seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Malam harinya Aluna duduk di balkon kamar,menatap langit yang dipenuhi bintang,angin malam berhembus menerpa wajah cantiknya,dia tersenyum mengingat kejadian pagi tadi,tatapan pria itu tajam,dan dingin tapi anehnya dia tidak merasa takut yang ada dadanya berdebar kencang "kenapa tatapan pria itu berbeda, seolah menarikku"ucapnya bingung. tiba-tiba ketukan dipintu membuyarkan lamunan nya
Tok tok tok
"Aluna, ini mommy nak"ucap Sera dari arah pintu
"iya mom, masuk saja" balasnya sambil melangkah mendekati pintu
Pintu terbuka dari luar ,Sera melangkah masuk menghampiri putrinya , memperhatikan' putrinya seperti sedang memikirkan sesuatu', tapi Sera mengurungkan niat nya untuk bertanya.
"sayang ayo kita makan malam, Daddy sudah menunggu" katanya menggenggam tangal Aluna
"astaga,, maaf mom, membuat kalian menunggu"balasnya merasa bersalah
"tidak apa-apa sayang, jangan dipikirkan, ayok kita turun" katanya, mengusap bahu putrinya lembut menenangkan.
mereka melangkah bersama menuruni anak tangga menuju ruang makan,bisa dia lihat Daddy nya sudah menunggu dimeja makan, lalu Aluna menghampiri dan mencium pipi Daddy nya" maaf, membuat Daddy menunggu,"katanya sambil melepaskan pelukan
Daniel tersenyum hangat ke arah putrinya" tidak apa-apa sayang, duduklah kita makan bersama"
Dengan cekatan Sera menyiapkan nasi untuk suami "segini cukup dad?"tanyanya
"cukup mom,lauknya ayam goreng sama sambal"ucap Daniel lembut
Lalu Sera beralih ke putrinya " mau lauk apa sayang"tanyanya perhatian
Aluna tersenyum haru, mommynya selalu saja memanjakan nya padahal dia sudah dewasa,itu yang membuatnya tidak pernah ingin jauh dari orangtuanya, bahkan kuliah pun dia memilih di dalam negri, tidak seperti abangnya yang kuliah di Luar negri, alasan utamanya tidak ingin jauh dari mommy dan Daddy nya.
"biar Aluna saja mom yang ambil sendiri" balasnya lembut
"baiklah, makan yang cukup , hari ini spesial mommy yang masak untukmu"katanya lembut
"oh ya, wah mommy ku ter the best" balasnya mengacungkan jempol dan tersenyum bahagia
Daniel dan sera tertawa bersama" sudah sayang, ayo kita makan" kata Daniel melanjutkan
...****************...
setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, lalu Daniel membuka percakapan
"besok Darren akan pulang"ucap Daniel
Sera dan aluna langsung menoleh ke arahnya,
mereka tersenyum bahagia
Mata Aluna berbinar"akhirnya Abang pulang juga" serunya
Sera menanggapi dengan tersenyum hangat" bagaimana kalo kita telpon dia sekarang dad,"
"baiklah"Daniel mengambil ponselnya lalu menelpon Putranya
...📞 Putraku Darren...
panggilan tersambung....
Tidak lama lalu suara berat menyahut dari ujung telpon:
Darren:" hallo, assalamualaikum dad"
Daniel:"waalaikumsalam nak, apa Daddy mengganggu waktumu?"
Darren "tidak dad, aku sedang free, ada apa?"
Daniel:" Mommy dan adikmu ingin bicara"lalu Daniel menyerahkan ponsel ke arah istrinya,
Sera:"hallo sayang, apa kabar?"
Darren:"Alhamdulillah aku baik-baik saja mom, lalu bagaimana kabar mommy dan Aluna?"
Sera:"Alhamdulillah kami juga baik nak"
Aluna berbisik di telinga ibunya'mom bilang ke Abang aku mau dibawakan oleh-oleh'
Darren:"syukurlah,"
Sera:"adikmu ingin dibawakan oleh-oleh"
Darren:"tentu mom, aku sudah menyiapkan sesuatu untuknya, "
Sera:" yasudah , istirahat lah besok hati2 di jalan "
Darren " iya mom, aku tutup dulu telpon nya
Assalamualaikum "
Sera:"waalaikumsalam "
Panggilan pun berakhir,Sera menghela napas lega setelah menghubungi putranya, Daniel mengusap lembut punggung tangan nya" tenanglah dia pasti baik-baik saja" katanya.
