NovelToon NovelToon
Terikat Luka, Terlahir Cinta

Terikat Luka, Terlahir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: M. ZENFOX

Erlangga Mahardika Pratama—seorang CEO muda yang dikenal dingin dan tak tersentuh—terbiasa mengendalikan segalanya dalam hidupnya. Hingga satu hari, sebuah kegagalan cinta menghancurkan pertahanannya, dan mempertemukannya dengan Zea Anindhita Kirana, gadis sederhana yang datang tanpa rencana… namun perlahan mengisi ruang kosong di hatinya.

Hubungan mereka tumbuh dalam diam—penuh tarik ulur, perbedaan dunia, dan luka yang belum sembuh. Di tengah kehangatan yang mulai tercipta, kebahagiaan itu justru direnggut oleh sebuah kebohongan kejam.

"Kadang, cinta datang bukan untuk dimulai... tapii untuk di perbaiki"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. ZENFOX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ruangan

"Pasti mahal..." gumamnya pelan sambil mengunyah roti gandum yang masih terasa renyah. "Orang kaya memang beda. Sarapan saja rasanya seperti makan malam di hotel bintang lima. Makanannya enak, tapi yang beli orangnya minta ampun menyebalkannya."

Begitu tenaganya terisi, Zea tidak ingin membuang waktu. Ia sadar, statusnya sekarang adalah pekerja, dan ia tidak ingin memberi celah bagi Erlangga untuk merendahkannya lagi. Ia menyingsingkan lengan baju dan mulai menjalankan "tugasnya".

Selama hampir dua jam, apartemen seluas lapangan bola itu menjadi saksi bisu kerja kerasnya. Zea menyapu setiap sudut, mengepel lantai marmer hingga mengilap seperti cermin, membersihkan dapur yang sebenarnya sudah bersih, hingga mengelap kaca-kaca jendela tinggi yang menampilkan pemandangan kota.

"Besar banget..." keluhnya sambil memeras kain pel untuk kesekian kalinya. "Ini apartemen atau lapangan futsal? Kenapa satu orang butuh ruang seluas ini? Apa dia kalau mau ke toilet harus naik ojek dulu?"

Setelah semuanya selesai dan apartemen itu tampak jauh lebih segar, Zea berdiri di tengah ruang tamu dengan tangan di pinggang. Ia menatap hasil kerjanya dengan puas. "Nah, setidaknya sekarang tempat ini sudah pantas ditinggali manusia, bukan monster, walau pemiliknya masih mirip monster sih."

Tanpa membuang waktu, ia mengambil tasnya dan segera kembali ke rumah kontrakannya. Ia masih harus bersiap-siap untuk kuliah. Bagi Zea, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar jangka panjang dari jeratan kontrak gila ini.

Di Sisi Lain — Kantor Erlangga Group

Di lantai teratas gedung pencakar langit yang megah, Erlangga sedang duduk di balik meja kerja mahoninya yang besar. Fokusnya tertuju sepenuhnya pada tumpukan laporan tahunan dan proposal investasi. Ia adalah mesin kerja yang sempurna, sampai ponsel di atas meja bergetar hebat.

Mamah

Erlangga menghela napas panjang. Ia sudah bisa menebak badai apa yang akan menerjangnya.

"Halo, Mah," ucapnya datar saat mengangkat telepon.

"ERLANGGA MAHARDIKA!" Suara di seberang sana melengking begitu keras. "Kenapa kamu meninggalkan Sarah sendirian di restoran?! Tante Lestari menelepon Mamah sejak tadi pagi sambil menangis! Katanya kamu malah membawa kabur pelayan restoran?!"

"Itu bukan urusan Mamah. Sarah bukan tipeku, dia terlalu banyak bicara soal harga tas daripada harga diri," jawab Erlangga dingin.

"BUKAN URUSAN MAMAH KATAMU?! Kamu mempermalukan keluarga kita! Mau ditaruh di mana muka Mamah?"

"Taruh di tempat biasanya saja, Mah. Aku sibuk. Malam ini aku menginap di apartemen. Banyak kerjaan."

Tanpa menunggu balasan, Erlangga memutus sambungan telepon, tak tahu kenapa ketika mamanya menyebut wanita itu ia langsung badmood. Tak lama kemudian, pintu ruangannya diketuk dengan irama yang tidak sopan.

"Masuk," desis Erlangga.

Rian, asisten sekaligus sahabat karibnya, muncul dengan cengiran lebar yang menghiasi wajahnya. Ia meletakkan tumpukan map di meja Erlangga, lalu bersedekap.

"Wih. Wajahmu seperti habis diinterogasi agen negara, Bos. Kenapa? Tante marah lagi?" goda Rian.

Erlangga hanya diam, menatap tajam ke arah dokumennya.

"HAHAHA! Pasti lu kabur dari restoran kemarin, kan?" Rian makin semangat. "Gimana dramanya? Ceweknya, cantik tidak? Katanya lu bawa lari pelayan? Selera lu sekarang turun ke tingkat rakyat jelata atau gimana?, semalam Tante nelpon gue nanyain lu lagi dimana, trus cerita deh kelakuan anak kesayangannya"

"Rian, kalau kau ingin tetap punya lidah untuk makan siang nanti, sebaiknya diam," ancam Erlangga tanpa menoleh.

