Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SENYUMAN YANG BERBAHAYA
Saat mereka hendak berjalan pulang, mereka di hadang oleh Jay dan kawan-kawan nya yang di tugaskan bos untuk mencari andi, Bayu dan Dimas.
"Kalian berhenti.
Serentak Bima, Andi dan yang lainnya menoleh ke arah suara yang menghentikan mereka.
"Itu itu jay
Ucap andi, dengan suaranya yang bergetar.
"Jay, Kalian kenal?
Tanya bima.
"Yaa kami sangat kenal, dia termasuk salah satu anak buah bos yang termasuk kuat
Dia memiliki tenaga dalam dan juga sangat licik.
Dimas MULAI menceritakan semua tentang jay dan kelompok-kelompoknya,
singkat cerita.
"setiap preman di bagi beberapa kelompok dan kelompok Jay termasuk kelompok yang sangat tidak berperasaan.
Tidak hanya di kampung ini Mereka juga berkuasa di beberapa kampung, banyak juga anak gadis orang yang mereka lecehkan.
Mereka tidak pernah melepaskan targetnya, jika sudah di targetkan maka mereka sudah pasti tidak akan selamat.
Para kades di setiap kampung tidak berani melawan atau pun melaporkan mereka, karna Mereka mengancam sebelum polisi datang keluarga mereka sudah pasti binasa.
Jay yang mendengar Andi menceritakan tentang dirinya ketawa.
"Hahaha apa sekarang kalian baru merasakan takut.
Ucap Jay
Dimas, Andi dan bayu bersembunyi di belakang bima.
"Hey kalian bertiga kemarin, dasar kalian penghianat.
Jay memanggil mereka dengan nada marah.
Bima sibuk melihat jam di tanganya, karna dia hawatir anak-anak itu akan tersesat karena dia sudah memasang pelindung ilusi sekitar rumahnya dan takut Mereka lama berkeliling di dalam dinding ilusi yang dia buat
Bima berkata dalam hatinya,
"Aku harus cepat menyelesaikan ini, kasihan Wahyu dan Randy.
Aku harus cepat pulang.
Jay yang melihat bima melamun mengira bima takut sama dia.
"Bocah klau kau takut mending lepaskan mereka, maka akan ku biarkan kamu tinggalkan satu tanganmu di sini lalu pulang.
"Kamu mau Mereka bertiga?
Ucap bima
"Yaa jawab jay.
"Kalau begitu lawan aku dulu, Kalau satu pukulan kalian bisa mengenai ku maka silahkan bawah mereka pergi bersama kalian.
"Wah bocah ucapan mu begitu sombong.
Andi dan yang lainnya merasa hawatir, karena mereka tau Jay adalah orang yang licik.
Dia aka melakukan segala cara, yang penting tujuannya tercapai.
"Bima kami harus hati-hati, Jay adalah orang yang licik.
"Diam kalian para penghianat, tunggu aku menghajar bocah ini.
setelahnya ku hajar kalian.
Hei kalian semua lingkarin dia dan serang bersamaan, hidup atau mati terserah kalian.
Bocah sekarang tamatlah riwayatmu.
Jay terlalu memandang enteng lawan.
Bima mulai tersenyum, Andi, Bayu dan Dimas melihat itu langsung teringat.
"Bukankah saat bima tersenyum.....
Belum selesai mereka bertiga berbicara, mereka semua sudah terlempar jauh, hingga terpental di kayu dan di semak-semak.
"Apaku bilang, pemandangan itu persis ku lihat pas dia meratakan semua pohon di belakang rumahnya, saat itu di tersenyum.
Ucap Bayu
Jay yang melihat itu kaget,
"tidak mungkin, hanya sekali hentakan mereka semua terlempar.
hei kalian semua bangun, serang lagi.
"kami sudah tidak sanggup bang.
Sebenarnya seberapa kuat anak ini, hanya dengan sekali serangan mereka semua tidak sanggup lagi melawan.
Ucap Jay dalam hatinya.
"Kau mau maju, aku sedang ada urusan jadi cepat lah.
Ucap bima.
Tidak boleh aku harus cari tau dulu sampai mana batas kekuatan dia
Ucap Jay dalam hatinya
"Kali ini ku biarkan kalian ber empat lain kali tidak akan ku biarkan.
Jay dan kawan-kawan nya pergi lari terbirit-birit tanpa menoleh.
"Wah kamu keren bima.
"Iya keren sekali.
"Tapi bima apa tidak apa-apa Mereka di biarkan, pasti mereka akan pergi lapor ke bos.
"Biarkan saja aku lagi buru-buru, lain kali yaa tinggal hajar lagi gimana.