NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 十四

Suasana di dalam ruang kerja Mo Yan yang kedap suara itu terasa lebih menyesakkan daripada saat pintu toilet didobrak tadi. Begitu pintu ditutup rapat oleh Zuo Fan dari luar, Xi’er tidak membuang waktu. Ia berbalik, matanya yang jernih kini menyala oleh api kemarahan yang murni. Ia melangkah mendekati meja kerja Mo Yan, bukan sebagai gadis desa yang menumpang hidup, melainkan sebagai sosok yang merasa otoritas dan keselamatannya baru saja dikhianati.

BRAKK!

Xi’er menggebrak meja kaca mahal itu dengan kedua telapak tangannya. "Tuan kaku! Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu karena terlalu banyak menatap layar cahaya itu?!" teriak Xi'er, suaranya melengking tajam, membuat Mo Yan yang baru saja akan duduk kembali tertegun.

Mo Yan menatap tangan kecil Xi'er yang bergetar di atas mejanya, lalu perlahan mengangkat pandangannya ke wajah gadis itu. "Aku baru saja menyelamatkanmu dari wanita gila itu Xi'er. Bukankah seharusnya kau bernapas lega?"

"Bernapas lega?!" Xi'er tertawa sumbang, sebuah tawa yang penuh dengan ironi. "Kau baru saja memasang papan target di punggungku dan kau menyuruhku bernapas lega? Kau mengumumkan di depan ratusan orang bahwa aku adalah Dokter Pribadi mu! Kau menyebut namaku dengan lantang seolah-olah kau sedang memamerkan barang rampasan perang!"

Xi’er mulai berjalan mondar-mandir di depan meja Mo Yan, tangannya bergerak lincah di udara seolah sedang mengurai benang kusut. "Dengar, Tuan CEO yang sombong. Jika dunia tahu, jika musuh-musuhmu yang rakus itu tahu bahwa aku adalah kunci satu-satunya agar kau tetap bisa bernapas dan memerintah perusahaan ini, apa kau pikir mereka akan membiarkanku hidup tenang?"

Xi'er berhenti tepat di hadapan Mo Yan, mencondongkan tubuhnya dengan wajah yang sangat serius. "Mereka akan menculikku! Mereka akan menyeretku ke lubang yang paling gelap atau melenyapkanku hanya agar kau kembali menjadi balok es yang tidak berguna, sehingga mereka bisa merebut kekuasaanmu! Aku tidak takut pada tamparan wanita tadi, tapi aku takut pada keserakahan manusia yang kau undang secara cuma-cuma lewat mulut cerobohmu itu!"

Mo Yan terdiam. Kata-kata Xi'er menghantam logikanya tepat di sasaran. Selama ini, ia terbiasa menjadi pusat perhatian, terbiasa menghadapi serangan secara terang-terangan. Namun, ia lupa bahwa Xi'er bukanlah bagian dari dunia perang korporatnya. Ia lupa bahwa dengan mengekspos Xi'er sebagai penyembuhnya, ia telah menjadikan gadis itu sebagai kelemahan terbesarnya yang paling mudah diserang.

Rasa bersalah yang dingin merayap di dada Mo Yan. "Aku... aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa kau memiliki perlindunganku."

"Perlindungan yang kau berikan itu justru seperti membakar hutan hanya untuk menangkap seekor serangga!" omel Xi'er lagi, kini nadanya berubah menjadi sedikit lucu karena ia mulai menggerutu sambil membetulkan ikat rambutnya yang miring. "Sekarang bagaimana? Semua orang sudah melihatku. Mereka akan membicarakanku di tempat makan mereka, mereka akan memotret wajahku dengan kotak sihir mereka. Hidupku yang tenang bersama A-Chen baru saja kau hancurkan, Tuan kaku!"

Mo Yan berdiri, ia mengembuskan napas panjang dan menatap Zuo Fan yang sejak tadi berdiri di dekat pintu. "Zuo Fan, kumpulkan semua orang yang ada di lobi dan area toilet tadi pagi di aula utama, Segera."

Sepuluh menit kemudian, aula utama Mo Group berubah menjadi tempat yang paling mengerikan bagi para karyawan. Mo Yan berdiri di panggung kecil tanpa bantuan kursi roda. Ia berdiri tegak, tangannya terselip di saku celana kain mahalnya. Wajahnya sangat tenang, terlalu tenang yang justru membuat suasana menjadi mencekam. Tidak ada suara sedikit pun, bahkan suara napas pun seolah ditahan oleh ratusan orang yang hadir.

"Aku mengumpulkan kalian di sini karena aku merasa ada sedikit... gangguan informasi di gedung ini." ucap Mo Yan dengan nada suara yang sangat santai, hampir seperti sedang membicarakan cuaca. Namun, matanya menyapu ruangan dengan ketajaman yang sanggup merobek keberanian siapa pun.

"Apa yang kalian dengar tadi pagi tentang Dokter Pribadi, anggaplah itu sebagai bagian dari ujian loyalitas yang sengaja aku buat." lanjut Mo Yan. "Lin Xiaoxi sebenarnya adalah Kepala Riset untuk proyek bahan alami farmasi terbaru Mo Group. Dia adalah peneliti senior yang aku datangkan dengan biaya yang tidak sanggup kalian bayangkan. Kemampuan medisnya adalah aset intelektual perusahaan, bukan untuk konsumsi publik."

