NovelToon NovelToon
Unbound By Royalty

Unbound By Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:260
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Alin dikirim ke negara asing untuk menjadi tenaga sukarelawan, negara berbentuk monarki. Terlibat percintaan yang dalam dengan sang pangeran. Pangeran yang mencintainya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Namun takdir harus memilih antara tahta dan wanita. Disaat sistem monarki menuntutnya meneruskan kerajaannya, namun Alin hanya ingin hidup bebas tanpa terikat norma dan adat dibalik tembok besar. Akankah cinta mereka berakhir bersama atau justru melepaskan satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 : Melindungi ?

“Kau terlalu suci untuk dunia yang sebusuk ini, Dokter Yi," desis Rei, wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Alin. Aroma lembut dari parfume wanita itu membuat degup jantung sang pangeran semakin tak beraturan.

"Kau pikir prinsip medismu bisa melindungimu dari serigala-serigala seperti Lu? Jika aku tidak memotong kakinya lebih dulu, dia akan kembali merangkak kepadamu, menggunakan sisa kekuasaannya untuk menghancurkan lisensi medismu karena kau terus-menerus menolaknya."

Alin merasa dadanya sesak. Cengkeraman tak kasat mata dari aura Rei selalu berhasil membuatnya merasa terpojok, bukan karena ia lemah, melainkan karena Rei selalu tahu di mana letak kelemahannya.

"Kau tidak berhak mengatur hidupku, Rei, kau tidak tahu apa yang kau perbuat.” suara Alin melemah, bukan karena menyerah, melainkan karena kelelahan emosional yang luar biasa. "Aku bukan salah satu dari aset kenegaraanmu yang bisa kau utak-atik sesuka hati. Aku memiliki caraku sendiri untuk—-,”

"Cara yang mana?" Rei tersenyum sinis menyela perkataan Aline, "Melemparkannya berkas pengunduran dirimu? Kau hanya lari.”

Rei melihat perubahan ekspresi di wajah Alin—retakan yang selalu ia cari di balik topeng dingin wanita itu.

"Aku tidak akan membiarkanmu menjadi martir untuk orang-orang yang tidak tahu terima kasih, Alin," lanjut Rei, suaranya kembali melembut, namun kali ini terdengar seperti sebuah janji yang mengikat. "Biarkan Lu Minghan berpikir bahwa kau yang menghancurkannya. Biarkan dia membencimu. Dengan begitu, dia tidak akan pernah berani mendekatimu lagi karena ketakutan."

Alin menatap Rei dengan pandangan tidak percaya. "Kau... kau sengaja mengalihkan sisa bukti itu agar mengarah padaku? Kau membiarkan Lu berpikir aku yang membalas dendam?"

"Benar."

"Kau gila, Rei. Dia bisa saja nekat menyerangku karena tidak punya apa-apa lagi untuk merugi!"

"Dia tidak akan bisa menyentuhmu seujung kuku pun," sahut Rei mutlak. Ia menegakkan tubuhnya, melepaskan kurungan tangannya pada meja, namun matanya tetap mengunci Alin. "Setiap sudut jalan yang kau lalui, setiap ruangan yang kau masuki di Xinglan ini, berada di bawah pengawasanku. Aku adalah bayanganmu, Alin. Kau tidak akan pernah benar-benar sendiri."

“Kau sungguh tidak tahu apapun—, Yang mulia.” Geramnya, “Baiklah, lakukan seperti katamu. Kau bisa lihat bagaimana aku membereskan masalah yang telah kau perbuat. Dan kelak ini terakhir. Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi.” Ujar Alin menahan amarah.

Alin terdiam, tubuhnya gemetar menahan campuran antara amarah, rasa frustrasi, dan sebuah perasaan asing yang mengerikan—rasa aman yang dipaksakan. Logikanya berteriak bahwa Rei adalah pria manipulatif yang berbahaya, seorang sosiopat berdarah dingin berpakaian pangeran. Namun di sisi lain, debaran di dadanya menolak untuk tenang, mengkhianati seluruh tembok pertahanan yang ia bangun selama bertahun-tahun.

"Suatu hari nanti," Alin berdiri tegak, merapikan gaunnya dengan tangan yang masih sedikit bergetar, "rahasia ini akan membongkar siapa kau sesungguhnya, Pangeran. Dan saat hari itu tiba, jangan harap aku akan tetap berdiri di tempat yang sama."

Alin berbalik, melangkah dengan tegas menuju pintu keluar. Langkah kakinya terdengar mantap, seolah ia sedang mengumpulkan kembali sisa-sisa harga diri dan logikanya yang sempat tercerai-berai.

Rei tidak menahannya kali ini. Ia membiarkan Alin pergi, membiarkan pintu ruang kerjanya tertutup dengan dentuman pelan.

