NovelToon NovelToon
Rumah Ujung

Rumah Ujung

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Horor
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.

satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. sibuk mencari Arya

"Arya tadi katanya mau ke mana kok dia terlihat pergi naik motor?" Purnama menanyakan keberadaan sang adik yang sampai siang seperti ini belum juga kembali ke rumah.

"Kata dia tadi mau panen kelapa, sudah lama dia tidak melihat ke sana sehingga pasti ingin tahu juga." Nolan menjawab sambil bermain ponsel.

"Kau dari pada tidak ada guna di rumah seperti itu maka lebih baik menemani saudara!" Purnama berkata dengan begitu sengit.

"Aku tadi sudah menawarkan diri kok mau pergi sama dia tapi Bang Arya yang tidak mau karena dia bilang mau sendiri saja." jawab Nolan.

"Eh tumben dia mau pergi sendirian tidak mau ditemani." Purnama heran juga dengan.

"Mungkin mau sekalian cari janda sehingga dia tidak mau kalau aku ikut menemani." celetuk Nolan.

"Kau kalau sampai dia mendengar ucapan yang keluar dari mulut mu itu, sudah pasti kau akan habis kena amuk dia." Purnama menjitak kepala Nolan yang ada di sebelah dia saat ini.

Nolan meringis karena dia setuju juga dengan ucapan Purnama bahwa kalau Arya yang mendengar ucapan Dia barusan maka pasti akan mengamuk, Arya sangat pantang disenggol tentang pasangan Karena dia sudah bertekad tidak akan pernah menikah lagi sampai kapan pun, jadi kalau mendengar ucapan Nolan tadi tentang mencari janda maka pasti dia akan marah-marah.

Sebab dia tadi niat pergi memang ingin melihat para pekerja yang memanen kelapa, tidak tahu saja ketika sampai di desa itu malah bertemu sebuah masalah sehingga mau tidak mau Arya membantu terlebih dahulu, Purnama sama sekali tidak tahu bahwa Arya sedang mendapat kasus di desa sana.

Dia hanya kepikiran saja karena sampai saat ini Arya belum pulang ke rumah, sebab walau adik dia sudah besar maka Purnama masih saja memikirkan sang adik nanti akan mendapat urusan rumit ketika dia sendirian saja seperti itu, segala sesuatu memang terus Purnama pikirkan untuk sang adik walau adik dia juga sudah sangat besar.

Keluarga ini walau terkadang ada melibatkan kekerasan namun tetap saja hati Purnama begitu lembut kalau sudah untuk Arya, adik yang selama ini selalu dia perjuangkan dan bahkan Purnama rela menanggung menjadi ular seumur hidup hanya karena dia ingin menjaga Arya yang saat itu berambisi ingin menjadi manusia biasa.

Kasih sayang Purnama kepada Arya itu begitu besar dan bahkan bisa di katakan tidak ada tanding sama sekali, oleh sebab itu sampai sekarang bila terjadi sesuatu maka Purnama akan maju paling depan untuk sang adik, sebab bisa dikatakan mereka ini juga kembar karena terlahir dari waktu yang sama.

Jadi kalau Arya menghilang agak lama seperti ini maka pasti akan timbul rasa cemas di dalam hati Purnama, dia tidak akan pernah bisa tenang sama sekali sehingga akan terus bertanya kepada siapa saja yang melihat kepergian Arya, oleh sebab itu sejak tadi dia bertanya kepada Nolan tentang keberadaan sang adik.

Nolan sendiri santai saja karena memang yang satu ini agak kurang dekat dengan mereka semua, sebab mereka bertemu ketika sudah sama-sama besar sehingga tidak pernah melewati masa sulit bersama, jadi jelas perbedaan rasa itu ketika sedang bersama dengan Arya dan juga bersama dengan Nolan sehingga Purnama pun tahu batasan dengan adik yang bungsu ini.

"Aku tidak tenang sekali rasa nya, sudah mau sore ini tapi kok belum juga kembali." Purnama kembali melihat ke arah pintu.

"Ya udah sih tidak usah terlalu dipikirkan mungkin saja dia sedang mencari hiburan juga." arwah Kakak mereka yang paling tua muncul di depan mata Purnama.

"Aku takut kalau dia itu nanti malah membuat masalah." sewot Purnama.

"Arya itu sudah dewasa jadi mana mungkin dia bertindak seperti itu tanpa memikirkan konsekuensi." ujar Maharani kembali.

"Ah kau tahu sendiri dia kalau sudah mendapat masalah maka aku juga yang akan mengurus." rutuk Purnama sambil duduk di sofa.

"Kan kita juga sedang tidak ada masalah, jadi Oke kalau dia mendapat masalah baru dan kita akan mengurus." Nolan berkata sambil tersenyum.

"Hah sedang tenang begini makanya tidak usah mencari masalah, masalah yang datang selalu saja rumit sehingga membuat kepala ingin meledak." kesal Purnama.

"Kau dari pada terus membuat Purnama kesal seperti itu maka lebih baik segera temui saja kekasihmu itu." suruh Maharani kepada ular bungsu.

