NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biar Kuganti Sesuai Harga

Olyvia membuka mata pagi itu dengan perasaan ringan. Surat ancaman dari pengacara keluarga Wicaksono masih tergeletak di meja samping kasur, persis di posisi yang sama seperti semalam. Ia meliriknya sekilas, lalu bangkit dan berjalan ke kamar mandi tanpa menyentuhnya.

Biarin aja. Paling juga gertak sambal. Emang gue pikirin.

Setelah mandi dan sarapan roti tawar seharga Rp2,- per bungkus, Olyvia berdiri di depan lemari pakaiannya. Ia menatap tumpukan baju lama yang sudah menemani sejak awal kuliah. Kaus oblong pudar, celana jeans belel, dan jaket denim lusuh. Pakaian yang sama yang membuatnya diremehkan di banyak tempat.

Ia sengaja memilih penampilan seperti itu hari ini. Bukan karena tidak punya baju bagus, tapi karena ia ingin menikmati ironi. Orang-orang selalu nilai dari bungkusnya. Hari ini gue mau kasih pelajaran kecil buat mereka yang suka judge.

Olyvia mengenakan kaus putih yang sudah agak menguning di bagian ketiak, celana jeans robek di lutut bukan karena model tapi karena memang sudah tua, dan sandal jepit butut seharga Rp150 sen,-. Ia tidak memakai make up. Rambutnya hanya diikat asal. Penampilannya persis seperti mahasiswi kos yang belum bayar uang makan.

Perfect.

Ia menyambar dompet kecil berisi kartu debit dan ponsel, lalu keluar apartemen. Tujuan hari ini: Galaxy Premium Mall, pusat perbelanjaan paling mewah di Surabaya. Tempat di mana harga barang bisa membuat orang biasa pingsan. Tapi bagi Olyvia, tempat itu hanya arena bermain.

Taksi online yang dipesan datang dalam waktu tiga menit. Sebuah mobil LCGC silver. Ongkos ke mall: Rp10,-. Olyvia duduk di belakang dengan santai, menikmati pemandangan kota yang mulai ramai.

Sopir taksi melirik dari kaca spion. "Mbak mau ke Galaxy Premium? Wah, di sana barangnya mahal-mahal lho."

Olyvia tersenyum tipis. "Iya, Pak. Cuma mau lihat-lihat aja."

Lihat-lihat? Gue mau borong, Pak.

Galaxy Premium Mall berdiri megah dengan arsitektur kaca dan baja. Di pintu masuk, satpam berjas rapi menyambut setiap pengunjung. Olyvia berjalan masuk dengan santai, meski beberapa pengunjung lain melirik penampilannya dengan tatapan aneh.

Ia naik eskalator ke lantai tiga, area butik-butik brand internasional. Nama-nama seperti Chanel, Gucci, Louis Vuitton, dan Hermes berjejer dengan etalase mengilap. Olyvia memilih masuk ke sebuah butik bernama Elite Atelier, butik yang menjual pakaian dan aksesoris dari desainer terkenal Eropa.

Begitu pintu kaca terbuka, seorang pramuniaga wanita dengan seragam hitam elegan menyambutnya. Tapi senyum di wajahnya langsung memudar begitu melihat penampilan Olyvia.

"Selamat siang, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan nada setengah hati.

Olyvia tidak peduli. Ia berjalan pelan menyusuri rak-rak pakaian. Jemarinya menyentuh bahan-bahan halus dari sutra Italia dan kasmir Skotlandia. Di kehidupan sebelumnya, ia hanya bisa memandangi barang-barang ini dari luar etalase. Sekarang, ia bisa membeli semuanya tanpa merasa dompetnya menangis.

Ia mengambil satu Blus Tafeta Sutra Bordir Putih. Label harga: Rp19.960,-.

Lalu satu Rok Sutra atau Berhias (Embellished): Rp10.000,-.

Blazer abu-abu(The Row Schoolboy Wool Blazer Grey) : Rp4.200,-.

Sepatu hak tinggi (Christian Louboutin So Kate Python Pump): Rp2.800,-.

Tas tangan kecil (Roseau XS Bag In BlackRp): Rp1.000,-.

Jam Tangan Minimalis Tali Kulit (Hermès Cape Cod Watch Small Model Leather): Rp6.500,-.

