Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab16
Diroottop sebuah gedung tempat dimana mereka berdua sering menghabiskan waktu.
Ayla duduk disamping Kay yang menatap gedung gedung tinggi kota yang menjulang tinggi.
" Ini alasan aku kenapa aku begitu takut menikah ay." Ucap Kay tidak berani menatap Ayla yang berada disampingnya.
" Mama yang selalu egois,papa yang yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan.semuanya membuatku takut untuk menikah."suaranya terdengar bergetar sesuatu yang begitu tertahan selama ini berusaha diungkapkannya.
Ayla memegang lembut tangan Kay,ia mengengamnya erat.
" Kenapa kamu tidak pernah mau membagi rasa sakitmu kepadaku.kenapa kamu memendamnya sendiri Kay."
Dan untuk pertama kalinya ayla melihat air mata jatuh dari pipi seorang kay.siapa sangka selama berpacaran dengan laki laki ini.laki laki ini ternyata punya beban yang dipikulnya sendiri.tapi hampir tiap hari Kay mendengar kan curhatan Ayla jika berantem dengan mami hanya karena mami tidak mau membelikannya sebuah tas yang diinginkan olehnya dan pada akhirnya laki laki inilah yang akan memenuhi keinginan Ayla.
" Aku takut kamu tidak akan mau dekat dengan aku lagi jika tahu papaku seperti itu.bukankah semua orang selalu berfikir buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya."
Ayla mengeleng.
" Aku selalu percaya sama kamu Kay bahkan disaat kamu benar benar menjatuhkan harga diriku karna tidak mau menikahiku."
" Dan kamu tahu kay pernikahan tidak selamanya berjalan seperti apa yang kamu fikirkan, tidak selamanya pernikahan ujungnya seperti pernikahan papa dan mama kamu.contohnya pernikahan papi dan mami.itu karna mereka bisa ngelola harapan mereka dengan baik.tentunya dengan komunikasi yang baik,saling percaya dan saling terbuka. Dengan begitu pernikahan kita akan berjalan sesuai dengan harapan kita."
" Dan kamu tidak akan berubah kamu tidak akan nyelingkuhin aku seperti mami nyelingkuhin mami.atau apa kamu tidak akan takut jika suatu hari nanti aku berubah jahat,kasar kayak papa."
Ayla tersenyum.
" Aku tidak akan berubah Kay,aku yakin jika aku menjadi istrimu kayaknya aku akan makin cinta deh sama kamu.dan Ayla selalu percaya kalau Kay bukan laki laki berengsek."
Kay tersenyum. jika berbicara dengan Ayla disaat hatinya sedang kesal rasanya membuat hatinya merasa nyaman.
Kay berdiri dan menarik tangan Ayla.
" Ayo."
" Kemana."
" Kerumah papi untuk melamar kamu."
Ayla tersenyum.
" Seriously"
" Yes" ucapnya tersenyum.
Hari itu pasangan kekasih itu tampak terlihat bahagia.
Tetapi kebahagiaan itu redup ketika mereka sampai dirumah Ayla.
Banyak orang diruang tamu terlihat kiay Adnan,ummi Nadya,kanza,bunda Lia dan suaminya dan tentu saja hal yang paling mencuri perhatian mereka adalah sosok Devan yang duduk ditengah tengah mereka.
Tunggu tunggu bukankah kata papi Ayla akan dinikahkan dengan putra pak kiay.apa putra pak kiay yang dimaksud papi adalah Devan.
Laki laki pendiam,Sholeh yang sering menjadi incaran para mahasiswa dikampus.yang belakangan ini sering sekali mengangu Ayla dan Kay jika bermesraan dikampus.jadi selama ini laki laki itu hanya berdalil soal zina menceramahi Ayla ternyata dia menyukai Ayla toh..
Rahang Hazan mengeras saat melihat Ayla datang dengan Kay sambil menggandeng tangan Kay.
Semuanya tampak sok dengan kedatangan Ayla dengan laki laki lain.
Mata ummi tertuju pada tangan Ayla yang mengandeng tangan Kay begitu mesranya,mengeleng.
" Karma itu benar benar nyata" begitu fikiranya.
" Ayla kesini kamu.!"
Hazan berdiri menarik tangan Ayla agar menjauh dari Kay.
" Pi.kay datang kesini untuk meminta Ayla secara baik baik kepada papi.bukankah papi sendiri yang menyuruhnya."
Hazan menatap Kay dengan tajam sampai sampai mami Nadin sendiri begitu takut dengan tatapan suaminya.selama menikah dengan hazan ia tidak pernah melihat hazan semarah itu.
" Kamu benar benar mempermalukan papi Ayla."
" Pi kemarin papi meminta Kay menikahi Ayla sekarang Kay sudah ada disini Pi, seharusnya papi senang."
" Semuanya sudah terlambat dan papi sudah menerima lamaran nak Devan."
Deghhhhh
Ayla menatap tajam laki laki itu dengan tatapan penuh kebencian.sedangkan Devan hanya menunduk meremas jari jarinya.
Ummi Nadya menyandarkan punggungnya menyaksikan drama keluarga calon baesanya.
Sepertinya keingin Devan untuk menikahi perempuan ini akan sulit begitu fikiranya tapi dia memilih tidak peduli toh juga ia sudah berbaik hati menyarankan Devan untuk menikahi Aisha saja.tapi Devan menolaknya.
" Jangan mempermalukan papi,papi sudah memberikan Kay kesempatan untuk menikahi kamu tapi dia menolaknya jadi Sekarang kamu hanya akan menikah dengan Devan anak kiay Adnan."
" Nak Ayla duduklah dulu kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin."
Abi Adnan yang melihat penolakan Ayla secara terang terangan berusaha mencairkan suasana.
" Nak Ayla sudah dari kemarin anak kami Devan menyampaikan niat baiknya untuk menikah dengan kamu.apakah kamu mau menerima niat baik itu."
Tangan Kay mengempal ternyata ini maksud laki laki ini dari kemarin membututinya dengan Ayla.seandainya Kay tahu sudah dari kemarin ia mengahnjar laki laki yang kata mahasiswa dikampus adalah laki laki Sholeh.
" Maaf pak kiay tapi saya tidak bisa menerima putra pak kiay.saya sudah punya calon suami dan saya sangat mencintainya."
Hazan Menghempaskan tubuhnya kesadaran sofa,dia benar benar malu dan merasa tidak enak kepada keluarga pak kiay Adnan.
Kay tersenyum tentu saja Ayla akan lebih memilih dia.
Devan meremas jari jarinya perasaannya benar benar hancur.
Helaian nafas kiay Adnan terdengar berat.ia memukul mukul punggung putranya itu dengan lembut seolah memberikan dukungan agar putranya itu bersabar.
" Tidak apa apa nak,saya menghormati keputusanmu,kami akan sangat berdosa jika memaksa kamu menikah dengan Devan."
Hazan kembali menegakan tubuhnya.
" Maafkan saya pak kiay.semua ini kesalahan saya."
" Tidak apa apa pak hazan. Kalau begitu kami permisi."
Kaluarga Devan pulang dengan perasaan kecewa, dan tentunya sedikit kesal bukankah hazan yang memangil mereka datang kembali kerumah ini tapi mereka Mala dipermalukan.
Kay menatap Devan dengan tatapan tajam,tangaanya mengempal dan ingin memukul Devan tapi hazan melihatnya dengan tatapan tajam sehingga dia menurunkan tangannya lalu menunduk.