NovelToon NovelToon
Jagoan Sengklek Tahta Di Balik Debu Jakarta

Jagoan Sengklek Tahta Di Balik Debu Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Guntur, pemuda Sidoarjo dengan rambut gondrong dan jurus silat warisan kakek, harus menerima kenyataan pahit saat cintanya dikandas oleh Amanda. Dengan bekal uang saku hasil menjual mesin pompa air dan sekeranjang perbekalan sederhana, Guntur berangkat ke Jakarta untuk mengubah nasib.
​Di hari pertamanya, Guntur hampir ditabrak oleh Vaneshaseorang CEO galak yang ia juluki "Mak Lampir"yang ternyata adalah sepupu mantan kekasihnya! Takdir kemudian membawanya menyelamatkan Bang Soni, bos penguasa dunia malam yang anti-narkoba namun gemar minum keras, dari serangan preman.
​Kini, Guntur terjebak di antara tugas menjaga Sekar putri Bang Soni yang tak kalah galak dan intrik keluarga kaya yang dulu meremehkannya. Dengan sifatnya yang sulit ditebak dan jurus silat yang mematikan, Guntur siap menggoncang Jakarta dan membuktikan bahwa jagoan sejati tidak butuh jas mewah untuk berkuasa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 19: Amukan Bu Retno dan Mak Lampir yang Betah

Belum reda urusan cemburunya Sekar, tiba-tiba sebuah mobil lain berhenti dengan kasar di depan pagar. Bu Retno turun dengan wajah yang sudah merah padam, tangannya memegang tas branded-nya dengan kencang seolah siap dipakai buat mukul orang. "Sekar! Pulang kamu! Ngapain kamu masih berhubungan sama gembel ini?!" teriak Bu Retno menggelegar sampai tetangga sebelah langsung tutup jendela.

​Guntur yang tadi lagi asyik ngerjain mobil, langsung berdiri tegak. Dia memilih untuk diam, tidak membalas sepatah kata pun. Dia tahu, kalau dilawan, Ibunya Sekar bakal makin menjadi-jadi. Guntur cuma menunduk, mendengarkan setiap makian pedas yang keluar dari mulut Bu Retno yang dulu pernah sangat baik padanya.

​"Kamu itu nggak tahu diri ya, Guntur! Sudah dibilang jangan dekati anak saya, eh sekarang malah bawa perempuan kota ke rumah kontrakan reot begini! Dasar ojek nggak punya modal!" maki Bu Retno tepat di depan muka Guntur. Sekar menangis, mencoba menarik tangan ibunya. "Ibu, sudah Bu! Malu dilihat orang!" Tapi Bu Retno malah makin beringas menghina harga diri keluarga Guntur.

​Vanesha yang sedari tadi cuma nonton sambil pegangan kursi bambu, tiba-tiba berdiri. Dia menatap Bu Retno dengan tatapan dingin ala CEO kelas atas. "Heh, Ibu! Berisik banget sih! Memangnya Ibu siapa berani maki-maki orang di rumahnya sendiri?" tanya Vanesha ketus. Bu Retno kaget melihat Vanesha yang penampilannya jauh lebih elit daripada dia. "Kamu siapa?! Jangan ikut campur ya, ini urusan saya sama tukang ojek ini!"

​"Saya Vanesha, dan saya nggak akan pulang dari sini sampai urusan saya selesai!" jawab Vanesha asal bunyi karena sebenarnya dia malas pulang ke Jakarta yang macet, apalagi ban mobilnya belum bener. Bu Retno makin emosi melihat Vanesha membela Guntur. Setelah puas memaki dan menyeret Sekar paksa masuk ke mobil, suasana rumah Guntur kembali hening, menyisakan Guntur yang masih terdiam di depan pagar.

​Guntur menghela napas panjang, menatap aspal jalanan yang gersang. Dia teringat masa lalu, saat dia masih mengelola semua urusan bisnis Bang Soni. "Dulu perusahaan Bang Soni itu semua di tangan saya, Mbak V. Saya yang pegang kendalinya, tapi saya lepas karena itu bukan hak saya. Saya milih jadi ojek karena pengen tenang," gumam Guntur pelan yang didengar oleh Vanesha.

​Vanesha terdiam, dia baru tahu sisi lain dari Guntur. Guntur menatap ke arah mobil Bu Retno yang sudah menjauh. "Dulu Bu Retno itu baik banget sama saya, nggak tahu sekarang kenapa kok bisa jadi kayak gini. Mungkin harta memang bisa ngerubah hati orang secepat itu," lanjut Guntur sambil tersenyum kecut. Dia mencoba tegar, meskipun hatinya perih karena dihina habis-habisan di depan orang tuanya sendiri.

​Vanesha yang biasanya judes, tiba-tiba merasa ada rasa kagum kecil yang muncul. Dia melihat Guntur kembali jongkok, mengambil kuncinya, dan melanjutkan membetulkan mobil dengan wajah yang dipaksakan ceria. "Nggeh pun, Mbak V. Sampeyan nggak mau pulang beneran? Rumah sampeyan kan jauh di Jakarta, masa mau tidur di sini? Nanti kalau digigit nyamuk kampung, jangan nangis ya," goda Guntur, mencoba kembali ke mode sengkleknya untuk menutupi kesedihannya.

