NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Duda Dingin yang Ternyata "Softie" Kalau Urusan Popok.

...🌹🌹🌹...

Matahari baru saja mengintip malu-malu dari balik gedung pencakar langit Jakarta. Di lantai 35, kesunyian penthouse Arkeas InjitAsmo pecah oleh suara rengekan halus dari kamar bayi.

Zolla, yang biasanya bangun paling awal, kali ini masih bergelung di balik selimut karena semalam begadang nonton drakor sambil makan mi instan—sebuah kebiasaan buruk yang selalu diceramahi Arkeas. Namun, sebelum Zolla sempat mengumpulkan nyawa untuk bangun, dia mendengar langkah kaki yang mantap namun pelan melewati depan kamarnya.

Zolla mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. Di sana, Arkeas sudah rapi mengenakan celana kain abu-abu dan kaos dalaman putih yang menonjolkan otot bisepnya yang terbentuk sempurna hasil gym rutin. Rambutnya masih sedikit berantakan, memberikan kesan messy hair yang sangat maskulin.

Arkeas masuk ke kamar Alisya. Zolla mengikuti dengan langkah jinjit, mengintip dari ambang pintu.

"Pagi, Tuan Putri," suara Arkeas terdengar sangat rendah, lembut, dan penuh kasih sayang—jauh berbeda dengan suaranya yang ketus saat bicara soal laporan keuangan. "Kenapa nangis? Hm? Popoknya penuh ya?"

Arkeas mengangkat Alisya dengan gerakan yang sangat terlatih. Tangannya yang besar menyangga kepala dan punggung bayi itu dengan penuh kehati-hatian. Zolla terpaku. Pemandangan seorang pria setinggi 185 cm dengan aura CEO yang dingin, sedang menimang bayi kecil sambil berbisik lembut, adalah sebuah serangan visual yang tidak sehat untuk jantungnya.

...🌹🌹🌹...

"Sini, Papa bersihin dulu," Arkeas membawa Alisya ke meja ganti.

Zolla masuk perlahan. "Mas... mau saya bantu?"

Arkeas menoleh sedikit, menatap Zolla yang masih bermuka bantal dan rambut acak-acakan. "Bangun jam segini? Kamu asisten atau pajangan rumah? Sudah, sana cuci muka. Saya bisa handle Alisya sendiri."

"Tapi Mas—"

"Zolla, saya sudah jadi Bapak jauh sebelum kamu jadi asisten saya. Saya tahu cara ganti popok tanpa harus bikin anak saya trauma," potong Arkeas sambil mulai melepas perekat popok Alisya dengan sangat cekatan.

Zolla hanya bisa melongo. Dia melihat bagaimana jemari panjang Arkeas yang biasanya memegang pulpen mewah seharga mobil, kini dengan telaten membersihkan kulit bayi Alisya menggunakan tisu basah. Tidak ada ekspresi jijik, tidak ada keluhan. Yang ada hanyalah tatapan fokus seorang Ayah yang sangat mencintai anaknya.

"Mas Arkeas... Mas beneran Bapak-able banget ya kalau lagi begini," celetuk Zolla tanpa sadar.

Arkeas berhenti sebentar, lalu melirik Zolla dengan senyum miring yang tipis—senyum yang jarang sekali dia tunjukkan. "Kenapa? Kamu baru sadar kalau majikan kamu ini punya kualitas Hot Dad?"

Zolla langsung salah tingkah. "Dih! Pede banget! Saya cuma bilang Mas pinter urus bayi, bukan bilang Mas ganteng!"

"Tapi mata kamu bilang sebaliknya, Zol," Arkeas kembali fokus pada Alisya, memakaikan baju terusan motif kelinci. "Sekarang, karena saya sudah ambil alih tugas pagi ini, kamu punya waktu tiga puluh menit untuk mandi dan bikin sarapan. Saya mau nasi goreng—yang nggak kebanyakan micin."

...🌹🌹🌹...

Di meja makan, suasana terasa sangat domestik. Alisya duduk di kursi tingginya, sibuk dengan biskuit bayi, sementara Arkeas dan Zolla duduk berhadapan.

"Mas, hari ini ada jadwal ke kantor?" tanya Zolla sambil menyendok nasi goreng buatannya.