"Galak amat! Gue nanya serius, Langga. Lu beneran bawa kabur pelayan? Sejarah baru nih, CEO paling kaku se-Jakarta mendadak jadi penculik pelayan cantik. Ada fotonya nggak? Gue mau liat sekalian buat bahan gosip di kantin."

Erlangga mendongak, matanya menatap Rian datar. "Dia bukan sekadar pelayan. Dia... urusan bisnis."

Rian tertawa terpingkal-pingkal sampai memukul meja Erlangga. "Bisnis? Bisnis apa? Bisnis cuci piring? Atau bisnis hati? Lu jangan bercanda, muka lu nggak cocok jadi orang romantis, Langga. Muka lu lebih cocok jadi penagih utang yang nggak punya hati."

"Rian, keluar."

"Bentar dulu dong! Gue penasaran, lu apain itu cewek? Lu kasih cek kosong terus lu suruh pergi? Atau jangan-jangan... lu bawa ke apartemen lu buat dijadiin pajangan?"

Erlangga terdiam sejenak. Pikiran itu tiba-tiba melayang kembali ke sosok Zea yang semalam melemparnya dengan bantal. "Dia bekerja di sana. Sebagai pelayan."

Rian membelalak, tawanya berhenti seketika, berganti dengan ekspresi syok yang dibuat-buat. "Anjir! Beneran? Lu jadiin pelayan pribadi? Langga, lu ini CEO atau Villain di drama Korea sih? Jahat banget lu! Cewek secakep itu—eh, dia cakep kan?"

"Keluar sekarang, atau aku potong bonusmu bulan ini."

"Eh, eh! Jangan dong! Galak banget sih Tuan Muda ini," Rian buru-buru berdiri namun tetap melanjutkan ocehannya sambil berjalan ke pintu. "Tapi beneran deh, kalau lu butuh tips gimana cara ngomong sama cewek tanpa bikin mereka pengen ngebunuh lu, hubungi gue. Soalnya muka lu itu kalau lagi diem aja udah kayak ngajak berantem."

"RIAN!"

Rian kabur sambil tertawa puas, menutup pintu dengan keras. Ruangan kembali sunyi, menyisakan Erlangga dengan tumpukan dokumennya. Namun, anehnya, fokus Erlangga yang biasanya setajam silet kini mulai buyar.

Ia menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran, menatap langit-langit ruangannya. Bayangan Zea yang sedang mengamuk muncul di kepalanya.

"Bagaimana kondisi Zea sekarang, ya?" gumamnya pelan. "Dia tidak akan mencoba meracuni minumanku saat aku pulang nanti, kan?"

Erlangga membayangkan Zea yang sedang memegang sapu dengan wajah cemberut, atau mungkin sedang mengomelinya lewat patung hiasan di ruang tamu. Bayangan itu secara mengejutkan membuatnya merasa... terhibur.

"Atau jangan-jangan dia sudah kabur?" Erlangga mendadak tegak. Namun ia segera menggeleng. "Tidak, dia butuh uang itu untuk ibunya. Dia terlalu keras kepala untuk menyerah secepat itu."

Tanpa sadar, sudut bibir Erlangga terangkat tipis. Sangat tipis hingga mungkin ia sendiri tidak menyadarinya.

"Dasar bocah menyebalkan," bisiknya.

Ia kembali menatap dokumen di depannya, namun kali ini dengan perasaan yang sedikit lebih ringan. Ternyata, memiliki "babu" yang pemberontak jauh lebih menarik daripada menghadiri pesta-pesta membosankan bersama wanita-wanita sosialita pilihan ibunya.

"Kita lihat seberapa lama kamu bisa bertahan, Zea Anindhita," gumam Erlangga sambil menandatangani laporan terakhirnya dengan goresan pena yang mantap.

1
Faiz Utama
gws hp
Fatma
Kasian hp nyaa
Nadia Julia
Enaknya punya temen kyk Rian
M. ZENFOX: Author kak💪
total 1 replies
Nadia Julia
Semangat thorr, aku tunggu updatenya ;)
M. ZENFOX: Siapp
total 1 replies
Nadia Julia
Jail amat
Nadia Julia
Perbedaan kael & Erlangga :)
M. ZENFOX: Apatuh?
total 1 replies
Nadia Julia
Jangan pernah pelit untuk memberi intinya, bolee
Nadia Julia
Semangat Thorrr>
M. ZENFOX: Makasih kakkk💪
total 1 replies
ELVI NI'MAH
Bagus, aku suka happy ending, inginku ibunya langga menyukai zea
M. ZENFOX: Makasihh kakk🤩
total 1 replies
Nessa
lapor donk zea jangan diam aja
M. ZENFOX: Tau ya, ngapain diem 😄
total 1 replies
Nessa
yakin ni g tertarik kita liat aja nanti 🤭
M. ZENFOX: hehe🙄😁
total 1 replies
Nessa
gimna nasib zea
M. ZENFOX: Di tunggu ya kakk
total 1 replies
Nessa
diihh sarah sombong kali
Nessa
erlangga 😤😤😤
Nessa
salut banget padamu zea, intinya bersyukur
Nessa
smngat zea
Nessa
ikut sedih 😢
M. ZENFOX: Sama kak🥲
total 1 replies
Nessa
zea kenapa g minta erlangga menikahimu
M. ZENFOX: Ending tamatnya cepet kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!