Vanesha melipat tangannya di dada, tetap duduk tegak di kursi bambu meskipun cuaca mulai gerah. "Pokoknya saya nggak mau pulang sekarang! Mobil saya belum beres, sepatu saya patah, dan saya malas nyetir jauh-jauh ke Jakarta dalam kondisi emosi begini!" ucap Vanesha dengan nada perintah yang nggak bisa dibantah.

​Guntur yang lagi pegang kunci pas langsung melongo sampai mulutnya kemasukan lalat. "Loh, Mbak V, sampeyan serius? Ini rumah kontrakan kecil, nggak ada AC, kasurnya juga kasur kapuk yang kalau ditiduri bunyinya kruk-kruk. Nanti kulit sampeyan yang mulus itu bisa bentol-bentol digigit nyamuk sebesar helikopter!" seru Guntur sambil memperagakan besarnya nyamuk dengan tangannya.

​Ibunya Guntur keluar dari dapur sambil membawa segelas teh hangat dan piring berisi pisang goreng. "Walah, kalau Mbak cantik mau menginap di sini ya alhamdulillah, Ibuk malah senang ada temannya di dapur. Tapi nggeh itu, Mbak... rumahnya sempit, kamar mandinya juga masih pakai bak semen, harus nimba dulu," ucap Ibunya dengan tulus. Vanesha yang melihat keramahan Ibu Guntur tiba-tiba merasa hatinya sedikit melunak. "Nggak apa-apa, Bu. Saya mau tenang dulu di sini."

​Bagas yang kepalanya masih diperban ikut nimbrung sambil cengengesan. "Wih, Mas Guntur hebat! Bisa bawa pulang bos besar. Mbak, kalau mau mandi, antre ya, soalnya Bapak kalau sudah di kamar mandi suka sambil konser dangdut," canda Bagas yang langsung dibalas lemparan serbet oleh Bapaknya. Guntur cuma bisa geleng-geleng kepala melihat keluarganya yang malah semangat menerima tamu nyasar ini.

​"Nggeh pun, kalau sampeyan keras kepala kayak tembok beton, silakan menginap. Tapi ada syaratnya!" ucap Guntur sambil menunjuk Vanesha dengan gaya sok penting. Vanesha menaikkan satu alisnya, "Syarat apa? Kamu mau minta uang?" Guntur tertawa ngakak. "Uang? Uang saya sudah cukup buat beli lipstik sampeyan sekontainer. Syaratnya, sampeyan harus lepas itu sepatu mahal dan ganti pakai sandal jepit swallow ini, biar nggak pincang terus kayak bebek!"

​Vanesha melotot melihat sandal jepit warna hijau yang sudah agak tipis di depan kakinya. "Apa?! Kamu suruh saya pakai benda murah ini?!" Guntur cuma mengangguk mantap. "Di rumah ini, nggak ada CEO, Mbak. Yang ada cuma tamu yang harus nurut sama tuan rumah. Pakai atau sampeyan saya antar pulang pakai motor matic yang knalpotnya bocor?" ancam Guntur dengan muka sengklek paling tengil.

​Dengan wajah yang ditekuk seribu, Vanesha akhirnya melepas sepatu mahalnya dan memasukkan kakinya ke sandal jepit itu. Dia berdiri dan mencoba berjalan, rasanya aneh tapi entah kenapa terasa lebih nyaman daripada sepatu hak tingginya yang menyiksa. Guntur jempolan sambil tertawa. "Nah, gitu dong! Sekarang sampeyan sudah resmi jadi warga kampung naga. Selamat menikmati hidup sederhana yang paling indah, Mbak Mak Lampir!"

​Malam itu, rumah kecil Guntur jadi saksi pemandangan paling aneh sepanjang sejarah. Seorang CEO wanita paling galak di Jakarta, duduk di lantai beralaskan tikar pandan, sambil makan nasi sambal teri bareng keluarga ojek. Vanesha yang awalnya jijik, malah nambah nasi dua kali karena masakan Ibu Guntur ternyata jauh lebih enak daripada restoran bintang lima. Sementara itu, Guntur cuma bisa tersenyum dalam hati; meskipun dihina habis-habisan oleh Bu Retno, Tuhan malah mengirimkan "hiburan" lain yang lebih menarik di rumahnya.

1
Mairah Cileles
guntur ini kayanya sangat mirip ceritanyany sama si Gan... di tetangga sebelah
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Wah, ketahuan ya? Memang tipe jagoan yang 'sengklek' tapi sakti itu sudah jadi ciri khas tulisan saya. Guntur hadir dengan petualangan yang beda kok, meskipun jiwanya sama-sama nggak bisa diem. Terima kasih dukungannya ya! 🙌✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!