NovelToon NovelToon
Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Xianxia / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Dao Sejati

​"Kultivasi energiku memang kembali jadi kecoa, tapi dengan fisik dewa ini... jika ada master yang mencoba meninjuku, tangannya sendiri yang akan patah menjadi tebu!"
​Seratus tahun disiksa dan dibuang ke kolam darah Gunung Ming akibat konspirasi kejam di masa lalunya, Lin Ling akhirnya berhasil bangkit. Melalui ritual terlarang yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya, ia melebur esensi Ular Purba Mahayana dan Kristal Dao Agung untuk menciptakan sebilah wadah kedewaan baru.
​Namun, takdir bercanda dengannya. Tubuh barunya menjelma menjadi monster dengan kekuatan fisik murni ranah Mahayana Lapisan 1, tetapi dantian spiritualnya kosong melompati segala bentuk Qi. Karena bakatnya terkunci di Akar Spiritual Kelas Menengah, Lin Ling terpaksa harus merangkak kembali dari dasar bumi—ranah Body Tempering lapisan pertama.
​Trauma masa lalu? Dendam yang meledak-ledak? Tidak ada waktu untuk itu! Lin Ling yang baru telah menjelma menjadi sosok Immortal yang bebas, konyol, super santai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Dao Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kayu Batu Gunung dan Candaan di Tepian Desa

Matahari musim dingin terbit dengan malas, tertutup oleh lapisan awan kelabu yang tebal. Hawa dingin yang menggigit langsung menyergap wajah Lin Ling begitu dia melangkah keluar dari gubuk kayu Nenek. Di tangannya, dia membawa sebuah kapak besi tua yang permukaannya sudah agak berkarat, peninggalan dari mendiang suami Nenek.

​Tubuh mungilnya yang baru berusia delapan tahun tampak kontras dengan kapak besar yang disandarkannya di bahu.

​Hari ini, Lin Ling memutuskan untuk pergi ke tepi hutan dekat kaki gunung. Berdasarkan informasi samar yang dia dengar dari Nenek semalam, para penduduk fana di desa ini bertahan hidup dengan mengumpulkan sejenis kayu khusus yang disebut Kayu Batu Gunung. Kayu ini berstruktur sangat padat, sulit dipotong, namun mampu menahan panas bara api jauh lebih lama dibanding kayu biasa selama musim dingin.

​Bagi manusia fana, mengumpulkan kayu ini adalah pekerjaan yang melelahkan. Tapi bagi Lin Ling, ini adalah peluang pertama untuk menghasilkan koin perak.

​Saat dia berjalan melewati halaman tanah luas di batas luar desa, langkah kecilnya terhenti.

​Di sana, beberapa anak desa berseragam kain rami tebal sedang berkumpul. Mereka tampak tidak peduli dengan udara dingin yang membekukan ujung hidung mereka menjadi kemerahan. Di atas tanah berlumpur yang tertutup salju tipis, mereka sedang asyik bermain tumpukan batu kecil dan membuat garis-garis silang yang acak.

​PLAK!

​"Hahaha! Batu milikmu keluar dari garis, Er Gou! Kau kalah lagi!" seorang anak laki-laki berbadan agak gemuk tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk wajah temannya.

​"Sialan! Anginnya terlalu kencang tadi, makanya batuku meleset!" anak yang dipanggil Er Gou mendengus, buru-buru mengusap ingusnya dengan lengan baju yang kotor, memicu tawa renyah dari anak-anak yang lain.

​Mendengar tawa lepas yang begitu polos dan tanpa beban, Lin Ling hanya berdiri diam di dekat pagar kayu, memperhatikan mereka dari kejauhan.

​Sepasang manik mata hitamnya tampak kosong dan dingin. Di klan besarnya dulu, anak-anak seusia ini sudah dipaksa duduk bersila berjam-jam untuk merasakan energi spiritual, atau saling sikut demi mendapatkan perhatian para tetua. Candaan tulus tanpa motif seperti ini terasa sangat asing, bahkan hampir tidak nyata bagi jiwanya yang telah dikhianati.

​Salah satu anak perempuan kecil yang sedang memegang segenggam batu mendadak menoleh dan mendapati sosok Lin Ling yang berdiri kaku seperti patung berbaju merah tua.

​"Eh? Ada anak baru..." anak perempuan itu berkedip polos, lalu melambaikan tangan kecilnya yang kaku karena dingin. "Hei! Pakaianmu merah sekali seperti amplop tahun baru! Mau ikut bermain batu bersama kami tidak? Er Gou sedang kalah banyak, kau bisa merebut batu-batu miliknya dengan mudah!"

​"Hei, siapa yang kau sebut kalah banyak?!" Er Gou memprotes dengan wajah memerah, membuat anak-anak lain kembali terpingkal-pingkal.

​Lin Ling menatap anak-anak itu selama beberapa detik. Tidak ada riak emosi di wajah pucatnya. Sambil mencengkeram gagang kapak besi di bahunya lebih erat, dia hanya menggeleng kecil tanpa mengeluarkan suara, lalu kembali membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkah menuju arah hutan.

