NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-29

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pelan di meja menyadarkan Nara dari keseriusannya mengerjakan laporan. Wanita itu menatap ke depan dan langsung tersenyum lebar saat melihat Amira berdiri di sana.

Ia melepas kacamata bacanya, "Iya, kenapa Mir?" tanyanya ramah.

"Mbak, ini laporan keuangan yang tadi saya kerjakan. Sudah selesai, tolong dicek ya," ucap Amira lembut sambil menyerahkan berkas itu.

"Oke makasih ya. Nanti aku cek," jawab Nara santai.

Saat itu juga...

Pintu ruangan utama terbuka. Arkan keluar dari dalam sana dengan berkas di tangannya, hendak menyerahkannya pada Nara. Langkah kakinya tiba-tiba terhenti tepat di tengah lorong.

Matanya tertuju lurus pada sosok wanita yang berdiri di hadapan meja Nara.

Arkan mengernyitkan dahi, menatap wanita itu dengan penuh tanda tanya. Ada perasaan aneh yang menyergap dadanya, namun bukan rasa deg-degan atau jatuh hati. Wajah itu... terasa sangat familiar. Seperti sudah pernah dilihatnya sebelumnya, tapi di mana?

Siapa dia? Kenapa rasanya baru kemarin aku melihat wajah yang sama persis... seperti wajah... batin Arkan bertanya-tanya.

Namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dalam hati. Ah enggak... mana mungkin. Pasti cuma kebetulan mirip aja. Aku yakin belum pernah ketemu atau kenal sama dia sebelumnya. Arkan berusaha meyakinkan dirinya sendiri dan menepis perasaan aneh itu.

Di sisi lain, Amira sempat mendongak dan menatap lurus ke arah Arkan. Tatapan matanya sulit diartikan, membuat waktu seakan berhenti sejenak bagi mereka berdua yang saling berpandangan.

Namun itu hanya berlangsung sepersekian detik.

Dengan sigap, Amira buru-buru memasang kembali senyum ramahnya yang paling manis. Ia menunduk sedikit sopan, lalu menyapa bos barunya itu dengan nada yang terdengar biasa saja.

"Selamat siang, Pak Arkan," sapanya lembut.

Arkan tersentak sedikit dari lamunannya, lalu mengangguk singkat dan dingin khas bos besar.

"Siang," jawabnya singkat, lalu berjalan mendekati meja Nara seolah tidak terjadi apa-apa.

"Sayang, tolong revisi ini lagi ya. Nanti sore kita ada meeting," ujarnya. Nadanya berubah begitu cepat menjadi sangat lembut dan manja, membuat pipi Nara memerah karena malu.

"Pak jangan begitu, di sini masih ada orang loh!" tegurnya setengah berbisik.

Seolah tuli, Arkan justru mengusap kepala Nara pelan penuh kasih sayang sebelum kembali berbalik masuk ke ruangannya.

Amira yang melihat interaksi keduanya hanya diam terpaku. Namun, di balik senyumnya yang tetap terlihat manis, tatapan matanya sangat tajam menusuk punggung Arkan yang perlahan menghilang di balik pintu kayu itu.

"Amira?" panggil Nara pelan.

Gadis itu tersentak kaget, ekspresinya langsung berubah ceria kembali seolah tak ada apa-apa.

"Maaf, Mbak!"

"Ada keperluan lain?" tanya Nara.

"Oh iya, enggak ada kok. Kalau gitu aku turun lagi ya!" pamitnya cepat.

Nara hanya mengangguk. Ia melihat punggung Amira yang menghilang di balik pintu lift, lalu menghela napas panjang dan kembali fokus pada pekerjaannya.

 _______

Menjelang Sore...

Suasana di restoran mewah itu terasa sangat elegan dan tenang. Arkan dan Nara duduk berhadapan dengan klien mereka, menyelesaikan pembahasan kerjasama dengan lancar dan profesional.

Nara tampak sangat anggun mengenakan dress formal berwarna lembut, wajahnya tenang dan penuh percaya diri. Ia benar-benar menikmati momen ini bersama Arkan.

Namun, takdir berkata lain.

