NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di dalam sebuah rumah bernuansa serba coklat, Adrian duduk santai sambil memangku anak kucing Persia milik Tantenya. Adik dari mendiang ibunya. Tante Citra yang saat ini usianya sudah hampir 60 tahunan.

Adrian sengaja berkunjung ke rumah tantenya yang ada di Tangerang, dengan tujuan ingin memberikan informasi tentang acara pernikahannya dengan Mita yang akan digelar bulan depan.

Tante Citra adalah keluarga Adrian yang tersisa. Karena ibunya dulu hanya dua bersaudara. Neneknya pun sama hanya dua bersaudara dan sudah banyak yang berpulang. Dari ibunya Adrian hanya memiliki satu putra. Dari Tante Citra memiliki dua anak putra dan putri. Mereka sudah berkeluarga, yang putra tinggal di Australia dan yang putri menjadi seorang dokter spesialis di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Keluarga yang minimalis tapi memiliki kemapanan yang mumpuni. Tidak akan habis tujuh turunan dan tujuh tanjakan.

Sedangkan keluarga dari papanya Adrian, tidak ada. Jika ada pun, mereka tinggal di luar negeri. Kebetulan, mendiang papanya Adrian ada keturunan Belanda.

"Jadi... Apa yang membuat ponakan Tante satu-satunya tiba-tiba berkunjung di malam hari, jauh-jauh dari Jakarta? Bawa puding juga lagi." Tante Citra membawa secangkir teh hangat untuk Adrian.

Adrian cengengesan dan mengelus kepala anak kucing lagi. "Hmm... Adri mau nikah bulan depan, Tan."

"Serius? Calonnya orang mana? Bibit bebet bobotnya gimana? Kenapa nggak diajak biar langsung kenalan." Tante Citra antusias.

"Sebenarnya dia janda. Adik kelas Adrian waktu sekolah dulu. Terus ketemu lagi sekarang. Dia janda tapi belum ada anak," jelasnya.

"Hmm... Oke. Ternyata ponakanku kepincut janda toh," godanya.

"Janda baik-baik kok. Orangnya lembut dan pemalu. Aku udah ketemu ibunya dan saudari-saudarinya. Mereka setuju, semua diserahkan sama aku dan—Mita."

"Oh, namanya Mita. Kalau Tante sih ya juga sama, ikut aja. Acaranya mau dihotel mana? Atau sudah sewa gedung pernikahan, katering dan lainnya?"

Adrian mengubah posisi duduknya dan menarik napas pelan. Sebelum akhirnya ia melanjutkan.

"Kami sudah bicara soal itu. Mita ingin acaranya sederhana aja. Hanya ada keluarga inti dan sahabat. Dia nggak mau acara yang besar, karena katanya nggak perlu banyak undangan. Adri juga mikirnya sama, paling pagi nikah dan langsung resepsi sampai jam satu aja. Untuk teman-teman kantor dan kampus aja." Adrian menjelaskan lagi.

Citra mengangguk setuju. Karena memang ia sadar jika keluarga mereka tuh sedikit.

"Ajak kesini, lusa. Kenalin sama Tante ya. Sebelum acara pernikahan, pokoknya Tante harus kenal sama calonmu."

"Iya, Tan. Nanti kalau dia sudah sehat, aku ajak kesini. Tadi, mau aku ajak, kayaknya dia masih kurang fit. Dari kemarin demam," jelasnya lagi.

'di tambah kecapean habis aku ajak bercinta hampir seharian,' batinnya.

"Oh, lagi sakit. Oya, kalau boleh tau, alasannya dia jadi janda, kenapa? Nggak apa-apa kan kalau aku keponya ke kamu. Takut kalau nanti ketemu, Tante salah ucap, kan repot," ujarnya lagi.

Adrian menjelaskan alasan mengapa Mita menjanda selama lima tahun. Bahkan, menceritakan siapa mantan suami Mita dulu.

"Puding yang aku bawa juga itu sebenarnya buatan calon istriku, Tan. Dia jago buat kue-kua an. Tapi, nggak jago masak katanya." Adrian terkekeh.

Penasaran dengan ucapan Adrian. Tante Citra pun memotong pudingnya dan dicoba dengan antusias. Saat masuk ke dalam mulut, Tante Citra membulatkan matanya karena terkejut dengan rasanya.

"Ya Tuhan, Dri... Ini enak. Nggak kemanisan, kenyalnya pas dan rasanya itu tuh nyaman di mulut. Bikin nagih, kamu udah pernah coba belum? Nggak pakai fla aja enak lho."

"Udah dong." Adrian menjawab dengan bangga.

