NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

  "Ayo ikut aku!" mendadak Rayandra menarik Elvara yang sedang bermain ponsel.

  "Hey-hey, tunggu! Mau kemana?" Elvara berontak saat Rayandra menarik kasar tangan itu.

  "Akan ada pesta dan aku mau kamu ikut sebagai nyonya Muda Mahatara!" tegasnya.

  "Tapi pesta apa? Kamu tidak bilang sejak awal, kan? Mendadak sekali!" gerutunya sambil mengomel.

  "Bukannya aku tidak beritahu, tapi kamu yang jelas lupa semuanya!" Rayandra mendengus kesal.

  Elvara bungkam, dia menelan ludah kasar saat melihat tatapan Rayandra yang seperti kesal juga marah,"Maaf, aku akan bersiap sekarang," kata Elvara.

  Rayandra menarik Elvara, dia menyudutkan gadis itu ke tembok dan dengan tatapan tajam memandang Elvara hingga membuat gadis itu takut dan grogi.

  "Apa kamu selalu lupa dengan apapun yang aku katakan, Elvara? Jelaskan apa aku lebih buruk dari kekasihmu itu?" suara Rayandra serak dan penuh intimidasi.

  Elvara menelan ludah kasar, saat pandangan mata Rayandra tak bersahabat sama sekali hingga membuat gadis itu merasa takut.

  "Jawab! Apa aku tidak lebih baik?" desak Rayandra.

  "Kamu lebih baik," jawaban Elvara membuat Rayandra menatap tak percaya.

  "Kamu lebih baik dari siapapun, entah pria manapun atau bahkan Devon sekalipun!" sambungnya dengan yakin.

  Rayandra memandang wajah Elvara dengan sudut pandang berbeda, dia tak pernah menyangka akan ada kalanya Elvara memuji dia sebagai pria yang lebih baik dari siapapun.

  Keduanya saling tatap, menyelami apa yang membuat mereka tidak pernah akur dan selalu bermusuhan walaupun berstatus suami istri.

  "Jadi, apakah aku boleh bersiap sekarang?" tanya Elvara memecah tatapan Rayandra yang membuat jantung tidak bisa berhenti berdegup dengan debaran yang tak biasa.

  "Silakan!" angguk Rayandra.

  Elvara segera melesat, dia masuk ke ruang ganti dan segera meraba dadanya sendiri sebab jantungnya tak bisa di kendalikan setiap kali memandang wajah Rayandra dari jarak dekat. "Jangan-jangan aku jatuh cinta, kamu harus bercerai dan memulai hidup baru dengan Ayasha sesuai dengan rencana di kehidupan dulu!" gumam Elvara menepis rasa yang mulai hadir seolah menjadi penghalang agar tidak adanya perceraian.

...****************...

Sedangkan di sisi Ayasha dan Ardhanaya.

  "Aduh, bagaimana sekarang?" gumam Ayasha dia menggigit bibirnya sendiri sebab merasa bingung.

TOK

TOK

  "Ayasha, sampai kapan kamu akan bersiap?" suara Ardhanaya terdengar dari balik pintu ruang ganti.

  "Tunggu sebentar lagi!" jawabnya.

  "Cepatlah! Kakak sudah menunggu," titah Ardhanaya.

  "Iya," jawab Ayasha dengan suara pelan.

  Ayasha mondar-mandir dia kembali bercermin dan melihat resleting gaun di belakang itu tidak bisa ia jangkau dan ia bingung bagaimana dan siapa yang bisa membantu dirinya.

  "Aduh, bagaimana ini?" bingung Ayasha.

  "Ayasha, cepatlah!" kembali seruan Ardhanaya kembali terdengar.

  Ayasha menggigit bibirnya sendiri, tak ada pilihan lain selain Ardhanaya yang dpat membantu dirinya saat ini.

  "Terpaksa aku meminta bantuan pria menyebalkan itu!" putusnya cepat dengan wajah terpaksa.

  Ayasha membuka pintu, dia mengintip dan melihat Ardhanaya berdiri membelakanginya dengan posisi sebelah tangan berada di dalam saku celana.

  "Ardha," panggilan Ayasha dengan suara pelan.

  Ardhanaya menoleh, dia menatap Ayasha yang terus menunduk tanpa berani menatap kearahnya dan jelas itu bukan sifat Ayasha yang keras kepala itu.

  "Apa? Cepatlah! Kita sudah hampir terlambat!" kesal Ardhanaya.

  "Bisa bantu aku?" tanya Ayasha dengan ragu, sambil menatap Ardhanaya takut-takut.

  Ardhanaya menaikan sebelah alisnya seolah mencari jawaban atas permintaan bantuan dari Ayasha.

  "Sebenarnya res-resleting gaun ku tersangkut, dan aku tidak bisa menggapainya, jadi bisakah kamu menolong aku?" mintanya dengan rasa malu yang mendera wajah Ayasha.

  "Berbaliklah!" pinta Ardhanaya.

