NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Pernah mati?

Setelah teriakan Audrey memecah suasana, Liam segera menjauhkan tubuhnya dari Eleanor. Ia merapikan kemejanya, sementara Eleanor berdiri tegak sambil melipat tangan di dada dengan ekspresi tenang.

Liam menatap Audrey yang berdiri tidak jauh dari mereka. "Bukannya kamu sudah pulang sejak tadi?" tanya Liam dengan nada suara yang datar dan dingin. Liam sama sekali tidak merasa canggung, ia justru merasa sedikit terganggu.

Audrey tampak gugup. Ia berusaha mencari alasan yang masuk akal. "Oh, itu... aku... tadi aku merasa sakit perut, jadi aku pergi ke toilet rumah sakit dulu," jawab Audrey dengan terbata-bata.

Eleanor menaikkan satu alisnya. Ia melirik jam tangannya, "Ha? Kau berada di dalam toilet selama dua jam? Tubuhmu tampak kurus tapi sepertinya makanmu banyak juga. Atau sudah lama sembelit?" ucap Eleanor dengan wajah polos.

Wajah Audrey memerah karena malu dan kesal. "Apa?! Bukan begitu! Itu... po-po-pokoknya, apa yang sedang kalian lakukan di tempat parkir di siang bolong begini?" Audrey mengalihkan pembicaraan dengan suara melengking.

"Memangnya menurutmu apa yang kami lakukan?" Eleanor balik bertanya dengan nada menantang.

"Kalian melakukan hal yang tidak senonoh di tempat umum!" seru Audrey sambil menunjuk ke arah mereka berdua.

Eleanor justru tertawa kecil melihat reaksi tersebut. Ia sengaja mendekat ke arah Liam dan menyentuh lengan tunangannya itu. "Maksudmu melakukan apa? Ah~ ciuman? Tadi Liam yang tidak tahan ingin menciumku, dan aku tidak bisa menghentikannya. Lagipula, apa salahnya dengan hal itu? Kami berdua adalah pasangan yang sudah bertunangan. Liam bahkan bilang ingin segera menikahiku," ujar Eleanor.

Eleanor lagi-lagi tidak mau rugi meraba-raba otot lengan hingga ke dada Liam. Liam menangkap kedua tangan nakal Eleanor lalu melepaskannya.

"Cih pelit! Padahal tadi mau mengambil keuntungan dariku! Lihat saja, lain kali aku akan langsung menerkammu di depan Audrey!" pikir Eleanor.

"Kenapa pikirannya selalu menuju ke arah sana? Apa aku begitu tampan dan menawan?", pikir Liam. Tapi dalam diam, Liam sejujurnya menantikannya.

[Host! Kenapa pikiranmu pada Liam selalu saja mesum?"]

"Apa boleh buat, aku belum pernah bertemu pria setampan dia. Selain itu aku sedikit menyesal, mati tanpa pernah merasakan pacaran!", jawab Eleanor dalam hati.

Liam terkejut dan langsung menatap Eleanor.

Deg!

"Apa maksudnya pernah mati?", pikirnya.

"Ehem! Sudahlah, ayo masuk ke mobil. Aku akan mengantar kalian berdua pulang sekarang," kata Liam singkat. Ia mengambil kunci mobil yang sudah berada di tangan Eleanor, lalu menekan tombol untuk membuka kunci pintu mobil.

Begitu pintu mobil terbuka, Audrey bergegas hendak membuka pintu depan samping pengemudi. Namun, dengan gerakan yang lebih cepat, Eleanor mendahuluinya. Eleanor menarik pintu itu dan langsung duduk di kursi depan, tepat di samping kursi Liam. Audrey hanya bisa berdiri mematung sambil mengepalkan tangan karena kesal, sebelum akhirnya ia terpaksa membuka pintu belakang dan duduk di sana sendirian.

Di dalam perjalanan, Audrey sudah membayangkan dirinya bisa berduaan dengan Liam, setelah menurunkan Eleanor terlebih dahulu di kediaman Sinclair. Namun, harapan itu pupus saat Liam justru mengarahkan mobilnya ke arah kediaman Parker terlebih dahulu. Liam menurunkan Audrey di depan gerbang rumah, lalu segera memutar mobil untuk mengantar Eleanor pulang, sebelum ia kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Margot.

Audrey hanya bisa menghentakkan kakinya kesal di depan gerbang kediaman Parker.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!