​Anak perempuan itu mengerucutkan bibirnya sedikit, menatap punggung Lin Ling yang menjauh. "Anak yang aneh... wajahnya cantik tapi dingin sekali seperti es di sungai."

​"Sudahlah, mungkin dia mau membantu ibunya. Ayo main lagi!" sahut yang lain, dan dalam sekejap, suara riuh candaan mereka kembali bergema, meninggalkan Lin Ling yang berjalan masuk ke dalam kesunyian hutan yang menanti di depan.

​Satu jam kemudian, Lin Ling telah berada di area luar hutan utara.

​Pohon-pohon di sini tumbuh dengan batang yang berwarna abu-abu gelap, berurat kasar, dan terasa sekeras batu ketika diketuk. Ini adalah area tumbuhnya Kayu Batu Gunung. Atmosfer di sini sangat sunyi, hanya ada suara langkah kakinya yang menginjak ranting kering di atas salju.

​Lin Ling menghentikan langkahnya di depan sebuah dahan Kayu Batu Gunung yang telah tumbang akibat badai salju beberapa hari lalu.

​Dia menarik napas dalam-dalam, memposisikan kakinya dengan kokoh di atas tanah, lalu mengayunkan kapak besi tua itu dengan seluruh kekuatan fisiknya.

​TOK!

​Suara benturan yang nyaring dan pekak menggema di antara kesunyian hutan, sementara tangan Lin Ling seketika terasa bergetar hebat hingga ke siku akibat hantaman keras pada kayu sekeras logam itu. Kapak besinya hanya berhasil membuat goresan dangkal sedalam setengah inci.

​Lin Ling tidak mengeluh. Dia menyeka keringat dingin yang mulai muncul di keningnya akibat kelelahan fisik, lalu kembali mengangkat kapaknya.

​Meskipun tubuhnya dinilai sebagai "sampah" tanpa bakat spiritual oleh Klan Lin, Lin Ling memiliki satu kelebihan yang tidak disadari orang lain: ketahanan mentalnya luar biasa tegap. Setiap ayunan kapaknya tidak dilakukan dengan asal-asalan, melainkan mengincar titik retakan alami yang sama pada serat kayu secara konsisten—sebuah bukti kecerdasan taktisnya yang tajam.

​TOK! TOK! KREK...

​Setelah puluhan kali ayunan yang menguras tenaga, dahan kayu yang keras itu akhirnya retak dan patah menjadi beberapa potongan rapi yang siap diikat.

​Lin Ling duduk bersandar di sepotong batu besar, napasnya memburu berat hingga uap putih tebal terus-menerus keluar dari mulutnya yang mulai pecah-pecah akibat hawa dingin gunung. Dia menatap tumpukan kayu hasil kerja kerasnya hari ini dengan tatapan yang kembali menajam.

​Meskipun tubuhnya terasa remuk dan tangannya melepuh, ada secercah kepuasan dingin yang muncul di dadanya.

​Di dunia ini, tidak ada yang bisa dia percayai lagi selain kekuatannya sendiri, sekecil apa pun itu saat ini. Memotong kayu adalah langkah awal untuk mengumpulkan modal. Dia akan terus mengumpulkan Kayu Batu Gunung ini, menjualnya di area karavan, dan memastikan bahwa dia dan Nenek memiliki cukup makanan untuk melewati musim dingin ini, sementara dia diam-diam mencari celah untuk memulai jalan kultivasinya sendiri secara mandiri.

​Setelah energinya sedikit pulih, Lin Ling bangkit, mengikat potongan-potongan kayu itu menggunakan tali jerami dengan rapi, lalu menggendongnya menuju jalan pulang ke gubuk timur desa sebelum kabut malam kembali turun membawa bahaya.

1
Boqin Changing
mantap
Alia Chans
keren thor
Arena Breakout1
lanjut
Arena Breakout1
mantap ceritanya lebih enak di baca dan alurnya mulai menari👍👍👍
Pencari Dao Sejati
Sekali lagi saya ingatkan untuk membaca ulang buat yang belum baca
Jiwa Kuno
lanjutttttttttt
yayat
lanjut lah kapan terungksp kebenarn lin ling
Jiwa Kuno
Jangan lama lama upnya
Arena Breakout1
lanjut thorrr
Arena Breakout1
bagus juga
Arena Breakout1
oke 👍
Jiwa Kuno
Cepetin upnya thor bikin penasaran
Wu Xin
up lagii🙏🙏
Wu Xin
lanjutt thorr penasaran
yayat
kapan jd kuatnya lin ling
Pencari Dao Sejati: entar di bab 17-20
total 1 replies
yayat
biasa itu konspirasi untuk mengulingkan pimpinan klan
yayat
ok alus alurnya mudah dipahami moga ga mengecewakan para pecinta fantim
Wu Xin
peakkk/Scream/
Jiwa Kuno
bro~~~~~~
Wu Xin
haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!