NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Permainannya

Terperangkap Dalam Permainannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Di malam hujan yang seharusnya biasa saja, hidup Nayra berubah total setelah ia menerima undangan misterius dari aplikasi bernama “The Game Master.” Awalnya hanya permainan tantangan sederhana berhadiah uang. Namun, setiap level yang berhasil diselesaikan justru menyeretnya semakin dalam ke permainan berbahaya yang tak bisa dihentikan.
Aturannya hanya satu: jangan pernah melanggar perintah permainan.Di tengah usahanya mencari jalan keluar, Nayra bertemu dengan Zavian, pria dingin dan penuh teka-teki yang seolah mengetahui lebih banyak tentang permainan itu. Tapi semakin dekat mereka, semakin Nayra curiga bahwa Zavian mungkin bukan korban… melainkan bagian dari permainan itu sendiri.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan kematian mulai bercampur dalam satu arena mematikan, Nayra harus memilih: mempercayai hatinya atau bertahan hidup.
Karena di permainan ini, tidak semua orang bisa keluar hidup-hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 — Kalau Aku Hilang

Senyum kecil itu bertahan beberapa detik.

Kecil.

Hangat.

Dan begitu manusia.

Nayra sampai lupa bernapas sesaat.

Karena anak yang awalnya terlihat seperti monster itu sekarang justru tampak paling manusia di antara mereka semua.

Dan itu membuat keputusan tadi terasa jauh lebih berat.

CORE COLLAPSE IN 02:11

Alarm meraung semakin brutal.

Asap memenuhi ruangan.

Api mulai menjalar ke kabel di lantai.

Setiap detik terasa seperti hitungan mundur menuju akhir dunia.

Hyren langsung bergerak cepat ke panel utama.

“Oke, dengar.”

Jarinya mengetik cepat.

“Transfer inti cuma bisa dilakukan di ruang reaktor.”

Arsen langsung mengernyit.

“Tentu aja.”

“Dan prosesnya butuh waktu sekitar tiga menit.”

“KIAMATNYA DUA MENIT LAGI!”

“Aku tahu!”

Nayra mulai merasa semua orang di tempat ini hobi bikin masalah mustahil.

“Tunggu.” Zavian mendekat tajam. “Kalau waktunya nggak cukup?”

Hyren diam.

Lalu menjawab pelan—

“Ya kita semua mati.”

“Jawaban kalian selalu menyenangkan ya,” gerutu Nayra.

Tapi tak ada yang tertawa sekarang.

Karena kemungkinan itu terlalu nyata.

Founder duduk perlahan di dekat panel rusak.

Darah terus keluar dari bahunya.

Namun ia tidak mencoba kabur.

Tatapannya kosong menatap api.

Kerajaannya runtuh di depan mata.

Dan ia tampak terlalu lelah untuk melawan lagi.

“Ada jalan pintas ke ruang reaktor,” katanya tiba-tiba.

Semua langsung menoleh.

Arsen langsung curiga.

“Kenapa bantu?”

Founder tertawa kecil hambar.

“Mungkin karena aku akhirnya sadar…”

Tatapannya turun pelan.

“…aku sudah kehilangan terlalu banyak.”

Hening.

Nayra tidak tahu kenapa kalimat itu terasa menyedihkan.

“Lorong timur,” lanjut Founder pelan. “Lewat bawah.”

Hyren langsung mengetik koordinat.

“Dia benar.”

Zavian tetap menatap Founder dingin.

“Kamu berharap kami percaya?”

Founder menoleh padanya.

Tatapan tua itu kosong sekarang.

“Aku sudah kalah.”

Dan untuk pertama kalinya…

tidak ada kebohongan di wajahnya.

“Kalau gitu ayo!” bentak Arsen.

Semua langsung bergerak.

Hyren membuka pintu darurat samping.

Asap panas langsung menerpa wajah mereka.

Lorong itu sempit.

Gelap.

Dan dipenuhi pipa besar di kanan kiri.

Lampu darurat merah berkedip seperti adegan mimpi buruk.

Nayra menggenggam tangan Subject 07 asli erat-erat.

Anak itu menatap tangannya sendiri sesekali.

Masih seperti belum terbiasa disentuh.

Mereka mulai berlari.

Suara ledakan terdengar dari belakang.

Lantai terus berguncang.

Kadang sebagian plafon runtuh tepat beberapa meter dari mereka.

