Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Setelah selesai sarapan bersama Fabian membantu Nadila untuk mencuci piring bekas mereka makan, walaupun belum banyak bicara tapi sepertinya lebih baik dari semalam.
" Dil, aku mau bicara sama kamu "
" Bicara apa Bian ? "
" Aku.. Aku minta maaf soal semalam, maaf aku ga cerita sama kamu. Aku cuma ga mau kamu kepikiran Dil, jujur aja aku sayang sama kamu Nadila. Aku mau di hubungan kita ini ga ada siapapun selain kita "
" Aku juga minta maaf Bian karena udah bikin kamu malu semalam, harusnya aku ga lakuin itu didepan teman teman kamu. Maafin aku Bian "
" Intinya Dil, apapun yang aku lakuin sekarang itu demi kamu Nadila. Aku ga perduli dengan diri aku, yang penting kamu selamat, kamu bahagia Nadila "
Nadila langsung memeluk erat tubuh Fabian, rasanya Nadila benar benar jatuh cinta kepada Fabian.
" Kamu mau ice cream ga ? " tanya Fabian
" Mauu " Nadila dengan cepat mengangguk
" Yuk keluar, kita jalan "
Dengan senang hati Nadila mengangguk, segera mereka pun pergi keluar untuk sekedar jalan jalan.
Mereka keluar dengan menggunakan mobil milik Nadila, sebenarnya Fabian cukup terkejut mengetahui jika Nadila bisa mengendarai sebuah mobil.
" Aku baru tau kalau kamu bisa bawa mobil Dil "
" Aku kan udah bilang kalau aku itu mandiri Bian "
" Oyaa "
Nadila memeluk lengan Fabian, entah kenapa Fabian sangat menyukai sikap manja Nadila.
Disaat bersamaan, Nadila mendapati ponselnya yang berdering sebuah panggilan masuk.
" Bentar ya Bian, Papah aku telpon " ucap Nadila dan Bian mengangguk
" Hallo Pah.."
" Nadila sayang, lagi dimana ? Lagi sibuk ? "
" Engga pah, ini Nadila lagi diluar Pah "
" Ohh ya, gini sayang. Papah lagi ada dicafetaria, kamu bisa kesini ? Maaf sekali kalau mendadak, papah sudah kangen sekali sama kamu Nadila "
" Bisa pah bisa, yaudah Nadila kesana sekarang ya "
" Oke, Papah tunggu ya "
Dengan raut wajah bahagia, Nadila meletakkan ponselnya.
" Bian, papah aku ada Indonesia "
" Oh ya, bagus dong sayang "
" Papah ngajak aku ketemuan sekarang, kamu keberatan ga kalau kita kesana ? "
" Engga dong, tapi nanti kamu dan Papah kamu aja yang ngobrol ya. Aku ga mau ganggu "
" Hmm padahal aku mau kenalin kamu ke Papah aku Bian "
" Nanti kita cari waktu yang pas ya "
" Yaudah deh, makasih ya Bian "
" Iyah sayang "
Segera Fabian mengantar Nadila ketempat yang sangat Papah maksudkan.
....
Saat Nadila sampai ia langsung menemui papahnya yang sudah lebih dulu sampai, begitu mereka bertemu Nadila langsung memeluk erat tubuh sang Papah.
" Papaah, kapan sampai pah ? " Nadila memeluk erat tubuh sang Papah
" Baru tadi pagi, karena Papah udah kangen banget sama kamu jadi yaudah Papah langsung hubungin kamu "
Fabian ikut masuk kedalam tanpa sepengetahuan Nadila, ia mencari tempat yang aman agar tidak menganggu keduanya.
