NovelToon NovelToon
GUMIHO

GUMIHO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Steven ---seorang Gumiho yang telah tertidur selama 1000 Tahun demi untuk naik tingkat menjadi seorang dewa. Namun di hari terakhirnya, seorang manusia mengacaukan pengorbanan nya.

Setengah kekuatan yang di miliki Steven berpindah pada manusia itu. Membuat dirinya harus tertunda menjadi dewa.

Zoelva Erlangga---- gadis lemah yang selalu di bully oleh ketiga Kakak dan ibu tirinya setiap kali Ayah nya tidak ada. Namun segalanya berubah saat kekuatan asing melindungi nya dan menjadikan nya sangat kuat.

Steven yang menginginkan kekuatan nya kembali. Namun Zoe yang merasa bisa melawan ibu tiri serta ketiga Kakak tirinya dengan kekuatan itu. Justru menolak untuk mengembalikan kekuatan tersebut.

Sementara Rahasia lain telah menantinya.

Bagaimana kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Video

Rekaman video itu berputar dengan suara yang tajam, membelah kesunyian ruang makan yang mewah.

"Evan! Apa harus ya kamu nikah sama Zoe? Bukannya kamu nggak cinta sama dia? Kalau nggak cinta, ngapain dipaksakan?" Suara Maudy terdengar jernih, menuntut jawaban di tengah keremangan video tersebut.

Di layar, Evander terlihat menghela napas panjang, bahunya merosot seolah memikul beban ribuan ton. "Sebenarnya aku nggak mau melanjutkan perjodohan ini. Buat aku, ini murni pemaksaan. Tapi kalau aku nolak, namaku bisa dicoret dari daftar ahli waris keluarga Henderson. Setidaknya, aku harus mendapatkan warisan itu dulu," ucap Evander dingin.

"Kalau sudah dapat warisannya?" tanya Maudy lirih.

"Ya cerailah. Terus aku nikahin kamu," jawab Evander tanpa ragu sedikit pun.

KLIK. Video berakhir.

Hening. Ruang makan itu seketika mencekam seolah oksigen ditarik paksa keluar. Wajah Evander dan Maudy memucat pasi, keringat dingin mulai membasahi pelipis mereka. Mereka tidak pernah menyangka video itu akan muncul dan meledak malam ini. Tina meremas jemarinya, tak berani menatap Joe yang wajahnya sudah memerah padam menahan amarah yang mendidih.

BRAK!

Joe membanting sendok peraknya ke atas piring porselen hingga menimbulkan denting yang memekakkan telinga. "Kurang ajar! Jadi kamu berniat menjadikan anakku hanya sebagai batu loncatan supaya kamu dapat warisan? Setelah itu kamu berniat membuangnya begitu saja, hah?!" sentak Joe dengan suara menggelegar.

Belum sempat Evander menjawab, Shasa sudah bangkit dari kursinya dengan napas tersengal.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi Evander, meninggalkan bekas merah yang kontras dengan wajah pucatnya. "Keterlaluan kamu, Evan! Bisa-bisanya kamu punya pikiran serendah itu!" teriak Shasa, suaranya bergetar hebat karena kekecewaan yang mendalam.

"Jeng... Jeng Shasa, tolong dengar dulu..." Tina mencoba menengahi dengan suara gemetar.

Namun, Shasa memotongnya dengan tatapan setajam sembilu. "Cukup! Kamu tidak berhak bicara. Hanya karena kamu istri Joe, bukan berarti kamu bisa ikut campur urusan keluarga Henderson! Seharusnya kamu didik anakmu supaya tidak jadi gadis penggoda. Sudah tahu Evander punya tunangan, tapi putri kamu masih saja kegatelan menggoda laki-laki orang!"

"Ma, dengerin aku! Ini bukan cuma salah aku," Evander membela diri, suaranya meninggi meski gemetar. "Mama sama Papa terlalu memaksakan kehendak! Aku juga manusia, aku punya pilihan sendiri!"

"Dan pilihan kamu jatuh kepada gadis miskin ini?" sela Xanders, sang ayah, yang sejak tadi diam dengan aura yang mengintimidasi. Suaranya rendah namun penuh penekanan yang menghina.

"Papa jangan asal ngomong! Maudy juga bagian dari keluarga Erlangga!" teriak Evander, mencoba melindungi Maudy yang mulai terisak.