Saat rapat selesai dan mereka bersiap pamit, langkah kaki Nara tiba-tiba terhenti kaku saat melewati salah satu meja VIP di sudut ruangan.

Di sana, duduk seorang pria dengan penampilan yang sangat rapi dan sukses. Pria itu tertawa lepas bersama wanita cantik dan dua orang anak kecil yang lucu di sampingnya.

Jantung Nara serasa berhenti berdetak.

Farhan.

Itu mantan suami pertamanya, jauh sebelum ia bertemu dan menikah dengan Raka! Pria yang dulu pernah ia rebut dengan susah payah,dan tentu saja dengan kelicikan nya dari tangan Askia. Pria yang pernah menjadi seluruh dunianya di masa lalu.

Dunia seolah terasa begitu sempit. Begitu kejam.

Farhan seperti merasakan ada yang menatapnya, ia pun mendongak dan menoleh. Tatapan mereka bertemu. Mata Farhan membelalak tak percaya, mulutnya sedikit terbuka melihat sosok wanita di hadapannya.

"Nara...?" gumam Farhan pelan.

Di sebelahnya, wanita cantik yang duduk bersamanya ikut menoleh dengan tatapan bingung namun tetap ramah. Wanita itu adalah Delisya, istri baru Farhan. Ia terlihat sangat lembut, bahagia, dan terlihat sangat menyayangi suami serta anak-anaknya.

Farhan kini sudah bahagia dengan keluarga barunya. Sangat bahagia bahkan, ternyata orang orang yang pernah ia sakiti dulu sekarang jauh lebih bahagia.

"Maaf... permisi," ucap Nara terbata-bata, wajahnya memanas karena malu, ingin segera berlari menjauh dari situasi canggung ini.

Namun Farhan sudah lebih dulu berdiri, seolah tidak percaya dengan pertemuan ini.

"Nara? Benar kamu?" tanya Farhan dengan nada kaget.

Arkan yang sejak tadi berdiri di samping Nara menyadari ada yang tidak beres. Ia merasakan tangan kekasihnya yang sedikit gemetar, dan melihat tatapan pria di hadapannya yang begitu intens.

Dengan sigap, Arkan melangkah maju setengah langkah, secara tidak sadar menempatkan tubuhnya di depan Nara, melindunginya. Ia menatap Farhan dengan tatapan tajam dan waspada khas seorang CEO.

"Maaf, Bapak siapa? Dan kenapa Bapak memanggilnya dengan cara itu?" tanya Arkan dingin, suaranya tegas. Meski sebenarnya mereka baru pacaran, ia sengaja memberi batasan yang jelas seolah Nara adalah miliknya sepenuhnya.

Farhan tersentak, lalu menatap Arkan dari atas ke bawah. Baru menyadari ada pria tampan dan berwibawa di sisi Nara, senyumnya langsung mengembang. Ia tidak ada maksud apa-apa, ia hanya terkejut bisa kembali bertemu dengan mantan istri kedua nya ini setelah sekian lama tak lagi ia dengar kabarnya, Ternyata wanita ini sudah menemukan tambatan hati, itu bagus...

Meski dulu sempat ada rasa kecewa, kini ia senang melihat Nara ditemukan dengan pria yang sangat mencintainya, terlihat jelas dari cara Arkan menjaganya.

"Oh... maaf, jangan salah paham. Saya Farhan," jawabnya mengulurkan tangan yang disambut oleh Arkan, lalu ia tersenyum dengan tulus. "Saya... teman lama Nara. Dan ini istri saya, Delisya, dan ini anak-anak kami." Dengan bangga ia mengenalkan sang istri juga buah hati mereka.

Delisya tersenyum ramah dan sopan. Meskipun sempat merasa bingung, akhirnya ia tahu siapa wanita ini. Dia adalah mantan istri kedua suaminya dulu setelah Askia tentu saja. Ia tahu sejarah antara mereka bertiga, karena Farhan pernah bercerita. "Oh halo, salam kenal ya."

Nara mengangguk, ia tak berani menatap lama-lama. Ia masih merasa bersalah dan malu menatap Farhan karena perbuatannya di masa lalu. Rasanya lebih baik ia bertemu dengan seribu orang musuh daripada harus berhadapan dengan rasa sesal ini.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!