NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:51.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Affair

Alvin mengabaikan ponselnya yang tergeletak di atas meja. Fokusnya saat ini hanya tertuju pada gadis di depannya.

“Kamu tahu, Sil? Semua yang kamu lakukan belakangan ini membuat Om gila! Katakan apa maumu, supaya Om bisa mengambil keputusan. Lima tahun Om menjalani keputusan yang salah. Om tidak mau salah untuk kedua kali. Jadi … sekarang kamu yang menentukan jawabannya.”

Setelah mengatakan itu, Alvin menjauh dari Sisil. Diambilnya ponsel di atas meja, kemudian bergegas keluar dari rumah. Dia perlu menjauh sejenak dari Sisil. Apa yang dikatakannya barusan juga membuatnya terkejut.

Desakan emosi yang dirasakannya akhir-akhir ini, membuat pertahanannya bobol dan tanpa dapat ditahan meluncurlah kalimat pengakuan dari bibir pria itu. Perasaan yang dulu memang sudah tumbuh, kini mulai mekar dan berbunga.

Alvin melihat ponselnya. Sebuah pesan dikirimkan oleh istrinya.

[Mas, aku harus lembur. Jadi aku pulang agak malam. Mas ngga usah jemput, aku bisa pulang naik taksi.]

Alvin sama sekali tidak berniat membalas pesan tersebut. Dia memasukkan kembali ponsel ke saku celananya, kemudian mempercepat langkahnya menuju mini market.

Di rumah, Sisil yang masih shock, sudah terduduk di lantai. Detak jantungnya masih belum kembali normal. Tangannya meraba dadanya yang masih berdetak kencang.

Gadis itu masih belum percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Alvin baru saja mengakui perasaanya. Dan sekarang semua keputusan diserahkan padanya.

Aku harus bagaimana? Batin Sisil bingung.

***

Pukul empat lebih dua puluh menit, Anyelir baru meninggalkan ruang kerjanya. Dia sengaja pulang lebih lambat dibanding rekan satu divisinya. Selain menyelesaikan tugasnya yang memang belum kelar, wanita itu sengaja pulang terpisah dengan Sandi agar tidak memancing kecurigaan.

Sambil menyampirkan task e bahunya, wanita itu memasuki lift. Dia menyandarkan punggungnya ke dinding lift seraya melipat kedua tangannya. Sore ini dia berencana mampir dulu ke apartemen, sesuai janjinya pada Sandi.

Jarak kantor Blue Mart dengan apartemen yang ditinggali Sandi hanya berkisar dua ratus meter saja. Anyelir memilih ke sana dengan berjalan kaki.

Sesampainya di gedung apartemen, dia langsung menuju lantai delapan. Enam digit nomor akses dimasukkan olehnya dan pintu pun terbuka. Suasana di dalam unit apartemen nampak sepi.

“San … Sandi,” panggil Anyelir sambil masuk ke dalam kamar. Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. Rupanya suami orang itu sedang mandi.

Sambil menunggu Sandi selesai mandi, Anyelir menuju dapur. Dia membuatkan dulu dua iced lemon tea untuknya dan Sandi.

Saat sedang memasukkan es batu, dia dikejutkan dengan pelukan Sandi dari belakang. Harum aroma sabun langsung tercium olehnya. Anyelir membalikkan tubuhnya, kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu.

Sebuah ciuman diberikan oleh Sandi. Keduanya langsung terlibat ciuman panas dan intens. Mereka seperti tidak peduli kalau status masing-masing adalah suami dan istri orang. Hubungan Sandi dan Anyelir sudah semakin dekat dan melewati batas pertemanan.

Nafas keduanya nampak terengah usai melakukan ciuman panjang tadi. Sandi menyatukan kening mereka.

“Kamu mau kita berhenti sampai di sini saja?” lirih Sandi. Pria itu sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Sudah beberapa kali dia gagal tidur bersama rekan kerjanya ini.

