NovelToon NovelToon
BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Pilihan di Ujung Tanduk

Pagi itu, Aditya terbangun dengan semangat yang meluap. Pesan singkat dari asisten sang investor utama, sosok misterius di balik Global Alpha yang telah menyelamatkan bisnisnya memintanya untuk bertemu secara pribadi.

Bagi Aditya, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan progres restorannya yang kian pesat. Ia mengenakan kemeja terbaiknya, menyisir rambut dengan rapi, dan memacu mobilnya dengan harapan setinggi langit.

Namun, begitu ia melangkah masuk ke ruangan VIP sebuah hotel bintang lima, udara di sekitarnya mendadak terasa berat. Di sana, duduk seorang pria dengan aura dominan yang seolah mampu menelan cahaya ruangan.

Devan Argian.

Aditya sempat terpaku. Ia merasa seperti semut yang baru saja masuk ke wilayah singa. Dengan sopan dan sedikit segan, Aditya menyapa.

"Selamat pagi, Tuan Argian. Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan Anda."

Devan hanya menatapnya datar. Dalam diam, Devan mengakui bahwa pria di depannya ini adalah orang baik pekerja keras, santun, dan tulus. Namun, di dunia Devan, "orang baik" bukanlah penghalang. Siapa pun yang berdiri di antara dirinya dan apa yang ia inginkan, harus disingkirkan dengan cara paling efisien.

"Silakan duduk, Aditya," suara Devan terdengar dingin dan berwibawa.

"Terima kasih, Tuan. Maaf, jika saya boleh bertanya, ada hal mendesak apa hingga Anda mengajak saya bertemu sepagi ini? Apakah ada yang salah dengan laporan keuangan restoran saya?" tanya Aditya hati-hati.

Bukannya menjawab, Devan justru menggeser sebuah tablet ke arah Aditya. ata Aditya membelalak. Di layar itu, terpampang rangkaian foto candid. Itu adalah Aiswa.

Foto-foto itu diambil di Bali, saat Aiswa tertawa bersama Zianna, saat Aiswa sedang senam bersama, hingga saat Aiswa tertidur di dalam mobil.

"Ini... ini kekasih saya, Tuan. Bagaimana bisa Anda memiliki foto-fotonya? Apa hubungan bisnis kita dengan Aiswa?" tanya Aditya, suaranya mulai bergetar karena bingung.

"Hubungannya sangat erat," sahut Devan tenang, menyesap kopinya tanpa beban.

"Maksud Anda?"

Devan menatap Aditya tajam, tatapan yang membuat Aditya merasa seolah oksigen di ruangan itu menipis.

"Putuskan hubunganmu dengan Aiswa sekarang juga, atau seluruh dana investasi yang saya kucurkan akan saya tarik detik ini juga."

DUARRR!

Dunia Aditya seolah runtuh. Kalimat itu menghantamnya lebih keras daripada kebangkrutan yang pernah ia alami. Investasi itu adalah napas bagi bisnisnya. Jika ditarik sekarang, bukan hanya restorannya yang hancur, tapi ia akan terlilit hutang yang tak akan lunas seumur hidup.

"Apa maksud Anda, Tuan? Kenapa Anda meminta hal sekeji ini?"

Aditya terengah, otaknya mulai menghubungkan benang merah.

"Anda... Anda bapaknya Zianna yang diceritakan Aiswa, kan? Pria yang membawanya pulang dari Bali?"

Devan menyeringai. Sebuah senyuman yang terlihat sangat mengerikan bagi Aditya.

"Benar. Dan aku tidak butuh pertanyaan. Aku butuh jawabanmu."

"Tuan... saya baru saja bangkit berkat bantuan Anda. Tapi meminta saya meninggalkan wanita yang saya cintai? Saya tidak mungkin melakukannya! Itu akan sangat menyakiti Aiswa. Dia akan hancur jika tahu alasan di baliknya," ucap Aditya dengan nada memohon.

Devan justru menyandarkan tubuhnya dengan angkuh.

"Maka beri tahu dia yang sebenarnya. Bilang padanya kalau aku, Devan Argian, mengancam akan menghancurkan bisnismu jika kalian tidak berpisah."

Aditya terperangah, tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Tuan... jika saya bilang begitu, Aiswa akan semakin membenci Anda! Anda akan terlihat seperti monster di matanya!"

Devan tertawa kecil, suara tawa yang hampa dan dingin.

"Tidak masalah. Kamu sudah dia kenal sebagai sosok pahlawan yang baik... biarlah tetap begitu. Biarlah saya yang menjadi penjahat dalam ceritanya. Setidaknya, dengan membenci saya, nama saya akan terus bergema di kepalanya setiap hari."

Aditya benar-benar tidak habis pikir dengan kegilaan pria di depannya.

"Apakah Anda benar-benar menyukai Aiswa?"

"Salah," potong Devan mantap.

"Aku tidak hanya menyukainya. Aku berniat menikahinya."

"Jika cara Anda seperti ini, dia pasti akan menolak Anda mentah-mentah!" seru Aditya frustrasi.

"Urusan dia menolak atau menerima, itu bagian Saya. Tugasmu hanya satu yaitu lepaskan dia."

Devan bangkit dari duduknya, merapikan jasnya yang tak sedikit pun kusut. Ia berjalan menuju pintu, namun langkahnya terhenti di ambang.

Ia menoleh sedikit, menatap Aditya dengan tatapan yang mematikan.

"Saya tunggu kabarmu paling lambat sore ini. Jika tidak, bersiaplah melihat restoran kebanggaanmu itu rata dengan tanah besok pagi."

Langkah kaki Devan yang tegas menjauh, meninggalkan Aditya yang membeku di kursinya. Ruangan mewah itu mendadak terasa seperti penjara.

Aditya menatap foto Aiswa di layar tablet yang masih menyala. Di satu sisi ada cinta sejatinya, di sisi lain ada seluruh keringat dan masa depan yang baru saja ia bangun kembali.

Devan tidak peduli jika Aiswa akan meludahinya nanti. Baginya, cinta adalah penaklukan. Dan penaklukan selalu membutuhkan pengorbanan, terutama pengorbanan dari pihak lawan.

1
Ibu² kang Halu🤩
𝚔𝚎𝚛𝚎𝚗𝚗 𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛???
Ibu² kang Halu🤩: oke kak. semangat ya💪💪 sehat selalu kak🤗
total 2 replies
Lisa
👍 Gercep aj nih si Devan 😊
Lisa
Ceritanya makin asyik nih 😊
Lisa: sama² Kak Ai
total 2 replies
Lisa
Rejeki nomplok utk Lucas nih 😊👍
Lisa
Ceritanya menarik juga nih
Ai_Li: Terima kasih kak sudah baca🥰
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Amin..sama² Kak..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!