Total semua barang yang ia ambil: sekitar Rp44.460,-.

Pramuniaga itu mengamati Olyvia dengan tatapan curiga. "Mbak, maaf sebelumnya. Barang-barang ini harganya cukup... premium. Apa Mbak yakin mau membeli?"

Olyvia menoleh dengan wajah datar. "Memangnya kenapa? Saya gak boleh beli?"

"Boleh, Mbak. Tapi biasanya pelanggan kami... ya... sedikit berbeda penampilannya."

Olyvia nyaris tertawa. Berbeda penampilan? Maksud lo gue keliatan miskin ya, Mbak? Ia menghela napas dan meletakkan semua barang di meja kasir. "Saya ambil semua. Tolong dihitung."

Pramuniaga itu menatap tumpukan barang dengan mata membelalak. Ia ragu-ragu, tapi tetap menghitung totalnya. "Totalnya Rp44.460,-, Mbak. Apa Mbak mau bayar pakai kartu atau tunai?"

Ini mah kalau gue bawa challenge bawa 50 ribu ke mall dapat apa, udah menang sih gue.

Olyvia mengeluarkan kartu debitnya dan menyerahkannya. "Kartu."

Transaksi berjalan mulus. Mesin EDC berbunyi tanda pembayaran berhasil. Pramuniaga itu menatap layar mesin dengan mulut sedikit terbuka. Ia lalu menatap Olyvia dengan ekspresi campuran malu dan takjub.

"Ma-maaf, Mbak. Pembayarannya berhasil. Saya akan bungkus barangnya."

Olyvia mengangguk kecil. "Tolong dibungkus rapi ya, Mbak. Dan lain kali, jangan nilai orang dari bajunya. Oh satu lagi, nanti tolong antar ke alamat ini ya."

Pramuniaga itu menunduk dalam. "Baik, Mbak. Saya minta maaf."

Olyvia keluar dari butik dengan empat paper bag besar di tangan. Ia berjalan menuju food court untuk membeli es krim. Harga satu cone es krim vanilla: Rp0,8 (delapan puluh sen). Ia membayar dengan uang koin Rp1,- dan mendapatkan kembalian Rp0,2.

Enak juga jadi orang kaya. Es krim recehan rasanya sama aja.

Sambil menjilat es krimnya, Olyvia berjalan menyusuri koridor mall. Matanya sibuk melihat-lihat toko lain. Ia tidak sengaja menabrak seseorang dari arah berlawanan.

Bruk.

Es krim vanilla di tangannya menempel di blus sutra merah marun milik seorang wanita yang berdiri tepat di depannya.

Wanita itu langsung mundur dengan jeritan kecil. "ASTAGA! BAJU SAYA!"

Olyvia mengangkat tangan. "Maaf, gak sengaja."

Tapi wanita itu tidak terima. Ia menatap noda cokelat di blusnya dengan mata membelalak, lalu menatap Olyvia dari atas ke bawah. Penampilan Olyvia yang lusuh membuat kemarahannya meledak.

"Kamu gak punya mata ya?! Ini baju mahal! Kamu tau gak harganya berapa?!"

Olyvia menatap wanita itu dengan ekspresi datar. Perempuan itu berusia sekitar tiga puluhan, memakai riasan tebal, bulu mata palsu, dan lipstik merah mencolok. Blusnya bermerek, roknya ketat, sepatunya hak tinggi dengan sol merah. Tas di lengannya jelas tas branded. Tapi gaya bicaranya? Emak-emak lonte yang baru dapet duit dari om-om. Begitulah yang terlintas di kepala Olyvia.

Beberapa pengunjung mall mulai berhenti dan menonton. Wanita itu semakin menjadi-jadi.

"Kamu liat gak sih?! Ini blus dari butik Italia! Harganya Rp6.000,-! Kamu bisa ganti gak?! Pasti gak mampu! Lihat aja penampilan kamu! Kayak gembel!"

Olyvia menatap blus itu. Rp6.000,-. Enam ribu rupiah. Di dunia normal, itu setara enam puluh juta. Tapi di dunia Olyvia sekarang? Enam ribu mah cuma cukup buat beli es teh manis doang.

Ia hampir tertawa, tapi ditahannya. "Oke, Mbak. Maaf ya. Emang berapa total kerugiannya?"

