhuyung mundur sedikit, tapi segera melangkah kembali mendekat dengan wajah yang penuh kepanikan.

‎‎"Jangan bicara begitu, Mel! Dengarkan aku baik-baik," pintanya dengan nada memohon, suaranya sudah tidak lagi tegas seperti tadi, melainkan terdengar lemah dan putus asa. "Memang aku mengeluh soal Risa, memang aku kecewa karena dia tidak bisa memberiku anak, tapi lima tahun kebersamaan itu tidak bisa aku buang begitu saja. Dia setia, dia menjaga nama baikku, dia tidak pernah membuat masalah yang bisa merusak usahaku. Kalau aku menceraikannya, orang-orang akan bertanya-tanya dan menilai aku suami yang tidak bertanggung jawab hanya karena kekurangannya."

‎‎Ia menggenggam kedua tangan Amelia erat-erat, menatap matanya dengan pandangan yang memohon pengertian.

‎‎"Tapi kamu juga berbeda bagiku. Kamu bisa memberikan apa yang tidak bisa dia berikan, kehangatan, semangat baru, dan yang paling penting, kamu bisa mengandung dan melahirkan penerus yang aku butuhkan untuk keluarga dan usahaku. Aku mencintai kamu juga, Mel. Kalau aku tidak menganggapmu berharga, tidak mungkin aku mempertahankanmu sampai sekarang."

‎‎Amelia menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Marah, kecewa, dan rasa tidak percaya bercampur jadi satu dalam dirinya. "Lalu apa bedanya aku dengan alat? Dipakai saat dibutuhkan, tapi tidak diberi tempat yang layak!"

‎‎"Bukan alat! Percayalah!" Raga menggeleng kuat, lalu melanjutkan dengan nada yang semakin membujuk. "Aku memohon padamu, Mel. Jangan pergi. Jadilah istri keduaku. Ini untuk kebaikan kita bersama. Aku janji akan memperlakukanmu dengan baik, tidak akan mengabaikanmu, dan memberikan tempat yang pantas untukmu. Jangan biarkan aku terjebak sendirian dalam kekacauan ini."

‎‎Melihat Raga begitu putus asa, kemarahan di hati Amelia perlahan mereda, meski rasa tidak puasnya masih ada.

‎‎"Baiklah… aku setuju. Tapi ingat satu hal, Raga. Aku menerima ini bukan karena rela menjadi nomor dua, tapi karena aku percaya padamu. Kamu harus memberikan perhatian yang sama, bahkan lebih banyak daripada yang kamu berikan pada Risa. Jangan sampai aku menyesali keputusanku ini," ucapnya dengan nada yang lembut namun menyimpan ancaman halus.

‎‎Wajah Raga langsung berseri-seri mendengar persetujuan itu. Ia memeluk Amelia dengan erat.

‎"Terimakasih, Sayang. Kamu memang satu-satunya yang mengerti aku. Aku janji, kamu tidak akan menyesalinya,"

‎‎Namun di balik pelukan itu, senyum tipis dan penuh rencana tersembunyi di sudut bibir Amelia. Matanya menyipit penuh ambisi.

-

-

-

Hari sudah gelap saat mobil Regan keluar dari halaman gedung kantornya. Lampu-lampu jalan mulai menyala, menerangi lalu lintas kota yang masih ramai meski malam sudah menjelang.

‎Setelah melaju beberapa kilometer, ia memutuskan berhenti di depan sebuah minimarket pinggir jalan. Ia mematikan mesin, turun, dan melangkah masuk untuk membeli sebotol air mineral dingin guna melepas dahaga setelah seharian bekerja.

‎Begitu ia berdiri di dekat rak minuman, matanya tak sengaja menangkap sosok yang tak asing berdiri tak jauh di sebelahnya. Wanita itu mengenakan pakaian santai dan sedang memilih beberapa bungkus makanan ringan.

‎‎Regan tertegun sesaat, lalu melangkah mendekat.

‎"Selamat malam, Risa."

-

-

-

Bersambung...

1
nayla tsaqif
Klo amelia tau raga mandul sblm mrk nikah,, amelia pasti kabur thor,, berubah haluan ngejar regan,,, 😌
partini
mantap , menunggu berapa bab lagi sidang nya Thor
🔥Violetta🔥: Betul Kakak.. biar cepat cerai 😁
total 1 replies
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!