Pria itu berjalan kembali ke arah jendela, menatap ke bawah halaman istananya. Beberapa saat kemudian, mobil Alin kembali membelah malam, bergerak menjauh di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda. Di belakang mobil Alin, sebuah sedan hitam kembali bergerak dari kegelapan, mengikuti dalam jarak yang sempurna.

Yuchen kembali masuk ke dalam ruangan, berdiri dalam posisi siap. "Tuan, semua jejak atas nama Anda di laporan Forensik telah dibersihkan. Pihak Lu Minghan telah menerima dokumen yang dimodifikasi. Sesuai rencana, mereka sepenuhnya percaya bahwa Dokter Yi adalah dalang di balik audit tersebut."

“Satu lagi.” Ujarnya memejamkan mata seakan beban pikirannya terasa berat, “Dalami lagi kasus Tuan Lu, alasan dibalik ia menahan dana operasional sebesar itu.”

Yuchen mengangguk dan kembali undur diri. Tanpa mereka ketahui alasan sebenarnya, dimana alasan tersebut hanya Alin yang mengetahuinya secara nyata.

Lu Minghan tidak mengalihkan dana itu untuk memperkaya diri.

Pria itu sengaja menahan dan membekukan dana operasional tersebut karena keluarga besar Lu berencana menggusur pemukiman kumuh di pinggiran kota Neterdhem—tanah milik ratusan warga miskin dan tidak mampu—untuk membangun sebuah rumah sakit komersial mewah. Lu tahu, jika dana itu cair, penggusuran paksa akan terjadi, dan ratusan kepala keluarga yang tidak punya tempat tinggal akan terlantar di jalanan. Satu-satunya cara menahannya adalah dengan membuat proyek itu terlihat "bermasalah" di atas kertas.

Pantas jika Alin kecewa pada perbuatan Rei yang bertindak tanpa mengetahui alasan kebenarannya.

...****************...

BIP... BIP... BIP...

Alin berulang kali mengabaikan panggilan masuk dari Yuchen dan Rei. Ia menenggelamkan diri dalam segudang pekerjaan di rumah sakit, berpindah dari satu pasien ke pasien lain. Namun, fokusnya terpecah. Pikirannya penuh dengan rencana tindakan yang harus ia ambil.

Ia enggan membantu Lu, namun akan ada direktur pengganti lainnya yang akan melanjutkan pembangunan keluarga besar Lu. Alin tak ingin peduli pada urusan orang lain yang bahkan ia tak mengenalnya dan memang itu bukan urusan Alin. Tapi bukankah Lu memohon padanya untuk meminta bantuannya.

Sementara itu, di kediaman pribadi Pangeran Yan, atmosfer ruangan kerja Rei terasa sangat berat. Rei baru saja menerima berkas sekunder mengenai latar belakang kasus Lu Minghan yang dikirim oleh divisi intelijen Xinglan.

BRAK!

Rei menghempaskan berkas itu ke atas meja mahoninya hingga dokumen di dalamnya berhamburan. Sepasang matanya yang tajam berkilat murka—sebuah ekspresi yang sangat jarang diperlihatkan oleh pria yang selalu tenang dan terkontrol itu.

"Kenapa laporan ini baru sampai di mejaku sekarang, Yuchen?!" suara Rei terdengar tenang namun tajam mematikan.

Yuchen tertunduk dalam, tubuhnya tegang. "Mohon maaf Yang mulia. Hal ini juga baru diketahui beberapa bulan lalu ada perubahan lokasi pembangunan.”

Dan Rei menduga, Lu Minghan hanya menceritakan rahasia itu pada Alin. Bukankah mereka sempat dekat. Pantas jika Alin masih berkenan bertemu dengan Lu Minghan, terlebih berani memasang badan didepan pangeran untuk membela Lu Minghan.

BIP

Yuchen menerima notifikasi pesan masuk dari pengawal kerajaan yang mengikuti keseharian Alin.

“Yang mulia, Dokter Yi pergi menemui Tuan Lu kembali.”

“Semalam ini?” Balas Rei tak percaya.

“Dokter Yi tidak memiliki jadwal kosong lainnya. Ditengah jadwalnya padat hanya hari ini…”

“Dia meluangkan waktu?!” Geramnya, “Tapi dia enggan menjawab panggilanku.” Gusarnya semakin menjadi, namun ia harus menahannya.

Ia menyadari satu hal yang menyakitkan: dialah yang mendorong Alin ke arah Lu Minghan. Dengan menjebak Lu, Rei justru memberi alasan bagi Alin untuk berdiri di sisi pria itu guna membereskan kekacauan yang Rei buat sendiri.

Rei terpaku menatap potrait yang dikirim pengawal pribadinya. Alin melangkah masuk kedalam hotel mewah bersama Lu Minghan disisinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!