" Papah sendirian kesininya ? "
" Iyah, kebetulan Papah juga ada urusan disini. "
" Berapa lama Papah disini ? "
" Ya kurang lebih 1 bulan, tapi ya gitu Papah sibuk sekali. Jadi mumpung ada waktu yang cukup banyak mau ketemu sama kamu dulu "
" Oohh gitu ya "
" Soal Mamah kamu gimana Nadila ? "
" Mamah.. Ya gitu pah, Mamah itu seperti ngejual aku Pah. Seperti yang aku cerita ke Papah, dan ya sampai sekarang Mamah masih maksa aku buat balikan sama Ernest pah "
" Tapi kamu udah ga ada rasa apapun kan sama si Ernest itu ? "
" Engga ada pah, apalagi setelah dia main tangan, tidur sama beberapa perempuan lain ya masa aku masih mau sih Pah sama dia "
" Lalu sekarang kamu bagaimana? Sudah ada pengganti mantanmu itu ? "
" Hmm sudah pah, dan dia jauh lebih baik dari Ernest. Dia bisa jagain Nadila, dia bisa memperlakukan Nadila dengan baik "
" Syukurlah, kapan kapan kenalin ke Papah ya "
" Pasti Pah "
Ditengah-tengah obrolan mereka, tanpa disangka sang Mamah datang menghampiri Nadila dan sang Papah.
" Ngapain kamu disini ? " tanya sang Mamah dengan penuh amarah
" Aku mau ketemu sama Nadila, lagian aku juga ada urusan "
" Pasti Nadila ngadu macem macem sama kamu kan ? "
Sang Papah bangun dari kursinya, ia berdiri dengan tegak berhadapan dengan mantan istrinya itu.
" Kamu itu ga layak disebuh sebagai ibu dan juga wanita tau ga, harusnya kamu bisa memberikan contoh yang baik. Tapi ini apa, kamu justru menjerumuskan anak kamu ke hal yang ga baik "
" Kamu itu tau apa sih ? Nadila itu tinggal sama aku semenjak kita pisah, jadi kamu ga usah so nasehatin aku "
" Harusnya hak asuh anak itu aku yang dapat, bukan kamu "
Nadila yang tak tahan langsung bangun dari kursinya.
" Mah.. Pah stop "
Beruntung saat itu cafe dalam keadaan sepi, namun tetap saja hal itu mengundang perhatian dari pengunjung lain.
" Papah itu ga salah Mah, Nadila udah cerita semuanya ke Papah. Asal Mamah tau, Nadila itu nyesel banget lahir dari rahim Mamah. "
" Selama ini Papah yang sayang sama Nadila, semua kebutuhan Nadila pun Papah yang kasih "
" Bukan seperti Mamah yang tega menjual anaknya sendiri tau ga..!! "
Fabian menyaksikan semuanya, ia sendiri bingung harus seperti apa saat ini.
" Nadila, berani kamu bicara seperti itu ? Sudah hebat kamu sekarang ? "
" Loh emang kenyataannya begitu Mah, Nadila emang nyesel. Kalau Nadila bisa milih, harusnya Nadila milih mati aja "
" Ayo Pah, kita pergi aja " Nadila menarik tangan sang Papah untuk keluar
Fabian pun dengan cepat keluar dari cafe, sedangkan sang Mamah ia masih terdiam dengan penuh amarah.
Diluar cafe Nadila langsung memeluk Papahnya dengan erat, tangisnya pun tak dapat ia tahan lagi sekarang.
Fabian menghampiri Nadila dan Papahnya, ia ikut mencoba menenangkan kekasihnya itu.
" Om " Fabian mencium punggung tangan sang Papah Nadila
" Bian.. "
" Ini pacar kamu Nadila ? "
" Iyah Pah, namanya Fabian. Dia pacar Nadila, yang tadi Nadila ceritain ke Papah "
" Hallo Om, salam kenal "
" Iyahh, yaudah kamu tolong bawa Nadila dulu ya. Tolong hibur anak saya "
" Baik om, kalau begitu saya permisi Om "
Nadila kembali memeluk sang Papah sebelum pergi, kemudian Nadila pun pergi bersama dengan Fabian.
Wajah Nadila kini nampak lebih murung, Fabian pun mencoba untuk menghibur kekasihnya itu.
Fabian berencana untuk membawa Nadila pergi ke suatu tempat untuk menghibur Nadila
lanjut ya thor👍😄