NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 kagum

Selepas isya'...

Di dalam kamarnya, Yoga baru saja menyelesaikan kewajibannya.

Jari jemarinya sibuk bergerak menelusuri ruas ruas jarinya.

Bibirnya bergerak gerak seiring jarinya dan terus menelusuri ruas jarinya.

Kegiatannya terhenti ketika ponselnya yang ia letakkan tak jauh darinya nampak berkedip.

Yoga sengaja meletakkan ponselnya tak jauh darinya ketika ia sedang shalat.

hal itu karena ia khawatir tak tahu jika nanti bapak atau ibunya menghubunginya.

Dan kini layar ponselnya itu nampak berkedip,

Yoga segera meraihnya dan membukanya, sebuah pesan masuk.

( assalamualaikum abang....budhe bilang abang di kota sekarang.

iyakah...?! )

Pesan pertama masuk dari sebuah nomor bernama Zahra dengan profil seorang gadis cantik lengkap dengan hijabnya yang panjang ke bawah.

( waalaikumussalam Zahra...

Iya Ra....

abang di kota sekarang, tepatnya di rumah majikan bapak abang )

Jawab Yoga cepat,

Zahra adalah sepupunya dari pihak sang ibu,

( ah kebetulan sekali bang...aku juga sedang berada di kota,

di rumah kakek....aku pernah di ajak kerumah majikan pakdhe dulu.

kalau nggak salah pak Anthon...benarkan ?! )

( iya benar )

( kalau begitu...boleh Zahra mampir menemui abang sebentar ?!

sebentar saja....Zahra janji tidak akan lama )

( abang tidak bisa memutuskan, abang izin dulu ya sama tuan Anthon...

soalnya abang masih baru di sini, masak udah mau izin saja )

( nggak sekarang kok bang....minggu depan, pas Zahra mau balik ke kampung )

( o iya...tapi tetap saja abang harus izin dulu ya Ra....)

( iya bang....buruan kabari Zahra ya kalau abang boleh di kunjungi )

( iya Ra....)

( ya sudah, sudah dulu ya bang....abang istirahat gih...

jangan tidur terlalu malam, jaga kesehatan )

( iya Ra terimakasih....)

( jangan lupa makan.....)

( iya bawel...)

( ya sudah.....

assalamualaikum abang ...😊)

( walaikumussalam, sampaikan salamku sama kakek dan nenekmu )

( iya bang...

terimakasih....)

Sesi berkirim pesan selesai, Yoga meletakkan ponselnya ke atas meja yang berada tak jauh darinya.

Ia menarik sajadah dan melipatnya, baru saja ia meletakkan sajadahnya ke tempatnya.

Suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya.

Yoga meletakkan sajadahnya dan bergegas melangkah ke arah pintu.

Cklek...

" tuan...!! " cicit Yoga kaget ketika pintu terbuka ia melihat sosok tuan Anthony berdiri di depan pintu.

sementara tuan Anthony,

Ia tertegun melihat tampilan sosok di hadapannya itu.

Sarung dan kemeja koko lengkap dengan peci yang bertengger di atas kepala Yoga semakin membuat penampilan pemuda itu kian mengagumkan di matanya.

Yoga nampak keren tapi begitu santun, aura religius jelas terpancar di wajah pemuda itu.

Tuan Anthony menatap kagum putra supirnya itu.

" tuan ada apa ?!

tuan ada perlu sama saya ? Kenapa tidak panggil saja saya..."

" ah tidak...

kamu...sudah selesai atau masih akan shalat ?! "

" sudah selesai tuan "

" kalau begitu....

bisa kamu temani saya sebentar ?! "

" iya tuan...bisa "

" kalau begitu ikuti saya "

" iya tuan..."

Yoga segera keluar dari kamar dan tak lupa menutup pintu kamarnya.

Selanjutnya ia mengikuti langkah kaki sang majikan yang ternyata menuju teras samping rumah.

Tuan Anthony duduk di kursi yang telah ada di sana.

" duduklah Yoga...

duduklah di dekatku...."

" iya tuan.... " jawab Yoga, dengan canggung ia kemudian duduk tak jauh di sisi tuan Anthony.

" silahkan tuan..." seorang wanita baya datang sambil membawa nampan berisi teh hangat dengan dua gelas dan makanan ringan.

" terimakasih mbok " ucap tuan Anthony pada wanita baya itu, sementara Yoga juga tersenyum sembari mengangguk pada wanita baya itu.

" sama sama tuan " jawab wanita baya itu sebelum berlalu dari sana.

" kau sudah makan tadi ?! " tanya tuan Anthony kepada Yoga

" sudah tuan...."

" bagaimana ?! Apa kau betah berada di sini ?! "

" InsyaAllah betah tuan...semua orang baik pada saya tuan meski kami baru mengenal "

" bapakmu itu orang baik Yoga....dia juga baik kepada semua orang dan semua orang di sini tahu itu "

" iya tuan...." jawab Yoga sambil menunduk.

Hening,

Tuan Anthony terdiam begitu juga Yoga. Tak lama pria baya itu terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.

" berapa usiamu Yoga ?! " kembali tuan Anthony menanyakan usia Yoga, padahal tadi pagi ia sudah bertanya tentang itu.

" 25 tahun tuan " jawab Yoga

" hemm...selisih 5 tahun dengan Ester...." ucapnya pada dirinya sendiri.

