NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Inti bumi emas

Setelah cukup istirahat dan memulihkan sedikit tenaga, keduanya bangkit kembali. Namun kali ini, kewaspadaan mereka ditingkatkan berkali-kali lipat. Kehadiran Harimau Mata Baja Tingkat Enam itu menjadi peringatan nyata bagi mereka: di tempat ini, bahaya maut bisa datang dari mana saja, dan kekuatan yang mereka miliki saat ini masih belum cukup untuk bergerak sembarangan.

Mereka berjalan memutar, menjauhi bangunan utama tempat makhluk besar itu berada, lalu masuk ke lorong-lorong samping yang lebih sempit dan gelap. Di sepanjang jalan, mereka menemukan banyak ruangan-ruangan kecil yang dulunya mungkin merupakan tempat tinggal, gudang, atau ruang latihan para ahli kuno. Sebagian besar sudah kosong tak berisi apa-apa, isinya sudah hancur lebur dimakan waktu ribuan tahun. Namun, ada juga beberapa peninggalan yang masih utuh dan berguna.

Di salah satu ruangan, mereka menemukan sebilah pedang panjang yang terbuat dari logam hitam sangat keras, masih tajam dan memancarkan hawa dingin. Itu adalah senjata tingkat tinggi yang dulunya milik seorang ahli kuno. Jing Xu yang sangat menyukai senjata langsung mengambilnya dengan gembira, mengganti pedang pendek lamanya yang sudah mulai kusam.

Di ruangan lain, Long Yue menemukan tumpukan gulungan kulit hewan yang ternyata berisi catatan-catatan teknik dasar dan penjelasan tentang aliran energi alam. Bagi orang biasa, catatan itu mungkin biasa saja, tapi bagi Long Yue yang mempelajari Jalur Formasi dan Alkemis, tulisan-tulisan kuno itu membuka wawasan baru yang sangat luas. Ia belajar banyak tentang cara kerja energi di masa lalu, yang ternyata memiliki banyak persamaan namun juga banyak perbedaan menarik dibandingkan ajaran di zamannya.

Semakin masuk ke dalam, energi di sekitar semakin kental, semakin murni, dan semakin bergetar hebat. Kabut kelabu yang menyelimuti kawasan itu perlahan berubah warna menjadi keemasan samar, dan suhu udara menjadi hangat serta nyaman.

"Aneh..." gumam Long Yue berhenti melangkah, matanya menatap ke depan dengan tajam. "Ada sesuatu yang sangat besar di sana. Energi ini... rasanya seperti inti dari seluruh kawasan reruntuhan ini."

Jing Xu pun ikut berhenti, merasakan getaran energi yang membuat tubuhnya terasa ringan dan segar luar biasa. Ia menelan ludah karena gembira sekaligus takut. "Kalau energinya sekuat ini... pasti itu adalah harta terbesar di tempat ini. Konon dalam catatan kuno, di Istana Langit ini tersimpan Inti Bumi Emas, benda ajaib yang terbentuk dari murnian energi bumi selama ribuan tahun. Siapa pun yang mendapatkannya akan mampu menstabilkan dasar kultivasi selamanya dan memperkuat tubuh hingga setara logam murni."

Keduanya saling pandang, lalu mengangguk tegas. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka melanjutkan langkah dengan hati-hati, mengikuti aliran energi yang semakin kuat itu.

Di ujung lorong panjang yang berliku, mereka sampai di sebuah ruangan berbentuk bundar yang sangat luas dan tinggi. Di tengah ruangan itu, terdapat sebuah altar batu besar berukir naga dan burung, dan di atas altar itu, melayang diam sebuah bola cahaya berwarna keemasan seukuran kepalan tangan, berputar perlahan dan memancarkan gelombang energi yang luar biasa kental dan murni. Itulah Inti Bumi Emas.

Namun, sama seperti harta berharga lainnya, benda ini pun dijaga ketat.

Di sekeliling altar, mengelilingi Inti Bumi Emas itu, terdapat makhluk yang jauh lebih besar, jauh lebih menakutkan, dan jauh lebih kuat dibandingkan Harimau Mata Baja yang baru saja mereka tinggalkan.

Itu adalah seekor makhluk raksasa berkaki empat, bertubuh kekar sebesar gajah, tertutup kulit keras berwarna cokelat kemerahan yang berkilau seperti batu permata. Kepalanya menyerupai singa, tapi memiliki tanduk panjang melengkung ke atas, dan di punggungnya tumbuh lempengan-lempengan tulang tajam berjejer rapi. Matanya berwarna merah darah yang menyala terang, dan dari mulutnya sesekali keluar uap panas berwarna merah kecokelatan.

Hawa kekuatan yang memancar dari tubuh makhluk itu begitu dahsyat hingga membuat udara di seluruh ruangan itu bergetar dan tanah bergetar terus-menerus. Tekanannya begitu berat hingga Jing Xu langsung berlutut ke tanah, kakinya tidak mampu menopang berat tubuhnya sendiri. Wajahnya pucat pasi, napasnya tersengal hebat, dan matanya membelalak penuh kepanikan.

