NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Narti mendengar

"Hiks, Hiks."

Narti yang sedang duduk diam di dalam kamar mendadak saja tersentak karena mendengar suara menangis, suara itu sangat tidak asing untuk telinga dia sehingga Narti memutuskan untuk keluar dari kamar untuk mencari, sebab sebagai seorang Ibu maka hati wanita ini masih saja terluka dengan kematian Mirasih yang mendadak seperti itu.

Walau dalam hati dia juga ingin kebangkitan Mirasih agar bisa balas dendam kepada semua orang, namun tetap saja Narti merasa itu semua nanti akan sia-sia, karena yang akan menderita lagi tentu saja Mirasih karena dia tidak mendapat ketenangan walau sudah meninggal dunia dan masih saja sibuk menghantui banyak orang.

"Anak ku, apa itu dirimu?" Narti bertanya dengan suara gemetar karena ingin menangis.

"Sakiiiitttt.....huhuhuuuu sakit sekali." suara menangis itu juga semakin menusuk telinga.

"Mirasih, apa benar kau menjadi arwah gentayangan seperti ini nak?" Narti meremas dada yang terasa begitu sesak.

"Hiks, Hiks tolong aku." suara itu semakin menggema di telinga.

Narti tidak tahu mau mencari di bagian mana namun yang jelas dia memang mendengar suara sang anak tengah menangis, dalam hati dia menjadi ragu untuk membangkitkan Mirasih karena sekarang saja arwah gadis itu sudah menangis dan mengatakan bahwa dia sedang kesakitan, malah yang ada timbulnya di dalam hati Narti untuk minta tolong kepada Purnama.

Sebab bagaimana juga dia tidak mau bila Mirasih di alam sana masih merasakan sakit yang tidak terkira, sudah di dunia ini Dia menderita dengan tekanan yang begitu besar dan juga meninggal dengan cara keji, lalu ini sudah menjadi arwah gentayangan tapi masih saja menderita seperti itu.

Tentu Narti tidak bisa menerima ini semua dan dia berharap nanti Purnama bisa membantu arwah sang anak untuk bangkit dengan cara yang baik, untuk soal dendam dia sudah berusaha untuk ikhlas karena tidak tahu juga siapa yang akan membunuh, dia tidak tahu saja ketika nanti Purnama sudah turun tangan maka semua akan terungkap dengan jelas.

Bukan hanya tentang arwah yang sedang gentayangan di desa Bondowoso ini saja, tapi juga pembunuh Mirasih bisa Purnama cari dengan sangat teliti, hanya saja Narti harus menurunkan ego dan memohon kepada Purnama agar wanita itu mau membantu secara ikhlas tanpa ada rasa kesal di dalam hati.

Ego Purnama sangat tinggi jadi ketika berbicara dengan dia harus menggunakan lemah lembut dan kesopanan yang sangat besar, jangan sampai menentang wanita itu bila memang ingin minta tolong kepada dia, orang yang meminta tolong harus bisa menekan ego di dalam diri mereka sendiri agar Purnama mau membantu dengan ikhlas.

"Kamu tunggu ya, Ibu akan minta tolong pada Purnama." janji Narti pada sang anak.

"Sedang bicara sama siapa to, Bu?" Hamdan masuk karena dia mendengar Narti sejak tadi terus saja berbicara.

"Pak, Ya Allah anak kita sangat menderita." Narti langsung menangis dan memegang tangan Hamdan.

"Kenapa ini, Ayo duduk dulu biar kamu sedikit tenang." Hamdan membawa sang istri duduk di tepi ranjang kayu yang mulai reot itu.

"Mirasih sangat menderita dan dia barusan mengatakan sangat kesakitan!" Narti terisak-isak karena membayangkan penderitaan sang anak.

"Apa yang sudah dia dengar dan kenapa mendadak saja menangis seperti ini?" Hamdan jadi bingung dengan sikap sang istri.

Sebab kemarin Narti seolah bersikeras ingin membangkitkan sang anak agar bisa balas dendam kepada orang yang telah menyakiti, bahkan ketika berbicara kepada Hamdan Dia sangat besar emosi serta ambisi dia, namun sekarang mendadak saja menjadi melemah begini karena mendengar bahwa sang anak tengah kesakitan.

"Kita harus minta tolong kepada Purnama agar dia bisa mengungkap kematian Mirasih." Narti berkata dengan mata basah.

Hamdan yang mendengar ucapan Narti menjadi tersentak kaget karena kemarin dia memang kedatangan Purnama, tapi Hamdan tidak mengatakan kepada Narti karena dia merasa nanti Narti tidak akan menerima kenyataan tersebut, jadi dia masih menyimpan rahasia bahwa Purnama pernah datang ke rumah ini.

"Sebenarnya kemarin mbak Purnama sempat datang dan dia bertanya soal kematian Mirasih." Hamdan berkata pelan.

"Kapan? kok kamu tidak ada bilang kalau dia sampai datang ke rumah ini!" Narti terlihat begitu kaget.

"Ya kemarin kan masih ada kematian Pak Agus dan juga malam dilanjut lagi dengan kedatangan dukun Rejo, jadi aku belum sempat cerita tentang kedatangan Mbak Purnama." jelas Hamdan kepada sang istri.

"Ya Allah kalau dia sampai datang ke rumah ini dan bertanya soal kematian anak kita, sudah pasti dia akan mau membantu untuk mengungkap masalah ini." Narti berkata yakin sekali.

