NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. Parade Masa Lalu

Bengkel Juna Modifikasi siang itu mendadak terasa sempit. Bukan karena banyaknya motor sport yang sedang antre, tapi karena kehadiran satu orang yang aromanya lebih menyengat daripada bau bensin: Lisa.

Lisa duduk di kursi sofa ruang tunggu yang sebenarnya milik Juna, menyilangkan kakinya yang jenjang sambil memegang ponsel pintarnya. Cantik, yang tadinya mau mengantar makan siang, terpaksa berdiri membeku di depan meja kerja Juna karena Lisa terus-menerus memaksanya untuk "melihat sejarah".

"Kak Cantik, liat deh ini," Lisa menyodorkan layar ponselnya ke depan wajah Cantik. Di sana ada foto Juna tiga tahun lalu, memakai seragam SMA yang dikeluarkan, rambutnya masih berantakan, dan dia sedang memeluk Lisa dari belakang sambil mencium pipinya. Keduanya memakai bando telinga kelinci yang sangat alay.

"Ini pas kita ngerayain anniversary ke-3 bulan. Lucu banget kan? Jun-Jun itu dulu bucin banget sama aku. Kalau aku nggak balas chat sepuluh menit aja, dia langsung ngebut ke rumah bawa martabak manis keju susu kesukaan aku," Lisa tertawa kecil, suara tawanya sengaja dibuat semerdu mungkin tapi terdengar sangat mengganggu di telinga Cantik.

Cantik hanya menatap layar itu datar, meski di dalam dadanya seolah ada mesin motor yang sedang overheat. "Foto yang bagus, Lisa. Juna memang terlihat sangat... muda di situ."

"Bukan cuma muda, Kak, tapi polos banget! Dia itu dulu paling nggak bisa kalau nggak nempel sama aku. Liat nih yang ini..." Lisa menggeser layar lagi. Kali ini foto mereka sedang di pinggir pantai, Juna bertelanjang dada dan Lisa memakai sundress tipis. Juna tampak sedang menggendong Lisa di pundaknya.

"Kita dulu sering banget bolos cuma buat ke pantai. Juna itu tipe yang ugal-ugalan buat hal-hal yang dia suka. Makanya aku sempet kaget pas liat dia sekarang sama Kakak. Kakak kan orangnya... serius banget ya? Kayak guru BP-nya Juna dulu kalau lagi razia rambut," sindir Lisa halus, matanya melirik blus kerja Cantik yang sangat rapi.

Juna yang baru saja keluar dari kolong motor dengan tangan hitam penuh oli, langsung menghampiri mereka. Wajahnya tegang saat melihat ponsel Lisa ada di depan mata Cantik.

"Lisa! Lu apa-apaan sih?! Ngapain lu liatin foto-foto alay zaman purba itu?!" Juna mencoba merebut ponsel Lisa, tapi Lisa dengan lincah menghindar.

"Ih, Jun-Jun! Kan aku cuma bagi kenangan sama Kak Cantik. Biar Kakak makin kenal siapa Juna Raksa yang sebenernya sebelum jadi Bos Bengkel begini," Lisa menyeringai jahil. "Inget nggak pas kamu nangis-nangis di depan gerbang sekolah gara-gara aku mau putusin? Pas itu kamu rela ujan-ujanan cuma buat minta maaf?"

"LISA! DIEM GAK LU!" bentak Juna. Wajahnya memerah sampai ke telinga. Ia melirik Cantik dengan panik. "Kak... itu... itu dulu, Kak. Sumpah, gue masih labil banget!"

Cantik justru tersenyum, tapi senyumnya tidak sampai ke mata. "Nggak apa-apa, Jun. Seru kok denger ceritanya. Ternyata lu dulu seromantis itu ya? Pake bando kelinci segala? Gue baru tahu lu punya sisi 'imut'."

Kalimat Cantik terasa seperti es yang disiram ke mesin panas. Juna merinding. "Kak... jangan gitu dong."

"Oh, ada lagi loh Kak!" Lisa makin semangat saat melihat Cantik bereaksi. "Juna itu punya tanda lahir kecil di—"

"LISA! SELESAI GAK SERVIS MOBIL LU?! KALAU UDAH, PULANG SEKARANG!" Juna benar-benar meledak. Ia menarik lengan Lisa agar berdiri. "Lu ngerusak suasana bengkel gue!"

"Ih, galak banget sih sekarang! Dulu aja panggilnya 'Sayang', 'Bidadariku', 'Masa Depanku'," Lisa merapikan bajunya, lalu menatap Cantik dengan tatapan kemenangan. "Ya sudah deh, aku pulang dulu. Kak Cantik, makasih ya sudah mau dengerin sejarah. Anggep aja ini kursus singkat biar Kakak nggak kaget kalau suatu saat Juna kumat manja-manjanya."

Lisa berjalan keluar dengan pinggul yang sengaja digoyangkan, meninggalkan aroma parfum menyengat yang tertinggal di ruangan itu.

Setelah pintu tertutup, Juna langsung berlutut di depan Cantik yang masih berdiri mematung memegang kotak bekal. "Kak... sumpah, itu semua sampah masa lalu. Lu jangan dengerin dia. Gue yang sekarang beda banget sama Jun-Jun kelinci itu."

Cantik menaruh kotak bekalnya di meja dengan bunyi brak yang cukup keras. Ia menatap Juna tajam. "Oh, jadi lu dulu panggil dia bidadari juga? Sama kayak lu panggil gue?"

"Nggak! Maksud gue... itu... aduh!" Juna mengacak rambutnya frustrasi. "Kak, lu bidadari terakhir dan selamanya. Dia itu cuma... cuma masa percobaan yang gagal!"

"Juna," Cantik memegang rahang Juna, memaksa pria itu menatapnya. "Lain kali kalau dia dateng lagi bawa foto-foto begituan, bilang sama dia: Juna yang sekarang nggak butuh bando kelinci buat dapet cinta. Dia cuma butuh dengerin omongan gue."

Cantik kemudian mengeluarkan tisu basah, mengelap noda oli di pipi Juna dengan gerakan yang agak kasar tapi penuh perhatian. "Sekarang makan. Gue nggak mau lu lemes gara-gara kebanyakan liat masa lalu yang alay itu."

Juna cuma bisa manggut-manggut pasrah, meskipun dalam hatinya dia bersyukur Cantik tidak langsung meninggalkannya. Tapi dia tahu, ini baru awal. Lisa nggak akan berhenti sampai di sini, terutama karena nanti malam ada undangan makan malam di rumah Mama Maya

"Habis ini kita ke rumah, kan? Siap-siap ya, Jun. Kalau Lisa ada di sana juga, gue nggak akan selembut ini lagi," ancam Cantik sebelum keluar dari kantor.

Juna menelan ludah. "Gaskeun... kiamat kecil buat gue dimulai malam ini."

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!