Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
It's Gonna Rain! by Bonnie Pink
"Jadi aku dan Dok Wayan memastikan bahwa dua korban mutilasi ini dilakukan oleh pelaku yang sama mas. Sayangnya, kita masih belum bisa mendapatkan bukti yang mengarah ke pelakunya."
Dokter Lucky menatap wajah serius Daisy yang masih tampak berpikir tentang si pelaku sementara pikirannya melayang kemana-mana. Daisy baru sadar, suaminya tidak seperti biasanya di layar monitor komputernya.
"Mas? Ada apa?" tanya Daisy.
"Kamu tahu, tadi ada anomali datang," jawab dokter Lucky.
"Siapa? Mbak Lilis atau mbak Susi?" balas Daisy.
"Kalau mereka berdua nongol, aku sih masih nggak papa ... masalahnya, yang datang si beranak dalam kubur!" Dokter Lucky menghela napas panjang. "Dia itu melihat kamu masuk lift sama si Fariz bukan RM. Dan dia merekamnya! Aku melihat kamu dipeluk sama Fariz gara-gara kena tubruk orang padahal maksud si bukan penyanyi itu kan biar kamu nggak jatuh."
"Terus dia bikin narasi kalau aku ada apa-apa sama Fariz?" senyum Daisy. "Belum tahu saja kalau kita ketemu bang Victor dan mbak Sandra gimana kan? Peluk dan cipika cipiki?"
"Nah, itu! Makanya aku tuh gemas! Elu itu kalau mau bikin narasi ala sinteron, klise banget! Kecuali kalau Jeng Daisy dipeluk sama aktor Hollywood, nah itu baru aku uring-uringan," timpal dokter Lucky.
"Mas, percaya deh. Selama kita saling percaya satu sama lain, jujur apapun seperti yang sudah kita lakukan hampir tiga tahun pernikahan kita, insyaallah aman. Mas Lucky tahu sendiri kan akibatnya kalau selingkuh! Karma itu akan selalu ada Mas. What you did is what you get ( apa yang kamu lakukan itu yang kamu dapat ). What you reap is what you sow ( apa yang kamu tuai adalah apa yang kamu tanam ). Dan itu memang betul. Banyak ayah yang pada masa tuanya terlunta-lunta ya karena saat dia masih muda, dzolim sama istri dan anaknya. Jika nantinya anaknya tidak mengakui ayahnya, jangan marah dan jangan salahkan mereka. Ingat dulu kamu bagaimana memperlakukan mereka. Trauma itu tidak bisa hilang, itu akan tetap ada. Karena itu para pria di keluarga aku, paling anti dan pantang menduakan istrinya! Semua kehancuran bisa terjadi karena kamu dzolim pada istri. Ingat, doa istri dianggap paling berdampak pada rezeki dan karir suami setelah menikah."
Dokter Lucky tersenyum manis. "Makanya aku berikan semua padamu Jeng dan tidak pelit ke kamu dan Kenzie. Alhamdulillah tho, kita berlebih terlepas kamu sudah kaya raya dan aku tidak utak atik. Gaji dan bonus aku lancar, semua investasi aku juga untung banyak jadi bisa beliin perhiasan buat kamu ... beliin helm buat Kenzie ...."
Daisy cekikikan. "Malah ke helmnya Kenzie lho ya!"
Dokter Lucky tersenyum. "Eh, Jeng ... aku kok pengen kita liburan ya?"
"Mau kemana mas? Ke Bali?" tawar Daisy.
"Bosan. Lombok, bosan. Eh, gimana kalau ke hutannya PRC Group? Kan bisa lihat gajah, banyak fauna disana. Kenzie pasti suka!"
"Tunggu Kenzie setahun ya? Bukan apa-apa. Kenzie maybe kuat tapi kita kan tidak tahu di lapangan bagaimana," ucap Daisy.
"Iya juga sih. Kalau sakit, nanti kita yang pusing meskipun kita berdua dokter. Nanti kamu pulang jam berapa?" tanya dokter Lucky.
"Kenapa mas?"
"Mampir ke warung pecel lele nya si Farhan. Agak jauh sih memang tapi sambalnya memang enak," jawab dokter Lucky. "Sambal buatan kamu enak Jeng, tapi beda gitu."
"Jauh lho mas," senyum Daisy.
"Naik Camry kan lebih irit dari Beemer aku."