"Bagian keluarga kamu bilang?" Shasa mendengus sinis, matanya menyipit penuh kebencian. "Dia hanya anak tiri, Evander! Tidak lebih dari parasit yang numpang hidup! Jangan pernah berani menyetarakan dia dengan tunanganmu!"

Di tengah badai argumen itu, Zoe menarik napas panjang. Ia berdiri dengan keanggunan yang menyakitkan untuk dilihat. "Maaf Om, Tante. Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bahas di sini," ucapnya, suaranya tetap tenang. "Pertunanganku dengan Evander sekarang adalah sesuatu yang mustahil. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku bersama pria yang raganya ada di depanku, tapi pikirannya selalu tertuju pada wanita lain. Mungkin... ini memang jalan terbaik bagi kita semua."

Shasa menggelengkan kepalanya dengan panik, ia segera meraih tangan Zoe dan menggenggamnya erat, seolah takut masa depan keluarganya ikut hancur jika Zoe pergi. "Zoe, sayang... Tante mohon, coba kamu pikirkan lagi sekali saja. Mungkin Evander hanya butuh sedikit waktu lagi untuk belajar mencintaimu," rintih Shasa dengan nada memohon yang menyedihkan.

Zoe hanya memberikan senyum tipis yang sarat akan kepahitan. "Aku sudah cukup sabar menunggu selama bertahun-tahun, Tante. Tapi aku sadar, perasaan tidak bisa dipaksa. Mungkin benih cinta itu memang tidak akan pernah tumbuh untukku di hatinya," jawab Zoe datar, matanya kosong.

Tiba-tiba, Joe berdiri dengan kasar hingga kursi kayu di belakangnya berderit keras. "Zoe, ayo kita pergi dari sini! Cukup sudah penghinaan ini," geram Joe. Ia kemudian melayangkan tatapan tajam yang mematikan ke arah Xanders. "Xanders, aku benar-benar kecewa dengan putramu. Aku setuju menjodohkan putri tunggalku karena aku pikir Evander adalah cerminan didikanmu. Aku percaya padamu karena kita adalah sahabat sejak lama. Tapi apa ini? Aku tidak menyangka putra yang kamu banggakan justru mempermainkan putriku seperti sampah!"

"Joe, tolong tenang dulu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, jangan emosi..." Xanders mulai panik, keringat dingin membasahi pelipisnya saat melihat kemarahan di mata sahabatnya.

"Tidak perlu!" potong Joe cepat. "Mulai detik ini, hubungan persahabatan kita cukup sampai di sini. Dan jangan harap proyek besar itu berjalan lancar, karena aku akan menarik seluruh investasiku sekarang juga!"

"Joe, tolong jangan kekanak-kanakan! Jangan bawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan, ini tidak adil!" bentak Xanders, suaranya bergetar antara marah dan takut akan kehancuran bisnisnya.

"Lalu, apakah kehancuran hati putriku itu adil bagimu?" tanya Joe dengan nada rendah yang mengancam. "Ayo Zoe, tempat ini bukan untuk kita!"

Sebelum benar-benar melangkah keluar, Joe berhenti sejenak. Ia menatap tajam ke arah Tina, Dika, Siska, dan Maudy satu per satu. Selama ini, Joe selalu menyambut mereka dengan tangan terbuka, tidak pernah membedakan antara darah daging sendiri maupun anak tiri. Namun, pengkhianatan ini menjadi luka yang terlalu dalam untuk dimaafkan. Joe membuang muka dengan jijik, lalu menuntun putrinya pergi meninggalkan kehancuran di belakang mereka.

"Mas! Mas, tunggu dulu dong! Tolong dengarkan penjelasanku!" Teriakan Tina menggema di lorong luas saat mereka baru saja menginjakkan kaki di lantai marmer mansion keluarga Erlangga.

Ia berusaha setengah mati mengejar langkah lebar suaminya yang tampak dikuasai amarah hebat--- rahang pria itu mengeras, dan aura dingin yang dipancarkannya seolah mampu membekukan siapa pun yang berani menghalangi jalannya malam ini.

Di belakang mereka, Dika, Siska, dan Maudy berdiri mematung dengan wajah pucat pasi. Ketiganya saling lempar pandang dalam keheningan yang mencekam, menyadari bahwa posisi nyaman mereka di keluarga ini sedang berada di ujung tanduk akibat skandal yang baru saja meledak.

