Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Nadia dan mikayla kini duduk saling berhadapan di dalam sebuah coffeeshop.
Setelah keduanya memutuskan untuk bertemu.
Nadia menuruti kemauan mikayla yang menunjuk tempat ini untuk bertemu.
"Jadi benar kamu udah ga kerumah jonathan lagi!" Tanya mikayla membuka obrolan.
"Hmm..iya!" Jawab nadia singkat.
"Apa saja yang di ceritakan oleh jonathan tentangku!"
"Bukankah seharusnya kamu yang harus menjelaskan terlebih dahulu agar aku tau bagaimana isi cerita kalian berdua?"
"Apakah sama ataukah berbeda?"
"Udah lah nad..buat apa?"
"Ceritaku sudah pasti sama dengan yang di bicarakan oleh aldo.."
Nadia pun kembali teringat cerita yang di katakan oleh jonathan.
Dan alasan mengapa mikayla kini menjadi anak seperti itu.
"Iyaa..mikayla pun mengaku bahwa dirinya juga sudah kuliah dan melakukan itu semua demi keluarganya.."
"Setelah kematian sang ibu,ayahnya sangat berantakan,meminjam uang dibank dengan jaminan rumah,mabuk-mabukan dan berjudi.."
"Setiap hari rumahnya selalu di datangi oleh penagih hutang yang ga hanya sekali jika ayahnya ga bayar pasti akan menerima kekerasan fisik.."
"Mikayla sangat tersiksa setiap kali mendengar hal itu dari balik pintu kamar pembantu.."
"Iyaa benar,kamar pembantu..karna pernah sekali mikayla hampir dibawa dan akhirnya sang ayah mengaku bahwa mikayla kini tinggal di kampung..yang aslinya hanya kos.."
Nadia pun teringat alasan mikayla melakukan hal seperti itu,ia membutuhkan uang untuk membayar hutang ayahnya,
Ia mengaku bekerja paruh waktu sehingga sedikit demi sedikit bisa membantu mencicil hutang ayahnya yang sampai saat ini pun belum lunas.
Nadia pun menatap nanar wajah mikayla yang terlihat sangat lelah,bawah mata yang nampak kehitaman mungkin karna kurang tidur.
"Ayolah mik..kenapa harus aku tau dari orang lain!"
"Kenapa kamu ga cerita permasalahanmu itu?"
"Kamu punya uang!" Tanya mikayla dengan sinis,
Dirinya sangat tidak suka diberi rasa kasian.
"Apakah masih sangat banyak?"
"Sangat banyak!"
"Dan aku lelah!"
Nadia pun menghampiri mikayla dan memeluk tubuh sahabatnya itu erat-erat.
Hingga tak terasa keduanya pun menangis tersedu-sedu.
"Permisi,ini kopinya.." suara seorang bartender memecah kesedihan mereka.
Dengan buru-buru keduanya saling melepaskan pelukan dan mengusap airmatanya masing-masing.
"Terimakasih kak.." ucap nadia.
Nadia dan mikayla pun bebarengan meneguk es kopi yang mereka pesan.
"Setelah ini mau makan?" Tawar nadia.
"Engga!"
"Aku udah kenyang!"
"Aku dapat gaji pertamaku,jadi kamu harus mau menemaniku makan.."
"Cukup lama kita tidak bertegur sapa.."
"Hahahaha" keduanya pun terkekeh mengingat beberapa hari ini yang terlihat saling menjauh.
"Kenapa kamu berhenti!"
"Bukankah aldo anak yang sangat baik!"
"Masalahnya bukan di aldo.."
"Tapi di bapaknya.."
"Sinis,dingin..iiiii.." ucap nadia sembari bergidik ngeri.
"Hah!"
"Kalau dingin iyaa..tapi kalau sinis masa iya si?"
"Keliatan maksudku.."
"Bikin ga nyaman.." ucap nadia memberi alasan.
