Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Api Nirwana
PRAAAK!
Bunyi retakan tulang tengkorak Han Ye bergema di dasar kawah es. Tandukan kepala Zhao Xuan tidak memiliki keindahan teknik sekte mana pun itu murni kebiadaban seorang penguasa yang dipaksa bertarung di lumpur.
Darah hitam muncrat dari dahi sang pembunuh bayaran. Han Ye menjerit dengan suara yang tidak lagi terdengar seperti manusia. Rasa sakit dari hancurnya tulang tengkorak dan terbakarnya Esensi Jiwa secara bersamaan membuat kewarasannya runtuh.
"LEPASKAN AKU, MONSTER!" raung Han Ye.
Dalam kepanikan yang mutlak, Han Ye mengambil keputusan gila yang hanya dilakukan oleh mereka yang sudah tidak memiliki jalan keluar. Ia memusatkan seluruh sisa api hitam pembakaran jiwanya ke Dantiannya.
BZZZZZT!
"Dia akan meledakkan Inti Dewanya!" Niat Spiritual Zhao Xuan langsung menangkap fluktuasi bunuh diri tersebut.
Ledakan Inti Dewa dari seorang Setengah Langkah God Emperor yang membakar jiwanya memiliki daya hancur yang setara dengan bintang yang mati. Zhao Xuan terpaksa melepaskan cengkeramannya dari kerah Han Ye, menyilangkan kedua lengannya, dan menutupi tubuhnya dengan sisa-sisa Petir Yang Murni.
KRAAAAAABOOOOOOOM!
Dasar kawah es itu meledak hancur berkeping-keping! Cahaya hitam yang luar biasa menyilaukan menelan segala sesuatu dalam radius sepuluh mil. Puing-puing es seukuran gunung kecil terlempar ke angkasa, mencabik-cabik langit Benua Utara.
Tubuh Zhao Xuan terlempar layaknya daun kering di tengah badai topan. Pertahanan fisiknya, yang sebelumnya telah ditembus oleh tombak kutukan, kini menerima gelombang kejut murni dari ledakan tersebut.
KRAK! KRAK!
Beberapa tulang rusuk Zhao Xuan patah. Tubuhnya menghantam dinding kawah yang baru terbentuk, menciptakan lubang sedalam puluhan tombak.
Asap hitam pekat mengepul perlahan. Han Ye telah sepenuhnya terhapus dari eksistensi tidak ada mayat, tidak ada jiwa, tidak ada reinkarnasi. Sang Pedang Pemenggal Bayangan telah membakar dirinya sendiri hingga menjadi ketiadaan demi membunuh Sang Tiran.
Namun, di dalam lubang dinding es itu, Zhao Xuan masih bernapas.
Darah emas-kemerahan mengalir deras dari bahu kanan, dada, dan bibirnya. Jubah hitamnya telah hancur sepenuhnya di bagian atas, memperlihatkan otot-otot fisiknya yang kini dipenuhi memar hitam akibat kutukan Iblis Darah yang merambat melalui pembuluh darahnya.
Zhao Xuan mencoba bangkit, Tangannya bergetar hebat. Untuk pertama kalinya sejak ia terbangun di alam semesta ini, Dantiannya terasa kosong melompong. Sisa Qi lima persennya telah habis untuk menahan ledakan bunuh diri Han Ye.
"Fufufu... Hahahaha!"
Suara tawa menjijikkan bergema dari atas kawah. Sisa Avatar Patriark Iblis Darah, yang kini hanya berupa gumpalan daging berdarah seukuran manusia fana, melayang turun dengan sisa tenaganya.
"Luar biasa... Kau selamat dari ledakan jiwa seorang pembunuh," suara sang Patriark terdengar serak dan basah. "Tapi lihatlah dirimu. Tubuh fisikmu telah mencapai batasnya. Darahmu membeku. Kutukanku telah melilit jantungmu."
Gumpalan darah itu memanjang, membentuk belasan tentakel merah berduri yang perlahan mengelilingi Zhao Xuan.
"Ratusan ribu tahun aku hidup, baru kali ini aku melihat fisik sesempurna milikmu," bisik Patriark dengan keserakahan yang meluap. "Kualiku mungkin hancur, namun jika aku bisa mengambil alih tubuh fana-mu ini, aku tidak hanya akan menjadi God Emperor, aku akan menjadi Dewa Iblis Sejati!"
Tentakel darah itu melesat, langsung melilit leher, lengan, dan kaki Zhao Xuan, memaku tubuh Sang Tiran ke dinding es!
Zhao Xuan tidak meronta. Matanya yang setengah tertutup menatap tentakel itu dengan pandangan sayu. Racun Iblis Darah mulai menembus masuk, mencoba melumpuhkan kesadarannya. Hawa dingin Benua Utara menyusup ke dalam tulang-tulangnya yang patah.
Kematian terasa begitu dekat, sedingin ciuman malam.
"Apakah... ini batas fana..." gumam Zhao Xuan perlahan. Senyum tipis, namun bukan senyum menyerah, melainkan senyum yang menertawakan kelemahannya sendiri, terukir di wajahnya. "Fisik yang kuat... tanpa Qi yang sepadan... hanyalah daging yang menunggu membusuk..."
Di kejauhan, jauh di atas Kapal Bayangan Naga yang sedang tertahan oleh badai, sebuah eksistensi suci tiba-tiba membuka matanya.
Burung Phoenix Primordial, yang sedari tadi meringkuk tertidur di kursi kapten karena mabuk Arak Embun Surgawi, mendadak tersentak bangun. Bulu emas-putihnya meremang kaku.