"Makin penasaran deh, Tante. Pokoknya lusa makan malam di sini ya. Nggak boleh nggak!" Tante Citra memberikan ultimatum.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Di kantor ramai para karyawan yang berbisik-bisik soal managernya yang membawa calon istri ke acara ulangtahun Dirut. Hampir semuanya tidak ada yang menyangka jika seorang Adrian Azzam, pria yang dikenal tegas dan berwibawa itu, akan menikah.

Selama ini memang semua memahami bahwa Adrian sangat tertutup dengan urusan pribadinya. Terkenal acuh pada perempuan juga.

"Pantesan aja ya, Tiara yang seksi begitu ditolak Mulu. Ternyata udah ada pawangnya."

"Iya, lagi. Sebenarnya lebih cantik Tiara nggak sih?"

"Alah, Tiara mah menang dempul aja. Itu dadanya hasil permak. Gosipnya, itu Tiara tuh simpanannya pak Dirut. Makanya langsung naik jadi asistennya Adrian. Kita mati-matian masuk perusahaan dengan seabrek tes ini itu. Lah dia?"

"Iya bener lagi. Tapi, ya... Gue denger lagi, calonnya Adrian itu mantan istrinya Rio supervisor tim produksi."

"Berarti pak Adrian pebinor gitu?"

"Kalau itu gue kurang paham. Tapi, gue sebagai cewek realistis nih. Daripada Rio gue sih lebih milih Adrian. Yes lah pokoknya!"

Begitu lah percakapan karyawan baik yang laki-laki dan perempuan membicarakan tentang Adrian Azzam.

Sedangkan yang sedang digosipin, sedang memperhatikan layar laptop dengan segudang data.

"Ini kenapa data-datanya jadi kayak semut di mata ya," ucap Adrian.

Ia melirik jam tangannya yang ternyata sudah hampir jam pulang kantor. Seharian ini ia benar-benar sibuk. Belum sempat ia menghubungi Mita.

Setelah melakukan peregangan ringan. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi calon istrinya itu. Pada dering ketiga, baru panggilannya terjawab.

"Halo, Mas."

"Sayangnya aku lagi ngapain nih? Gimana keadaannya?" Adrian senyam senyum sendiri mendengar suara Mita diseberang sana.

"Alhamdulillah udah baikan. Besok kayaknya aku udah bisa kerja. Sibuk banget ya, Mas? Sampai-sampai pesanku dibalesnya singkat banget." Terdengar suara Mita yang merajuk.

"Maaf ya, Sayang. Aku tadi ada rapat terus langsung ke pabrik dan balik ke kantor. Aku mau hubungi kamu, tapi bosku ada di dekat ku. Nggak enak juga mau pegang handphone. Pulang kerja aku mampir ke kos ya. Mau dibawain apa? Request deh!" Adrian terkekeh. Dan tiba-tiba ia teringat Mita yang sedang bergerak naik turun di atas pusat tubuhnya. Membuat sesuatu di balik celananya menjadi sesak.

'sh*t!'

"Aku nggak kepingin apa-apa, Mas."

"Hmm, kok gitu. Marah ya?" Adrian mengubah posisi duduknya karena mendengar nada suara Mita yang berubah.

"Nggak marah. Kamu datang aja kesini ya, ada yang mau aku bicarakan."

Deg!

Adrian tiba-tiba merasa tidak nyaman. Jantungnya agak sedikit berdegup kencang.

" Ya sudah, aku kesana nanti." Suara ketukan pintu membuat Adrian harus menyudahi obrolannya dengan Mita. "Masuk!"

Tiara melenggang masuk sembari melempar senyum yang menurutnya sudah paling manis.

"Pak Adrian... Aku bawa dokumen buat di tanda tangani." Tiara sengaja sebelum masuk sudah membuka dua kancing kemeja bagian atas supaya bisa memperlihatkan dada kebanggaannya.

Adrian melihat sekilas dada Tiara yang putih dan berisi. Tapi, ia langsung menunduk dan menatap dokumen yang dibawa Tiara.

"Kemarin Pak Adrian kenapa wfh? Sakit katanya ya?"

"Hmm, nggak enak badan," jawabnya singkat. Mata Adrian membaca isi dokumen dari atas sampai akhirnya ia tanda tangani. "Sudah."

"Pak!"

"Ya?"

"Hmm, boleh minta tolong nggak? Sekali aja, please," mohon Tiara dengan wajah yang dibuat memelas.

"Tolong apa?"

"Pura-pura jadi suami saya. Soalnya ada cowok yang gila banget, deketin saya terus. Saya bilang saya udah nikah. Mau ya, Pak? Saya mohon."

[]

*kira-kira, apa Adrian akan mau bantuin Tiara?

1
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
riza
ciee... mereka jadian juga 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!