Tidak ada jawaban dari Anyelir. Wanita itu menelan ludahnya kelat melihat tetesan air di dada Sandi yang tidak tertutup apa pun. Hanya pinggangnya yang tertutup handuk berwarna putih. Dari baliknya dia bisa melihat sesuatu yang menyembul.

“Aku mandi dulu,” jawab Anyelir sambil mengedipkan sebelah matanya.

Wanita itu segera menjauh dari Sandi. Dia masuk ke dalam kamar kemudian menuju kamar mandi. Dia memenuhi dulu bath tub. Sambil menunggu air penuh, dia melepaskan pakaiannya satu per satu. Pakaiannya digantung agar tidak terkena percikan air.

Selanjutnya dia menambahkan sabun dan cairan aroma terapi ke dalam bak mandi. Setelah ketinggian air dirasa cukup, wanita itu segera masuk ke dalam bath tub.

Mata Anyelir terbuka ketika mendengar suara langkah kaki. Sandi ternyata sudah berada di samping bath tub. Pria itu melepaskan handuk yang menutupi tubuhnya, lalu masuk ke dalam bath tub. Dia memposisikan diri di belakang Anyelir.

Keduanya menikmati acara berendam berdua. Sesekali tangan Sandi mengusap tubuh Anyelir, menyentuh titik-titik sensitif hingga wanita itu terbuai. Anyelir memejamkan matanya, menikmati sentuhan Sandi di tubuhnya.

Anyelir membalikkan tubuhnya. Dia mengangkat tubuhnya kemudian duduk di pangkuan Sandi. Kedua tangannya memeluk leher sang pria. Mereka pun kembali terlibat ciuman panjang nan panas. Suara decapan mereka memenuhi seisi kamar mandi.

Sudah tidak ada jarak lagi di antara mereka. Batasan pertemanan dan rekan kerja sudah didobrak.

Setan sudah membimbing mereka untuk terjerumus ke dalam dosa. Pengkhianatan terbesar dalam pernikahan mereka sedang terjadi saat ini. Mencari kepuasan bukan dari pasangan sahnya.

Sambil menggendong tubuh Anyelir, Sandi keluar dari bath tub. Pria itu berjalan keluar dari kamar mandi. Dia membaringkan tubuh Anyelir di atas ranjang, lalu dengan cepat dia berada di atasnya. Pasangan itu mulai bergelut di atas ranjang. Saling memerah keringat dan memuaskan satu sama lain.

***

Hari sudah beranjak malam. Alvin dan Sisil hanya berdua saja di rumah. Keduanya sekarang sedang berada di meja makan. Menikmati makan malam dalam keheningan. Peristiwa tadi siang masih terbayang di benak keduanya hingga membuat suasana menjadi canggung.

“Ehm … Tante Anye belum pulang, Om?” tanya Sisil memecah keheningan di antara mereka.

“Dia lagi lembur katanya.”

“Om ngga mau jemput gitu?”

“Dia ngga minta dijemput. Mau pulang naik taksi aja.”

“Ooh ….”

Hanya itu yang keluar dari mulut Sisil. Namun percayalah, pikirannya tidak sesederhana ucapannya tadi. Dia langsung menghubungkan video yang didapatnya tadi dari Rian.

Jangan-jangan Tante Anye lembur di kasur bareng laki-laki itu?

Tanpa sadar Sisil menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran buruknya dan tertangkap oleh Alvin.

“Kamu kenapa?”

“Eung … ngga apa-apa, Om. Tante Anye rajin banget ya, kerjanya sampai malam begini,” Sisil mencoba memancing kecurigaan Alvin. “Tante sering lembur kaya gini, Om?”

“Baru setahunan ini,” jawab Alvin cuek. Sepertinya dia memang sudah tidak peduli pada istrinya.