Padahal yang terjadi malam itu adalah,ia menghampiri saga yang tengah terlelap dibawah kasur dan mengatakan bahwa ia bersedia tetap mengajar aldo.
Namun ia juga menyetujui persyaratan yang diajukan oleh saga yang membuatnya juga takut.
**********
Saga kini tengah berada di tempat gym langganannya.
Dengan hanya memakai celana pendek berwarna hitam dan kaos polos putih.
Nampak sekali otot-otot yang muncul di lengan dan perut yang membentuk kotak-kotak seperti roti sobek.
Saga mempercepat larinya di atas papan treadmil yang sedang berputar dibawah kakinya sembari memasang pemutar musik yang ia sambungkan dengan alat kecil di telinganya.
Keringat yang mengucur di dahi dan lehernya menambah aura sang duda ini menjadi pusat perhatian setiap perempuan yang datang untuk gym disana.
"Hallo!" Ucap seorang perempuan yang berada di papan treadmil di sebelah kanannya.
Saga yang merasa ada seseorang berbicara dengannya pun segera memperlambat laju treadmil miliknya dan melihat ke kanannya.
Saga hanya menundukkan kepalanya sebagai tanda menerima sapaan.
"Sudah lama gym disini?"
"Sepertinya baru ini aku lihat.." ucap sang wanita yang nampak sekali ingin menggodanya.
"Cukup lama.."
"Sudah punya pasangan?"
Saga mengernyitkan dahinya.
"Wanita ini benar-benar gila,berani-beraninya dia seperti itu.." bathin saga.
"Maksudku,sepertinya kamu datang sendiri.."
"Oh iyaa..istriku sedang dimall sebelah,sedang belanja.." ucap saga asal.
"Aaaa seperti itu.."
"Mau main denganku.." ucap sang wanita tanpa basa basi lagi.
"Apakah kamu mampu melawan istriku?"
"Dia akan sangat marah melihatmu seperti ini dan akan menarik rambutmu dari belakang.."
"Aku saja takut dengannya.."
"Dia perempuan yang sangat mempunyai kuasa.."
Tanpa menjawap pernyataan dari saga,perempuan tersebut pun meninggalkan saga dan kembali bergabung dengan teman-temannya yang lain.
"Haahh ngomong apa aku?"
"Perempuanku punya kuasa!"
"Nadia lah yang akan terus mencariku.."
"Persyaratan! Apa itu persyaratan!"
"Dia akan menurutiku begitu aku menginginkannya.." gumam saga begitu mengingat persyaratan yang diajukan oleh nadia.
Iyaa..persyaratan yang diajukan oleh nadia adalah.
Dia akan mengajar aldo seperti yang sudah di sepakati yaitu rabu,kamis,jum'at.
Saat sedang belajar bersama aldo nadia tidak mau di ganggu.
Jika menginginkan sesuatu tidak boleh di sertai ancaman
Melakukan hubungan hanya boleh satu minggu sekali.
Saga pun beralih kealat yang lain satu persatu.
Awalnya saga sangat bersemangay sekali untuk gym hari ini,namun karna adanya gangguan dan tiba-tiba teringat dengan nadia.
Sagapun meraih handuk kecilnya dan masuk kedalam ruang penyimpanan untuk mengambil tas yang ia simpan di salah satu loker itu.
Didalam mobil yang sudah mengarah ke jalan pulang saga memutar balik laju mobilnya.
Kini ia tengah menuju apartemennya.
Ciiiitt..
Suara decitan mobil yang beradu dengan lantai besmen akibat rem.
Kini saga telah sampai di parkiran apartemen.
Ia membuka bagasi dan mengeluarkan beberapa pakaian yang ia beli kemarin,dan peralatan lainnya.
"Hmm satu minggu sekali?"
"Dia belum merasakan kenikmatannya dan yang akan membuatnya ketagihan.."
"Nadia akan tinggal disini.."
Ucap saga sembari berjalan dengan menenteng tas belanjaannya.