"Sial, kok bisa ada video itu sih?! Siapa orang gila yang berani mengirimnya ke acara makan malam tadi?" geram Dika dengan suara tertahan, tangannya terkepal kuat.

Maudy pun kini tampak jauh lebih panik dengan napas yang memburu tidak teratur. "Aku juga tidak menyangka video itu akan muncul di saat seperti ini. Kalau Papa benar-benar membenciku dan mendepakku dari sini, bagaimana nasibku nanti?" isaknya tertahan.

Sementara itu, Siska tidak menunjukkan ketakutan yang sama, melainkan kemarahan yang meluap. Matanya tertuju pada Zoe yang berjalan dengan langkah santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Siska segera menghadang jalan Zoe dan membentaknya penuh curiga, "Kamu... pasti ini semua rencana busukmu, kan?! Kamu yang sengaja ingin menghancurkan kami!"

Zoe berhenti sejenak, melipat tangan di depan dada dengan ekspresi yang sangat tenang, bahkan cenderung meremehkan. "Buktinya? Apa kamu punya satu saja bukti valid untuk menuduhku?" tanya Zoe dingin. "Lagian, bukankah seharusnya kalian berterima kasih padaku? Dengan batalnya perjodohan ini, bukankah ambisi yang selama ini kalian idam-idamkan akhirnya bisa terkabul?"

Tanpa menunggu jawaban, Zoe melengos pergi, meninggalkan ketiga saudara tirinya yang hanya bisa mendidih dalam kekesalan yang tak berdaya.

Ceklek! Zoe membuka pintu kamarnya dan segera menjatuhkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang empuk, mencoba mencari ketenangan setelah drama panjang di bawah. Namun, keheningan itu pecah seketika.

"Kau sudah puas bermain-mainnya?" Suara bariton yang berat dan tenang itu menyambar pendengarannya, membuat Zoe tertegun seketika. Jantungnya berdegup kencang saat ia mendudukkan diri dan mendapati seorang pria asing sudah duduk dengan angkuh di atas sofa kamarnya.

"K--au? Siapa kau?! Bagaimana bisa kau masuk ke sini?" Zoe hampir berteriak karena terkejut.

Di saat yang sama, Milo yang bersembunyi di balik miniatur rumahnya, menyeletuk dengan suara gemetar, "Nona... dia orangnya. Dia pemilik kekuatan besar yang kekuatan nya telah merubah, Nona... Sang Rubah Berekor Sembilan. Dialah Gumiho itu." Penjelasan Milo membuat napas Zoe tertahan.

Ia menatap pria di hadapannya dengan perasaan campur aduk antara takut dan rasa ingin tahu yang luar biasa.

BERSAMBUNG

1
Kusii Yaati
si rubah belum nyerah ternyata, semangat ya stev jangan sampai kamu yang bertekuk lutut sama Zoe ya!😁
Kusii Yaati
ternyata Zoe adalah masa lalunya Steven,wah tambah seru nih... lanjut Thor 💪😁😘
Kusii Yaati
ya ampun stev bikin aq ngakak aja sih🤣🤣🤣
tapi semoga stev adalah jodoh Zoe dan nanti anak" mereka mewarisi kekuatan orang tuanya, pasti seru tuh...ayo Thor tambah semangat, buat ceritanya tambah menarik dan seru 💪💪💪💪😘😘😘😘
Rosmawaty Limbong
penyampaian cerita sangat menarik membuat pembaca ingin terus membaca kelanjutan ceritanya sampai selesai.
Kusii Yaati
alamak gimana selanjutnya, berhasil kah Steven mengambil kekuatannya kembali... lanjut Thor seru banget ini💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
waduh Steven sudah datang aja, gimana nasibnya zoe😱
Kusii Yaati
keputusan bagus Zoe,buat apa pertahankan hubungan yang hanya kamu saja yang mencintai.lanjut Thor 💪💪💪😘
falea sezi
lanjut donk
Kusii Yaati
lanjut Thor ceritanya bagus banget lho...💪💪💪
Kusii Yaati
bagus Zoe sudah saatnya kau menunjukkan taring mu biar para benalu itu sadar diri
Kusii Yaati
sadar diri woyyy ibu tiri laknat, yang benalu di sini tu kamu dan buntut mu/Curse/...lah dah miskin nggak tahu diri pula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!