“Ehm … maaf Om, kalau aku lancang. Tapi … sampai kapan Om akab bertahan dengan kondisi rumah tangga seperti ini?” tanya Sisil hati-hati. Gadis itu seakan lupa dengan pembicaraan keduanya tadi siang.

“Sampai Om dapat jawaban pasti darimu.”

Sisil terjengit ketika Alvin tiba-tiba bangun. Dia menumpukan kedua tangannya di meja kemudian mencondongkan tubuhnya ke Sisil yang duduk di hadapannya. Nafas Sisil seketika langsung tercekat. Untuk kedua kalinya kejadian seperti ini terulang lagi.

“Apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini karena kamu memang memiliki perasaan pada Om, atau kamu hanya ingin membuat Anye cemburu? Jawab, Sil!”

Sisil hanya menelan ludahnya kelat. Ingin rasanya dia memalingkan wajah, tapi mata Alvin seperti magnet yang membuatnya tak bisa berpaling.

Waktu seakan berhenti di antara keduanya. Suasana sekitar terasa sunyi, hanya terdengar suara detik jam yang bergerak lambat.

Di luar rumah, sebuah mobil berhenti. Anyelir turun dari dalamnya. Puas menghabiskan waktu dengan Sandi, wanita itu pulang menggunakan taksi online. Ketika dia masuk ke dalam rumah, langkahnya terhenti melihat adegan di ruang makan.

***

Doakan ya semoga retensi tinggi dan lolos bab 20 terbaik, aamiin🤲🏻

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ish ko gitu sih Rian 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
surprise 🤣
Lila
karepmu lah Nye..atur2 aja gmna baiknya menurut kamu..
yg penting nti di Ending om Alvin ttp sma sisil🤭
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Untunglah Sisil sdh laporan ama Kirana. Jd sebenarnya usaha tuh sia-sia aja 🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq masih positif mak 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: positif thinking loh mak😎😎
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jgn2 mau taruh kamera nih si rian. aq msh positif thinking loh amamu. jangan mengecewakan ya
Kusii Yaati
tuh kan bener Rian berkhianat.... dasar penghianat, walau pun kamu mencintai Sisil tapi cinta kan nggak bisa di paksa...males ah😤
Hasnawati Hasna
ternyata memang benar bahwa tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan, ujung ujungnya ada hati c i n t a 😄😄😄
Hasnawati Hasna
aduhhh Rian mah TTM teman tapi musuh, dalam selimut pula 🤣🤣🤣
Humaira
ternyata rian seorang pengkhianat, musang berbulu domba 😤😤
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
dikira Rian anak kemarin sore yang lugu gitu.pasti Rian punya cara sendiri menghadapi Anye yang suka berkelit dan manipulatif
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kalau Anye bisa menekan dan mengancam Rian, Rian juga pasti punya cara yang lebih cerdik menghadapi Anye.
Safitri Agus
Rian apa sih mau mu😏
Rahma Habibi
berharap rian narokamera atau cctv di apart nya sandi dan masih berharap rian baik tapi semuanyadi tentukan oleh author...
Eka Burjo
Rian, kukira kamu cerdas, ternyata 🙄
Eka Burjo
ku kira Rian cerdas
ana17
pembaca kecewa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm Rian kamu jahara /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
kata kuncinya CIN-TA.... Rian melakukan keculasan karena dia ada hati sama Sisil...makanya dia bekerja sama dgn Anye untuk bisa mendapatkan Sisil dan memisahkan dgn Alvin
kamu mah gk gentleman Yan.....
dgn cara curang apakah kamu akan mendapatkan Sisil ?
cinta gk bisa di paksakan Man /Smug/
kamu akan merasakan akibatnya suatu saat nanti ....tunggu aja waktu yg tepat Yan ....pasti kamu akan menyesal melakukan culas pada Sisil /Curse/
yumna
ryan kirain km berada d pihal.ssil....mau naro alat pelacak dan rekaman d apartmb sandi eh ga taunya mau hapus vdionya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!