Sera hanya menanggapi dengan tersenyum lega.
"dad,mom, bagaimana kalau kita membuat kejutan untuk Abang"seru Aluna semangat
Daniel dan Sera saling pandang, lalu tersenyum menyetujui ide putrinya
"Daddy setuju, apa kamu punya ide sayang"?tanya Daniel kepada istrinya
Sera tampak berpikir,lalu dia tersenyum cerah" bagaimana kalo kita sambut kepulangan nya dengan makan malam bersama, aku akan menyiapkan makanan kesukaannya "serunya
Lalu Aluna menimpali ide ibunya"aku setuju mom, dan nanti kita saja yang menjemput Abang, tapi Abang tidak boleh tau, biasanya kan Abang kalau pulang di jemput pak Adi(supir pribadi keluarga Xander), "
Daniel menganggukan kepalanya puas dengan ide istri dan anaknya.
"oke Daddy setuju"
"Dad, apa boleh aku undang Hera dan keluarganya, dulukan Abang temenan sejak kecil dengan Fian"ucap Sera
"yah aku setuju, kamu hubungi saja hera, dan suruh ajak Fian,pasti Darren akan senang bertemu teman masa kecilnya"balas Daniel
"yasudah nanti pagi aku hubungi Hera, sekarang sudah malam mari kita istirahat"ucapnya, mengakhiri malam hangat penuh bahagia.
...****************...
pagi harinya di rumah keluarga Xander, para pelayan sibuk menyiapkan bahan-bahan makanan untuk makan malam nanti,Sera pun tidak tinggal diam ,dia mencatat apa saja yang harus di beli dan jangan sampai ada satupun bahan yang terlewat, pelayan yang berdiri di samping menatap kagum nyonyanya , selain cantik dan pintar berbisnis,sera pun pintar memasak dari mulai menu Nusantara sampai menu luar negri, pembawaan nya yang tenang menambah aura wibawanya sebagai nyonya Xander.
"ini yang harus kamu beli, jangan lupa beli kue di toko langgananku,ini uangnya kamu perginya sama pak Adi" katanya panjang lebar
"baik nyonya,"balas pelayan itu sambil menunduk hormat lalu berlalu pergi.
Sera menghela napas lega, satu-satu tugasnya sudah selesai sekarang tinggal menghubungi ibu dan mertuanya, lalu menghubungi Hera
...****************...
Berbeda di kediaman Xander, berbeda pula di kediaman Ammar, hera yang menerima telpon dari Sera tersenyum bahagia, menurutnya ini bukan hanya makan malam biasa karna dia bisa sekalian mempertemukan Fian dengan Aluna,,
Ammar yang memperhatikan istrinya senyum senyum sendiri pun mengerutkan kening
"kamu kenapa ma, senyum senyum terus dari tadi" katanya dengan nada heran
" ah nggak pa, ini aku di telpon sera, katanya hari ini Darren akan pulang jadi kita di undang makan malam di rumahnya" balasnya tersenyum bahagia
"tapi sepertinya kamu sangat bahagia sekali mah, ada apa"ucap Ammar menatap istrinya curiga
Hera tersenyum penuh arti "aku dan Sera berencana mempertemukan Fian dan Aluna, tapi tidak terang2an , papa ngertikan maksudku" katanya
Ammar menghela nafas, sudah dia duga istrinya pasti memiliki rencana" ya aku paham, tapi ingat jangan memaksa"peringat Ammar tegas
"tenang saja papa tidak perlu hawatir"balasnya tersenyum menenangkan.
......................
...Dirumah sera...
Aluna yang memperhatikan ibunya sibuk menelpon lalu menghampiri dan duduk di sampingnya,
Stelah selesai menghubungi keluarganya Sera menghela nafas lega.
Aluna menatap ibunya dengan hangat" ada yang bisa aku bantu mom?" tanyanya lembut
Sera menoleh lalu tersenyum haru dengan perhatian kecil putrinya " tidak sayang sudah selesai, tinggal kita siapkan pakaian saja" balasnya.
Aluna mengangguk lalu tersenyum sebagai jawaban, "apa Oma dan eyang akan datang mom?"
"iya Oma dan eyang akan datang , mereka sangat bahagia mendengar kabar Abang akan pulang"balasnya
"syukurlah, aku juga sudah rindu Oma dan eyang, "serunya senang
sera tersenyum tipis lalu melirik ke arah jam dinding,lalu menoleh ke arah putrinya " sebentar lagi Daddy sampai , kita harus segera bersiap menjemput abang" ucapnya
" iya mom aku ke atas dulu ganti baju' jawabnya
"iya sayang ,ayo bersama mommy juga mau bersiap" serunya sambil menggandeng tangan Aluna menuju lantai 2.
