NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Hukuman

Alistair menegakkan tubuhnya kembali. Ia merapikan kancing jasnya dengan gerakan lambat yang elegan. Aura kepemimpinannya kini mendominasi seluruh ruangan. Ia menatap kepala sekolah, lalu beralih kepada para orang tua yang kini mulai gelisah, terutama keluarga Kelidon.

Sejak insiden di kediaman Kelidon, saat Audrey tercebur ke kolam ikan dan semua orang serentak menuding Eleanor sebagai pelakunya termasuk keluarga mereka, apalagi Jason, anak mereka yang paling keras bersuara soal itu, roda keberuntungan keluarga Kelidon seolah berhenti berputar. Hanya dalam hitungan minggu, dua proyek infrastruktur raksasa yang menjadi tumpuan harapan mereka dalam meraup untung besar tiba-tiba dijegal oleh kekuatan Sinclair Group.

Secara administratif, mereka memang tidak menderita kerugian finansial yang drastis karena operasional proyek belum benar-benar berjalan. Namun, luka sesungguhnya terletak pada hilangnya potensi keuntungan yang seharusnya sudah hampir berada di genggaman. Kedua proyek tersebut sebenarnya sudah disepakati jauh hari dan hanya tinggal menunggu prosesi tanda tangan kontrak. Namun, tanpa peringatan apa pun, pengumuman publik dirilis dengan fakta yang mengejutkan, hak pengerjaan kontrak kedua proyek itu dialihkan sepenuhnya kepada Sinclair Group.

Meski keluarga Kelidon dipenuhi amarah, mereka hanya bisa menelan kekecewaan dalam diam. Melawan Sinclair Group adalah tindakan bunuh diri, kedua keluarga jelas bukan lawan sebanding. Mereka padahal sudah menyadari bahwa menyinggung Eleanor sama saja dengan mengganggu keluarga Sinclair sejak itu. Tapi mereka sesaat kehilangan akal tadi karena melihat kondisi Jason yang mengenaskan.

"Lima laki-laki mengepung satu perempuan di dalam toilet. Secara hukum, ini bisa dikategorikan sebagai percobaan penganiayaan berencana dan pelecehan," ucap Alistair dengan suara yang rendah namun bergema. "Keluarga Sinclair tidak akan pernah membiarkan anggota keluarganya diperlakukan seperti ini."

Alistair kemudian menunduk melihat Eleanor. Alih-alih kemarahan yang diharapkan Eleanor, Alistair justru menunjukkan sebuah tatapan yang sulit diartikan, ada sedikit rasa bangga yang terselip di sana.

"Eleanor," panggil Alistair. "Menurutmu, hukuman macam apa yang sebaiknya kita berikan pada anak-anak yang sudah berani mengganggumu ini? Apakah kau ingin mereka segera dikeluarkan, atau kau ingin aku menempuh jalur hukum agar mereka memiliki catatan kriminal?"

Eleanor tertegun. Pertanyaan itu adalah sebuah kekuasaan mutlak yang diberikan Alistair kepadanya. Di depannya, para orang tua yang tadi berteriak-teriak kini mulai gemetar. Beberapa di antaranya bahkan tampak ingin bersujud memohon ampun agar masa depan anak mereka tidak hancur di tangan keluarga Sinclair.

Eleanor melirik Liam yang masih duduk di sampingnya. Liam hanya memberikan senyum tipis, seolah menyerahkan panggung sepenuhnya kepada Eleanor. Eleanor kemudian menatap para orang tua itu satu per satu.

Di dalam keheningan kantor kepala sekolah yang mencekam, suara Alistair terdengar seperti vonis terakhir bagi para orang tua yang hadir. Sorot matanya yang tajam tertuju pada adiknya, menunggu keputusan yang bisa menghancurkan masa depan kelima anak laki-laki tersebut.

"Hukuman?" gumam Eleanor pelan. Ia tampak sedang menimbang-nimbang, sementara ketegangan di ruangan itu mencapai puncaknya.

"Bagaimana kalau mereka diskors atau... mau langsung dikeluarkan saja dari sekolah?" tawar kepala sekolah dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha mencari jalan tengah agar masalah ini tidak membesar keluar dari area sekolah.

Namun, Liam yang sejak tadi hanya menjadi pengamat, tiba-tiba angkat bicara dengan nada suara yang tenang namun sangat dingin. "Menurutku lebih baik panggil polisi saja supaya lebih adil," ucap Liam.

Kepala sekolah dan para orang tua siswa seketika tersentak. Wajah mereka berubah menjadi pucat pasi. Bagi kepala sekolah, melibatkan polisi berarti menyeret nama institusi pendidikan ke dalam skandal nasional, dan bagi para orang tua, itu berarti anak-anak mereka akan memiliki catatan kriminal.

Eleanor mengamati kepanikan di wajah mereka dengan saksama. "Hm... suruh saja mereka meminta maaf di depan semua murid saat apel pagi minggu depan, aku yakin mereka sudah cukup sehat untuk datang ke sekolah minggu depan, kan?" ucapnya memecah keheningan. "Mereka juga harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dan yang terpenting, mereka dilarang keras untuk muncul di hadapanku. Aku... Hanya khawatir tidak bisa mengontrol kekuatanku lagi saat melihat mereka."

Mendengar hal itu, kepala sekolah segera mengangguk setuju dengan cepat. "Baiklah, kalau begitu saya juga akan memindahkan kelas Jason dan teman-temannya ke kelas lain agar kalian tidak perlu berpapasan lagi."

Alistair menatap adiknya lalu sedikit menaikkan sudut bibirnya. "Hanya seperti itu? Kamu sangat murah hati, Eleanor. Tapi aku rasa, kompensasi untuk kerugian mentalmu juga harus diperhitungkan dengan sangat matang oleh keluarga mereka."

Eleanor terdiam sejenak, lalu matanya berbinar kecil. "Benar juga! Aku benar-benar tertekan, sepertinya aku bisa depresi. Nanti malam mungkin aku akan kesulitan tidur karena masih ketakutan. Sepertinya ini adalah satu-satunya hal yang paling efektif untuk mengobati kerugian mentalku sekarang", ucap Eleanor sambil memberi isyarat 'minta uang'.

Para orang tua siswa saling bertukar pandang. Meski harus kehilangan materi, pilihan ini jauh lebih baik daripada melihat anak mereka masuk penjara atau dikeluarkan di beberapa bulan terakhir menjelang kelulusan. Mereka segera merogoh kantong dan mengeluarkan ponsel masing-masing dengan gerakan terburu-buru.

"Ke mana kami harus mentransfer?" tanya mereka hampir bersamaan.

Tanpa membuang waktu, Eleanor membuka aplikasi perbankan di ponselnya dan memperlihatkan kode QR ke arah mereka. Satu per satu orang tua maju untuk memindai kode tersebut. Eleanor tidak menyebutkan nominal sama sekali, membiarkan mereka sendiri yang menentukan harga 'masa depan' anak-anak mereka. Angka yang masuk ke saldo Eleanor sangat fantastis, nominal terkecil yang masuk adalah 50.000 dollar.

Dalam hitungan menit, saldo tabungan Eleanor melonjak drastis, sementara Alistair dan Liam hanya mengamati dengan tangan yang masih bersedekap, merasa puas melihat Eleanor tidak terluka dan malah mendapatkan keuntungan besar dari mereka yang mencoba mengganggunya.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!