Nayra hampir terpeleset sekali.

Zavian langsung menangkap pinggangnya refleks.

“Fokus.”

“Aku fokus!”

“Kamu tadi hampir mati.”

“Itu bukan salahku lantainya goyang!”

Arsen mendengus dari depan.

“Kalian flirting di tengah apocalypse?”

“KAMI NGGAK FLIRTING!”

“Uh-huh.”

Nayra langsung ingin melempar sesuatu ke kepalanya.

Kalau saja mereka tidak sedang dikejar kematian.

Subject 07 asli tiba-tiba bicara pelan sambil berlari di samping Nayra.

“Aku suka suara kalian.”

“Hah?”

“Kalian ribut.”

Tatapannya lurus ke depan.

“Tapi hangat.”

Deg.

Nayra langsung diam sesaat.

Karena kalimat sederhana itu terasa begitu menyakitkan.

Anak ini benar-benar tumbuh tanpa kehidupan normal.

Tanpa keluarga.

Tanpa teman.

Tanpa suara-suara kecil yang biasa dianggap sepele manusia.

“Kalau nanti kita berhasil…” Nayra berkata pelan sambil tetap berlari.

Anak itu menoleh.

“…aku bakal tunjukin banyak hal.”

“Hah?”

“Makanan enak.”

Tatapan Nayra mulai sedikit hidup lagi.

“Film jelek.”

“Film jelek?”

“Iya. Yang ratingnya buruk tapi tetap ditonton.”

Subject 07 asli terlihat berpikir serius.

“Kenapa manusia melakukan itu?”

“Karena kadang sesuatu nggak harus sempurna buat disukai.”

Hening.

Lalu anak itu tersenyum kecil lagi.

Dan Nayra merasa dadanya makin sesak.

Karena ia mulai benar-benar sayang pada anak ini.

CORE COLLAPSE IN 01:19

“Kita nggak bakal sempat!” teriak Arsen.

Hyren membuka panel pintu berikutnya cepat.

“Tutup mulut dan lari!”

Mereka masuk ke lorong lain yang lebih besar.

Panasnya langsung terasa lebih gila.

Dinding logam mulai merah.

Beberapa bagian bahkan meleleh.

Dan suara dari bawah—

seperti sesuatu besar sedang mendidih.

Nayra langsung pucat.

“Aku nggak suka suara itu.”

“Itu reaktornya,” jawab Hyren.

“AKU LEBIH NGGAK SUKA LAGI SEKARANG!”

Tiba-tiba suara langkah terdengar dari belakang.

Pasukan organisasi lagi.

Masih mengejar mereka.

“SERIUS?!” Nayra hampir stres total.

“LARI!” bentak Zavian.

Peluru mulai menghantam lorong sempit.

DUAK! DUAK! DUAK!

Arsen membalas sambil mundur.

Hyren menutup pintu baja besar setelah semua masuk.

BRAKK!

Peluru menghantam sisi luar pintu.

Lalu…

sunyi.

Napas mereka berat semua.

Asap membuat tenggorokan sakit.

Dan di depan mereka—

akhirnya terlihat ruang reaktor.

Ruangan itu sangat besar.

Bulat.

Dipenuhi cahaya merah menyala dari inti energi raksasa di tengah.

Reaktor itu terlihat seperti matahari kecil.

Panas.

Berbahaya.

Dan indah dengan cara yang mengerikan.

Pilar-pilar logam besar berdiri mengelilinginya.

Sementara kabel raksasa menjulur ke segala arah seperti akar monster.

Nayra langsung mundur sedikit.

“Oh, kita beneran bakal mati di sini.”

“Optimismemu luar biasa,” kata Arsen.

“Terima kasih.”

Hyren langsung menuju panel utama di dekat inti reaktor.

“Taruh mereka di sini.”

Di tengah ruangan ada dua kapsul transparan.

Mirip tabung eksperimen lama.

Nayra langsung merinding.

“Aku benci tempat bentuk beginian.”

“Aku juga,” sahut Subject 07 asli pelan.

Hyren mulai menyalakan sistem.

Lampu-lampu mulai hidup.

Dan suara mesin berat memenuhi ruangan.

TRANSFER SYSTEM READY

Zavian langsung mendekati Hyren.

“Berapa persen kemungkinan berhasil?”

Hyren diam.

Lalu menjawab jujur—

“Sedikit.”

“Aku bakal pukul kamu kalau kita selamat.”