......................
Setelah bersiap mereka turun kebawah, dan di ruang tamu sudah ada Daniel yang duduk menunggu mereka.
Daniel menoleh mendengar langkah kaki mendekat ke arah nya"sudah siap"tanyanya
Sera tersenyum "sudah, ayo kita berangkat" balasnya
Mereka melangkah keluar dan masuk kedalam mobil , kali ini Daniel yang memegang kemudi tidak ada supir,karna dia Ingin quality time dengan keluarganya.
Dari rumah ke bandara setengah jam menempuh perjalanan, mereka turun dari mobil lalu masuk ke area bandara , Daniel melangkah menuju raung tunggu di ikuti Sera dan Aluna di samping nya.
Tidak lama setelah duduk pengumuman pesawat london-jakarta sudah landing, mereka menghela napas lega melirik ke pintu keluar, tepat setelah nya Darren keluar menggeret koper, Daniel yang melihat nya langsung berdiri dan melangkah mendekat begitu pula Aluna dan Sera mengikuti dari belakang.
Darren terkejut melihat orangtua dan adiknya datang menjemput ,lalu menghampiri dengan senyum lebar, senyum yang jarang dia perlihatkan kepada siapapun kecuali keluarganya.
Darren langsung memeluk ayahnya" dad" ucapnya lalu menyalami ayahnya.
"selamat datang kembali nak"balas Daniel tersenyum bangga.
Darren membalas dengan tersenyum hangat
lalu perhatian nya teralih kepada ibu dan adiknya, Darren menggeser sedikit posisi berdiri menghampiri Sera memeluknya "mommy"sapanya singkat lalu mencium dahi ibunya.
mata Sera berkaca-kaca terharu melihat putranya,"iya sayang, mommy rindu putra mommy" ucapnya
"aku juga rindu mom"balasnya sambil melepaskan pelukannya
lalu Darren menoleh ke arah adiknya dia tersenyum hangat, mendekat lalu memeluk Aluna "adik Abang yang cantik ,kesayangan Abang , " ucapnya
"Abang"balasnya lirih, Aluna tidak bisa menahan tangisnya, dia benar2 rindu abangnya.
"hey, kenapa menangis Hem?" katanya sambil mengusap air mata Aluna.
"Luna rindu"lalu dia peluk lagi tubuh tegap itu.
Darren mengusap usap kepalanya"sudah, malu di lihat orang," balasnya lalu melepaskan pelukan adiknya.
Sera yang melihat itu lalu merangkul baru putrinya " ayok kita pulang , kasihan Abang butuh istirahat".
Mereka melangkah pergi meninggalkan bandara.
Di mobil Sera duduk di belakang dengan Aluna sedangkan Darren duduk di depan memegang kemudi Daniel sendiri duduk di samping nya.
"kita makan siang dulu di restoran langganan, Daddy sudah pesan ruang VIP"katanya
"baik dad" balas Darren singkat.
Setibanya di restoran, mereka di sambut langsung oleh managernya"selamat siang tuan Xander mari saya antar ke atas.
Daniel hanya merespon dengan mengangguk.
Dilantai atas ruang VIP meja makan telah penuh dengan hidangan mewah dan aneka dessert, asapnya masih mengepul tanda kalau hidangan itu baru di sajikan.
mereka lalu duduk dan menikmati hidangan dengan tenang, sesekali bercerita, membahas segala hal .
Sengaja Daniel memilih ruang VIP agar lebih leluasa,lebih private dan lebih hangat tentunya.
"bagaimana kuliahmu dek,"tanya Darren
"Alhamdulillah lancar bang, bulan depan aku wisuda" jawab Aluna
Darren tersenyum bangga" selamat dek. Mau hadiah apa dari Abang?" tanyanya.
Aluna menatap Darren terharu" bagi Luna Abang hadir nanti pas wisuda itu adalah hadiah paling berharga"balasnya
"baik, Abang janji "ucapnya mantap.
"terimakasih bang " balasnya tersenyum tulus
Daniel dan Sera saling pandang, tersenyum bahagia melihat putra dan putrinya hidup rukun dan bahagia.
Mereka berdoa didalam hati'semoga kebahagian ini selamanya.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