NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 airmata bahagia

...Matahari yang tadi terasa panas menyengat, kini terasa begitu hangat dan menyenangkan bagai membelai wajahnya.

Ia berhasil! Ia benar-benar berhasil diterima!

Rasa lelah, rasa panas, dan rasa capek berjalan kaki seharian itu seketika hilang tak berbekas. Yang tersisa sekarang hanyalah rasa syukur yang tak terhingga dan rasa bangga yang membuncah di dada.

Aaryan berhenti sejenak di trotoar, menatap langit biru dengan mata berkaca-kaca.

"Ya Allah... terima kasih... terima kasih telah mendengar doaku," bisiknya lirih dengan suara bergetar. "Engkau tidak membiarkan hamba-Mu ini jatuh terlalu lama. Engkau masih memberiku kesempatan untuk membuktikan diri."

Air mata haru itu akhirnya jatuh juga. Menetes di pipi gantengnya yang masih basah oleh keringat. Tapi itu adalah air mata kemenangan.

Ia memandang kertas surat keputusan penerimaan kerja yang ia pegang erat-erat di tangan. Kertas sederhana itu, baginya sekarang jauh lebih berharga daripada cek bernilai miliaran rupiah yang dulu sering ia tanda tangani.

Ini adalah bukti nyata. Bukti bahwa Aaryan Singhania masih ada gunanya. Bahwa ia bisa berdiri tegak dengan kemampuan sendiri, bukan karena nama besar ayahnya atau harta ibunya.

 

Dengan langkah yang terasa melayang, ia berjalan menuju halte bus. Kali ini ia tidak merasa malu atau risih naik kendaraan umum. Justru ia merasa bangga.

Di dalam bus yang penuh sesak itu, Aaryan justru tersenyum-senyum sendiri. Orang-orang mungkin menganggapnya aneh, tapi mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Mereka tidak tahu bahwa pria sederhana di sudut bus ini baru saja memenangkan pertarungan terbesar dalam hidupnya.

Pikirannya terus melayang membayangkan wajah Maheera.

"Sayangku... kamu pasti akan sangat senang mendengarnya. Kamu pasti akan bangga padaku," batinnya bergumam penuh cinta.

Ia membayangkan nanti saat ia menyerahkan gaji pertamanya—walaupun mungkin jumlahnya tidak seberapa, mungkin hanya cukup buat makan sebulan dan sedikit tabungan—tapi itu adalah uang hasil keringatnya sendiri. Uang halal yang didapat dengan jerih payah.

Dan bagi Aaryan, melihat senyum bahagia Maheera saat menerima uang itu, melihat mata istrinya berbinar bangga... itu adalah bayaran termahal yang tidak bisa dibeli dengan uang berapapun.

 

Sesampainya di dekat rumah kontrakan mereka, Aaryan sempatkan diri mampir ke sebuah toko kelontong kecil.

Ia mengeluarkan sedikit uang dari saku celananya—uang bekal yang ia bawa pagi tadi—lalu membeli beberapa hal.

Ia membeli sebungkus permen cokelat kesukaan Maheera, dan juga membeli buah-buahan segar seperti apel dan jeruk.

"Mesti ada suvenirnya dong buat istri tercinta," pikirnya geli. "Walaupun sederhana, tapi ini simbol rasa sayang."

Dengan membawa kantong kertas kecil berisi buah dan cokelat, serta berkas lamaran yang sudah berubah menjadi surat penerimaan kerja, Aaryan berjalan mendekati pintu rumahnya.

Jantungnya berdegup kencang bukan main, campuran antara rasa lelah, bahagia, dan rasa ingin segera memeluk istrinya.

Ia mengetuk pintu pelan.

Tok... Tok... Tok...

 

Di dalam rumah, Maheera yang sejak tadi menunggu dengan cemas dan gelisah, langsung berlari kecil mendengar suara ketukan itu.

"Mas Aaryan pulang!" serunya dalam hati.

Dengan tergesa-gesa ia membuka pintu. Dan saat pintu terbuka, terlihatlah sosok suaminya berdiri di sana dengan wajah lelah namun tersenyum sangat lebar, sangat tampan, dan sangat bersinar.

"Assalamualaikum, Sayangku..." sapa Aaryan dengan suara berat namun penuh sukacita.

"Waalaikumsalam, Mas..." jawab Maheera pelan, matanya langsung menatap wajah itu khawatir. "Gimana, Mas? Gimana hasilnya? Ada yang mau menerima Mas nggak?"

Aaryan tidak langsung menjawab. Ia sengaja memasang wajah datar sebentar, membuat Maheera semakin tegang.

Tapi tak sampai beberapa detik, wajah itu pun mekar dengan senyum kemenangan.

"Alhamdulillah, Sayang... ALHAMDULILLAH!" seru Aaryan mengangkat kedua tangannya. "Aku diterima! Aku diterima kerja, Sayang! Di perusahaan yang ketiga! Aku dapat pekerjaan!"

Brak!

Kantong belanjaan jatuh dari tangan Maheera saat mendengar kabar itu. Matanya langsung terbelalak lebar, mulutnya terbuka menahan kaget, dan seketika air mata bahagia membanjiri pipi putih itu.

"B-Benarkah, Mas?! Serius?! Mas diterima?!" teriaknya tak percaya.

"Benar dong! Lihat ini!" Aaryan menunjukkan kertas surat itu dengan bangga. "Mulai besok aku sudah bisa masuk kerja! Dan nanti akhir bulan pertama ini, aku sudah bisa dapat gaji!"

Tanpa menunggu lama, Maheera langsung menerjang masuk ke dalam pelukan suaminya. Ia memeluk tubuh itu seerat-eratnya, menangis tersedu-sedu di dada bidang itu.

"Ya Allah... terima kasih... terima kasih..." isaknya bahagia. "Aku tahu Mas pasti bisa! Aku tahu Mas pasti berhasil! Mas hebat... Mas benar-benar hebat!"

Aaryan tertawa bahagia, memutar-mutar tubuh istrinya itu di halaman kecil rumah mereka. Angin sore berhembus sepoi-sepoi seolah ikut merayakan kebahagiaan mereka.

"Nah, ini buat kamu..." Aaryan mengambil kantong plastik tadi, memberikan buah-buahan dan cokelat itu. "Sedikit saja hadiahnya. Nanti kalau gajian pertama, aku beliin yang lebih banyak lagi ya."

Maheera menerima itu dengan tangan gemetar. Ia tidak peduli isinya apa. Yang penting ini pemberian suaminya, ini tanda bahwa suaminya sudah berhasil bekerja.

"Makasih ya, Mas... semuanya terasa enak dan mahal banget karena dari Mas," ucap Maheera manja sambil membuka bungkus cokelat dan menyuapkan sedikit ke mulut Aaryan.

Manis. Rasanya sangat manis. Seperti hidup mereka sekarang. Manis karena perjuangan, manis karena kesabaran, dan manis karena cinta yang tulus.

Malam itu, rumah kecil mereka kembali dipenuhi tawa dan canda. Mereka makan malam dengan lahap dan penuh rasa syukur.

Aaryan sudah punya pekerjaan. Ia punya tanggung jawab baru. Dan ia siap menjalani semuanya dengan hati yang lapang.

Mereka membuktikan pada dunia, bahwa dengan kerja keras, doa, dan cinta... segalanya pasti akan menjadi indah pada waktunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!