NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Silat Seliwa Dan Dongeng Dari Negeri Depok

​Sore itu, halaman belakang Paviliun Mawar terasa lebih sejuk dari biasanya. Angin sepoi-sepoi menggoyangkan kelopak bunga-bunga persik yang berguguran di atas rumput hijau. Di tengah lapangan kecil itu, Alesia bergerak dengan sangat dinamis. Rambut hitamnya yang dikuncir kuda berayun mengikuti setiap gerakan tubuhnya yang gesit.

​Wush! Wush!

​Golok Seliwa di tangan kanannya berkilau keperakan di bawah siraman cahaya matahari senja. Kakinya melangkah ringan, berputar, lalu merunduk dalam posisi kuda-kuda rendah yang kokoh. Bilah baja melengkung itu menebas udara kosong dengan presisi yang menakutkan, menciptakan suara desingan tajam yang membelah keheningan sore.

​"Hup! Yak... cakep!" gumam Alesia pada dirinya sendiri, menyeka keringat yang menetes di pelipisnya menggunakan punggung tangan kiri yang perbannya sudah mulai dibuka.

​"Gerakan kakimu terlalu lebar di bagian akhir, Alessia. Itu bisa membuat musuh dengan tombak panjang menusuk celah di bawah ketiakmu."

​Alesia tersentak. Ia menghentikan gerakannya secara mendadak, memutar goloknya dengan satu sentakan jempol yang lihai sebelum menyarungkannya kembali ke pinggang. Ia menoleh ke arah koridor batu paviliun.

​Di sana, Magnus berdiri sambil bersandar pada pilar kayu besar. Sang Raja mengenakan kemeja longgar berwarna putih tanpa zirah beratnya, membuat penampilannya terlihat jauh lebih santai dan—Alesia harus mengakui ini di dalam hati—beberapa kali lipat lebih tampan.

​"Buset dah, Bang. Datang-datang kagak ada suaranya kayak setan kuntilanak," omel Alesia sambil berjalan gontai menuju tepi teras, lalu menjatuhkan dirinya untuk duduk selonjoran di lantai kayu. "Lagian, ini namanya jurus menghindari serangan bawah. Mana ada celah ketiak. Lu aja yang nyari-nyari kesalahan gue."

​Magnus berjalan mendekat, lalu duduk di samping Alesia tanpa memedulikan etiket bahwa seorang raja tidak seharusnya duduk lesehan di lantai kotor. Ia mengambil handuk kecil yang diletakkan Lily di atas meja teras, lalu menyerahkannya kepada Alesia.

​"Aku tidak mencari kesalahanmu. Aku hanya menganalisis sebagai seorang ksatria," ucap Magnus, matanya menatap lekat-lekat wajah Alesia yang memerah karena lelah. "Tapi harus kuakui, teknik beladirimu sangat unik. Sangat mengandalkan kelenturan tubuh dan momentum. Berbeda dengan teknik pedang kerajaan yang kaku dan menguras banyak tenaga."

​Alesia menerima handuk itu dan mengusap wajahnya dengan kasar. "Ya jelas beda, Bang. Ini namanya Silat. Warisan leluhur. Di tempat asal gue, kalau lu kagak bisa begini, lu bakal abis dipalak preman pasar."

​Magnus mengernyitkan dahi, menangkap satu kata yang sering diucapkan istrinya akhir-akhir ini. "Tempat asalmu... Depok? Kau sering sekali menyebut tempat itu."

​Alesia tertegun sejenak. Ia menatap langit senja yang mulai berubah warna menjadi jingga keunguan. Ada rasa rindu yang tiba-tiba menyergap dadanya. Rindu berisiknya suara klakson motor, rindu wanginya asap tukang sate di pinggir jalan, dan rindu omelan Abahnya yang galak tapi penyayang.

​"Iya, Depok," gumam Alesia pelan, suaranya terdengar tidak secempreng biasanya. "Negeri yang jauh bener dari sini, Bang. Jauh banget sampai-sampai kalau gue naik kuda paling cepet di Orizon pun, gue kagak bakal pernah sampai ke sana."

​Magnus memperhatikan perubahan ekspresi di wajah Alesia. Rasa sedih yang mendalam di mata wanita itu membuat dada Magnus terasa sedikit sesak. Ia mengulurkan tangannya, ragu sejenak, sebelum akhirnya meletakkan telapak tangannya di atas punggung tangan Alesia.

​"Sejauh apa tempat itu? Apakah berada di seberang lautan timur?" tanya Magnus lembut, mencoba menggali rahasia yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh wanita di sampingnya.

​Alesia terkekeh hambar, menatap tangan Magnus yang menggenggam tangannya hangat. "Lebih jauh dari itu, Bang. Tempat itu... ada di dimensi lain. Dunia yang beda banget sama Orizon."

​"Dimensi lain? Sihir jenis apa yang bisa membawamu dari sana?"

​"Bukan sihir, Bang. Gue juga kagak tahu kenapa bisa nyasar ke tubuh bini lu yang asli ini," Alesia menoleh, menatap langsung ke dalam manik mata biru Magnus yang jernih. "Gue mau tanya jujur deh sama lu. Lu sebenernya sadar kan kalau gue ini bukan Alessia yang dulu lu nikahin?"

​Keheningan malam mulai turun mendampingi pertanyaan Alesia. Suara jangkrik di taman mulai terdengar bersahut-sahutan.