"Ti... Tingkat... Tingkat Tujuh..." suaranya bergetar hebat, hampir tak terdengar. "Itu... itu Binatang Buas Tingkat Tujuh... setara dengan ahli Penyatuan Energi Tingkat 2... Bahkan tetua tertinggi di klan kami pun hanya berada di tingkat itu... Kita... kita benar-benar masuk ke sarang maut..."

Long Yue pun merasakan tekanan yang luar biasa. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ia harus mengerahkan seluruh kekuatan Pembentukan Energi Tingkat 6-nya, ditambah Api Ungu Surgawi yang menyala perlahan di dalam tubuh, hanya agar bisa tetap berdiri tegak di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang bagaikan gendang perang.

Makhluk ini jauh di luar jangkauan mereka. Perbedaan kekuatan antara Tingkat 6 dan Tingkat 7 bukan lagi soal jumlah atau kualitas energi saja, tapi sudah masuk ke ranah pemahaman dan pengendalian energi yang jauh lebih tinggi. Di tingkat ini, makhluk itu sudah bisa memanipulasi energi alam di sekitarnya untuk menyerang atau bertahan. Satu gerakan kecil saja dari makhluk ini cukup untuk menghancurkan mereka berdua menjadi debu dalam sekejap mata.

Makhluk itu — Singa Bertanduk Permata — perlahan menolehkan kepalanya besar ke arah mereka. Matanya merah itu menatap lurus, dingin, dan penuh rasa berkuasa. Ia mengaum pelan, suara gemuruh yang bergema hingga ke tulang sumsum, membuat debu-debu di langit-langit ruangan berjatuhan.

Ia tidak langsung menyerang. Bagi makhluk setingkat ini, manusia kecil di depannya ini hanyalah semut yang tidak berarti. Ia hanya merasa terganggu ada makhluk asing yang berani masuk ke wilayah terlarangnya.

"Kak Long... kita... kita harus lari... sekarang juga..." bisik Jing Xu dengan suara tercekik, matanya penuh keputusasaan. "Kalau dia menyerang, kita tidak ada kesempatan sedikit pun..."

Long Yue tidak menjawab segera. Matanya tetap menatap tajam ke arah makhluk raksasa itu, otaknya berputar cepat menganalisis setiap gerakan, setiap pola energi, dan setiap detail di ruangan itu. Ia melihat Inti Bumi Emas yang berkilau indah di atas altar, dan ia melihat bahwa meski makhluk itu sangat kuat, pergerakannya agak kaku dan terbatas, seolah terikat oleh sesuatu.

Lalu, ingatan Long Yue kembali ke pengetahuannya tentang Jalur Formasi. Ia melihat ukiran-ukiran di lantai dan dinding ruangan itu. Ternyata, seluruh ruangan bundar ini adalah sebuah formasi raksasa penahan dan pengumpul energi. Makhluk raksasa itu tidak duduk di sana sembarangan, ia sebenarnya terikat dan dijebak di dalam formasi itu sejak ribuan tahun lalu, dijadikan penjaga abadi oleh pembangun reruntuhan ini. Ia tidak bisa keluar dari batas lingkaran ukiran di lantai itu.

"Jing Xu, dengarkan aku baik-baik," bisik Long Yue dengan suara rendah namun tegas, matanya tetap terkunci pada makhluk itu. "Dia kuat, sangat kuat. Tapi dia tidak bisa keluar dari lingkaran ukiran di lantai itu. Dia terikat di sana. Dan lihat... Inti Bumi Emas itu tidak dijaga oleh tangannya, tapi melayang tepat di tengah jangkauan terluar formasi itu."

Jing Xu mengangkat kepalanya perlahan, menatap bingung. "Maksudmu...?"

"Aku punya rencana," jawab Long Yue, kilatan tekad menyala di matanya. "Berisiko sangat tinggi, hampir mustahil, tapi ini satu-satunya cara. Kita tidak akan bertarung dengannya. Kita akan gunakan sifat formasi ini sendiri untuk mengacaukannya, lalu mengambil inti itu secepat kilat sebelum dia sempat bereaksi."

Long Yue mulai menjelaskan rencananya secara singkat namun jelas. Ia akan memanfaatkan pengetahuannya memahami pola formasi itu. Ia akan mengirimkan energi Api Ungu Surgawi ke titik-titik kunci di dinding untuk mengganggu keseimbangan energi di dalam lingkaran tempat makhluk itu berada. Saat energi makhluk itu kacau sejenak karena gangguan, Jing Xu harus bergerak secepat kilat, mengambil inti itu, lalu mereka lari sekuat tenaga.

"Kau yakin, Kak Long? Sedikit saja salah hitung, kita akan mati di sini," ucap Jing Xu gemetar. Tapi saat ia melihat sorot mata Long Yue yang tenang dan penuh keyakinan, rasa takutnya perlahan berkurang. Ia tahu, teman ini belum pernah gagal memberinya jalan keluar hingga sekarang.