  Ayasha ragu. Namun, meneguhkan hati sebab tak ada pilihan lain.

  Sedangkan Ardhanaya pun meneguhkan hati juga, sebab bagaimana ini pertama kalinya ia bersentuhan secara instan dengan Ayasha selain genggaman tangan dan sentuhan kecil lainnya.

  Dengan menelan ludah kasar dan tangan gemetar, Ardhanaya menyentuh punggung Ayasha yang terekspos dari balik gaun yang resletingnya masih terbuka setengah.

  Ardhanaya menarik napas pelan, dengan hati-hati dia mulai menyentuh gaun Ayasha dan tangannya tak sengaja menyentuh kulit punggung Ayasha yang lembut.

DEGH!

  'Perasaan apa ini?' batin keduanya.

...****************...

  Rayandra, Ardhanaya, Elvara, dan Ayasha tiba di kediaman keluarga Baskara, mitra bisnis mereka yang terkenal dengan kemegahannya.

  Empat sosok itu turun dari mobil, Elvara dan Ayasha menatap sekelilingnya pemandangan halaman yang sudah dipenuhi deretan mobil tamu undangan seolah menjadi panggung kecil yang siap mempertemukan segala rahasia dan ketegangan. 

  "Sini, jangan jauh-jauh," suara Rayandra bergetar tipis saat tangannya menarik Elvara untuk berdiri dekat di sisinya.

  Elvara menghela napas, suaranya malas tapi penuh peringatan, "Iya-iya, pelan dikit dong, aku pakai heels, kalau jatuh malu." 

  Tapi Rayandra tetap diam, memperlambat langkah tanpa melihat ke sekelilingnya 

  Sementara itu, di sisi lain, Ardhanaya menarik lengan Ayasha agar berjalan beriringan. 

  Nada suaranya mengandung waspada dan ancaman yang tersembunyi, "Ingat, jangan buat ulah di dalam." 

  Ayasha membalas dengan seulas senyum sinis, matanya berputar malas, "Sejak kapan aku pernah bikin masalah?"

  Ardhanaya tiba-tiba berhenti, menatap istrinya dengan sorot mata penuh arti. Ayasha pun terhenti, merasakan ketegangan yang merambat di udara. "Apa kamu amnesia? Atau harus aku sebutkan lagi masalah-masalah yang sudah kalian lakukan?" suaranya tajam, penuh tekanan. 

  Ayasya tersenyum malu ketika mengingat semua perbuatan yang di lakukan oleh Ayasha yang asli. 

  ' ah... Aku lupa kalau jiwa Ayasha dan Elvara yang asli suka buat onar.' batin Ayasha menghela nafas berat. 

...****************...

  Di balik pintu besar rumah Baskara, ruangan keluarga berubah menjadi panggung kemewahan sederhana, berhiaskan dekorasi ulang tahun yang mewah namun tak berlebihan. 

  Suara tawa dan percakapan berdenting memenuhi udara, para tamu larut dalam obrolan bisnis dan cerita hidup mereka yang penuh intrik.

  Di sudut lain, kalangan wanita berbisik dengan mata bersinar, membandingkan perhiasan dan barang mewah sebuah kompetisi halus yang terselubung dalam senyum manis, tempat gengsi dan keangkuhan bertarung tanpa suara. 

  Di sana, tak hanya ulang tahun yang dirayakan, tapi juga permainan kekuasaan dalam balutan glamor yang memikat sekaligus menegangkan. 

  Hening menyelimuti ruangan saat Rayandra dan Ardhanaya memasuki acara, diikuti oleh istri mereka yang anggun.

   Semua mata seketika tertuju pada mereka beberapa mengeluarkan desah kagum, sebagian lagi berbisik pelan penuh rasa ingin tahu. 

  Kehadiran kedua tuan muda Mahatara dan istri mereka seperti magnet yang menarik perhatian, membuat suasana menjadi tegang namun sarat pesona.

  Baskara, sang tuan rumah sekaligus pemilik acara, melangkah maju dengan senyum lebar yang dipoles rapi.

  Tangannya mengulurkan salam hangat kepada Rayandra dan Ardhanaya. “Selamat datang, Tuan Muda Rayandra, Tuan Muda Ardhanaya. Terima kasih sudah berkenan hadir di acara saya,” ucapnya penuh hormat, suaranya bergema dengan kehangatan yang tulus namun juga penuh arti.

  Kemudian pandangannya berpindah ke arah dua wanita anggun yang berdiri di samping mereka. 

  “Ah, ini pasti Nyonya Elvara dan Nyonya Ayasha. Terima kasih sudah meluangkan waktu di acara saya,” katanya, senyum kecil mengembang di sudut bibirnya, penuh sopan santun dan sedikit rasa takjub. 

  Elvara dan Ayasha membalas dengan senyum menawan, tangan mereka terulur untuk berjabat tangan dengan Baskara. 

 Momen itu seolah menggambarkan pertemuan dua dunia, penuh harapan dan rahasia yang tertahan di balik tatapan mereka.

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!