Mo Yan melangkah satu tindak ke depan, auranya mendadak berubah menjadi sangat dominan. "Aku sangat menghargai privasi dan loyalitas. Karena aku paling benci jika harus menghancurkan masa depan seseorang hanya karena mereka tidak bisa mengontrol mulutnya sendiri. Kalian semua adalah orang-orang cerdas yang bekerja di perusahaan terbaik. Jadi, aku yakin kalian tahu apa artinya jika rahasia riset perusahaan bocor ke luar."

Mo Yan tidak menyebutkan kata pecat atau blacklist, namun ancamannya yang tersirat tentang "menghancurkan masa depan" membuat beberapa karyawan di barisan depan mulai berkeringat dingin dan gemetar. Mereka tahu benar, jika Mo Yan berkata demikian, itu artinya karier mereka akan mati secara permanen di seluruh dunia bisnis.

"Zuo Fan akan memberikan dokumen kerahasiaan tambahan pada kalian. Tandatangani, lalu lupakan apa yang terjadi di toilet dan lobi." pungkas Mo Yan. Ia berbalik dan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban, meninggalkan suasana aula yang seolah baru saja dilewati oleh malaikat maut.

Kembali ke ruang kerja, Xi'er yang sejak tadi mengintip dari balik layar monitor besar milik Mo Yan, mendengus pelan.

"Peneliti senior? Ahli riset?" Xi'er mencibir, meskipun dalam hati ia merasa lega karena statusnya kini tersamarkan. "Gelar yang sangat aneh. Tapi setidaknya itu menjelaskan kenapa aku selalu berbau jamu dan membawa tanaman ke mana-mana."

"Itu alibi yang paling sempurnan Xi'er." ucap Mo Yan sambil duduk kembali. "Sebagai peneliti, kau punya alasan untuk memiliki laboratorium sendiri dan menghabiskan waktu dengan tanamanmu. Tidak akan ada yang curiga jika kau mencampur obat untukku, karena mereka pikir kau sedang bekerja untuk produk perusahaan."

"Terserah kau saja Tuan kaku." balas Xi'er sambil berjalan menuju sofa dan mengambil sepotong cokelat yang ada di meja tamu. "Tapi kau harus ingat, jika ada satu saja orang asing yang mencoba menculikku atau mengintip A-Chen karena kecerobohanmu lagi, aku akan menyumbat lubang hidungmu dengan akar pahit selama setahun!"

Mo Yan tidak bisa menahan senyum tipisnya. "Aku berjanji hal itu tidak akan terjadi. Vania akan menjadi bayanganmu, dan aku... aku akan menjadi perisaimu."

Xi'er sempat terdiam sejenak mendengar kata-kata itu. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat, namun ia segera memalingkan wajahnya yang sedikit merona. "Vania? Oh, dayang... maksudku asisten baruku itu? Dia lumayan pintar, tidak seperti sekretaris berbaju ketat yang berisik tadi."

"Dayang?" Mo Yan menaikkan alisnya, merasa asing dengan istilah itu.

"Maksudku... pelayan! Eh, asisten! Aduh, lidahku ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi di kota penuh sihir ini!" seru Xi'er frustrasi, mencoba meralat ucapannya yang hampir membongkar identitas aslinya lagi.

Zuo Fan masuk ke ruangan dengan wajah lega. "Tuan, semua dokumen sudah ditandatangani. Tim IT juga sudah menghapus semua rekaman pembicaraan di lobi secara permanen. Status Nona Lin di sistem sekarang resmi sebagai 'Konsultan Riset Farmakologi'."

"Bagus." sahut Mo Yan. Ia menatap Xi'er yang kini asyik mengunyah cokelat dengan wajah yang sangat puas. "Sekarang, karena masalah rahasiamu sudah aman, bisakah kau memeriksa nadiku? Aku merasa... detak jantungku sedikit tidak beraturan sejak tadi."

Xi'er segera mendekat dengan wajah serius, ia menekan nadi di pergelangan tangan Mo Yan. Namun setelah beberapa detik, ia mengerutkan kening dan memukul pelan tangan Mo Yan.

"Kau berbohong! Nadimu sangat kuat dan stabil! Kau hanya ingin mengerjaiku agar aku tidak marah lagi, kan?" tuduh Xi'er ketus.

Mo Yan terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar sangat hangat di ruangan yang dingin itu. "Mungkin. Karena melihatmu marah jauh lebih melelahkan daripada menghadapi musuh bisnis."

Xi'er mendengus, namun ia tidak lagi melepaskan tangan Mo Yan. "Dasar pria kaku yang penuh tipu daya. Ayo, ikut aku ke taman atap. Aku harus memastikan 'sihir cahaya' di kantor ini tidak merusak aliran darahmu lebih jauh."

Malam itu, rahasia sang Tabib Agung terkunci rapat di balik dinding kaca Mo Group, dilindungi oleh ancaman dingin sang CEO dan kecerdikan sang gadis desa yang misterius.

1
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Hureèe komen pertamaa 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 😅 Iya syama2 kamei 🥰
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Cieee aheum aheumm kiw kiw 🤣/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!