“Fair.”

Nayra berdiri diam di depan kapsul.

Tangannya dingin.

Sangat dingin.

Subject 07 asli berdiri di sebelahnya.

Tenang.

Terlalu tenang.

“Kamu nggak takut?” tanya Nayra pelan.

Anak itu berpikir sebentar.

“Takut.”

Nayra langsung menoleh.

Dan anak itu melanjutkan pelan

“Aku takut nggak bisa dengar suara kalian lagi.”

Deg.

Air mata Nayra langsung jatuh.

Bodoh.

Kenapa justru kalimat sesederhana itu yang paling menyakitkan?

“Nayra.”

Suara Zavian membuatnya menoleh.

Cowok itu berdiri beberapa langkah darinya.

Tatapannya gelap seperti biasa.

Tapi kali ini Nayra bisa melihat semuanya dengan jelas.

Ketakutan.

Khawatir.

Dan sesuatu yang lebih dalam dari itu.

“Apa?”

Zavian diam cukup lama.

Seolah memilih kata.

Dan itu aneh.

Karena biasanya dia selalu tahu harus bicara apa.

“Kalau ini gagal…”

Suara rendahnya terdengar serak.

“…aku nggak tahu harus gimana lagi.”

Deg.

Jantung Nayra langsung berantakan.

Ia berjalan mendekat perlahan.

Berdiri tepat di depan Zavian sekarang.

Dan untuk pertama kalinya…

cowok itu terlihat benar-benar rapuh.

“Aku bakal balik.”

“Itu bukan janji yang bisa kamu pastiin.”

“Aku tahu.”

Hening.

Api di sekitar mereka terus membesar.

Alarm makin brutal.

Tapi mereka seperti lupa dunia sebentar.

“Tapi aku mau coba.”

Suara Nayra pelan.

“Aku capek hidup takut terus.”

Tatapannya mulai bergetar.

“Kalau aku terus lari…”

Air mata turun lagi.

“…aku nggak akan pernah hidup beneran.”

Zavian menatapnya lama sekali.

Lalu perlahan—

ia mengangkat tangan.

Menyentuh pipi Nayra pelan.

Hangat.

Lembut.

Dan hati-hati sekali.

Seolah Nayra bisa hancur kapan saja.

“Nayra…”

Itu pertama kalinya Zavian menyebut namanya selembut itu.

Dan jantung Nayra langsung kacau total.

“Aku belum pernah bilang ini sebelumnya.”

Napas Zavian berat.

“Mungkin karena aku pengecut.”

Nayra membeku.

“Tapi…”

Tatapannya tepat ke mata Nayra.

“…aku nggak mau kehilangan kamu.”

Deg.

Kalimat itu menghantam lebih keras daripada ledakan mana pun.

Nayra bahkan tidak bisa bicara sesaat.

Karena semua emosinya langsung penuh.

Dan bodohnya…

di tempat seperti ini…

di detik seperti ini…

ia justru merasa paling hidup.

Arsen langsung memalingkan wajah.

“Aku merasa jadi obat nyamuk.”

“Diam,” geram Zavian tanpa menoleh.

Hyren malah tertawa kecil.

“Finally.”

“KALIAN BISA JANGAN KOMPAK SEKARANG?!”

Tapi bahkan Nayra ikut tertawa kecil di tengah air matanya.

Karena untuk beberapa detik…

rasanya normal.

Seperti mereka cuma sekumpulan orang biasa.

Bukan korban eksperimen.

Bukan peserta permainan kematian.

CORE COLLAPSE IN 00:47

Hyren langsung berubah serius lagi.

“Kita harus mulai sekarang.”

Nayra menoleh ke kapsul transparan.

Dan rasa takut itu kembali.

Besar.

Gelap.

Nyata.

Subject 07 asli berjalan mendekati kapsul satunya.

Lalu berhenti.

Menoleh ke Nayra.

“Aku boleh minta sesuatu?”

“Hah?”

Anak itu diam sesaat.

Lalu berkata pelan—

“Kalau aku hilang…”

Tatapannya lembut sekarang.

“…tolong tetap hidup bahagia.”

Deg.

Nayra langsung menangis lagi.

“Jangan ngomong kayak gitu…”

“Aku baru belajar jadi manusia.”

Senyum kecil muncul di wajahnya.

“Dan ternyata rasanya bagus.”

Kalimat itu menghancurkan semua orang di ruangan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!