NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

 "Beneran teman?" tanya Lina dengan nada menggoda.

 "Iya teman." jawab Nina dengan santai sembari tatapannya mengarah Ponsel miliknya.

 "Ya sudah ,aku percaya." jawab Lina menahan tawa.

 Sedangkan ekspresi Andra hanya terdiam menatap wajah Nina, tiba-tiba saja tangan Yogi menepuk pelan tangan Andra.

 "Masih ada peluang." bisik Yogi yang tahu betul apa yang sedang Andra lakukan.

 Andra hanya menganggukkan kepala, setelah selesai akhirnya mereka pulang.Tapi tanpa Nina sadari Andra bukannya mengantarkannya pulang melainkan mengajaknya ke suatu tempat.

 "Kenapa kita berhenti disini?" tanya Nina yang terlihat kebingungan sekaligus curiga dengan apa yang Andra lakukan padanya.

 "Aku hanya ingin mengajakmu di tempat ini." ucap Andra yang dimana ia diajak di sebuah taman kota.

 "Untuk apa kita disini, antarkan aku pulang sekarang!" teriak Nina yang sedikit memaksa Andra untuk mengantarkan dia pulang sekarang.

 "Aku hanya ingin mengobrol denganmu." ucap Andra yang langsung melirik kearah Nina,Nina terlihat begitu kesal dengan apa yang dilakukan oleh Andra pada dirinya.

 "Aku ingin berdua denganmu sebentar saja." Mulailah Nina bisa menangkap sesuatu yang pastinya dia ingin bicara sesuatu.

 Pada akhirnya mereka duduk di tempat di taman yang di terangi lampu taman.

 "Apa tujuanmu terus menggangguku terus,apa tidak lelah kamu terus mengejar ku." ucap Nina yang sudah dari kemarin dirinya terus dirinya terus di kejar olehnya.

 "Apa salah aku mencintaimu?" pertanyaan konyol itu keluar kembali di mulut Andra.

 "Itu salah,jangan berharap lebih padaku." jawab Nina dengan tegas.

 "Bisakah kamu memberikan aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan keseriusanku ini.Aku mohon padamu,aku janji jika mana akhirnya aku gagal menaklukkan hatimu aku akan perlahan-lahan pergi menjauhi mu." Mendengar apa kata dari Andra,Nina tetap pada pendiriannya tetap akan menolaknya.

 "Aku bilang tidak!" teriak Nina yang sudah kesal.

 Andra berlutut didepan Nina,apa yang dia lakukan benar-benar sudah gila bahkan Andra benar-benar melakukan hal yang sangat memalukan.

 "Aku bilang berdiri,ayo kita pulang sekarang." ucap Nina yang kesal pada Andra.

 "Aku tak akan pergi sebelum kamu menerimaku." Ekspresi Nina semakin kesal dengan tingkah konyol Andra.

 Makin frustasi Nina menghadapi pria gila ini,"Oke,aku terima." jawab Nina yang terlihat begitu terpaksa menerima Andra.

 Ekspresi Andra langsung berubah bahagia,"Kamu tidak bohong kan?" tanya Andra yang mencoba memastikan kembali apa yang dikatakan oleh Nina.

  Nina sudah kesal menghadapi sikap Andra seperti itu,ia langsung saja pergi meninggalkan Andra yang masih berlutut, dengan cepat Andra bangkit dan lari menghampiri Nina.

 "Jangan pergi." Andra menahan tangan Nina.

 "Aku bilang lepaskan,aku ingin pulang sekarang." jawab Nina yang tak nyaman dengan sikap Andra seperti itu.

 "Baiklah akan aku antar." posisi tangan Andra masih memegang tangan Nina.

 "Bisa tidak lepas." ucap Nina dengan tatapan dingin.

 "Jangan lepaskan tanganmu." Andra semakin erat menggenggam tangan Nina.

 Pada akhirnya mereka berdua pulang ke kost mereka,sebelum itu Andra akan mengantarkan Nina pulang lebih dulu.

 Pada akhirnya mereka sampai juga di depan kost,Nina langsung turun dari sepeda motor dan Andra masih melirik kearah Nina.

 "Selamat istirahat." ucap Andra yang langsung menyapa dengan sedikit senyuman.

 "Ya." jawab Singkat Nina yang langsung pergi meninggalkan Andra yang masih bertahan duduk diatas sepeda motor miliknya.

