NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Ancaman

"Di mana?" tanya Azzura cepat.

"Dia ditemukan di perbatasan Hutan Terlarang, tapi dia tidak sendirian. Dia bersama pasukan bayangan yang lebih besar," jawab Xander. "Tapi yang lebih buruk adalah... Elian sudah bicara. Dia memberitahu dewan bahwa kalianlah yang menyerangnya dan bahwa kalian memiliki informasi tentang Kunci Mageia."

Mendengar itu, Luna mengepalkan tangannya. "Berarti posisi kita sekarang adalah buronan di dalam sekolah sendiri?"

"Lebih parah dari itu," lanjut Xander. "Archmagus Valerius sedang menuju ke sini. Dia menyadari bahwa pemeriksaan tanda sihir kemarin adalah tipuan. Dia tahu tentang ramuan herbal itu karena dia menemukan sisa botolnya di laboratorium Elian."

Olivia menutup mulutnya dengan tangan, merasa bersalah. "Maaf, itu salahku... aku pasti menjatuhkannya saat kita mengambil bunga penawar semalam."

"Sudahlah, Olivia, kita tidak punya waktu untuk menyesal," tegas Rachel. "Yang penting sekarang adalah Kunci Mageia."

Xander menatap mereka berlima dengan serius. "Valerius tidak akan menangkap kalian dengan sopan kali ini. Dia akan menggunakan kekuatan penuhnya untuk mengambil energi kalian secara paksa saat Gerhana Merah mencapai puncaknya sore nanti. Dia butuh energi murni kalian untuk mengaktifkan Kunci itu demi kepentingannya sendiri."

Azzura menatap teman-temannya satu per satu. "Berarti kita tidak bisa menunggu sampai malam. Kunci itu sudah terbuka sedikit di menara jam. Kita harus mengambilnya sekarang dan keluar dari akademi ini sebelum Valerius sampai di depan pintu asrama."

"Tapi Azzura, sinkronisasinya belum mencapai 100%!" seru Vera. "Kalau kita ambil sekarang, apakah kita bisa mengendalikannya?"

"Kita harus bisa," jawab Azzura mantap. "Atau Euthopia akan selamanya berada di bawah kendali mereka."

Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari arah gerbang asrama. Suara langkah kaki zirah berat terdengar menaiki tangga dengan cepat.

"Mereka sudah sampai!" seru Xander. Ia menarik pedang gravitasinya. "Aku akan menahan mereka di koridor. Kalian cepat ke menara jam! Ambil Kunci itu, apa pun risikonya!"

Mereka berlima pun bergegas menuju keruang puncak menara jam.

Suasana di puncak menara jam menjadi sangat kacau. Di luar pintu, suara dentuman pedang gravitasi Xander yang beradu dengan zirah pasukan dewan terdengar memekakkan telinga. Di dalam ruangan, kotak batu itu bergetar hebat, memancarkan gelombang energi yang tidak stabil karena proses sinkronisasi yang terputus paksa.

Azzura mencoba meraih gagang kunci berbentuk bintang itu, namun sebuah hentakan energi murni melemparnya mundur. "Kuncinya menolak! Energinya terlalu liar karena belum mencapai puncaknya!"

"Kita tidak punya waktu lagi!" seru Rachel sambil menahan pintu menara dengan pusaran anginnya. "Pasukan Valerius mulai merayap naik melalui dinding luar!"

Dalam keputusasaan, Azzura teringat kata-kata ayahnya di rekaman memori: "Kunci ini merespons kasih sayang... kami akan selalu ada di dalam kalung itu."

"Teman-teman, pegang kalung kalian!" teriak Azzura. "Kita tidak bisa melakukan ini sendiri. Kita butuh bimbingan mereka. Fokuskan pikiran kalian ke Bumi, ke rumah, ke orang tua kita!"

Kelimanya memejamkan mata rapat-rapat, menggenggam kalung hati mereka dengan erat. Mereka mengirimkan sinyal emosi yang kuat menembus ruang dan waktu, melewati batas dimensi antara Euthopia dan Bumi.

Di Bumi, di kediaman keluarga Adams, para orang tua yang sedang berkumpul di ruang tengah tiba-tiba merasakan kalung pasangan mereka (yang merupakan pasangan dari kalung putri mereka) bergetar hebat dan bercahaya terang.

"Mereka dalam bahaya," bisik Daniel Adams. "Sekarang saatnya. Berikan energi kalian!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!