NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valencia Sadar

Segera setelah mata Valencia terbuka dan ia menyebut nama mereka, Ansel langsung menekan tombol panggilan yang ada di sisi tempat tidur dengan cepat dan kuat. Wajahnya tampak cemas namun penuh harap.

"Cepat datang! Pasien sadar!" seru Ansel lantang lewat tombol bicara itu.

Tak sampai dua menit, pintu ruangan terbuka. Seorang perawat masuk dengan langkah tergesa-gesa, langsung menghampiri tempat tidur.

"Ada apa, Tuan? Ada keluhan atau keadaan darurat?" tanya perawat itu sigap sambil bersiap memeriksa.

"Dia sadar! Valencia sudah sadar, matanya terbuka dan dia baru saja bicara pada kami!" jawab Zyro cepat sambil menunjuk wajah Valencia.

"Tolong panggilkan dokter sekarang juga! Kami ingin dia segera diperiksa!"

Mendengar itu, perawat itu langsung melihat ke arah Valencia, dan benar saja—wanita itu sudah membuka matanya dan menatap lemas ke sekeliling. Wajah perawat itu seketika berubah senang.

"Baik, Tuan! Terima kasih kabarnya. Saya akan segera memanggil dokter jaga sekarang juga. Tunggu sebentar ya," jawab perawat itu.

Tanpa membuang waktu, perawat itu bergegas berbalik dan berlari kecil keluar dari ruangan untuk menjemput dokter. Sementara itu, Ansel dan Zyro tetap setia di sisi tempat tidur, menunggu dengan napas tertahan, hingga tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang lebih cepat dan berat mendekat—tanda dokter sudah datang.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki cepat mendekat, dan pintu ruangan terbuka lebar. Dokter masuk dengan tergesa-gesa diikuti dua perawat, lalu segera memeriksa keadaan Valencia dengan teliti. Ia mengecek detak jantung, tekanan darah, dan respons tubuhnya. Setelah beberapa saat, dokter mengangkat wajahnya sambil tersenyum lega.

"Syukurlah, kondisinya sudah stabil dan kesadarannya pulih sepenuhnya. Dia sudah aman dan melewati masa kritis dengan sangat baik," jelas dokter itu. "Karena keadaannya sudah membaik, rencananya kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat untuk pemulihan."

Mendengar itu, Ansel langsung angkat bicara dengan nada tegas namun sopan.

" Tolong pindahkan Valencia langsung ke ruang VVIP. Saya ingin Valencia mendapatkan kenyamanan dan perawatan terbaik selama masa pemulihan nanti," pinta Ansel mantap.

Dokter mengangguk paham. "Baik, Tuan. Boleh saja, kami akan segera menyiapkannya."

Tak lama kemudian, para perawat memindahkan tubuh Valencia ke atas brankar lalu mendorongnya perlahan menuju ruang VVIP. Ansel dan Zyro berjalan di sisi kiri dan kanan brankar terus menatap Valencia dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur yang mendalam.

Sesampainya di ruang VVIP, suasana terasa sangat luas, bersih, mewah, dan nyaman dengan fasilitas lengkap serta pencahayaan yang lembut. Para perawat menata posisi tubuh Valencia di atas tempat tidur yang empuk dengan hati-hati, lalu berpamitan pergi setelah semuanya beres.

Kini tinggallah mereka bertiga di ruangan yang tenang itu. Ansel dan Zyro duduk di sisi kiri dan kanan tempat tidur, menatap wajah Valencia yang masih tampak lemah namun sudah terlihat lebih tenang dan damai.

Setelah pintu ruangan tertutup dan menyisakan mereka bertiga di dalam suasana yang hening dan tenang, Ansel serta Zyro sama-sama mendekatkan diri ke sisi tempat tidur. Pandangan mereka tak lepas dari wajah Valencia yang masih tampak pucat dan lemah, namun kini matanya sudah terbuka dan menatap kedua pria itu bergantian dengan tatapan yang samar namun penuh perasaan.