Nolan membuang muka karena dia tidak ingin melanjutkan percakapan itu lagi karena sampai sekarang dia juga masih belum yakin, memang permasalahan ular bungsu satu ini ada saja karena dia terus membuat masalah seperti itu sehingga kadang membuat Purnama merasa sangat muak.

Dulu naksir pada seorang gadis sampai tergila-gila namun gadis itu sangat kekeh menolak dia sehingga kisah cinta Nolan pun kandas, kalau sekarang dia sedang dikejar-kejar oleh seorang gadis namun Nolan sendiri yang merasa belum yakin sehingga dia tidak ingin terlalu membicarakan masalah gadis itu.

Jadi permasalahan yang Nolan hadapi itu hanya masalah kejar dan mengejar sehingga membuat semua orang yang ada di sini cukup bingung dengan kelakuan Nolan ini, tapi meski begitu terkadang dia juga ikut membantu bila sedang mengurus masalah sulit karena Nolan memiliki kekuatan yang cukup besar juga.

"Tapi itu kan desanya Lutfi dan juga Davin ya." Purnama kembali ingat dengan desa yang didatangi oleh Arya.

"Iya, desa Andini ini." Maharani menoleh kepada seorang arwah yang sangat lemah lembut dan dulu Dia berasal dari desa itu.

"Tapi memangnya kenapa kalau desa itu berasal dari desa ku?" tanya Andini.

"Coba kau datangi desa itu dan selidiki apa sedang ada masalah sehingga Arya kok lama sekali ada di sana." suruh Purnama Karena dia sudah tidak sabar lagi.

"Ah iya kalau Arya lama karena di desa itu, siapa tahu saja dia datang di desa lain." tolak Andini karena dia tidak merasa ada masalah di desa tempat Dia berasal.

"Kau juga seperti punya adik kecil lah, biarkan saja Arya itu mau ke sana kemari orang dia juga sudah dewasa!" Maharani memarahi Purnama.

"Ya kan aku cuma kepikiran saja karena sampai jam segini dia belum juga pulang ke rumah." Purnama berkata pelan

Maharani memutar bola mata malas karena dia tahu bahwa sebenarnya Purnama sangat kepikiran dengan Arya, oleh sebab itu sejak tadi dia terus saja berisik dan mengatakan ingin melihat keberadaan sang adik yang saat ini entah ada di mana karena mengurus sesuatu yang kata dia hanya panen kelapa saja.

selamat sore semua, jangan lupa like dan komentar kalian ya.

1
Bu sry Devi
jangan d terima Mak uang nya sama Laila akan mati jga klo Mak ,lupa ngasih tumbal
nurul supiati
apakah akan ketahuan purnama
K & T K & T
klo iman ga kuat,,bisikan iblis gampang masuk😒
ρυтяσ✨
justru cepat mati nanti anak mu mak... apa lagi buat berobat dengan uang yang g halal😌😌
V3
skrg ja Suminah menyesali punya suami bgtu ,,,, dulu waktu sblm menikah mmg nya gak thu watak nya si Pardi ❓❓
kn seharusnya si Suminah tahu kalau watak nya si Pardi itu buruk 🤦🤦😡
ttp ja Suminah mlh menikah dg nya ,,, bodoooh 🤣
V3
trs siapa jg yg sdh mengancam si Pardi ,, apakah 2 orang laki bini itu ❓❓
V3
aku kira si Pardi dh mati ,, kok ternyata msh hidup sih dan skrg mlh pulang 🤦
tp gmn ceritanya yaa ❓❓
V3
knp Rais gak mo jujur kpd istri nya ,, kalau bgni kn mlh JD tersiksa sndri bgtu 🥺
seharusnya Rais jujur ke Melva ,, siapa tahu Melva punya solusi nya 🤗
V3
loooh ... mmg beneran pendek toh ,,, aku kira mmg aku yg baca nya kecepatan 🤣🤣🤦
Tri Lestari
lanjutkan kak
V3
Nolan mah mmg sllu bgtu ,, jarang bgt Nolan ikut mengurus Kasus ,, tp sxnya ikut membantu mlh di jadikan Tumbal 🤣🤣🤣
V3
waaah ... betul kt Arya tuh ,, hrs nya si Darius dan Angelina itu bertemu dengan Purnama ja ,,, psti makin seru nih JK mereka bertiga debat omongan 🤣🤣
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
uang memang mampu mengelapkan mata hati manusia dengan rayuan manis iblis akhirnya terbuai, kecuali mereka yang memiliki iman yang kuat.
Ela Jutek
kirain ketemu salah satu sodara Pur, ternyata merayu wanita tua untuk berbuat sesat
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
buset ada juga tetangga mu yang kena mangsa Pur
Laila Amalia
jangan mau mak...
nanti klau ketahuan bisa Di banting purnama lo mak...
Siti Sarifah
selamat malam kak author
makin bertambah cabangnya
Leni Nuraeni
biarin ajjalah orang kaya gto mh gk usah d cari biar tau rasa,
Betri Betmawati
rumah siapa ya yg didatangi darlius itu, makin seru aja
Betri Betmawati
datang ke kampung orang malah berlagak bnyk tingkah pula sidarlius ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!