NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Masih dengan pagi yang sama. Sama seperti sebelum-sebelumnya. Sama-sama menyebalkan dan membuat harinya buruk.

Masih pukul 10, Vano sang rekan kerjanya sudah berbuat ulah yang membuat darahnya mendidih. Bagaimana ia tidak naik darah, file penting dan beberapa file kerjaanya tiba-tiba hilang begitu saja. Flashdisk mungil miliknya yang berada ditangan Vano, yang baru ia ketahui beberapa saat lalu jika si mungil itu terjun bebas ke dalam closet kantor ketika Vano tidak sengaja menjatuhkannya.

"Run demi apapun kamu ngga ada file copy nya?" Vano, dengan raut wajah paniknya sejak satu jam yang lalu terus menerus mengekori Runa yang sibuk mondar-mandir didepan pantry. Membuat coklat hangat untuk meredam segala emosinya saat ini adalah pilihannya.

"Run, jangan diem aja please, aki juga pusing ini Run"

"Sialan ya kamu Van! Kalau aku punya soft copy nya, aku ngga bakal sepusing ini"

"Terus aku harus gimana Runa? Aku bener-bener nggak sengaja"

Menandaskan coklat hangatnya dengan sekali tegukan, pandangan Aruna kini fokus pada ponselnya yang tiba-tiba bergetar. Layar beberapa inchi itu menampilkan nama pemanggil yang ingin ia hindari hari ini. Namun apa daya, sepertinya Dewi Fortuna tengah menjauhi nya.

'CEO's calling'

Bajingan!!! Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dengan sedikit kecemasan yang masih mendominasi dirinya, Aruna tetap mengangkat panggilan keramat itu meski dengan jantung yang bertalu begitu cepat.

'ha-halo pak?'

'Run, temui saya di GBK ya'

'Stadion pak'

'iya Run. Kita meeting sekaligus kroscek yang mau pakai brand kita ya'

'nggak bisa Vano aja ya pak yang mewakili?'

Aruna balik memberikan pelototan tajamnya saat Vano didepannya melotot ketika ia dengan gamblang menyeret namanya.

'Designer utamanya itu kamu. Kalau Vano yang meeting ngapain dia disini? Presentasi keuangan perusahaan kita? Ngga mungkin kan?'

Aruna mendesah hebat dalam hati. Helaan nafas kasar ia hembuskan beberapa kali dan Ia benar-benar dirudung kebingungan sekarang. Tepat setelah sambungan telfon dengan sang bos terputus, ia menatap tajam lagi-lagi pada sosok Vano.

"Kamu bener-bener ya Van! Sekarang aku harus ngapain Bodoh?!"

"Kenapa Run?"

"Kamu masih nanya lagi kenapa?! Lihat pak Axcel nyuruh aku meeting hari ini sialan! Dan semua projek kerjaan ku dalam flashdisk tadi Van"

"Ya ampun Run aku harus gimana? Aku juga beneran ngga tahu kalau flashdisk mi bakalan terjun kedalam toilet "

"Makanya itu kamu manusia bodoh! Ngapain sih buang air bawa itu flashdisk hah?! Lihat, si Axcel pasti ngomel-ngomel nggak jelas nanti"

"Gini aja deh Run, sekarang lebih baik aku anterin kamu ketemu sama pak Axcel, Ntar aku jelasin soal flashdisk kamu yang tadi gimana?"

"Kalau dia tetep marah gimana?! Masalahnya kamu tahu nggak siapa yang bakal pakai brand kita kali ini hah?!"

"Siapa?"

"Atlet Bola internasional! Kamu tahu kan mereka bukan sosok main-main Vano!!! Kalau sampai aku nggak bisa jadi designer mereka kali ini, itu semua gara-gara kamu ya!"

"Aduh Run kenapa kamu baru ngomong sekarang sih. Bangsat aku jadi ikutan takut gini"

"Sekarang mending kamu ikut aku aja dulu. Kita nggak ada waktu buat mikirin hal-hal gila ini. Aku tunggu kamu disana ya awas aja kamu nggak Dateng"

"Loh barengan aja run"

"NGGAK! Jangan bikin aku tambah pusing! Pokoknya kamu harus temui aku disana 1 jam lagi titik!"

.

.

.

.

.

Menjadi Designer muda adalah bukan bagian dari kehidupan Aruna sebenarnya. Gadis itu hanya beruntung saja dalam karir nya.

Aruna juga tidak kuliah ataupun punya gelar sarjana tinggi lainnya, Aruna hanya beruntung saja ketika bakat terpendamnya diketahui oleh Axcelio. Pemilik usaha garmen dalam negeri itu terpana ketika tidak sengaja melihat beberapa karya milik Aruna lewat laman sosial medianya.