"Ada meeting sama investor dari Prancis jam sepuluh. Tapi saya rasa saya bakal terlambat," jawab Arkeas sambil sesekali mengelap sisa biskuit di dagu Alisya.

"Loh, kenapa? Investor Prancis kan biasanya disiplin banget?"

Arkeas menatap Alisya, lalu menatap Zolla. "Alisya tadi agak anget badannya. Mungkin karena mau tumbuh gigi lagi. Saya nggak tenang ninggalin dia cuma sama kamu yang pelupa."

"Mas! Saya nggak pelupa ya! Saya cuma... sering terdistraksi hal-hal indah!" protes Zolla.

"Hal indah apa? Cermin?"

"Bukan... tapi Mas Arkeas kalau lagi nggak pakai jas," bisik Zolla pelan, sangat pelan, tapi telinga Arkeas yang tajam menangkapnya.

Arkeas meletakkan sendoknya. Ia memajukan tubuhnya ke arah meja, menatap Zolla dengan intensitas yang sanggup membakar kalori. "Jadi, menurut kamu, saya lebih indah tanpa baju?"

Uhuk! Zolla tersedak kerupuk. "Nggak gitu maksudnya! Maksud saya... Mas kelihatan lebih... manusiawi!"

Arkeas tertawa rendah, suara bas yang sangat candu. Ia meraih tisu dan, untuk kesekian kalinya, ia yang membersihkan sudut bibir Zolla. "Zolla, kamu itu gampang banget dibaca. Makanya, berhenti main-main sama api kalau kamu nggak mau terbakar."

Arkeas berdiri, menggendong Alisya di satu tangan, sementara tangan satunya lagi mengusap kepala Zolla dengan gerakan protektif. "Saya berangkat jam sebelas. Pastikan Alisya minum vitaminnya. Dan kamu... jangan berani-berani buka pintu buat siapa pun, terutama Genta atau siapapun yang nggak punya akses biometrik ke rumah ini."

"Iya, Mas Posesif!" jawab Zolla sambil menjulurkan lidah.

...🌹🌹🌹...

Malam harinya, sepulang dari kantor yang melelahkan, Arkeas menemukan pemandangan yang membuat langkah kakinya terhenti di ruang tengah.

Zolla tertidur di atas karpet bulu dengan posisi miring, sementara Alisya tidur di dalam pelukannya. Mereka berdua terlelap di depan TV yang masih menyala menampilkan kartun anak-anak. Zolla menggunakan lengannya sendiri sebagai bantal untuk Alisya.

Arkeas mendekat perlahan. Ia berlutut di samping mereka. Di bawah temaram lampu ruangan, wajah Zolla terlihat sangat tulus. Tidak ada lagi ejekan, tidak ada lagi perdebatan. Hanya ada seorang gadis yang sudah memberikan hatinya secara utuh untuk anaknya—dan mungkin, tanpa disadari, untuk dirinya juga.

Arkeas mengulurkan tangannya, mengelus pipi Zolla dengan punggung jarinya. "Kenapa kamu harus seberani ini masuk ke hidup saya, Zol?" bisiknya lirih.

Ia tidak ingin membangunkan mereka, tapi dia juga tidak mau mereka kedinginan. Arkeas mengangkat Alisya lebih dulu, memindahkannya ke boks bayi dengan gerakan sangat halus. Lalu, ia kembali untuk Zolla.

Ia menyisipkan tangannya di bawah leher dan lutut Zolla, mengangkat tubuh mungil itu dalam gendongan bridal style. Zolla melenguh kecil, kepalanya secara otomatis bersandar di dada bidang Arkeas, mencari kehangatan.

"Mas... wangi sandalwood..." igau Zolla dalam tidurnya.

Arkeas tersenyum tipis. "Ya, ini Mas kamu, asisten cerewet."

Ia membawa Zolla ke kamarnya, membaringkannya di tempat tidur dengan sangat hati-hati. Sebelum keluar, Arkeas sempat berhenti di ambang pintu, menatap Zolla sekali lagi.

"Mungkin benar kata kamu, Zol. Saya butuh rumah. Dan sepertinya rumah itu... adalah kamu."

Arkeas menutup pintu dengan rapat, kembali ke ruang kerjanya dengan perasaan yang jauh lebih ringan.

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 20...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!