Yoga menoleh sejenak kepada pria di sampingnya itu sebelum ia menunduk lagi. Ia merasa sedikit aneh ketika pria baya itu membandingkan usianya dengan putrinya.

" apa kau sudah memiliki rencana tentang sebuah rumah tangga Yoga ?! " tanya tuan Anthony lagi.

Yoga kembali mendongak dan menatap sang majikan dengan tersenyum tipis.

" tentu tuan...."

Mendengar jawaban Yoga, tuan Anthony menatapnya.

Wajah pria itu sedikit berubah.

Lama tuan Anthony menatap Yoga tanpa sepatah kata.

" ada apa tuan ?! Kenapa melihat saya seperti itu ?! "

" kau pasti sudah punya calon ya....?! "

" ah tidak tuan....belum " jawab Yoga jujur,

ia memang belum memiliki seorang calon walau desas desus yang terdengar di keluarganya ia akan di jodohkan dengan Zahra adik sepupunya sendiri.

Tapi Yoga tidak berani mengatakannya karena ia tak tahu kebenarannya.

Kalaupun perjodohan itu benar, rasanya ia pun akan menerima saja perjodohan itu.

Menurutnya, pilihan orang tua pastilah yang terbaik.

Itu sebabnya selama ini ia tak pernah berpikir untuk mencari sendiri pasangan hidupnya.

Pembicaraan tentang rencana itu pun terkadang terus berlanjut dalam diam meski tetap terdengar dan di iringi dengan candaan ketika keluarga mereka berkumpul di hari raya.

Dan untuk hatinya...

Jujur sebenarnya ia belum siap meski ia berniat menerima,

karena ia yang juga menganggap Zahra sebagai adiknya...

Bukan wanita yang pantas untuk ia nikahi, tapi....

Jika itu sudah menjadi keputusan keluarga, maka ia juga akan menerimanya.

" tapi...

bukannya kau bilang kau sudah memikirkan tentang rumah tangga ?! "

" tentu tuan,

sebagai seorang laki laki saya sudah harus memikirkan itu karena pernikahan dan hidup berumah tangga itu wajib untuk seorang laki laki kan tuan.

Dan saya mempersiapkan untuk itu " terang Yoga,

Tuan Anthony terpekur sejenak sebelum akhirnya ia terdengar menghela nafas.

Helaan nafas yang terdengar lega.

" iya...iya...kau benar Yoga, seorang laki laki memang harus mempersiapkan itu,

karena kita wajib melakukannya, apalagi jika kita mampu.

Kamu memang pemuda yang luar biasa Yoga, aku sungguh bangga padamu.

Aku yakin...siapapun yang akan menjadi jodohmu kelak, pasti dia akan bahagia "

" aamiin.... semoga saja tuan " jawab Yoga sembari tersenyum.

Perbincangan masih terus berlanjut hingga larut, sementara itu di dalam kamar di lantai dua.

Usai membersihkan dirinya, Ester melemparkan tubuhnya ke ranjang dengan kesal. Ia merasa tidak adil....

Ia merasa kesal bukan main sejak tadi.

Ia berharap mama dan papanya segera menghampirinya seperti biasa,

Tapi ternyata itu hanya angannya,

Nyatanya sampai malam, mama dan papanya tak kunjung datang menemuinya.

Kekesalan Ester kian menjadi ketika tanpa sengaja ia yang berdiri di sisi jendela kamarnya melihat sang papa nampak berbincang dengan sopir baru itu.

Ester meremas kuat tangannya, ia lapar dan menunggu di panggil oleh mama atau papanya.

Ia gengsi untuk turun sendiri.

Tapi sepertinya....

Mereka sudah lupa padanya,

Lihatlah...bahkan sang papa nampak asyik berbincang dengan orang baru itu dan melupakan dirinya yang belum makan sejak sore tadi.

Ester kembali ke ranjang dengan wajah kesal,

ia masuk ke dalam selimut dan membungkus tubuhnya dengan selimut itu dan hanya menyisakan kepalanya saja.

1
Mardia Emailvivo
cepet up nya author kami.... Bu kin penasaran kalau bisa dobel dongg😄😄🙏
Tuti Tyastuti
𝘦𝘪𝘢 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘴𝘮 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢
shinta
nahh lho, plot twist apa lagi ini..... aku kirain hubungan mereka bakal cemburu, marah dan mais kemudian... tapi ini, sepertinya ga akan mudah. duh Yoga sabar yah




makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
shinta: sama-sama, Kak Thara... semangat terus yah!!
total 2 replies
partini
good story
Tuti Tyastuti
𝘤𝘪𝘦𝘦𝘦 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘨 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶🤭😂😂
shinta
Kamu cemburu dan marah ga dilakuin calon istri ya Esther....
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣
shinta
deeuuuhhhh udah nyaman ya Neng...... bentar lagi jatuh cinta deh ke Yoga!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘶" 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪😂
Mega Maharani
ceritanya menarik
shinta
nah lho ... mulai ada titik...titik nihh 😍😍😍
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mardia Emailvivo
deh penasaran binggit deh kek mana kelanjutan nya,semoga nona muda ini sadar lelaki yg harus dia percaya,,😄😄😄
shinta
waaahhhh harus nunggu besok iniiii, padahal penasaran banget!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘦𝘵
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
shinta
padahal biarin aja tuh Esther makan dulu yoga, biar dia tahu kelicikan Pieter!!
Tuti Tyastuti: 𝘦𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘺𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!