Laki-laki 30 tahun itu mengakui bagaimana bakat Aruna yang harus di asah dan akan menghasilkan sesuatu yang mengejutkan. Ya seperti saat ini, Sudah terhitung 4 tahun semenjak ia merekrut Aruna tanpa melalui proses menye-menye seperti para calon karyawan pada umumnya.

Aruna dengan segala ide-ide cemerlangnya mampu menciptakan brand-brand baru lokal Hasil pemikirannya yang luar biasa.

"Van, kok kamu yang disini? Aruna mana?"

"Saya juga nggak tahu pak. Tadi Aruna bilang kalau saya harus temani dia, Dan  Runa juga nyuruh saya kesini"

"Ada masalah? Kenapa sampai Runa minta temenin kamu? I think don't"

"Saya disini pak!"

Sosok Aruna yang tiba dengan nafas tersengal itu membuat beberapa pasang mata yang berada dalam ruangan itu menoleh seketika.

Kalian tidak lupa kan jika pekerjaan Aruna kali ini melibatkan sosok para pemain atlet dalam negeri? Dan sudah dipastikan juga Aruna akan bertemu sosok yang ia hindari sejak beberapa hari yang lalu. Bukan hanya itu, ia juga akan bertemu dengan sosok sang kakak yang jelas nantinya akan sedikit heboh jika melihatnya.

"You okay Run? Saya kira kamu ada masalah makanya terlambat"

"Saya okey pak. Maaf tadi ada sedikit kendala di basemen parkiran jadi sedikit lama"

"Yaudah kalau gitu kita langsung aja. By the way, Run kenalin ini pak Ramos manager Team bola and Mr. Ramos This is Aruna, the best woman and designer I have"

Mata coklat milik Aruna seketika membola. Ia menatap Bosnya itu dengan pandangan yang penuh tanya. Bagaimana tidak, kalimat absurd yang keluar dari mulut atasannya membuatnya shock dan jantungnya berhenti berdetak beberapa detik. Bos-nya ini salah bicara atau gila?

"Diem kamu Van! Emang brengsek bos kamu ini, aku jadi malu sama pak Ramos" Aruna berbisik pelan pada Vano ketika laki-laki itu spontan terkejut dan menyikut pinggangnya.

"Axcel beneran suka sama kamu kayaknya Run"

"Yaudah kalau gitu kita langsung ke ruang meeting para atlet aja gimana Miss Runa?"

"Boleh pak mari"

Aruna yang masih berdebar, dengan cepat mengikuti sosok manager atlet itu. Tidak memperdulikan sosok atasannya yang ia ketahui tengah mencuri-curi pandang padanya, Tidak lupa juga sosok Vano yang terus menerus menerornya dengan sorakan centilnya. Menggodanya hingga ia hampir berteriak kesal.

Tidak selang berapa lama, Aruna sampai pada ruangan yang lumayan luas dan terdapat beberapa lemari loker yang tersusun rapi. Kedua matanya menginvasi seluruh ruangan tersebut. Dan berakhir dengan irisnya yang bertubrukan dengan iris mata abu terang beberapa meter didepannya.

Aruna mengerutkan keningnya bingung. Namun hanya sesaat sebelum kedua matanya melotot sempurna. Sialan! Bajingan itu ... Bajingan yang memiliki mata abu terang itu bajingan yang sudah membuatnya hampir jatuh dari atas motornya di basemen parkiran tadi. Dan sialnya laki-laki itu bagian dari team ini? Dunia se-sempit inikah? Bahkan ia masih ingat bagaimana laki-laki itu membuatnya naik darah beberapa saat lalu.

"Hallo?? You okay?"

Aruna tersentak saat tangan besar itu melambai cepat didepan wajahnya, Aruna dengan cepat mengubah mode kejutnya ke mode marahnya. Matanya sudah melotot sempurna menatap sosok laki-laki tinggi didepannya.

"So far I know, this is the parking lot, sir. I almost died because of you"

"Sorry, saya nggak sengaja. Yang penting kamu ngga ada yang luka kan?"

Jadi bule ini bisa bahasanya juga? ckck bajingan ini. Tampan, bisa bahasa nya juga, mapan pula. Dilihat dari mobilnya yang hendak menghilangkan nyawanya barusan sudah jelas dia mapan dan kaya. Mercedes Benz?

"Jadi saya harus mati dulu baru itu penting?"

"Bukan begitu miss maksud saya. Sekali lagi big sorry. Saya sedang buru-buru"

"Saya juga sedang buru-buru!"

"Begini saja Miss. Saya--oh shit!! Miss nanti kita bertemu lagi disini ya. Sekitar dua jam mendatang. Kali ini saya harus pergi"

"Hei!!"

Aruna mengumpat dalam hati ketika sosok tinggi itu pergi dengan begitu tergesa meninggalkan dirinya begitu saja.

Bule brengsek!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!