Melalui ikatan jiwa spiritualnya, Phoenix kecil itu merasakan hawa dingin yang mencekik. Ia merasakan darah tuannya berhenti mengalir. Ia merasakan bahwa Sang Tiran, manusia pertama yang memberinya kehangatan setelah menetas dari batu purba, sedang sekarat di dasar kawah es.
KRYAAAAAAAAAAAA!
Burung mungil itu mengeluarkan pekikan yang melampaui suara burung fana; itu adalah tangisan kesedihan seekor Binatang Purba!
"B-Burung kecil! Mau ke mana kau?!" teriak Long Chen panik saat melihat Phoenix itu tiba-tiba melesat ke langit.
Bentuk mungil burung itu mendadak membesar di udara. Niat Api Nirwana yang telah bersembunyi di dalam garis keturunannya meledak, mengubah burung seukuran telapak tangan itu menjadi proyeksi raksasa Phoenix Putih yang membentangkan sayapnya menutupi langit Puncak Gerhana!
Phoenix raksasa itu menukik tajam, melesat turun ke dasar kawah bagaikan matahari putih yang jatuh dari surga!
Di dasar kawah, Patriark Iblis Darah mendongak, matanya membelalak ketakutan melihat panas yang luar biasa mendekat.
"B-Binatang Purba?! Tidak! Jangan ganggu proses asimilasiku!" jerit Sang Patriark, mengarahkan beberapa tentakel darahnya ke langit untuk menangkis.
Namun, Phoenix Primordial itu sama sekali tidak mempedulikan tentakel murahan tersebut. Ia bahkan tidak berniat menyerang Sang Patriark.
Dengan mata yang memancarkan kesetiaan mutlak, burung suci itu menukik lurus ke arah tubuh Zhao Xuan yang sedang terikat di dinding es.
Tuan... jangan mati...
Sebuah gema telepati primordial yang hangat menyapu Lautan Kesadaran Zhao Xuan.
"Burung bodoh... apa yang..." Mata Zhao Xuan melebar.
Tepat sebelum tentakel Iblis Darah berhasil menusuk jantung Zhao Xuan, proyeksi raksasa Phoenix itu menyusut dengan kecepatan cahaya, berubah menjadi seberkas Api Putih Ekstrak Primordial murni, dan langsung menghujam masuk ke dalam rongga dada Sang Tiran!
ZRAAAAAAAAAASH!
Seketika, kawah es yang gelap gulita itu meledak oleh cahaya putih-keemasan yang membutakan!
Tentakel Iblis Darah yang mengikat Zhao Xuan langsung terbakar menjadi uap dalam radius sepuluh tombak. Patriark Iblis Darah menjerit histeris, terlempar ke belakang saat gelombang panas itu melelehkan sisa-sisa daging kutukannya.
"A-Apa yang terjadi?! Fusi Jiwa Binatang?! Mustahil! Seorang fana akan meledak menampung Esensi Primordial murni!" raung Patriark dengan sisa suaranya.
Di dalam pilar cahaya putih tersebut, Zhao Xuan melayang.
Rasa sakit yang menghancurkan tulang digantikan oleh kehangatan yang membakar. Api Nirwana sang Phoenix tidak menghancurkan tubuhnya; ia menyatu dengan aliran darah emasnya, menjahit tulang-tulangnya yang patah, memurnikan setiap tetes racun Iblis Darah, dan mengisi Dantiannya yang kosong dengan energi kehidupan yang tiada tara!
Ini bukanlah teknik penguasaan. Ini adalah pengorbanan mutlak. Sang Phoenix memilih untuk melepaskan wujud fisiknya, meleburkan Jiwa Primordialnya ke dalam Hati Dao Sang Tiran untuk menyelamatkannya dari batas kefanaan.
"Kau... memberikan nyawamu untukku?" bisik Zhao Xuan di tengah cahaya yang menyilaukan.
Kita adalah satu, Tuan. Pinjamkan aku sayapmu, dan aku akan meminjamkanmu apiku. Pilar cahaya putih itu perlahan memudar, terserap sepenuhnya ke dalam tubuh Zhao Xuan.
Angin Benua Utara tiba-tiba berhenti. Keheningan absolut kembali menyelimuti Puncak Gerhana.
Patriark Iblis Darah, yang tergeletak sekarat, menatap ke arah bayangan yang melangkah keluar dari uap es yang mendidih. Mulutnya terbuka, tak mampu berkata-kata.
Zhao Xuan melangkah maju. Luka-luka di tubuhnya telah hilang tanpa bekas, digantikan oleh kulit yang memancarkan pendaran mutiara. Fluktuasi auranya kini tidak lagi kosong, melainkan menekan ruang di sekitarnya hingga retak, memancarkan kombinasi Ketiadaan, Petir Surgawi, dan Api Nirwana.
Namun, perubahan yang paling mencolok bukanlah pada auranya.
Rambut Zhao Xuan, yang sebelumnya selalu berwarna hitam legam layaknya malam, kini telah berubah wujud. Helai demi helainya memancarkan warna Merah yang terang, bergerak perlahan seolah-olah memiliki nyala apinya sendiri meski tidak ada angin yang berhembus.
Mata hitamnya kini memiliki pinggiran berwarna keemasan. Sebuah lambang segel Phoenix kecil bercahaya perlahan memudar ke dalam kulit di tengah dadanya.
Zhao Xuan perlahan mengangkat tangannya, menatap rambut merahnya yang jatuh menjuntai di bahunya. Ia merasakan kekuatan yang melampaui batas God King Puncak, mengalir di setiap nadinya.
Ia lalu menatap sisa-sisa Patriark Iblis Darah. Seringai Asura yang kembali mekar di wajah Zhao Xuan kini tidak lagi terasa dingin, melainkan memancarkan hawa pembakaran yang akan melenyapkan surga.
"Waktu bermain-main... telah berakhir."
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️