"Aku yakin," jawab Long Yue tegas. "Ingat, kita adalah pengikut Tiga Keahlian. Kita tidak takut menghadapi bahaya besar. Siap?"

Jing Xu menarik napas panjang, menguatkan hatinya, lalu mengangguk kuat. "Siap!"

Tanpa membuang waktu lagi, Long Yue mulai bergerak. Ia mengaktifkan seluruh energinya, nyala Api Ungu Surgawi menyala terang di sekujur tubuhnya, menciptakan kilatan cahaya ungu yang kontras dengan cahaya emas di ruangan itu. Ia melompat ke samping, menempel di dinding, dan dengan kedua tangan yang bergerak cepat, ia menyalurkan api ungu itu ke setiap lekukan ukiran di dinding, mengubah aliran energi yang sudah ada di sana.

Wusss... Wusss...

Suara aliran energi yang berubah terdengar di seluruh ruangan. Cahaya emas yang tadinya tenang dan stabil, tiba-tiba berkedip-kedip liar, warnanya berubah menjadi merah dan ungu, lalu berputar kacau di sekeliling altar.

Singa Bertanduk Permata itu langsung merasakan perubahan besar ini. Ia mengaum marah luar biasa, tubuhnya mengguncang hebat, dan energi merah yang menyelimuti tubuhnya menjadi liar tak terkendali karena terganggu oleh perubahan aliran formasi. Ia berusaha mengerahkan kekuatannya untuk menstabilkan kembali, tapi gangguan dari energi Api Ungu Long Yue yang sangat murni dan agresif membuatnya sulit.

"SEKARANG! AMBIL!" teriak Long Yue sekeras tenaganya.

Jing Xu yang sudah bersiap sejak tadi langsung melesat maju secepat kilat, menggunakan seluruh tenaga Pembentukan Energi Tingkat 4-nya ditambah dorongan sisa energi yang ada di udara. Tubuhnya berubah menjadi bayangan kabut, menerobos gelombang energi kacau itu, tangannya menggapai ke atas altar.

Singa Bertanduk Permata itu menyadari bahaya yang nyata. Ia memutar kepalanya besar ke arah Jing Xu, mulutnya terbuka lebar, bersiap menyemburkan bola api raksasa yang cukup untuk melelehkan besi.

Namun, Long Yue tidak tinggal diam. Dari samping, ia melemparkan seberkas besar api ungu langsung ke arah wajah makhluk itu, menutupi pandangannya dan mengganggu fokusnya.

Sretttt!

"Sudah dapat!" teriak Jing Xu dengan suara melengking penuh semangat. Tangannya berhasil mencengkeram bola emas itu, menariknya keluar dari pusat formasi.

Saat Inti Bumi Emas itu dicabut, seluruh ruangan itu bergetar hebat seolah mau runtuh. Cahaya di mana-mana padam seketika, dan ikatan yang mengurung Singa Bertanduk Permata itu pecah sepenuhnya. Makhluk raksasa itu kini bebas! Dan kemarahannya meledak ke puncak tertinggi!

"LARI! LARI SECEPAT MUNGKIN!" teriak Long Yue histeris, melompat mundur secepat mungkin ke arah Jing Xu.

Singa Bertanduk itu mengaum hingga langit-langit bergetar, lalu melesat maju melewati batas lingkaran itu dengan langkah besar yang menggetarkan bumi. Kekuatan Tingkat Tujuh yang penuh amukan itu menghantam dinding-dinding batu tebal seolah dinding itu terbuat dari kertas, hancur berantakan ke segala arah.

Keduanya tidak menoleh ke belakang. Mereka berlari sekuat tenaga, memacu seluruh energi yang tersisa di tubuh mereka, menyusuri lorong-lorong gelap yang baru saja mereka lewati tadi. Di belakang mereka, suara hantaman, auman, dan bunyi bangunan yang runtuh terdengar semakin dekat, semakin keras, dan semakin mengerikan.

"Jangan berhenti! Jangan lihat ke belakang! Keluar saja dari kawasan ini!" teriak Long Yue di tengah derasnya napas.

Mereka melompat melewati puing-puing, menabrak semak belukar, menerobos kabut kelabu, dan akhirnya melihat cahaya matahari di ujung pandangan. Gerbang keluar sudah di depan mata!

Dengan sisa tenaga terakhir, mereka melompat keluar melewati reruntuhan gerbang itu, jatuh berguling ke tanah

1
Nanik S
💪💪💪💪🙏
Nanik S
Berhasil Long Yu
Nanik S
Bisakah Long Yu menundukkan api ungu
mengejar cahaya
kan namanya juga tanaman langka tanaman itu udah nyerap enrgi alam selama ribuan tahun y jelas lah pasti banyak binatang yang tertarik ya kan.
Nanik S
Setiap tanaman langka pasti ada penghuninya
Nanik S
oky💪💪💪
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!