Wanita itu mendengus. "Blus ini Rp6.000,-! Belum rokku yang kena sedikit, ini Rp4.000,-! Sepatuku yang kecipratan, ini Rp8.000,-! Total Rp18.000,-! Kamu sanggup ganti?!"

Olyvia mengangguk pelan. "Oke. Bisa sebutin nomor rekeningnya, Mbak? Saya transfer sekarang."

Wanita itu tertawa sinis. "Transfer? Kamu? Yang pakaiannya kayak gini mau transfer Rp18.000,-? Jangan bercanda deh! Paling juga cuma omong kosong!"

Olyvia tidak terpancing. "Sebutin aja nomor rekeningnya, Mbak. Saya tunggu."

Wanita itu masih ragu, tapi ia menyebutkan nomor rekeningnya dengan nada mengejek. Beberapa orang di sekitar ikut berbisik-bisik, mengira Olyvia hanya menggertak.

Olyvia mengeluarkan ponselnya. Ia membuka aplikasi mobile banking, memasukkan nomor rekening wanita itu, dan mengetik jumlah transfer.

Rp18.000,-

Ia menekan tombol kirim. Konfirmasi PIN. Transaksi berhasil.

Olyvia membalikkan layar ponselnya ke arah wanita itu. "Udah, Mbak. Coba cek. Udah masuk."

Wanita itu mengambil ponselnya sendiri dengan tangan gemetar. Ia membuka notifikasi mobile banking. Matanya langsung membelalak sempurna.

Transfer Masuk: Rp18.000,-

Ia menatap layar itu, lalu menatap Olyvia, lalu menatap layar lagi. Mulutnya terbuka tapi tidak ada suara yang keluar.

Olyvia menyimpan ponselnya dan meraih paper bag belanjaannya. Sebelum pergi, ia menatap wanita itu dengan senyum tipis.

"Mbak, saran saya ya. Kalau gak mau baju mahalnya kotor, jangan dipakai di mall. Mending di oyo aja. Cuih."

Ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah tenang, meninggalkan wanita itu yang masih berdiri mematung bersama temannya. Orang-orang yang tadi menonton ikut terpaku, beberapa bahkan mulai berbisik kagum.

Olyvia terus berjalan hingga ke eskalator. Begitu sampai di lantai bawah, ia akhirnya melepaskan tawa kecil yang sejak tadi ditahannya.

Gila. Puas banget. Muka dia tadi priceless. Enam ribu doang berisiknya minta ampun. Dasar emak-emak lonte.

Ia keluar mall dan memesan taksi online. Sambil menunggu, ia menatap paper bag di tangannya. Hari ini ia sudah membeli pakaian mahal, memberi pelajaran pada pramuniaga sombong, dan menutup mulut wanita modis yang meremehkannya.

Hidup gue sekarang kayak drama Korea. Bedanya, gue gak perlu operasi plastik buat jadi keren.

Taksi datang. Olyvia naik dan menyandarkan kepala. Ponselnya bergetar. Pesan dari grup sahabat.

Karina: Vy, lo di mana? Si Arjuna keliatan di depan kampus. Mukanya kusut lagi.

Sela: Jangan-jangan dia mau pasang spanduk "Olyvia Kembalilah Padaku".

Olyvia mengetik balasan dengan santai.

Olyvia: Biarin aja. Gue baru aja healing di mall. Puas banget.

Karina: Healing apa belanja?

Olyvia: Dua-duanya.

Ia mematikan ponsel dan menatap jendela. Kota Surabaya berlalu di depan matanya. Surat ancaman dari ibu Arjuna? Tidak ada artinya. Gangguan Arjuna? Hanya angin lalu. Yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana membuat keluarganya semakin bahagia.

Besok gue mulai serius beli properti untuk ibu, tapi sebelum itu... Balas dendam tentu saja.

Mobil terus melaju menuju apartemen. Di langit sore, awan mulai berkumpul, pertanda hujan akan turun. Tapi di hati Olyvia, matahari bersinar terang.

1
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
Ellasama
beli yang banyak lyv sekalian bangun istana buat Mak Lo biar seneng gituu/Proud/
Ellasama
enak banget JD olyvia, kalau gitu mah gua juga bisa jadi orang kaya modal uang beberapa ratus dah dapet mobil tu/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!