​Magnus terdiam cukup lama. Jemarinya perlahan mengelus perban tipis di telapak tangan Alesia. "Aku sadar. Sangat sadar."

​"Terus kenapa lu kagak manggil pendeta atau dukun buat bakar gue? Kan biasanya di dunia fantasi kayak begini, orang kemasukan roh lain dianggap penyihir jahat," tanya Alesia heran, menaikkan sebelah alisnya.

​"Karena aku tidak peduli," jawab Magnus tegas, suaranya terdengar begitu mantap di telinga Alesia. "Alessia yang dulu... dia adalah wanita yang malang. Dia rapuh, ketakutan, dan selalu menatapku seolah-olah aku adalah monster yang siap membunuhnya. Aku merasa bersalah atas apa yang terjadi padanya, tapi aku tidak bisa mencintainya."

​Magnus mendekatkan wajahnya, membuat jarak di antara mereka terkikis kembali. "Tapi kau... kau yang berdiri di depanku sekarang. Wanita barbar yang memanggilku 'Bang', yang membelah meja batu, yang menyelamatkan musuhnya dari tebing, dan yang membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu setiap detiknya. Jiwa siapa pun yang ada di dalam tubuh ini, itulah jiwa yang kuinginkan."

​Jantung Alesia langsung melakukan tarian disko dengan tempo gila-gilaan. Sialan, dia yang biasanya jago adu bacot mendadak kelu, lidahnya terasa kaku seperti habis memakan buah kesemek mentah.

​"Bujug... lu kalau ngomong suka kaga pake rem ya, Bang," bisik Alesia gagap, wajahnya terasa sangat panas hingga ia yakin pipinya sudah semerah tomat matang.

​Magnus tersenyum tipis—senyuman yang sangat langka dan berharga. "Aku hanya mengatakan kebenaran. Jadi, ceritakan padaku tentang negerimu itu. Seperti apa Depok?"

​Mencoba mengalihkan rasa gugupnya, Alesia berdehem kencang. "Ehem! Oke, mumpung lu kepo. Depok itu... negeri yang ajaib, Bang. Di sana kagak ada kereta kuda, adanya kereta besi yang jalannya cepat bener, namanya KRL. Terus ada monster beroda dua yang bunyinya bising banget, namanya motor. Lu kalau mau menyeberang jalan di sana, taruhannya nyawa, lebih serem daripada medan perang lu!"

​Magnus mendengarkan dengan dahi berkerut, mencoba memvisualisasikan "monster beroda dua" dan "kereta besi" di dalam kepalanya. "Negeri yang sangat berbahaya rupanya. Apakah para ksatrianya sepertimu?"

​"Hahaha! Kagak, Bang! Di sana kagak ada ksatria zirah perak kayak lu. Adanya begal sama anak tawuran," tawa Alesia pecah, merasa geli sendiri melihat ekspresi serius Magnus. "Tapi di sana makanannya enak-enak. Ada bakso, seblak yang pedasnya bisa bikin lu ketemu dewa penyelamat, sama nasi goreng yang kemarin kita bikin itu."

​"Aku akan meminta tabib dan juru masak untuk mencari bahan-bahan makanan itu jika kau merindukannya," ucap Magnus sungguh-sungguh.

​Alesia menatap Magnus dengan tatapan melembut. "Kagak bakal ada bahannya di sini, Bang. Tapi makasih ya. Lu udah mau dengerin dongeng konyol gue."

​"Ini bukan dongeng konyol bagiku, Alessia," Magnus menggenggam kedua tangan Alesia, mengangkatnya perlahan lalu mengecup punggung tangan wanita itu dengan sangat lembut. "Aku tahu kau merindukan rumahmu. Aku tidak bisa membawamu kembali ke sana. Tapi... aku berjanji akan membuat Istana Orizon ini menjadi tempat yang paling aman dan nyaman untukmu. Tempat di mana kau tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain."

​Alesia merasakan matanya sedikit menghangat. Di dunia yang asing ini, di antara intrik politik dan ancaman racun, pria kaku di depannya ini baru saja menawarkan sebuah pelabuhan yang begitu teduh.

​"Makasih ya, Bang Magnus," ucap Alesia tulus, sebuah senyuman manis tanpa ada nada mengejek terukir di bibirnya.

​"Sama-sama, Permaisuriku," jawab Magnus lembut. "Sekarang... karena udara malam mulai dingin, bagaimana kalau kita masuk? Aku tidak ingin tanganmu yang terluka itu kaku karena kedinginan."

​"Siaaap, Bang! Tapi gendong dong, kaki gue pegel habis salto-salto tadi!" canda Alesia sambil merentangkan kedua tangannya manja.

​Tanpa diduga, Magnus langsung menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggung Alesia, mengangkat tubuh mungil istrinya itu dengan sangat mudah ke dalam gendongan bridal style.

​"Eh! Eh! Gue cuma bercanda, Bang! Turunin kagak!" pekik Alesia panik, merangkul leher Magnus erat agar tidak terjatuh.

​"Raja tidak pernah bercanda dengan perintah Permaisurinya," bisik Magnus dengan senyum misterius di bibirnya saat ia membawa Alesia masuk ke dalam paviliun yang hangat, meninggalkan halaman belakang yang kini sunyi di bawah taburan bintang malam.

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!