Valencia menatap ke arah Zyro dan Ansel secara bergantian, matanya menampakkan kebingungan yang mendalam. Ia mengerutkan dahinya, melihat betapa akrab, dekat, dan saling mendukungnya sikap kedua pria itu—padahal dulu mereka adalah dua orang yang saling membenci dan hampir saling membunuh demi dirinya. Pemandangan itu terasa begitu asing dan sulit ia pahami, membuat hatinya semakin gelisah dan bingung.

Ansel perlahan mengulurkan tangannya, menyentuh lembut pipi Valencia dengan jari-jarinya yang hangat dan bergetar. Tatapannya begitu dalam, seolah ia ingin menumpahkan segala rasa takut, cemas, dan rindu yang selama ini menumpuk di hatinya.

"Syukurlah... Akhirnya kau benar-benar sadar, Valen..." bisik Ansel lirih, suaranya terdengar parau dan menahan tangis.

"Kau tahu betapa takutnya kami kehilanganmu? Seminggu ini rasanya seperti satu abad bagiku. Setiap detik aku menatapmu terbaring diam, rasanya hatiku seperti dihancurkan berkeping-keping. Aku pikir... aku pikir aku tidak akan pernah bisa melihat matamu yang indah ini terbuka lagi."

Air mata perlahan menetes membasahi pipi Ansel, jatuh tepat di atas tangan Valencia yang terbaring lemah di atas selimut.

Di sisi lain, Zyro menggenggam tangan sebelah Valencia dengan erat namun lembut, seolah takut jika ia melepaskannya sedikit saja, wanita itu akan menghilang kembali. Matanya yang merah dan bengkak menatap wajah kekasihnya dengan pandangan yang tak terlukiskan.

"Ansel benar, Valen..." sambung Zyro dengan suara yang tersendat-sendat.

"Kami sangat menderita melihatmu seperti itu. Aku bahkan rela menyerahkan segalanya, karirku, waktuku, apa saja... asalkan kau bisa kembali padaku, pada kami. Jangan pernah lakukan hal nekat seperti itu lagi, ya? Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kami. Kau tidak tahu betapa berartinya dirimu bagi kami berdua. Kau adalah nyawa kami, Valen. Tanpamu, hidup kami hampa dan tidak berarti sama sekali."

Mendengar ucapan itu, air mata Valencia tiba-tiba mengalir deras tak terbendung. Ia menangis tersedu-sedu, tubuhnya yang lemah terguncang hebat. Rasa bersalah, rasa malu, dan rasa tidak pantas membanjiri seluruh hatinya. Ia menatap wajah Zyro dengan pandangan penuh penyesalan yang mendalam.

"Maafkan aku, Zyro..." isaknya lirih di sela tangisnya yang pilu. "Maafkan aku... Aku tidak bisa menjaga kehormatanku... Aku sudah tidak suci lagi... Aku sudah rusak... Aku tidak pantas untukmu..."

Zyro seketika mengeratkan genggamannya di tangan Valencia, matanya menatap tajam namun penuh kasih sayang ke manik mata wanita itu. Ia segera memotong ucapan itu dengan tegas namun lembut.

"Lupakan hal itu, Valen...," ucap Zyro dengan suara mantap dan sungguh-sungguh.

"Apa pun yang terjadi, apa pun keadaanmu,... Aku akan tetap menerimamu sepenuhnya. Bagiku, kau tetaplah wanita yang paling aku cintai, dan paling berharga di dunia ini. Tidak ada sedikitpun hal yang mengubah perasaanku padamu."

Valencia menggelengkan kepalanya lemah, tangisnya semakin menjadi.

"Tidak, Zyro... Pergilah... Carilah wanita lain yang lebih baik dariku, yang masih suci, yang pantas mendampingi mu... Jangan buang waktumu untuk wanita seburuk aku ini..." pintanya dengan nada putus asa.

"Tidak, Valen! Aku tidak bisa!" bantah Zyro cepat, suaranya terdengar cemas dan takut. "Aku tidak sanggup berpisah denganmu sedikitpun! Apakah maksud ucapanmu itu... apakah kau ingin bersama dengan Ansel, Valen? Apakah kau memilihnya?" tanyanya dengan tatapan tajam namun penuh kekhawatiran.

Valencia kembali menggelengkan kepalanya dengan cepat dan tegas, air matanya semakin deras membasahi pipinya.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!