"Terserah mas Lucky deh!"
***
Dokter Lucky berjalan keluar dari ruangannya dan berpamitan dengan Suster Euis dan Suster Mini. Dia memang tidak kerja di tempat lain dan tetap di RS Bhayangkara. Hanya kadang-kadang saja jasa dokter Lucky dipakai oleh PRC Hospital atas permintaan Hana atau pun Ambar.
"Dok!" panggil Suster Lia saat melihat pria itu mau masuk lift.
"Kenapa suster Lia? Masuk deh!" ajak dokter Lucky ke dalam lift yang terbuka.
Suster Lia pun masuk dan keduanya berada di dalam lift. Suster Lia mendongakkan kepalanya ke dokter Lucky yang lebih tinggi darinya.
"Dok, aku baru saja dapat wangsit."
Dokter Lucky menoleh. "Wangsit apa? Jangan bilang pas kamu bertapa di kamar mandi."
"Betul!" cengir Suster Lia.
"Jorok ih!" cebik dokter Lucky. "Wangsit apa?"
"Ingat tidak korban penusukan yang diperiksa Dok Lucky sebelum dibawa ke ME? Apa tidak berpikir kalau dia pelaku mutilasi?" tanya Suster Lia.
Dokter Lucky terdiam. "Kok kamu bisa mikir begitu?"
"Jadi ingat kasus di Jepang, Dok. Ada cewek dibunuh dan dimutilasi terus polisi cari pembunuhnya sampai tujuh tahun kemudian. Sampai kasih sayembara hadiah tiga juta yen! Nggak tahunya, si pembunuh udah mokat dua hari setelah mayat korban ditemukan," terang Suster Lia. "Ini, aku ada artikelnya!" Suster mungil itu memberikan ponselnya.
Dokter Lucky membaca artikel yang ada di ponsel Suster Lia. Dia tampak berpikir. "Bukan hal yang mustahal juga sih."
"Coba dirundingkan sama pak Victor dan pak Steven Dok. Siapa tahu bisa jadi jawaban misteri yang belum terpecahkan. Sepertinya sel abu-abu otak aku mulai berjalan, Hastings," ucap Suster Lia menirukan gaya Hercule Poirot.
Dokter Lucky hanya melirik sebal. "Kamu ketularan Amura dan Shea."
"Lho, kan benar dok. Kapten Hastings itu tinggi, Hercule Poirot itu pendek. Kan macam kita Dok?" ujar Suster Lia masih dengan gaya jumawa.
"Karepmu lah!" kekeh dokter Lucky.
***
Daisy tersenyum saat melihat suaminya datang menjemputnya dan dia sudah kebayang pecel lele di warung Farhan yang masih ada kekerabatan dengan pak Jampang. ( siapa itu pak Jampang, bisa baca Ghost Detective Season 1 ).
"Kita ketemu sama bang Victor di warungnya bang Farhan?" tanya Daisy bingung.
"Iya. Omongan suster Liliput kok bikin aku kepikiran ya?" jawab dokter Lucky sambil membukakan pintu mobil untuk Daisy.
"Jadi Suster Lia dapat wangsit pas bertapa di kamar mandi?" kekeh Daisy sambil masuk ke kursi penumpang depan.
"Iya. Kan jadi gimana gitu ya?" Dokter Lucky menutup pintu mobilnya dan jalan memutari sisi depan lalu duduk di kursi pengemudi.
"Tapi bisa saja kejahatan itu akan terulang modelnya, motifnya dan akan banyak Copycat karena mereka melihat bagaimana cara melepaskan dari incaran polisi," ucap Daisy.
"Tapi dari semua film yang aku tonton ya Jeng, semua penjahat pasti akan mendapatkan hukumannya. Yakin deh!" jawab dokter Lucky sambil mensetting lagu di audionya.
Tak lama lagu milik Bonnie Pink mengalun.
Ame wa hito wo yondari keshitari
Dare yori mo tegowai majishan ne
Futari wa itsumo damasarete bakari
Subete wa ame de hajimarun deshou...
It's gonna rain!
"Alamat mau hujan ini mas," kekeh Daisy.
"Di bulan Mei?" tanya dokter Lucky.
Tiba-tiba ... rintik hujan mulai turun. Keduanya saling berpandangan.
"Harusnya aku nyetel gerimis ya Jeng."
***
Yuhuuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
hikksss.....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