Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Tidak akan biarkan
" Muis, gue kaka ipar lo seharus nya apa yang suami gue ambil dan masalah rumah digital juga harusnya lo ikhlaskan!. Lo kaya raya dan segitu doang ngga ada apa-apa nya kali tapi. Lo malah laporan suami gue ke kantor polisi! " Protes Areta
" Maksudnya apa?, rumah digital kantor polisi?.. Coba jelaskan? " Tanya Muis yang tidak mengerti. Membuat Areta menggeleng kan kepalanya tangannya mengibas udara
" Ngga usah pura-pura ngga tahu lo yang melaporkan, malah nanya balik! " Sarkas Areta matanya menoleh ke arah Bunga yang beranjak dari duduknya. " Dan Lo juga, ngga puas hancurkan keluarga gue?? " Pekik Areta bagaikan seorang yang kehilangan akal, Bunga menggeleng kan kepalanya
" Memangnya, aku berbuat apa sampai kaka bisa-bisa nya berkata seperti itu? " Tanya Bunga dengan suara sendu membuat Areta tertawa seolah menyindir,
" Ngga usah sok polos deh lo basi banget! "
" Maksud. Kaka? "
" Areta cukup keluar dari rumah ini!, jangan ganggu keluarga saya lagi! " Suara dingin Dante menyapa telinga wanita tersebut. Areta menggeleng kan kepalanya ia menatap Muis penuh permohonan,
" Muis bebaskan, Suami aku atau ngga kamu bayar kerugiannya! " Pinta Areta membuat Muis tersenyum sinis. " Ganti rugi?, harusnya kamu dong sama suami mu itu! " Sahut Muis tak kalah sinis entah kenapa Areta membuatnya tertawa pagi ini,
" Ini semua karena lo, semuanya karena lo Bunga hidup gue hancur..harusnya gue yang jadi bagian keluarga ini! " Geram Areta dengan sengaja ia mendorong tubuh Bunga membuat tubuh itu terhuyung jatuh, ke lantai sebelum itu perutnya sempat terbentur kursi makan hingga kursi makan itu menibani dirinya,
" Bunga! " Pekik semuanya hampir bersamaan. Areta membola kala melihat sebuah cairan berwarna merah kental yang mengalir di sela paha wanita itu, karena Bunga pakai rok pendek jadinya mudah terlihat.
" Akh! " Gumam Bunga lalu matanya terpejam
" Muis, bawa Bunga ke rumah sakit! " Pekik Cindy ia begitu cemas sekali, apalagi Bunga sudah menutupkan kedua matanya. Muis bergegas menggendong tubuh tersebut sebelum ia berlalu ia sempat menatap tajam Areta yang terpaku melihat itu semua,
" Kalau istri dan anakku kenapa-kenapa aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang! " Ancam Muis lalu berlalu begitu saja,
Kesunyian merayap di ruang makan tersebut. Setiap langkah Muis di iringi dengan rasa ketakutan pikirannya. Melayang saat ia melihat bibir pucat istrinya yang benar-benar seperti tidak ada darah yang mengalir ia mencium dahinya, " Sayang, bertahan lah. "
" Mang cepat, mang panaskan mobil! " Pekik Cindy yang begitu panik Mang Ujang bergegas menyalakan mobil tersebut.
" Sudah pak! "
" Biar saya saja! " Kata Dante sembari mengambil Kunci mobil tersebut
Dante bergegas, membuka kan pintu belakang untuk Muis dan Bunga masuk Muis menaruh Bunga terlebih dahulu. Lalu ia masuk juga ia menaruh wanita tersebut di pahanya ia tidak henti-henti berdoa dadanya seperti tersayat-sayat banyak kemungkinan yang ada di benaknya.
" Pa, kenapa ngga gerak perutnya pa? " Tanya Muis begitu panik, ia meraba detak jantung sang anak yang berada di perut Bunga namun kesunyian yang mengisinya.
" Huss!, jangan bicara sembarangan berdoa saja untuk istri dan anakmu! " Tegur Dante sembari memfokuskan diri untuk menyetir kepanikan terpahat jelas di wajahnya,
" Sayang, " Gumam Muis sembari menciumi wanita tersebut yang sudah tiga bulan lebih menikah dengannya,
Semua kenangan yang mereka ukir terbayang, di benaknya saat pertama kali mereka menikah di saat ia menaruh wanita itu di atas lemari lalu wanita itu mengatakan. Kalau diri nya " 𝘔𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘤𝘰𝘢! " Lalu Muis tidak mau mau kalah ia berpura-pura ingin meninggal kan wanita itu agar tidak bisa turun dari lemari tersebut.
Suapan dan pertanyaan - pertanyaan Bunga, yang begitu mengusik pikirannya. Kebersamaan yang mereka ukir di Jepang dimana Bunga yang hilang dan bertemu kembali serta tawa wanita itu kala. Memakan makanan kesukaan nya,
" 𝘈𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘭𝘦𝘣𝘢𝘩! "
" 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘢𝘱! "
" 𝘈𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘭𝘪! "
" 𝘚𝘩𝘶𝘵𝘵! "
" 𝘈𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘶? "
" 𝘈𝘣𝘢𝘯𝘨-𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨!, 𝘫𝘦𝘭𝘦𝘬! "
Suara tersebut mengisi kekosongan hatinya, jantungnya seolah mati dan penyebab nya sosok wanita yang berbaring di pahanya. Ia mengecupnya rasa sakit itu menusuk hingga Ketulang-tulangnya " Sayang sadarlah!, Abang benar-benar Rindu suara kamu! " Gumam Muis hatinya hancur sekali, wanita yang biasanya berisik karena merengek karena camilan yang ia inginkan tidak di belikan Muis karena faktor kesehatan janin yang ada di kandungannya,
Wanita itu sering protes karena camilannya di ganti oleh camilan ibu hamil, yang agak hambar rasanya. Lekukan bibir tersebut membuatnya tersenyum senang hidupnya lebih berwarna kala ada wanita tersebut,
" Sayang bertahanlah! " Gumamnya lagi entah sudah keberapa kali ia berbicara seperti itu, yang pasti nya ia sangat - sangat takut
Gmn? Bagus ngga rating ya novel baru ku ini jangan lupa baca dan share ke teman-teman kalian, aku minta satu sama kalian like!
Agar aku bisa semangat nulisnya, oh ya asal kalian tahu ya komentar apapun dari kalian memacu semangat author jadi like coment and subscribe ya biar ngga ketinggalan lagi sama karya-karya ku
Lovelyz..
Salam hangat Author Bidadari 🤍🤍🤍