 Nina bergegas masuk dengan ekspresi kesalnya,"Bisa-bisanya dia berani melakukan itu padaku." gumam Nina yang baru saja ingin membuka kunci kamarnya.

 "Nina." sapa Lina yang baru saja keluar dari kamarnya.

"Lina." sapa balik Nina yang terkejut dengan kedatangan Lina.

 "Kok kamu baru pulang?" tanya Lina yang sedari tadi mereka pulang bersama,kenapa Nina baru saja datang.

 "Maaf, tadi aku pergi mencari sesuatu." ucap Nina yang terpaksa berbohong pada Lina.

 "Oh begitu ya." jawab santai Lina, akhirnya Nina masuk kedalam kamarnya.Ia menghela nafas panjang seperti sedang melepaskan sesuatu di pikirannya.

 "Aku tak mau rencanaku gagal hanya pria gila itu." gumam Nina yang secepatnya menyelesaikan tugasnya dan pergi dari sini.

 Nina akhirnya membersihkan mukanya sekaligus berganti baju.Saat Nina akan tidur, tiba-tiba saja handphone miliknya berdering.

 "Nomor siapa ini." gumam Nina yang tertera nomor tanpa nama.

 "Halo."

 "Halo juga." terdengar suara laki-laki yang tak begitu asing ia dengar.

 "Ini aku Andra." seketika kedua mata Nina melotot.

 "Darimana dia mendapatkan nomorku." batin Nina yang benar-benar terkejut kenapa tiba-tiba Andra bisa mengetahui nomor telepon miliknya.

 "Nina." Andra memanggil nama Nina lagi.

 "Darimana kamu dapat nomorku?" tanya Nina yang langsung interogasi Andra.

 "Dari temanku Yogi." jawab Andra yang tahu betul jika suara Nina terdengar sedang marah.

 "Pria itu lagi,darimana dia mendapatkan nomorku.Apa mungkin Lina yang sengaja memberikan nomorku." batin Nina yang mulai mencurigai jika ini ulah Lina.

 "Apa kamu sedang sibuk?" tanya Andra yang sekedar basa-basi bertanya pada Nina.

 "Tidak,ada apa?" tanya Nina yang masih menjawab dengan nada dingin pada Andra.

 "Hanya ingin tahu keadaanmu saja." jawab Andra yang masih menyimpan sesuatu yang ingin dia utarakan pada Nina.

 "Lalu?"

 "Apakah besok malam kamu ada waktu?" tanya Andra yang mulai bicara pelan-pelan.

 "Besok malam."

 "Iya, aku ingin mengajakmu keluar." Andra begitu menunggu jawaban dari Nina.

 "Entahlah." jawab Nina yang tak bisa menjawab langsung.

 "Aku mohon." Andra memohon pada Nina,agar ia bersedia keluar dengannya.

 "Apa yang membuatmu terobsesi denganku?" pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Nina yang merasa risih dengan kehadiran Andra yang selalu menganggu kehidupannya.

 "Karena rasa suka." jawaban konyol itu keluar dari mulut Andra.

 "Suka,jawaban konyol." jawab Nina dengan nada sinis.

 "Aku jujur padamu, untuk apa aku bohong." jawab Andra yang jujur dengan perasaannya.

 "Terserah." jawab Nina yang kesal harus menjawabnya seperti apa lagi,apalagi baru pertama kalinya ada pria yang mengungkapkan perasaan padanya.Ini pun baru pertama kalinya ada seorang pria yang mencintai dirinya,hingga Nina tak begitu menanggapi hal itu serius.

 Karena dalam hidupnya,hanya pekerjaan yang dia fokuskan hingga ia tak pernah merasakan cinta.

 "Baiklah,besok malam aku jemput"jawab Andra yang diam-diam tersenyum, akhirnya ia dapat meyakinkan Nina untuk pergi bersama dirinya.

 "Terserah." jawab Nina yang sudah merasa kesal dengan sikap Andra yang terus saja memaksa.

 Sambungan telepon langsung terputus, Nina benar-benar kesal hingga ponsel miliknya ia banting di tempat tidurnya.

 "Benar-benar gila, sampai kapan dia akan mengejar ku." gumam Nina yang benar-benar kesal dengan ulah pria itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!