"Aku juga sempat heran karena Purnama mau datang kemari bahkan dia sampai mengajak adik dia." ujar Hamdan.

"Kalau begitu besok kita yang akan mendatangi dia di desa pandan Arum, aku akan meminta tolong kepada mbak Purnama agar mau membantu mengungkap kematian Mirasih!" tekad Narti semakin kuat.

"Bu, Maaf bila aku bertanya soal ini. tapi bukankah kau kemarin mengatakan ingin membangkitkan Mirasih agar dia bisa balas dendam?" Hamdan bertanya hati-hati kepada sang istri.

Narti yang mendengar pertanyaan itu tentu saja menjadi tertegun sesaat karena dia memang pernah ada niat untuk membangkitkan sang anak, itu dia pikirkan karena masalah yang sedang mereka hadapi sudah buntu dan tidak menemukan solusi sama sekali, jadi Narti beranggapan bahwa mereka bisa membangkitkan Mirasih lalu arwah gadis itu akan membalas dendam kepada pembunuh.

Namun ketika tadi mendengar sang anak menangis dan kesakitan seperti itu maka tekad Narti mendadak saja menjadi pudar, lebih baik bila meminta tolong kepada Purnama agar Mirasih mendapat ketenangan dan penderitaan di dalam diri gadis itu bisa segera menghilang.

"Aku sebenarnya pusing untuk menerima kenyataan ini, tapi barusan aku mendengar Mirasih menangis dan dia sangat kesakitan." Narti berkata dengan suara gemetar.

"Sejujurnya aku juga bingung dengan kejadian yang ada di desa kita, sebelum Mirasih meninggal dunia memang tidak ada tragedi seperti ini." lirih Hamdan.

"Oleh sebab itu kita perlu minta tolong kepada mbak Purnama, kita juga tidak mengerti tentang dunia setan." sahut Narti.

"Ya sudah bila memang kamu sangat ingin menemui Purnama maka besok kita akan datang ke desa dia." Hamdan akhirnya setuju dengan permintaan sang istri.

Narti menjadi lega karena Hamdan sudah setuju dengan ucapan dia agar meminta tolong kepada Purnama, mungkin dengan cara ini mereka bisa mengetahui siapa yang sudah membunuh Mirasih dan bahkan nanti mereka juga bisa tahu apa memang pembunuh yang berkeliaran setelah kematian gadis itu memang arwah dari Mirasih.

Selamat pagi besti, jangan lupa tetap semangat walau hati kesal ya.

1
V3
Deng Deng ... dukun nya sudah mati
Deng Deng ... mknya jgn sok jago
Deng Deng ... syukurin kau skrg gda lagi dukun yg bisa membantu
🤣🤣🤣
V3
Deng Deng ..... gsah belagu ngajakin ketemuan sama Arwah
Deng Deng ..... tunggu ja bntr lagi kamu pasti mati
Deng Deng .... gsah menyesal hai para warga jika dukun yg kalian banggakan mati
🤣🤣🤣🤣
V3
Bu RT dh nyebut gak mo di bantu sama Purnama , nti kalau dukun nya mati , jgn harap purnama mo bantu , biar ja desa itu seluruh warganya PD mati semua nya , biar JD desa mati kedua 🤣🤣🤣
Betri Betmawati
kamu datang pada orang yg tepat Narti nanti purnama akan membantu mengungkap kematian Mirasih
V3
Naah belum kerja ja upah nya dh di ambil , dah githu sombong bgt Krn merasa mampu menghadapi arwah itu 🤣🤣
kalau purnama angkuh dn sombong itu mah wajar ja Krn purnama itu ratu Siluman Ular ,,,
laah ... kalau si Rejo yg mo di sombongin apa cb ❓🤣🤣
K & T K & T
MET siang jg Bess..
rasain kau Bu RT sm Maimunah, meremehkan purnama tau sendiri akibatnya👻👻
V3
benar kata 2 ular itu kalau dukun yg mo di cari adalah Mbah Rejo ,, nti yg ada mlh si Dukun sndri yg mati di bunuh oleh hantu nya 🤣🤣🤣
Apriyanti
belagu si ibu RT SM Maemunah kg mau panggil purnama malah dukun yg di panggil
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Makanya Bu RT kalo mau melakukan sesuatu tuh dipikir dulu,,,nah kan kalo sudah begitu ujung2 nya pasti butuh bantuan purnama,,,coba dari awal minta tolong nya sama purnama.
Echa Mauli
semangat thooor💪
FiaNasa
minta ikan apa dia.sih,kembung,kakap,patin,nila,atau ikan paus,,apa ikan wader gitu ato lele pake kumis🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
mungkin Mbah rejonpunya nyawa cadangan Lo ran makanya dia berani
FiaNasa
sombong kali kau Mbah,,paling disentil.dikit ma hantunya udah keok
FiaNasa
mau minta kemanapun ujung²nya purnama juga yg turun tangan
Tri Lestari
ke angkuhan kejudesan purnama tak kan pernah luntur
Raffaza Direzky87
angkuhnya purnama hanya untuk orang yg julid
Tri Lestari
semangat kak semoga Allah membalas dgn kebaikan kemudahan
Raffaza Direzky87
selalu semangat, semangat, dan semangat mak NJ
SENJA
laaah lu kemaren ngotot manggil si mbah itu kan 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!